"Dia hanya orang asing di zebra cross."
Kataku dulu.
Sampai 3 hari kemudian aku melihat wajahnya di TikTok.
Dengan caption: "Duke termuda Spanyol. CEO. Milyader."
Gila. Yang nolongin aku nyebrang itu... orang sekaya itu?!
Aku Bintang. 17 tahun. Ketua kelas. Calon dokter.
Dia Mateo. 25 tahun. Duke. Orang yang bahkan tidak seharusnya aku temui.
Pertemuan kami singkat. 10 detik.
Tapi kenapa rasanya seperti sudah mengenal selama 10 tahun?
Cinta tidak akan kemana-mana pertemuan singkat itu membawa cinta pada diriku hingga suatu hari kami bertemu dan menikah tetapi perang terjadi dan negara itu merdeka dan kami gugur setelah nya
kami di akui dan di kenang oleh warga warga sebagai pahlawan dan cinta kita melukiskan sejarah manapun.
pencipta, penulis, penerbit, pengarang: bintang_nrl28 star.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang star_nrl22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 16: Pantai itu .
Aku bermain ponsel sedangkan dia memperhatikan ku, aku memainkan game, dan dia melihatnya, tiba-tiba ada telepon dari ponsel nya, aku langsung melirik.
"Sebentar ya" ucapnya lalu pergi, setelah itu aku terdiam dan lanjut main game, "apakah... Itu tunangan nya menelepon... " ucap ku dalam hati sambil pandangan ke arah game.
Dan setelah dia selesai menelepon dia langsung mengajak ku ke ombak lalu yasudah aku setuju, "Wah airnya dingin banget" ucap ku, lalu aku bermain air dan menyemburkan nya ke mateo, mateo kebasahan lalu melemparkan nya lagi ke arah ku, aku langsung berlari-lari dan dia mengejarku.
Aku berlari sambil tertawa-tertawa, dan ia mengejarku, larinya sangat cepat lalu aku berhenti dan dia menggendong ku, aku langsung kaget dan tertawa.
𝘉𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘴𝘳𝘢, 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘣𝘪𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘬𝘦 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘭𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪? 𝘋𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘳𝘪.
Setelah itu mateo masih menggendong ku dan berjalan ke arah tempat kami lagi, lalu ia meletakkan ku di karpet dan berkata "Puas? " ucapnya, lalu aku menggelengkan kepala "belum dong! " ucapku sambil tertawa, lalu ia tersenyum dan mengusap rambutku.
Lalu aku meminum jus karena capek dan dia menaruh ponselnya dan berjalan ke arah air lagi sendirian, tidak tau apa yang dia lakukan.
Dan ketika ponselnya ada notifikasi, otomatis ponsel nya nyala, dan aku melihat wallpaper layar kunci nya ada foto aku sedang menguap.
"MATEOOOOO!!!!! " teriak ku, lalu ia mendekati ku dengan bergegas "ada apa?! " ucapnya, lalu aku menunjukkan wallpaper dan berkata "ini aib aku, kenapa kamu pasang! " ucapku, lalu ia tertawa "ini lucu sayang... Jangan marah begitu ya? " ucapnya, lalu aku menghela nafas.
"Foto ku keren dikit lah! " ucapku, lalu mateo mengambil ponsel nya dan membuka apk selfie, "ayok aku foto, yang keren" ucapnya, lalu aku berpose duduk biasa dan setelah itu aku di foto dan di jadikan wallpaper layar kunci dan segalanya.
"Aku mau buka sepatu, aku gak mau memakai sepatu di pantai! " ucap ku, lalu dia mengangguk, dan ber jongkok lalu membukakan sepatu heels di kaki ku, lalu setelah membukanya dia berdiri dan menarik ku untuk berdiri juga dan aku langsung berlari-lari ke air lagi.
"Jangan terlalu tengah sayang nanti tenggelam! " ucapnya dengan tegas, lalu aku mengangguk dan menyemburkan air ke Mateo, dia pun tertawa terbahak-bahak, aku pun ikut tertawa.
-----
Saat jam 5 sore, aku duduk di karpet lagi mengeringkan baju ku yang basah, lalu sambil menyisir rambutku, dan mateo duduk di sampingku, memainkan tangan kiri ku, lalu aku melihat rambut Mateo berantakan, "berantakan banget rambut kamu seperti singa, sini aku sisir! " ucapku, lalu ia mau di sisir.
Aku menyisir rambutnya sampai rapih dan dia hanya diam, "nah gini rapih" ucapku, lalu ia tersenyum dan berbaring di karpet sambil melirik langit.
"Kamu habis ini mau kemana? Habis lulus sekolah? Kuliah? " ucapnya, lalu aku mengangguk "iya aku kuliah kedokteran! " ucapku, lalu ia tersenyum dan mengelus punggung ku "semangat ya, tetap sama aku oke? " ucapnya, lalu aku mengangguk "iya sayang".
"Mau kuliah di mana? Di spanyol aja yuk? " ucap Mateo, lalu aku berfikir "kayak nya disini deh kalo di luar negeri orang tua ku khwatir! " ucapku, lalu Mateo mengangguk pelan.
Aku menemukan daun dan aku menaruhnya di atas kepala Mateo, lalu Mateo tertawa dan berkata "aku seperti semut yang berlindung di bawah daun" ucapnya, dan aku tertawa.
Mateo menulis nama ku di pasir "pantai harus tau siapa orang yang paling aku cintai" ucapnya, lalu aku tersenyum dan tertawa pelan "bisa aja ih kamu! " ucapku.
"Dunia harus tau siapa orang yang paling tampan sedunia" ucapku, lalu Mateo tersenyum lalu memelukku, dan aku memeluk balik sambil tertawa.
"Cinta kita nanti pasti melukiskan sejarah, semuanya pasti tau cinta kita yang tulus" ucapnya, lalu aku menjawab "harussss" ucapku.
"Sayang kamu cantik, imut, lucu punya aku" ucap mateo sambil memainkan pipi aku, lalu aku membalas "iya tau, ih ngapain cubit pipi aku terus! " ucapku, lalu dia tertawa pelan "habisnya gemes" ucapnya.
"Sudah mau malam, yuk pulang? Nanti ibu kamu sama ayah kamu khawatir" ucap Mateo, lalu aku menjawab "baiklah ayuk" ucapku.
Lalu aku mau membawa barang-barang, tiba-tiba mateo memegang tangan ku dan berkata "jangan kamu yang bawa, biar aku yang bawa, paham?! " ucapnya nada tegas, lalu aku pun mengangguk, dan kami berjalan ke mobil setelah itu.
Dia berjalan membawa heels serta barang-barang ku.
Setelah aku masuk ke mobil dia menaruh barang-barang itu di kursi belakang, setelah itu langsung menyetir mobil.
"Aku mengantar kamu ke rumah nyampe sekitar jam 7 malam" ucapnya, lalu aku mengangguk.
Di perjalanan aku bermain ponsel ku bermain game, lalu tiba-tiba aku ketiduran.
𝘔𝘢𝘵𝘦𝘰 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘱𝘰𝘯𝘴𝘦𝘭 𝘬𝘶, 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘳𝘶𝘩 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘯𝘵𝘰𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘴 𝘯𝘺𝘢.
Ketika sudah sampai rumah ku, aku terbangun dan ia langsung membuka kan pintu mobil, dan membantu ku turun, lalu ia membawakan semua barang-barang ke depan pintu rumah ku, ibuku keluar dan langsung kaget melihat barang-barang sebanyak ini, lalu langsung berterimakasih kepada Mateo.
"Sama-sama ibu, izin pamit ya bu" ucap Mateo, dan ibu langsung mengangguk, dan mateo langsung pergi meninggalkan ku, aku langsung masuk kerumah dan berkemas-kemas.
Ibu: "banyak sekali... Ini kan sepatu heels mahal?! " ucap ibuku, lalu aku mengangguk "iya ibu dia belikan aku ini, maksa! " ucapku, lalu ibu ku tersenyum "itu kembali lagi dia sama kamu" ucapnya, dan aku tertawa pelan.
----
Saat aku selesai mandi dan mengganti baju, tiba-tiba ada pesan masuk "1 bulan lagi kalian lulus sekolah dan minggu besok ulangan ya! " ketik pesan itu, itu informasi dari gulu wali kelas ku, aku langsung bersorak karena ulangan, aku sangat senang.
Aku langsung berfokus belajar, dan ibu ku yang melihat langsung lebih senang dan berbicara kepada ayah ku bahwa aku semangat belajar.
Ayah ku menepuk tangan lalu memuji ku, aku sangat senang di puji kedua orang tua.
"𝓜𝓮𝓼𝓴𝓲𝓹𝓾𝓷 𝓱𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓭𝓲 𝓹𝓾𝓳𝓲 𝓸𝓵𝓮𝓱 𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰 𝓽𝓾𝓪, 𝓽𝓮𝓽𝓪𝓹𝓲 𝓪𝓴𝓾 𝓼𝓪𝓷𝓰𝓪𝓽 𝓼𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰.. 𝓜𝓮𝓷𝓰𝓪𝓹𝓪 𝓫𝓮𝓰𝓲𝓽𝓾? 𝓚𝓪𝓻𝓷𝓪 𝓽𝓮𝓻𝓴𝓪𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓪𝓭𝓪 𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓽𝓲𝓭𝓪𝓴 𝓶𝓮𝓻𝓪𝓼𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓫𝓪𝓰𝓪𝓲𝓶𝓪𝓷𝓪 𝓭𝓲 𝓹𝓾𝓳𝓲 𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰 𝓽𝓾𝓪 𝓭𝓪𝓷 𝓪𝓴𝓾 𝓫𝓮𝓻𝓾𝓷𝓽𝓾𝓷𝓰 𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰 𝓽𝓾𝓪 𝓴𝓾 𝓶𝓮𝓷𝔂𝓪𝔂𝓪𝓷𝓰𝓲 𝓴𝓾 𝓭𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓶𝓾𝓳𝓲 𝓴𝓾 𝓼𝓮𝓻𝓽𝓪 𝓚𝓮𝓵𝓾𝓪𝓻𝓰𝓪 𝓴𝓪𝓶𝓲 𝓬𝓮𝓶𝓪𝓻𝓪! "
Aku sangat beruntung karena meskipun aku orangnya terkadang banyak yang tidak suka dengan diriku tetapi aku tidak keberatan, malahan ada yang lebih dari kata suka dan saling mendukung serta melindungi yaitu kedua orang tua ku dan Mateo.