NovelToon NovelToon
Tilang Aku Dong, Pak Polisi

Tilang Aku Dong, Pak Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mumu.ai

Sarah pikir dengan melarikan diri ke tempat terpencil akan membuatnya aman dari orang-orang di masa lalunya. Tapi siapa sangka, pelarian aman itu hanya berlaku untuk beberapa tahun saja.

"Kamu sudah menikah?" tanya pria itu dingin.

"Belum," jawab Sarah tenang.

Pria itu lalu menarik napas dalam sebelum kembali bertanya.

"Lalu... apa kamu punya pacar?"

"Tidak," jawab Sarah lagi.

Raut wajah pria itu seketika berubah. Tidak ada wajah dingin dan intimidasi lagi. Kini ia tersenyum lebar dan tertawa pelan.

"Baguslah," katanya sambil menepuk pelan pundak Sarah. "Sekarang hadapi mereka dulu."

****

Ikuti author di sosmed
Ig : @tulisanmumu
Fb : Mumu Author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumu.ai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

“Memangnya kalian dulu punya masalah apaan, sih? Kok sampai bikin kamu trauma gitu?”

Sarah hanya bisa diam seribu bahasa saat pertanyaan menukik itu dilontarkan oleh sang sahabat. Mereka berdua yang saat ini sedang duduk di ruangan majelis guru saat jam istirahat pertama. Beruntung tidak banyak yang berada di dalam sehingga mereka bisa santai bercerita.

Namun ternyata, kediaman Sarah ini justru membuat Tini semakin penasaran dan liar dalam berasumsi. Tini meletakkan sendoknya, mencondongkan tubuh hingga mepet ke Sarah dengan mata menyipit penuh selidiki.

“Dia red flag? Manipulatif? Atau jangan-jangan dia pernah gaslighting kamu ya, Sar? Ayo mengaku,” tebak Tini asal, menggunakan istilah-istilah gaul yang sering ia baca di media sosial.

Sarah menghela napas panjang, merasa kepalanya mulai berdenyut menghadapi rasa ingin tahu sahabatnya yang sudah di ambang batas. “Nggak ada, ya! Kamu jangan ngasal deh, Tin. Takutnya nanti omongan kamu kedengaran guru lain, terus nyebar ke mana-mana dan malah jadi fitnah. Nggak baik tahu,” tegur Sarah dengan nada tegas, matanya melirik ke sekeliling ruangan untuk memastikan tidak ada kuping lain yang menguping pembicaraan mereka.

“Makanya, kalau ditanya itu dijawab, Ibu Guru Sarah Aini yang terhormat. Biar aku nggak tebak-tebak buah manggis begini,” balas Tini cepat, sama sekali tidak merasa bersalah atas tuduhannya barusan.

“Mau jawab apaan? Kan dari kemarin-kemarin udah aku jawab kalau kita itu nggak ada hubungan apa-apa,” kekeh Sarah, mencoba mencairkan suasana tegang dengan tawa yang terdengar sedikit dipaksakan di telinga Tini.

“Iya, iya deh. Nggak mau cerita juga nggak apa-apa. Nggak usah sekalian. Anggap aja aku ini orang asing yang nggak berhak tahu rahasia besar kamu,” kata Tini dengan muka cemberut, sengaja melipat kedua tangannya di dada dan memalingkan muka ke arah lain, berpura-pura merajuk.

Melihat wajah Tini yang berubah masam dan merasa bersalah karena terus-menerus menyembunyikan kebenaran dari satu-satunya sahabat terdekatnya di daerah perantauan ini, pertahanan Sarah akhirnya runtuh juga. Ia menghembuskan napas kasar, meletakkan ponsel yang sejak tadi dalam genggamannya, lalu memandangi Tini dengan tatapan pasrah.

“Oke, oke, aku cerita. Tapi janji ya, ini cuma antara kita berdua aja. Jangan sampai bocor ke grup korps wanita atau majelis guru lainnya,” bisik Sarah pasrah.

Tini seketika berbalik, wajah cemberutnya hilang dalam sekejap, digantikan oleh binar mata yang sangat bersemangat.

“Janji! Demi apa pun, aman di aku, Sar. Ayo, buruan cerita!”

Sarah membasahi bibirnya yang mendadak terasa kering. Memorinya kembali melompat ke masa-masa kuliah di Pekanbaru beberapa tahun silam.

“Jadi begini… kita itu beneran nggak pernah pacaran, Tin. Waktu kita ada kegiatan nasional itu, dia itu sebenarnya udah punya pacar. Perempuan seangkatan sama dia, cuma beda sekolah. Tapi…”

Sarah menggantung kalimatnya, membuat jantung Tini berdegup dua kali lebih cepat karena tidak sabar.

“Tapi apa, Sar? Jangan dipotong-potong dong ceritanya kayak sinetron!” desak Tini gemas, sampai menyenggol kaki Sarah di bawah meja.

Sarah menunduk, menatap mangkok baksonya yang sudah mendingin sebelum melanjutkan dengan suara yang sangat pelan.

“Tapi… di tengah-tengah hubungannya sama pacarnya itu, dia pernah nyatain suka ke aku. Secara langsung, di depan motor merahnya itu setelah selesai latihan.”

Mata Tini langsung membelalak sempurna mendengarnya. Informasi itu benar-benar di luar dugaannya. Tanpa bisa mengontrol volume suaranya akibat rasa terkejut yang luar biasa, Tini langsung berteriak cukup kencang.“Hah?! Jadi kamu jadi selingkuhan dia dulu?!” teriak Tini histeris.Plakkk!Dengan gerakan secepat kilat, Sarah langsung menjulurkan tangannya dan menutup mulut Tini rapat-rapat menggunakan telapak tangannya. Wajah Sarah seketika memucat karena beberapa murid dan penjual kantin sempat menoleh kaget ke arah meja mereka akibat teriakan melengking Tini barusan.

“Tini! Kecilin suara kamu, astaga!” bisik Sarah panik setengah mati sembari melotot tajam. Setelah memastikan situasi kembali kondusif dan orang-orang kembali sibuk dengan urusan masing-masing, barulah Sarah perlahan melepaskan tangannya dari mulut Tini.Tini terengah-engah, memegangi dadanya yang naik turun. Ia meminta maaf lewat isyarat tangan, namun matanya tetap menuntut penjelasan lebih detail. “Maaf, maaf, aku refleks, Sar. Sumpah aku kaget banget. Jadi beneran? Kamu dulu terjebak jadi orang ketiga di hubungan Pak Polisi tampan itu?”

...****************...

Maaf lama updetnya, beberapa hari lalu author drop, sakit. Setelah fit dapat musibah (mau ditabrak dengan sengaja sama orang NPD). Ini ni bikin author emosi banget sampai gak fokus buat nulis.

Dan ternyata Tuhan masih memberikan kesempatannya untuk bertaubat (sebelumnya author mau laporin beliau ke polisi), karena ternyata CCTV di tempat kejadian mati.

Mohon doanya ya untuk keselamatan author, karena kali ini author lawan manusia bar bar dan playing victim.

1
Esther
Nanti kalau Ardhana jalan sama cewek lain, baru deh Sarah kelimpungan. Jangan gengsi Sar kalau emang suka😄
Esther
Sabar Ar....kalau jodoh tak lari.kemana
mumu: kalau kata Afgan, Jodoh Pasti Bertemu... 🎶🎶
total 1 replies
bidadari
hai ka.. kenalan dong
mumu: halo, kak.. salam kenal ya ☺️
total 1 replies
Esther
ya udah....pasrah banget sih Sarah😂😂.
Esther
Gak ketemu Ardhana koq malah galau Saras😂
Esther: *Sarah* mksdnya😁
total 1 replies
Esther
Sikap tenang Sarah membuat Ardhana malah kepikiran😁
Esther
ternyata seperti itu ceritanya.
Esther
selalu suka dengan semua ceritanya
mumu: terima kasih, kakak selalu dukung author 🥰🥰
total 1 replies
Esther
double up dong thor
Ani
jawab Ardhana jang cuman diam membeku kayak patung..

kalau aku jadi sarah juga bakalan marah..😤😤😤😤
Esther
Aluna koq nyasar kesini thor😄
mumu: lah lagi mikirin si Aluna ini soalnya 🤭🤣🤣
total 1 replies
Ani
dengerin dulu Sar, penjelasan Ardhana siapa tau setelah itu harimu jauh lebih mantap dan tenang dalam mengambil keputusan dikemudian hari
Esther
Lanjut
Ani
ceritanya bagus, penulisan nya juga rapi..
Ani
pantesan kalau sarah ampe trauma begitu..
Ani
kira kira ini daerah mana ya kak.. kok jadi penasaran aku nya 😄😄😄😄
Ani: waduh..
total 2 replies
Esther
semangat ya Saras
Esther
waduh koq sampai gitu thor, sengaja nabrak othor.
Semoga selalu dalam lindungan Tuhan ya thor
Esther: ngeri ya thor lawan psikopat
total 2 replies
falea sezi
lanjut banyak q kirim hadiah
mumu: maaf lama up, nya 🤭🤭
total 1 replies
Rian Moontero
kayaknya harus sering up kak,,minimal sekali sehari ato dua kali upnya,biar pembacanya ndak pindah rumah🤣🙏
mumu: wadaaaw kompak banget ini 😄😄 author usahain ya buat balik up setiap hari. tapi moon maaf, sekarang agak susah lagi drop 🤭🥺
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!