Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sumpah
Setelah masuk ke alam bawah sadarnya Dien membayangkan pintu menuju alam roh yang langsung mengarah ke batu karang. Dien segera membuka pintu dan keluar di tepi batu karang dimana kakek Soah disegel. Dien tersenyum, melompat masuk dan berenang menuju kakek Soah.
“Kau kembali. Apa yang kau inginkan anak muda? Apakah kamu berubah pikiran dan ingin membebaskanku sekarang juga?” Tanya kakek Soah dengan senyuman menghina.
“Kakek, tengkorak monster beratribut apa yang harus aku kumpulkan untuk meramu ramuan lima elemen?” Tanya Dien, tidak menanggapi hinaan kakek Soah.
“Bersumpahlah!” Kakek Soah menatap tajam.
“Baiklah kakek!” Dien menghela nafas ringan dan mengangkat tangan kanannya.
“Aku bersumpah akan membebaskanmu setelah berhasil mencapai ranah dewa. Jika aku mengingkari sumpah ku, maka aku siap kehilangan semua energi spiritualku. Tuhan semesta alam sebagai saksinya.” Ucap Dien bersumpah.
“Haha. Bagus! Bagus!!!” Kakek Soah tertawa puas dengan sumpah Dien.
“Anak muda! Sebutkan atribut bawaanmu. Aku akan memberitahu monster jenis apa yang sangat cocok sebagai bahan ramuan lima elemen milikmu.” Balas kakek Soah tersenyum kecil.
Dien tampak ragu.
Kakek Soah tersenyum kecil dan menunggu dengan sabar.
“Aku bisa melihat tujuh detik ke masa depan.” Balas Dien setelah menimbang keuntungan dan kerugiannya.
“Melihat masa depan ya? Menarik!” Kakek Soah tampak berpikir.
“Kemampuan melihat masa depan berhubungan dengan jiwa atau roh. Monster sihir yang kau butuhkan adalah monster sihir dengan atribut bawaan yang berhubungan dengan kekuatan jiwa atau roh, seperti penyerang mental, ilusi, pengendali pikiran, pengendali roh, dan lain sebagainya.” Balas kakek Soah apa adanya.
Dien tampak berpikir, lalu mengangguk mengerti dan akan menanyakan kebenarannya kepada kapten Medi setelah kembali.
“Terimakasih, kakek. Bersabarlah! Aku akan menjadi dewa secepat mungkin dan membebaskanmu dari tempat ini.” Balas Dien tersenyum kecil, lalu berenang kembali ke daratan.
“Cepatlah menjadi dewa anak muda! Orang tua ini tidak tahan lagi terus berada di tempat terkutuk ini.” Ucap kakek Soah mengantar kepergian roh Dien.
Dien tersenyum tipis dan berhasil kembali ke daratan, lalu membuka pintu menuju alam bawah sadarnya dan kesadarannya kembali ke tubuh fisiknya yang ada di dunia nyata.
Pinggiran batu karang, pesisir pantai.
Aamon menghancurkan belasan tombak ikan yang dimuntahkan bayangan hitam, lalu melepaskan pukulan telapak tangan beraura kegelapan, di sisi lain bayangan hitam memuntahkan kapal besar. Kapal besar itu hancur lebur dihantam telapak pembunuh Aamon yang sangat kuat.
“Roh ikan buntal ini sangat kuat dan licik. Amon kamu harus berhati-hati.” Ucap pak tua di dalam tubuh Aamon.
Aamon mengangguk, mengejar, dan menghindari berbagai muntahan roh jahat ikan buntal. Aamon terus menghindari serangan roh jahat, dan tanpa sadar terjebak di ratusan tombak ikan yang mengurung pergerakannya.
“Sial! Aku terjebak!” Geram Aamon melihat roh ikan buntal yang menatapnya dingin.
Roh jahat ikan buntal tiba-tiba memuntahkan tiga mobil truk, berniat menimpuk Aamon yang mati langkah dan terkurung dalam ratusan tombak ikan.
Aamon memperkuat cengkraman gagang pedang, melancarkan tebasan energi yang menebas semua tombak ikan dan membelah tiga mobil untuk membuka jalan. Aamon mundur beberapa langkah mengambil ancang-ancang, lalu menerobos lurus ke depan menghindari tiga mobil yang dimuntahkan sang lawan. Tiga mobil langsung hancur secara sia-sia, karena hanya menghantam ratusan tombak dan targetnya (Aamon) berhasil kabur menyelamatkan diri.
Tebasan energi!
Aamon melepaskan tebasan energi yang sangat ganas dan mengerikan. Sebuah tebasan energi yang berbentuk bulan sabit tajam berwarna hitam dan memancarkan aura kegelapan.
Batu besar!
Roh jahat ikan buntal memuntahkan batu besar dan memperkuatnya dengan energi spiritual untuk menciptakan pertahanan yang sangat kuat dan kokoh. Hasilnya tebasan energi yang dilepaskan Aamon tertahan, namun Aamon sudah bergerak dan memotong langsung batu besar dengan pedangnya.
Batu besar terbelah seketika.
Aamon dengan tatapan dingin dan tajam membunuh melepaskan tebasan energi yang hampir membelah roh jahat ikan buntal tersebut.
Roh jahat tampak marah dan memuntahkan berbagai benda untuk memperlambat serangan Aamon yang sangat cepat dan presisi.
Aamon bergerak cepat dan berhasil menangkap roh jahat ikan buntal dengan tangan energi. Roh ikan buntal itu meraung kesakitan, karena tangan energi Aamon begitu menyakitkan dan membuat kulitnya seperti ditusuk-tusuk besi panas yang membuat kulit melepuh.
“Mati!” Geram Aamon mencengkram tangannya lebih erat, berniat membunuh roh ikan buntal yang memakan segalanya tersebut dengan cengkraman energi.
“Pembunuhan dilarang disini!” Pekik seorang wanita tiba-tiba menghentikan niat Aamon membunuh roh jahat tersebut.
Aamon seketika dibuat tidak mampu membunuh roh jahat ikan buntal, seakan-akan roh jahat itu memiliki kekebalan tubuh yang diluar nalar. Aamon berusaha keras untuk membunuh, namun hasilnya tangannya sendiri yang terasa sakit karena berusaha membuat tangan energinya mencengkram roh jahat tersebut lebih kuat.
Tampaknya kekuatan wanita misterius itu mampu menekan dan mempengaruhinya hingga tingkat tertentu. Aamon menoleh ke belakang, melihat siapa yang menghentikannya dan ternyata wanita itu adalah Freya salah satu rekannya.
“Ada apa, Freya? Kenapa kamu menghentikanku?” Tanya Aamon mencengkram tangannya hingga seperti kepalan tinju.
Aamon masih berusaha membunuh roh ikan buntal dengan tangan energinya. Namun entah mengapa gagal total, seakan-akan roh ikan buntal tersebut memiliki kekebalan atas tekanan dan daya hancur apapun.
“Maaf mengganggu Amon. Aku menginginkan roh itu sebagai roh pelayanku. Jadi kau tidak boleh membunuhnya.” Balas Freya apa adanya membuat Aamon kebingungan, dan tanpa sadar melepas cengkramannya.
Tangan energi Aamon yang menekan roh jahat itu menghilang seketika, membuat sang roh berhasil melepaskan diri. Roh jahat ikan buntal langsung memuntahkan belasan parang, pisau dapur, jarum, dan berbagai benda tajam yang dia telan beberapa hari lalu.
Aamon menghindari serangan tersebut, namun perutnya tertusuk parang berkarat dan sangat kotor.
DOR!
Freya melepas tembakan.
Roh ikan buntal berubah menjadi gumpalan energi spiritual beraura hitam, menghindari tembakan Freya dengan membagi dua tubuh energi spiritualnya. Ikan buntal menghilang dan tiba-tiba sudah di samping kanan Aamon dan menggigit bahunya, membuat Aamon kehilangan lengannya.
Tebasan!
Aamon melancarkan tebasan silang, namun ikan buntal kembali berubah menjadi gumpalan energi dan menghindari tebasan tersebut. Ikan buntal memuntahkan tiga tombak dengan sangat kuat, menyamai kekuatan sebuah tembakan pistol. Aamon terkena tombak dengan telak dan terdorong jauh, sementara ikan buntal berubah menjadi gumpalan energi menghindari tembakan Freya.
“Aku tidak percaya kau kalah melawan seekor ikan roh, bahkan kehilangan lengan.” Ucap pak tua menyilang tangannya di dada.
Aamon menahan sakit dan mencabut tombak ikan, lalu mengeluarkan sebotol ramuan sihir penyembuh dari saku celananya.
“Aku sendiri tidak percaya harus kehilangan ramuan mahal hanya karena seekor ikan roh.” Aamon mendengus kesal, menenggak ramuan penyembuh tingkat tinggi tersebut.
Aamon membuang botolnya secara sembarangan.
Tangannya yang hilang dicaplok roh jahat ikan buntal terlihat regenerasi, dan pada akhirnya kembali normal seperti semula.
“Wanita bodoh itu harus membayar kerugian ini.” Aamon melihat Freya yang terus menembak roh jahat ikan buntal.
Freya mundur menjaga jarak saat roh jahat ikan buntal mendekat dan menyerang. Freya melepas tembakan di setiap kesempatan yang dia dapatkan.
Tebasan energi!
Aamon melepas tebasan energi, membantu Freya yang tampak terpojok. Serangan itu membuat ikan buntal yang menyerang Freya berubah menjadi gumpalan energi, lalu berbalik arah menyerang Aamon.
“Tapak pembunuh!” Pekik Aamon melepaskan tapak pembunuh.
Dalam pikiran Aamon gumpalan energi tidak bisa ditebas namun bisa dipukul, oleh karena itu Aamon melepaskan tapak energi pembunuh.
Roh jahat ikan buntal ternyata tidak terpengaruh dan berubah menjadi gumpalan energi menyerang Aamon dengan menabrakkan diri.
Aamon menciptakan pelindung energi, membuat ikan buntal menabrak pelindung energi hingga kepalanya berdarah. Ikan buntal langsung berbalik arah, menyerang Freya yang terus menembaknya disetiap kesempatan.
“Pak tua kau bilang energi pembunuh adalah musuh alami energi spiritual, tidak ada kekuatan apapun yang tidak bisa dihancurkan oleh energi pembunuh. Lalu, kenapa ikan buntal itu baik-baik saja?” Tanya Aamon merasa ditipu.
“Kamu saja yang tidak mampu mengenai tubuh aslinya.” Dengus pak tua kesal.
“Roh ikan buntal itu berubah menjadi gumpalan energi dan menghindari tapak pembunuhmu. Kamu harus mengenai tubuh aslinya, bukan angin kosong belaka.” Ucap pak tua acuh tak acuh memberitahu kesalahan Aamon.
Bersambung