NovelToon NovelToon
Anugerah Cinta.

Anugerah Cinta.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bisqttz

Agatha Tatjana Putri gadis biasa yang bukan cucu atau anak dari kiai atau ustadz, yang bar-barnya bisa bikin orang berkali-bali istighfar, gadis biasa yang tiba-tiba di sukai hingga dilamar oleh anak Kiai pemilik pesantren ternama.

Gus Zayn Raffan El-fatih anak pertama dari pemilik ponpes Al-Muhadzirin ponpes yang banyak di minati, termasuk Gus Zayn nya sendiri banyak yang minat. paras yang hampir sempurna, dan pewaris.

Pertemuan yang tak pernah ia bayangin, bisa merubah jalan hidupnya, yang tadinya berniat untuk kuliah malah tinggal di lingkungan pesantren.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisqttz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15.Panggil Ning.

"Sya la la la la, " senandung Agatha membereskan kitab-kitab diatas mejanya.

Ketiga temannya yang melihat itu saling pandang.

"Kenapa lo? bahagian banget kayanya, " celetuk Putri.

Agatha menoleh, kedua sudut bibirnya melengkung keatas saat melihat ketiga temannya.

"Senyum lo nyeremin, " celetuk Mela ia bergidik ngeri melihat Agatha hari ini. pikir Mela apakah gadis itu sudah malam pertama.

"Gue lagi pengen senyum aja, " Agatha terkekeh, sedikit kemudian ia teriak histeris, "ARGH! YA TUHAN!! " Gadis itu menutup wajahnya dengan kitab yang ia pegang.

Adel, Putri dan Mela ketiga gadis itu berjengkit kaget mendengar pekikan tersebut, mereka rasa gadis itu tengah kesurupan, padahal gadis itu tengah membayangkan perlakuan manis Zayn pada nya.

Bugh! Putri melempar Agatha dengan buku tebal yang sedari tadi ia baca.

"Awh.. " rintis Agatha saat mendapat serangan tiba-tiba. "Sakit markonah! "

Putri meraih bukunya kembali sebelum berkata, "Gue pikir lo kesurupan mangkanya gue timpuk, kali aja setan nya langsung keluar.

" Dihh siang-siang gini mana ada setan. " balas Agatha.

Tanpa ia duga sedetik kemudian ia mendengar teriakan dari kamar sebelah, seperti nya salah satu santri sedang mengalami kesurupan di siang bolong.

"Lo bilang gak ada setan tadi. " ujar Mela menatap Agatha, pasalnya gadis satu ini juga sangat penakut melebihi Agatha.

Agatha menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "Ya mana gue tahu, setan nya lagi gabut kali. " jeda tiga detik Agatha beranjak dari duduknya dan hendak berjalan menuju pintu. Sayang nya ketiga temannya menarik tubuhnya hingga terduduk kembali.

"Apaan si kalian, gue tuh mau liat. "

"Jangan ta, " titah Adel. "Udah di sini aja pasti udah ada ustadzah yang nanganin. "

"Tapi gue pengen liat Del. "

"Udah sini aja, takutnya ustadzah gak bisa bedain mana setan mana lo, " ujar Mela.

"Sialan lo! kalau gue setan lo apa dong? "

"Bidadari kayangan. " Agatha memutar bola matanya malas mendengar itu.

 •••••√√√•••

"Tuh bocah kemana lagi dah? sebentar ada sebentar ngilang, dari semenjak izin pulang kemarin tuh bocah ilang ilangan mulu. " ujar Putri yang sudah bersiap pergi ke masjid yang bentar lagi akan Adzan magrib.

Sore menjelang malam, Agatha menjadi perbincangan hangat di ketiga temannya, lebih tepatnya mereka berdua si kalau Mela pasti sudah mengira kalau tuh bocah ada di rumah Guru mereka.

"Jangan-jangan Agatha kabur lagi? " bales Adel menebak-nebak.

"Kayanya gak mungkin deh! "

Suara Mela terdengar, "Mungkin ada di ndalm. "

Adel dan Putri melihat Mela, "Bisa jadi kayanya. "

Sementara itu di kamar Zayn, Agatha sholat ashar di rumah Zayn dan yang sekarang jadi rumahnya juga.

"Sudah sholat Ashar? " tanya Zayn yang baru saja masuk kedalam kamar setelah mengucapkan salam.

"Wa'alaikumussalam, sudah mas pas adzan tadi aku langsung sholat. "

"Alhamdulillah, istri sholehah! " kata Zayn, dengan sengaja mengecup bibir Agatha sebelum melarikan diri.

"MAS!! " pekik Agatha, ia menghela nafas panjang untuk meredam rasa kesal. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk melakukan rutinitas nya, tak lama dari itu ia menyadari ada hal yang terlupakan.

"Huh! pake acara lupa bawa baju ganti segala. " Agatha berdecak kesal, "Mana baju yang tadi udah gue taruh di keranjang kotor lagi."

Agatha tanpa pikir panjang, keputusan nya jatuh kepada handuk, ia keluar menggunakan handuk sebatas pinggang.

"Aman gak ya? " Agatha seraya mengintip dari celah pintu kamar mandi, "Kayanya aman deh. "

Gadis itu keluar dan menuju lemari untuk mengambil baju yang akan ia pakai, tanpa ia sadari di ambang pintu terdapat seseorang yang tengah menatap nya dengan tatapan sulit diartikan.

Jakun Zayn terlihat naik turun begitu melihat pemandangan indah dihadapannya, lelaki itu mendekat kearah sang istri dengan langkah kaki yang tak bersuara. sedikit kemudian lelaki itu memeluk istri nya dari belakang secara tiba-tiba.

Agatha terperanjat, gadis itu mengeratkan handuknya yang mendapat serangan tiba-tiba.

"Mas ngapain? Lepasin! " pinta Agatha, jantungnya berdentum dengan keras.

"Kalau mas nggak mau gimana? " dengan jahilnya lelaki itu menarik-narik handuk yang istrinya kena kan.

Agatha berdecak kesal, ia terus mempertahankan handuk miliknya agar tidak terlepas oleh ulah Zayn.

"Lepasin aku mau ganti baju dulu. "

Zayn menghentikan perbuatannya, namun, ia tidak munafik, ia juga laki-laki normal yang akan lemah jika di hadapkan sesuatu seperti yang ada di hadapannya ini. apa lagi sesuatu itu milik istrinya sendiri.

Cup! bukan menjauh Zayn malah mengecup leher jenjang Agatha dengan pelan.

"M-mas, " ucap Agatha terbata, ia merasa gugup detik itu juga.

"Boleh ta? " tanya Zayn meminta izin, nada suara itu terdengar sangat berat.

Agatha terdiam. Tapi ia tidak mau egois karna mau gimana pun ia adalah hal milik suami dan tentu ia harus melakukan kewajibannya bukan?

Ada binar di kedua mata Zayn saat mendapat anggukan dari sang istri. segera, ia mengangkat gadis itu ala bridal style menuju keatas kasur.

"Allahuakbar... Allahuakbar!! "

Zayn memejamkan matanya begitu mendengar suara adzan magrib berkumandang sebelum semuanya di mulai.

"Mas adzan! "lirih Agatha, Zayn mengangguk lemah menanggapi itu. " Mas mau kekamar mandi dulu. "

"Kamu ganti baju dulu, " Zayn merapihkan handuk Agatha yang sedikit terbuka, setelah mengatakan itu Zayn bergegas pergi kekamar mandi, ia butuh air dingin untuk meredam apa yang baru saja ia mulai.

 •••••√√√•••

Setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah. Lelaki itu menaruh peci di sisi kanan, lelaki itu merebahkan kepalanya di atas paha sang istri. Sedangkan, Agatha melihat itu tersenyum. Kedua tangannya mengusap-usap rambut hitam milik Zayn hingga membuat Zayn merasa nyaman.

"Maafin Mas, ta!" Zayn meraih tangan sang istri lalu menciumnya.

"Maaf kenapa? " balas Agatha seraya menatap Zayn, keduanya saling adu pandang.

"Maaf tadi Mas terlalu terburu-buru. "

"Mas gak salah, mungkin waktunya aja yang kurang tepat, masih ada banyak waktu kok. "

Zayn merubah posisinya dengan memeluk perut sang istri dan menenggelamkan wajahnya di sana.

  •••••√√√•••

Agatha kembali ke asrama, kini keberadaan asrama putri sepi, karna sebagian sudah pergi ke kelas masing-masing untuk Madin.

Agatha meraih handle pintu dan membukanya, matanya membulat begitu beradu tatap dengan Putri yang berdiri tepat di hadapannya dengan tangan yang ber-sendakap di dada.

"L-lo belum berangkat? " Agatha merasa gugup.

"Tadinya si mau, tapi gak jadi pas lihat lo. gue harus dengar penjelasan lo sekarang juga. " Putri menarik tangan Agatha agar cepat masuk.

"Penjelasan apa? " Agatha tak mengerti.

Mata Putri memicing. "Sini, " Ajak Putri duduk lesehan depan barisan lemari.

Agatha menggaruk jidat nya yang tak gatal, ia bingung.

"Jadi? " tanya Agatha memulai pembicaraan.

"Lo ada hubungan apa sama Gua Zayn? "

"Kalau gue bilang gue udah nikah sama Gua Zayn percaya? " Agatha menunggu jawaban.

Putri mengangguk menanggapi itu, "Percaya karna gue pernah lihat lo turun dari mobil Gus Zayn waktu itu. "

Ia tanpa mereka berdua sadari ada seorang santri yaitu Putriana Dewi, yang melihat Agatha turun dari mobil dengan pintu yang di bukaan oleh Zayn. Awalnya Putri abis kantor pondok untuk bertemu Abah yang sedang berada di kantor pondok untuk mengisi kajian malam itu.

Dahi Agatha berkerut dalam, "Lo lihat? "

Putri mengangguk dan Agatha berdehem sejenak merasa tak enak hati, "Maaf."

"Buat? " tanya Putri yang tak mengerti arah bicara temannya.

"Udah nutupin Fakta ini dari kalian semua. "

"It's okay, lo pasti punya alasan. Dan ini juga alasan lo kenapa sering ngilang kan? "

"Iya itu hehe. " balas Agatha yang di akhiri kekehan di ujung kalimat.

"Soal cicin kemarin, itu cincin nikah? "

"Yang kemarin itu cincin lamaran, dan yang sekarang ini baru cincin nikah. "

"Bisa jelasin gak ta, dari awal sebelum lo nikah sama Gus Zayn? " pintar Putri.

Agatha menjelaskan dari awal ia bertemu dengan suaminya, hingga di lamar lalu di nikahi, tanpa ada yang di rahasiakan termasuk Mela yang sudah mengetahui ini semua.

"Hua!!! " Putri menerjang tubuh Agatha, sedangkan gadis itu yang belum siap, terhuyung ke belakang sehingga keduanya terjatuh di lantai.

"Pinggang gue! " ringis Agatha dan Putri langsung menjauh.

"Hehe Sorry, kebablasan. " Putri mengulurkan tangan dan di sambut dengan Agatha agar ia terbangun.

"Ternyata benar yang lo pernah bilang kalau Gus Zayn calon suami lo. " Putri kembali mengingat-ingat. "Pupus sudah harapan gue. "

"Padahal dulu gue asal ngomong, " cicit Agatha.

"Tapi lo suka kan? "

"Ya kalau modelan kaya Gus Zayn gue Terima dengan senang hati, " jeda tiga detik, "Tapi lo gapapa kan? "

"Gapapa gimana? "

"Gus Zayn jadi suami gue? "

"Ya gapapa lah, lagian gue sadari diri ta. "

"Gue apa lagi, " kata Agatha, "Lo pikir gue ngerasa pantes gitu? Ya, engga lah. Lo bisa lihat sendiri perbedaan gue sama beliau udah kaya langit dan bumi. "

"Iya! tapi kan tetep aja, nama lo yang udah tertulis di lauhul mahfudz-nya, itu artinya lo pemenangnya. Jadi tugas lo memperbaiki diri. "

"Mangkanya gue lagi belajar buat jadi lebih baik lagi, gak mungkin gue gini terus kan? "

"Iya, gue yakin lo pantas bersanding dengan beliau. "

"Makasih ya put. Walau lo sering buat gue naik darah, tapi gue akui lo itu udah kaya Mela partner ter-the best , " Agatha merasa bersyukur, bisa berteman dengan Putri dan Adel, sebelumnya ia hanya mau dekat dengan Mela, pasalnya Agatha dulu pernah punya teman selain Mela tapi apa teman perempuan itu, baperan, irian bahkan sering ngomongin di belakang.

"Eh berarti gue harus panggil lo Ning doang?Kan sekarang lo jadi istri Gus Zayn, " Putri hendak mengambil tangan Agatha untuk menyalaminya, sayangnya Agatha lebih dulu menarik tangannya, membuat niatnya urung seketika.

"Ngapain lo? "

"Salim Ning, " bales Putri mencoba panggilan baru.

"Nggak usah panggil gue gitu, " Agatha bergidik geli saat mendengar panggilan yang tidak biasa ia dengar.

"Kan biar terbiasa Ning. "

"Lo panggil gitu lagi, gue timpuk! " ancam Agatha.

"Haha iya iya," Putri terkekeh. jeda tiga detik, "Adel gimana? "

"Terserah lo aja Put, lo kasih tahu juga gapapa. Asal kamar ini aja yang tahu, gue belum siap semua santri tahu, gue aja masih petakilan gini apa kata orang nanti. "

"Emang si, lo kan bar-bar. Untung aja Gus Zayn mau nerima lo dan sabar ngadepin sikap lo. "

"Berisik lo, gini-gini gue lagi berusaha jadi lebih baik. "

"Alhamdulillah kalau gitu Ning. "

Agatha merasa geram karena mendengar Putri kembali menggunakan panggilan tersebut, tanpa aba-aba ia menumpuk Putri dengan buku.

"Hah AMPUN NING! " setelah itu Putri berlari keluar dan menuju kelas dan di susul oleh Agatha.

Jangan Lupa Like And Comment!!

See you next chapter!!

Bye bye byeee.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!