Alundra Kylie patah hati saat mengetahui Arsenio Ghaisan, cinta pertamanya, ternyata dijodohkan dengan sepupunya, Alora Eleandra.
Untuk melupakan cinta pertamanya itu, Alundra memutuskan untuk kembali ke luar negeri menyusul orang tuanya yang menetap di sana. Namun, saat perjalanan menuju bandara, Alundra tidak sengaja menabrak seseorang hingga mengalami koma.
Masalah kian rumit saat orang yang Alundra tabrak ternyata adalah kekasih Qireia Zhavara, seorang Nona kaya yang terkenal arogan.
"Aku akan mengampunimu, tapi dengan satu syarat, kamu harus menggantikanku menemui calon tunanganku. Kamu harus berpura-pura menjadi aku." Qireia Zhavara.
Apa yang akan terjadi, jika tunangan Qireia tahu Alundra menyamar sebagai Qireia?
Apa yang akan Alundra lakukan saat mengetahui tunangan Qireia ternyata dosen killer baru di kampusnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16
Pagi-pagi sekali, Ardy sudah berada di kantor Aldero Corp. Pria paruh baya itu sedang menunggu kedatangan Roland di ruangannya. Sementara Roland sendiri masih dalam perjalanan menuju Aldero Corp.
Selang 20 menit kemudian, Roland akhirnya tiba di perusahaannya. Pria paruh baya itu sedikit terkejut melihat Ardy yang berada di ruangannya.
"Ar, tumben? Ada perlu apa?" Tanya Roland. Pria paruh baya itu menghampiri Ardy yang duduk di sofa. "Jangan sungkan, duduk saja," ucapnya saat melihat Ardy hendak berdiri.
Kini keduanya duduk saling berhadapan. Roland mengernyitkan keningnya saat menatap Ardy yang tampak risau.
"Ada apa?" Tanya Roland penasaran. Pasalnya, Ardy belum juga mengatakan tujuannya datang mengunjunginya.
Biasanya, mereka selalu memberi kabar terlebih dahulu sebelum merencanakan pertemuan. Entah itu pertemuan bisnis mengenai pekerjaan, ataupun hal lainnya. Tapi kali ini kedatangan Ardy yang tiba-tiba membuat Roland sangat penasaran.
"Sebenarnya, kedatanganku ke sini untuk membicarakan tentang anak-anak kita," ucap Ardy.
Ardy tidak ingin kehilangan kesempatan lagi. Kandasnya hubungan Arsenio dan Alundra membuatnya gagal berbesanan dengan Rigel Alaska. Kali ini ia tidak ingin membuang kesempatan lagi. Jika tidak bisa berbesanan dengan Rigel Alaska, setidaknya, ia harus bisa berbesanan dengan Roland Aldero.
"Maksud kamu apa?" Tanya Roland. Pria paruh baya itu belum memahami maksud perkataan Ardy.
"Begini, Land, sebenarnya..."
Ardy pun menceritakan tentang Arsenio yang selama ini mencintai Alora.
Jadi ternyata kecurigaanku selama ini benar, batin Roland.
Roland sempat tak sengaja mendengar percakapan antara Alora dan Arsenio waktu itu. Ia juga sempat beberapa kali menangkap tatapan Alora pada Arsenio. Dari cara Alora menatap Arsenio, ia sudah mulai curiga.
Namun, Roland tidak menduga jika kecurigaannya itu benar-benar terjadi. Ternyata benar, putrinya yang menjadi penyebab Alundra pergi.
Roland mengusap wajahnya kasar, rasa khawatir mulai menyeruak diantara kebingungannya. Roland bukan hanya khawatir, ia juga takut jika hal ini sampai ke telinga Rigel. Suami keponakannya itu pasti akan menyalahkannya.
"Apa kamu tidak memikirkan perasaan Alundra, Ardy?"
Alih-alih takut dengan kemarahan Rigel, Roland lebih mengkhawatirkan perasaan Alundra. Roland tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Alundra.
"A-aku---"
"Kamu tahu kan, Alundra sangat mencintai Arsenio. Kalau dia tahu tiba-tiba Arsenio bertunangan dengan Alora, bagaimana perasaannya?"
Roland tidak menyangka, Ardy akan se-egois itu. Dia hanya memikirkan kebahagiaan putranya saja.
"Tapi Alundra yang lebih dulu mengakhiri hubungan mereka," ucap Ardy. Pria paruh baya itu tetap bersikukuh.
Ardy menganggap dalam hal ini Arsenio tidak bersalah, karena Alundra lah orang yang menginginkan perpisahan.
"Kamu pikir, kenapa Alundra ingin mengakhiri hubungannya dengan Arsen?" Tanya Roland, pria paruh baya itu menjeda sejenak ucapannya. "Itu karena putramu dan putriku yang sudah membohonginya. Apa kamu tidak bisa bersimpati sedikit saja padanya?"
"Tapi Alora itu putrimu, Land. Bukankah seharusnya kamu lebih memikirkan perasaannya? Alora juga pasti menderita karena memendam perasaannya pada Arsenio."
Roland mengepalkan tangannya, Ardy sudah terlalu lancang, tidak seharusnya pria itu ikut campur urusan pribadinya, apalagi membandingkan kasih sayangnya pada Alora dan Alundra.
"Aku tidak pernah membedakan kasih sayangku pada Alora dan Alundra. Alundra itu putri keponakanku, aku yang membesarkannya. Begitupun Alora, aku sangat mencintainya lebih dari nyawaku sendiri," ucap Roland. Pria paruh baya itu menghela napasnya, mencoba mengendalikan emosinya yang nyaris meledak.
"Aku bukan lebih mengutamakan perasaan Alundra, tapi di sini Alora yang salah. Dan aku sangat yakin, walaupun Alora sangat mencintai Arsenio, dia tidak akan setuju bertunangan dengan Arsen."
Roland sangat mengenal putrinya. Alora tidak akan menerima lamaran Arsenio, putrinya itu tidak akan sampai hati menyakiti Alundra.
Tok tok tok
Ceklek
"Siapa bilang aku tidak akan setuju?"
Tiba-tiba saja Alora masuk ke dalam ruangan Roland. Rupanya, putri sulung kesayangan Roland itu sudah berada di sana cukup lama. Ia bahkan mendengar dengan jelas semua percakapan antara Daddynya dan Daddy Arsenio itu dari celah pintu yang tidak tertutup sempurna.
"Sayang, kamu---"
"Aku setuju. Aku ingin bertunangan dengan Kak Arsen."
...----------------...
Sementara itu, hari pertamanya berada di kota B, Alundra tampak sangat bersemangat. Walaupun hatinya sedang tidak baik-baik saja, tapi Alundra tidak membuang waktunya untuk meratapi kesedihannya saja. Wanita cantik itu berusaha keras untuk melupakan semuanya.
Melupakan rasa sakit karena sebuah pengkhianatan, memanglah tidak mudah. Tapi Alundra berusaha untuk mengikhlaskan dan memaafkan orang-orang yang sudah melukainya. Alundra tidak ingin selamanya hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Ia ingin hidup tenang dan memulai kembali menata hidup barunya.
"Semangat, Alundra!" Ucapnya menyemangati diri sendiri.
Hari ini Alundra datang ke kampus barunya sebagai mahasiswi pindahan. Universitas Ardeo yang menjadi kampus pilihan Alundra. Kampusnya kali ini tidak sama seperti kampusnya terdahulu. Walaupun sama-sama kampus elit, tapi kali ini seratus kali lipat jauh lebih bagus.
Selain memiliki fasilitas yang lengkap, keunggulan kampus ini adalah karena memiliki dosen-dosen pengajar lulusan terbaik luar negeri. Karena itu Universitas Ardeo tidak kalah dengan kampus-kampus bergengsi yang berada luar negeri.
Alundra melangkahkan kakinya melewati gerbang kampus yang menjulang tinggi itu. Alundra sengaja tidak membawa kendaraannya sendiri, ia memilih untuk diantar jemput oleh supir yang sudah disiapkan oleh opanya.
Begitu sampai di aula kampus, semua orang menatap Alundra tanpa berkedip. Terutama para pria, mereka menatap Alundra seolah wanita cantik itu bidadari yang baru saja turun dari kayangan.
"Mahasiswi baru, cantiknya membuatku ingin mengkhitbahnya," celetuk salah satu mahasiswa.
"Mulai sekarang, aku akan rajin ke kampus, aku tidak ingin melewatkan kecantikannya," ucap yang lainnya.
Alundra hanya tersenyum tipis menanggapi gurauan para mahasiswa itu. Gaya khas menggombal mereka tidak kalah dari pria-pria di kampusnya dulu.
Hanya dia yang tidak pernah menggombali ku, gumam Alundra dalam hati. Wanita cantik itu baru sadar, selama ini Arsenio tidak pernah sekalipun bersikap romantis padanya. Alundra pikir, karena pria itu tidak seperti pria kebanyakan yang suka merayu wanita.
Namun, Alundra kini tahu jawabannya. Arsenio bersikap seperti itu padanya, karena tidak pernah mencintainya.
Stop Alundra, jangan memikirkan pria itu lagi! Biarkan dia bahagia dengan cintanya yang sesungguhnya, batin Alundra.
Brukkk
"Maaf, aku tidak sengaja."
Karena melamun, Alundra tidak sengaja menabrak seseorang. Wanita cantik itu mengusap-usap keningnya yang sedikit sakit karena terbentur dada bidang seseorang yang baru saja ditabraknya.
"Tidak apa-apa. Lain kali jangan berjalan sambil melamun," ucap seseorang yang ditabrak Alundra.
Suara ini... sepertinya aku pernah mendengarnya? Gumam Alundra dalam hati.
To be continued
sementara alundra sedang berada diambang menuju ke move on an dari arsenio karena dia GK bakal sempet mikirin masa lalu kalo udh mulai dipepet SM pk dosen 🤣
ayo pk dosen jerat pak jerat biar alundra cepet move on dari si kadal buntung itu 🤣
ayo land bilang ke anakmu itu sebabnya krna alundra udh tau kebohongan mereka gtu 🙄