NovelToon NovelToon
Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:922
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

Ardian dan kebahagiaan nya.
Kembali berkumpul dengan putrinya serta menikah dengan wanita yang merubah dirinya menjadi pria dengan pribadi yang baik, membuatnya sangat bahagia walaupun cerita masalalu yang sedikit demi sedikit terbuka.
Jidan dan kisah cintanya.
Tidak sama seperti tuannya yang memilih berlabuh ke hati lain dan berdamai dengan masalalu nya. Jidan malah terjebak dengan perasaan nya yang belum benar-benar mencintai wanita lain. Seakan takdir berputar-putar ditempat nya, membuat Jidan selalu terjebak dengan perasaan sendiri, walaupun ada hati lain yang menariknya untuk beralih.
Bagaimana kisah selanjutnya? Simak yuk, biar nggak penasaran bagaimana kisah mereka selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Pagi menyapa setelah malam panjang. Pagi ini terasa seperti biasa tidak ada yang istimewa karena Jidan harus kembali ke kantor mengerjakan pekerjaannya. Mengingat bos nya saat ini masih ada urusan keluarga.

Jidan sudah rapi dengan kemeja warna putih serta celana berbahan kain berwarna hitam. Walaupun sudah rapi pria itu tetap sibuk di dapur, yaitu memasak sarapannya. Sesekali dia melihat kearah laptop nya untuk mengerjakan beberapa hal yang penting. Apalagi hari ini dia harus menghadapi meeting dengan klien nya dari luar.

Suara notifikasi mengalihkan perhatian pria itu. Jidan mematikan kompor nya dan mengambil ponselnya.

"Kak Jabir di mana? Jadi tidak kita berangkat ke kantor bersama?" Isi Pesan Nada.

"Aku masih di rumah. Tunggu sebentar nanti aku jemput setelah sarapan," jawab Jidan kembali menaruh ponselnya di atas meja. Pria itu kembali menggoreng nasi goreng tidak lupa membuat teh hangat.

"Okey, tapi jangan lama ya kak. Soalnya aku belum sarapan." Pesan Nada lagi membuat Jidan melirik ke arah sarapan yang dia buat.

"Ini terlalu banyak untuk ku, sebaiknya aku membawakannya untuk nya. Jika kami singgah ke warung untuk membeli sarapan lagi aku takut dia akan telat, mengingat ini hari pertama nya magang," gumam Jidan setelah dia membaca pesan dari Nada.

Jidan tau kalau Nada baru saja sampai di kota B dan gadis itu tentu belum tau jalan. Tidak ingin membuat Nada telat nantinya, Jidan mengambil kotak makan dan mengisinya dengan sarapan. Tidak hanya itu jidan juga mengisi tempat bekal itu dengan beberapa buah serta membuat jus. Ia tidak tahu Nada menyukainya atau tidak, yang terpenting dia sudah membawakan nya.

Setelah semua siap Dan jidan juga sudah sarapan. Pria itu bergegas mengambil jas nya beserta kunci mobilnya. Setelah tidak ada yang tertinggal, pria itu bergegas ke mobil nya.

Jidan menyetir dan mengarahkan kendaraan nya ke jalan dimana Nada tinggal.

"Kamu di mana?" Pesan Jidan setelah sampai di depan kos-kosan Nada. Jidan melirik sekitar nya tapi tidak menemukan keberadaan nada di sana.

"Sebentar kak. Aku sudah di luar." Jawab Nada.

Nada turun tangga dengan terburu-buru karena takut kalau Jidan akan telat. Sesampainya di depan mobil Jidan, Nada mengetuk jendela mobil terlebih dahulu baru lah dia masuk.

"Maaf sudah membuat mu menunggu lama," Ucap Nada sambil masuk dalam mobil dan duduk di kursi samping Jidan.

"Tidak apa, aku juga baru sampai," jawab jidan. Jidan mengambil tempat bekal di depan nya."Ini untuk mu."

"Apa ini, kak?" Tanya Nada sambil menerima tote bag dari Jidan.

"Itu sarapan untuk mu. Aku sengaja membawakan nya untuk mu agar kita tidak perlu mencari sarapan lagi." jawab nya seraya menghidupkan mobil nya kembali."Aku tidak tau kamu menyukainya atau tidak."

Nada membuka bekal itu dan melihat ada nasi goreng serta buah didalamnya.

"Terima kasih kak. Aku sangat menyukainya." jawab Nada tersenyum senang.

"Sarapan lah, setelah sampai di kantor kamu tidak perlu repot lagi."

"Iya, kak." Nada menyuapkan nasi goreng itu kedalam mulutnya."ummm ini sangat enak kak. Kak Jabir sangat pintar memasak,"

"Itu hanya nasi goreng biasa bukan apa-apa."

"Tapi itu sangat enak." Puji Nada jujur sambil memasukkan nasi itu kedalam mulut nya."Kak Jabir tau, aku perempuan saja masih kala sama kak Jabir. Nanti kak Jabir ajarin aku masak ya."

"Kamu ini terlalu berlebihan memujinya." Ucap Jidan melirik Nada yang terlihat lahap memakan sarapannya."Pelan pelan saja, aku tidak akan mengambil sarapan mu."

Nada tersenyum malu."hehehe….ini faktor makanannya terlalu enak, kak." ucap nya terkekeh kecil.

"Kamu seperti anak kecil saja." Nada hanya tersenyum malu-malu dan terlihat salah tingkah 

Tidak berselang lama mobil Jidan berhenti di parkiran."Semangat kerjanya kak, makasih buat sarapannya."

"Kamu juga semangat magang nya. Nanti siang kita makan siang bersama. Aku akan mengajakmu berkeliling sebentar untuk melihat jalan-jalan di sini."

"Okey, kak. Sampai berjumpa nanti." Nada membuka pintu mobil, dan melangka keluar.

Saat Nada turun dari mobil Jidan, semua mata langsung tertuju ke arah nya. Bagaimana tidak, gadis itu turun dari mobil sekretaris Ardian. Pria yang dikenal ramah itu tidak pernah membawa seorang perempuan pun tiba-tiba saja ada perempuan yang turun dari mobilnya. Tentu hal itu mendapatkan bisik-bisik dari karyawan lainnya.

"Kamu membawa seorang gadis Jidan dan kamu tidak bercerita sama sekali dengan ku." Ucap Dalfi berhasil membuat Jidan mengerutkan keningnya tidak mengerti.

"Apa maksudmu, Dalfi. Tiba-tiba bertanya seperti itu? Buat bingung saja."

"Kamu pura pura tidak tau atau bagaimana Jidan? Sepertinya kamu belum dengar gosip di kantor ya."

"Gosip?" Tanya Jidan yang memang tidak tau gosip yang dimaksud oleh Dalfi.

"Kamu terlalu sibuk sampai tidak menyadari kalau karyawan kantor sedang membicarakanmu. Kamu tau, mereka mengatakan kalau sekretaris tuan Ardian yang pendiam dan juga ramah, telah membawa seorang perempuan. Bukan nya itu sangat mengejutkan satu kantor." Jelas' Dalfi. Berhasil mengalihkan perhatian jidan dari komputer di depannya.

"Apa perempuan?" Jidan mencoba mengingat-ingat perempuan mana yang karyawan nya maksud. Sampai dia ingat kalau perempuan itu adalah Nada."Ya Allah, jangan jangan yang kamu maksud itu Nada."

"Nada? Kekasihmu?"

"Bukan dia teman ku. Anak magang di perusahaan Naltan grup. Kebetulan aku berangkat bersama nya karena dia tidak tau jalan di kota ini."

"Hmmm…. anak magang dan itu teman mu. Tapi aku tidak yakin kalau kalian hanya sekedar teman saja," goda Dalfi menaik-turunkan alisnya."Sepertinya ada yang sudah move on nih."

"Ayolah Dalfi, jangan membahas ini. Sana kembali ke meja kerja mu." usir Jidan kesal dengan godaan asisten nya itu.

"Okey, okey. Aku aku akan kembali. Tapi nanti kamu harus mengenalkan ku pada gadis itu."

"Iya nanti aku kenalkan.”

Bersambung…

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!