NovelToon NovelToon
DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Di dunia di mana takdir ditentukan oleh kemurnian akar spiritual, Wang Tian terlahir sebagai kutukan. Memiliki lima elemen dasar yang saling bertabrakan, ia dicap sebagai "sampah abadi" dan dibuang ke Perpustakaan Terlarang yang terlupakan. Namun, di balik debu sejarah, ia menemukan Sutra Kaisar Sembilan Unsur—sebuah teknik terlarang yang mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemurnian, melainkan dari kekacauan primordial.

​Demi mengubah nasib, Wang Tian menempuh jalan yang diharamkan: menghancurkan pusat energinya sendiri untuk membangun Pusaran Primordial yang mampu melahap segala elemen alam semesta. Dari murid pelayan yang dihina, ia bangkit menjadi anomali yang mengguncang tatanan langit.

​Perjalanannya penuh darah dan pengkhianatan. Ia harus menyembunyikan kekuatannya dari 12 Klan Kuno yang angkuh dan 4 Sekte Penguasa Arah Angin yang mengincarnya sebagai ancaman dunia. Di tengah pelariannya, ia dipertemukan dengan empat wanita luar biasa—termasuk sang Ratu Kegela

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Badai Pasir dan Kebangkitan Hampa

Gurun Kematian bukan sekadar hamparan pasir tak berujung. Bagi para kultivator, tempat ini adalah "Makam Qi". Udara di sini begitu kering hingga mampu menyedot energi spiritual dari pori-pori kulit, dan badai pasirnya mengandung serpihan Batu Obsidian Hitam yang bisa menyayat zirah tingkat tinggi sekalipun. Di sinilah, di bawah perlindungan gua batu yang tersembunyi, Wang Tian terbaring selama tiga minggu dalam kondisi antara hidup dan mati.

Lin Xuelan, Sui Ren, dan Mora bergantian menjaganya. Mereka tidak lagi mengenakan jubah megah klan mereka; kini mereka berpakaian praktis layaknya pengembara gurun, dengan kain penutup wajah untuk menghalau debu. Di sudut gua, Lin Xia duduk bermeditasi, auranya tetap tenang seolah panasnya gurun tidak berpengaruh padanya.

"Napasnya semakin stabil, tapi Dantiannya... masih terasa seperti lubang hitam yang hampa," bisik Lin Xuelan sambil mengusap kening Wang Tian dengan kain basah.

Mora, yang sedang mengasah sabitnya, mendongak. "Itu bukan kehampaan biasa. Itu adalah regenerasi primordial. Dia sedang menghancurkan sisa-sisa meridian lamanya untuk membangun fondasi yang benar-benar baru."

Tiba-tiba, tubuh Wang Tian bergetar hebat. Uap abu-abu mulai keluar dari setiap pori-porinya, memenuhi gua dengan aroma kuno yang menyesakkan.

Visi di Dalam Kegelapan

Di dalam alam bawah sadarnya, Wang Tian berdiri di tengah hamparan galaksi yang hancur. Di depannya, berdiri sesosok raksasa yang terbuat dari cahaya bintang—Kaisar Primordial Pertama.

"Anakku," suara raksasa itu menggetarkan jiwa Wang Tian. "Kau telah menggunakan kekuatan yang belum saatnya kau miliki. Kau telah meminjam api sebelum kau bisa menahan panasnya. Sekarang, pilihannya hanya dua: tertelan oleh kehampaan, atau menjadi kehampaan itu sendiri."

Wang Tian menatap tangannya yang transparan. "Aku tidak akan tertelan. Aku adalah orang yang akan menginjak-injak langit yang sombong itu. Jika aku harus menjadi hampa untuk menghancurkan mereka, maka biarlah!"

Pusaran Primordial di perutnya berputar dengan arah yang berlawanan. Energi dari Fragmen Primordial yang tersisa di dalam tubuhnya meledak, menyatu dengan esensi kehidupan Wang Tian.

Terobosan yang Mengguncang Gurun

Di dunia nyata, langit di atas Gurun Kematian mendadak berubah menjadi gelap gulita di tengah siang bolong. Sebuah pilar cahaya hitam-abu-abu melonjak dari gua, menembus awan badai dan menciptakan pusaran raksasa yang menyedot pasir-pasir di sekitarnya.

BUMMMMM!

Gelombang kejut menyapu gua. Ketiga gadis itu terlempar ke dinding batu. Lin Xia segera berdiri, matanya berkilat senang. "Dia bangun."

Wang Tian membuka matanya. Pupilnya kini benar-benar berbeda—tidak lagi hitam pekat, melainkan perak jernih dengan titik hitam di tengahnya, menyerupai gerhana matahari yang abadi. Ia berdiri perlahan, dan setiap gerakannya meninggalkan riak di ruang udara, seolah-olah realitas itu sendiri merasa terbebani oleh kehadirannya.

"Wang Tian!" Lin Xuelan berlari dan memeluknya. Ia tidak peduli dengan tekanan energi yang masih memancar.

Wang Tian membalas pelukan itu dengan kaku, namun matanya menatap Mora dan Sui Ren yang juga tampak lega. "Berapa lama aku tertidur?"

"Tiga minggu," jawab Sui Ren, mencoba menyembunyikan kekhawatirannya di balik nada dinginnya yang biasa. "Dan dalam tiga minggu itu, kepalamu sudah dihargai sepuluh juta batu roh tingkat tinggi oleh kaisar."

Wang Tian menyeringai dingin. "Hanya sepuluh juta? Mereka terlalu pelit."

Ia mengepalkan tangannya. Ia merasakan kekuatannya sekarang. Meskipun secara teknis ia masih berada di tahap awal Ranah Fondasi, kualitas energinya telah mengalami perubahan kualitatif. Ia kini memiliki Tubuh Fisik Primordial—tubuh yang tidak lagi membutuhkan Qi dari alam, melainkan mampu menciptakan energinya sendiri dari kehampaan.

Penyergapan di Lembah Kalajengking

"Kita tidak bisa berlama-lama merayakan kebangkitanmu," potong Lin Xia. "Para pengejar dari Sekte Pemburu Langit sudah mencium aroma energimu. Mereka ada di luar, dipimpin oleh tiga master Ranah Fondasi Puncak."

Wang Tian melangkah keluar dari gua. Sinar matahari gurun yang terik menyinari wajahnya. Di depannya, di atas bukit pasir, berdiri puluhan kultivator berpakaian zirah pasir dengan simbol elang hitam.

"Wang Tian! Serahkan dirimu dan kami akan memberikan kematian yang cepat bagi para wanitamu!" teriak salah satu pengejar.

Wang Tian menatap mereka dengan pandangan bosan. "Kalian datang dari jauh hanya untuk menjadi pupuk gurun ini."

"Serang!"

Tiga master Ranah Fondasi melesat maju, senjata mereka memancarkan cahaya elemen tanah dan api. Wang Tian tidak menggunakan teknik yang rumit. Ia hanya mengangkat tangan kanannya, telapak tangannya menghadap ke arah mereka.

"Hukum Primordial: Gravitasi Hampa."

Seketika, area di depan Wang Tian seolah-olah ditekan oleh beban jutaan ton. Para pengejar yang sedang melayang di udara jatuh menghantam pasir dengan bunyi BRAK yang keras. Tubuh mereka tertanam dalam ke dalam pasir, tulang-tulang mereka remuk seketika hanya karena tekanan atmosfer yang dimanipulasi Wang Tian.

Sui Ren dan Mora tertegun. "Hanya... satu gerakan?" bisik Sui Ren.

Wang Tian berjalan mendekati pemimpin pengejar yang masih mencoba bernapas. "Siapa yang mengirim kalian? Katakan, atau aku akan membiarkan jiwamu terbakar dalam kehampaan selamanya."

"Pe-Penatua Tertinggi... dia memerintahkan... seluruh sekte tentara bayaran... untuk menutup... jalur keluar gurun..." ucap si pengejar sebelum akhirnya tewas karena tekanan jantung.

Wang Tian berbalik menatap teman-temannya. "Mereka ingin menutup jalan kita. Kalau begitu, kita tidak akan keluar lewat jalan biasa. Kita akan menuju ke pusat Gurun Kematian... menuju Kota Terlarang Kuno."

Mora mengerutkan kening. "Pusat gurun? Tidak ada yang pernah kembali dari sana, Wang Tian. Legenda mengatakan di sana terdapat penjara para dewa."

"Justru karena itu kita ke sana," jawab Wang Tian. "Di sana, klan-klan kuno tidak akan berani mengejar. Dan di sana pula, aku akan menemukan bahan untuk memulihkan kekuatan penuhku."

Lin Xia tersenyum tipis. "Pilihan yang berani. Mari kita lihat apakah kau bisa menaklukkan kutukan kota itu."

Dengan langkah mantap, Wang Tian memimpin ketiga gadis itu dan Lin Xia menuju jantung gurun. Perjalanan mereka kini bukan lagi sekadar pelarian, melainkan perjalanan menuju penaklukan rahasia-rahasia dunia yang telah lama terkubur.

Statistik Bab 16:

Karakter: Wang Tian (Bangkit), Lin Xuelan, Sui Ren, Mora, Lin Xia.

Pencapaian: Mencapai Ranah Fondasi Awal dengan Tubuh Fisik Primordial, Menguasai manipulasi gravitasi dasar.

Lokasi: Gua Batu -> Perjalanan menuju Kota Terlarang Kuno.

Status Musuh: Sekte Pemburu Langit mulai bergerak secara masif.

1
septian arista
ke mana lin sia?
septian arista
cerita pertemuannya dengan naga kok berbeda sama bab yang sebelumnya
Abai Shaden: author lagi pusing,,maaf ya,,,
kurang ngopi
total 2 replies
septian arista
Baru kali ini ada cultivator yang melakukan terobosan di penginapan yang dan menghancurkan penginapan itu karena terobosannya
septian arista
selalu saja ada tuan muda sebuah klan yang bersikap arogan dan sangat angkuh
Abai Shaden
terimakasih masukkan nya
Abai Shaden
nanti di season II nya,,,
jalur kultivasi lebih panjang,adegan baku hantam,,,,tar kita bikin dia berdarah
Joe Maggot Curvanord
terlalu cepat op thor ga ada ber darah2nya
Abai Shaden: kita bikin berdarah nanti di NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL
total 1 replies
Nanik S
Mantap
Nanik S
ikut Tes Lagi
septian arista: cepat banget kenaikan kultivasinya
total 1 replies
Nanik S
Sama sama bermarga Lin
Nanik S
Pertemuan awal
Nanik S
Oky Lanjut
Nanik S
Awal yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!