NovelToon NovelToon
Transmigrasi Alea : Kehidupan Kedua Sang Ratu Mafia

Transmigrasi Alea : Kehidupan Kedua Sang Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita perkasa / Reinkarnasi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:52.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rs_31

Akibat sebuah kecelakaan, Alea—Ratu Mafia yang ditakuti dunia bawah—bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang siswi SMA yang cupu, norak, dan selalu menjadi sasaran perundungan.
Lebih buruk lagi, gadis itu bukan hanya dibenci di sekolah, tetapi juga ditolak oleh keluarganya sendiri. Penampilan lusuh dan tingkahnya yang dianggap memalukan membuatnya hidup tanpa suara, tanpa pembelaan.
Kini, jiwa dingin dan berbahaya milik Alea menempati tubuh yang selama ini diremehkan semua orang.
Sekolah yang dulu penuh ejekan mulai terasa tidak aman.
Keluarga yang dahulu membuangnya perlahan menghadapi perubahan yang tak bisa mereka kendalikan.
Akankah mereka menyesal telah membenci Alea?
Ataukah justru Alea yang tak lagi peduli untuk memaafkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rs_31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perubahan Ara

Setelah mengetahui Queen masih hidup, Damian mencoba mencari tahu tentang kehidupannya, dari mulai keluarganya sampai apa yang terjadi kepadanya.

Namun, saat dia membaca data-data yang muncul di laya komputernya, tanpa sadar tangannya terkepal kuat. Urat di tangannya menonjol.

Matanya menggelap.

" Sialan," gumamnya lirih.

Tatapannya menelusuri setiap baris data yang terpampang. Nama. Alamat. Riwayat hidup.

Semakin dia membaca, semakin rahangnya mengeras.

" Jadi, selama ini lo hidup kayak gini?" suaranya rendah, hampir seperti bisikan yang tertahan.

Tatapannya berhenti di satu bagian.

Tidak dianggap.Dijauhi keluarga.Bahkan dianggap aib.

Layar di depannya bergetar saat tinjunya menghantam meja pelan.

" Mereka berani ngelakuin ini ke lo?" gumamnya dingin.

Aura di ruangan itu langsung berubah mencekam.Tatapannya turun ke baris berikutnya.

" SMA Pelita Abadi," gumam Damian pelan.

Dia bersandar ke kursinya, tertawa kecil. Bukan tawa bahagia. Tawa yang terdengar kosong dan berbahaya.

" Takdir emang suka bercanda ya," gumamnya.

Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Bagaimana bisa Alea kembali hidup tapi justru mengulang hidup dari awal.

Sekolah. Seragam. Kehidupan remaja.Sesuatu yang seharusnya tidak pernah cocok untuk seorang Queen.

Sudut bibir Damian terangkat tipis.

" Udah pasti lo tetep jadi yang paling atas. Queen," gumamnya lirih.

Dia tahu siapa Alea.Seberapa banyak pun hidup diulang, Queen tetap Queen.

Tatapannya kembali mengeras.

" Tapi hidup di tempat kayak gitu," gumamnya pelan.

Matanya berubah dingin.

" Terlalu kotor buat lo."

Damian menatap layar itu lama. Lama sekali lalu perlahan dia berdiri. Tatapannya penuh kepastian.

" Mulai sekarang." Suaranya rendah.

" Gue nggak akan biarin lo sendirian lagi, Queen."

Nada suaranya terdengar seperti janji.Atau ancaman.Dan Damian bukan tipe pria yang melanggar janjinya.

Sedangkan di mansion Kalandra, suasananya terasa dingin.Kenzo dan Kenzi terus memperhatikan Ara yang sedang sarapan tanpa suara.

Tatapan itu terlalu jelas.Ara menghela napas pelan.

" Jangan tatap gue kayak gitu," kata Ara datar.

" Apaan sih kak, mungkin mereka berdua khawatir sama kakak, karena semalam kakak pulang larut malam," jawab Vania dengan suara lembut.

Nada suaranya halus. Sangat halus.Jika orang lain melihat, mungkin mereka akan mengira Vania peduli.Tapi Ara tahu,di balik nada itu ada racun yang berbisa.

Kenzi yang mendengar ucapan Vania langsung teringat kejadian semalam. Rahangnya mengeras.

Tatapannya menajam ke arah Ara.

" Sejak kapan lo bisa balapan?" tanya Kenzi dingin.

Ara terdiam. Bukannya menjawab, dia justru memutar bola matanya malas.

" Kak jawab, kak Kenzi lagi ngobrol sama kakak," kata Vania lembut.

Ara menoleh pelan. Tatapannya tajam.Dia benar-benar muak dengan kepolosan palsu itu.

" Bukan urusan lo," ucap Ara datar.

Lalu dia mengangkat dagunya sedikit. " Lagian, sejak kapan lo peduli sama gue?"

Kata-kata itu seperti pisau tipis yang dilempar pelan.

Kenzi langsung mengepalkan tangannya.Entah kenapa, dadanya terasa panas.

Dia teringat dulu. Ara kecil yang selalu mengikuti mereka. Ara yang selalu tersenyum hanya karena diajak bicara.Tapi sekarang,gadis di depannya terasa seperti orang asing.

" Lo..." tunjuk Kenzi ke arah Ara, tapi ucapannya terhenti.

Kenzo yang melihat suasana mulai memanas langsung angkat suara.

" Diam," bentak Kenzo.

Semua langsung terdiam.

Kenzo menoleh ke arah Ara. Kali ini suaranya lebih pelan.

" Ra. Sekarang lo banyak berubah," ucapnya.

Ara tersenyum miring.Senyum yang tidak sampai ke mata.Dia tahu di dalam hati Kenzo, mungkin ada rasa bersalah.Tapi itu sudah terlambat.

Bagi Alea yang sekarang hidup di tubuh Ara semuanya tidak lagi berarti.

" Tentu saja," jawab Ara santai.

Dia menyandarkan tubuhnya ke kursi.Tatapannya menyapu mereka semua satu per satu.

" Gue berterima kasih kok sama kalian." Kalimat itu terdengar ringan. Sangat ringan.

" Karena tanpa kalian." Lanjutnya pelan.

Tatapannya berhenti tepat di Kenzi dengan dingin dan tajam.

" Gue nggak bakal jadi sekuat sekarang."

Hening.Udara di meja makan terasa berat.Bukan ucapan terima kasih.Itu sindiran,tamparan keras yang dibungkus tenang.

Kenzi langsung berdiri kasar hingga kursinya bergeser.

" Jangan sok kuat di depan gue," ucapnya dingin.

Tatapannya menusuk.

" Mau lo berubah kayak apa pun, di mata gue lo tetep sama."

Ara tidak marah.Dia hanya menatap Kenzi datar.Lalu tersenyum kecil.Senyum yang justru membuat Kenzi semakin kesal.

" Tenang aja," ucap Ara pelan.

" Gue juga nggak pernah berharap apa-apa dari lo." Kalimat itu jatuh seperti palu.

 Kenzi terdiam. Dan di sudut meja, Kenzo hanya bisa menunduk diam.Karena dia sadar.Sesuatu di keluarga mereka sudah benar-benar retak.

" Ra, apakah sebenci itu lo sama kita?"

♧♧♧♧

Setelah perdebatan alot dengan saudaranya Ara langsung saja bangkit berdiri. Berjalan menjauh meninggalkan mereka semua.Namun, baru saja beberapa langkah Helena sudah memanggilnya.

" Arabella Kalandra, mau kemana kamu?" tanya Helena dengan nada membentak.

Ara langsung menghentikan langkahnya. Menoleh menatap ke arah Helena ibunya." Sekolah lah emang kemana lagi?"

Ucapan itu terlihat biasa saja tapi terdengar begitu datar dan dingin.

" Bagus kamu ya, setelah membuat kekacauan langsung pergi," kata Helena dengan tenang namun tajam dan menusuk.

Ara tersenyum sinis, membuat kekacauan? emangnya apa yang bisa dia lakukan? dan siapa yang akan memperhatikannnya?

" Emangnya apa urusannya sama gue, lagian selama gue di sini, siapa yang peduli?" tanya Ara kepada Helana.

Deg

Helena terdiam entah kenapa hatinya begitu sakit saat mendengar ucapan Ara barusan. Dia tidak bermaksud seperti itu kepada anaknya hanya saja dia ingin Ara mengerti bahwa dia itu Putri bungsu keluarga Kalandra.

" Arabella Kalandra," bentak Helena dengan mata melotot tajam menatap Ara.

Si kembar dan Vania mereka sedari tadi diam saja tidak ikut campur dengan urusan Ara dan Helena. Mereka justru ingin melihat apa yang akan di lakukan Helena ibunya kepada Ara. Namun, saat mendengar Helena marah Vania langsung saja berjalan mendekat ke arah Helena.

" Ma, sudah. Kenapa harus marah-marah sama kak Ara," kata Vania dengan lemah lembut.

Tangannya memegangi lengan Helena dengan erat seolah menenangkan Helena dan membela Ara. Padahal di balik itu, ucapan Vania adalah racun untuk Ara.

Helena menoleh menatap Vania sembari tersenyum tipis dengan tatapan lembut." Vania sayang, kamu jangan terus bela kakak kamu," kata Helena seolah Vania berada di pihak Ara.

" Dengar Ara, Vania selalu saja membela Lo, tapi Lo selalu saja jahatin dia," kata Kenzi angkat suara.

Ara terdiam, menelan ludahnya dengan kasar , rahangnya mengeras saat mendengar ucapan Kenzi.

" Hah, gue? jahatin Vania?" tanya Ara sembari menunjuk dirinya sendiri.

" Apa lo nggak salah ngomong Ken?"

Ara tahu selama ini Vania selalu membelanya di depan keluarga Kalandra. Tapi, apa mereka tahu siapa penyebab adiknya kecelakaan sampai mati.

" Cih, dasar gila."

1
Murni Dewita
👣
chataleya
kalau ada keluarga Cemara, ini kebalikannya. keluarga durjana. 🤣 ampun...
kenapa ya mereka bisa begitu sama Ara??
lanjut baca 😍😍😍
chataleya
berusaha mempertahankan harga diri apapun yang terjadi,👍
Laila Wahda
sebenarnya ceritanya bagus cuma gak nyambung dari awal berubah2
Laila Wahda
cerita awalnya gak nyambung bukannya sore mati karena balapan kenapa mati di tembak dipazngkuan damian
Ma Em
Semoga perbuatan Narendra akan mendapatkan karma yg membuatnya menyesal seumur hdp nya .
Nenk putry
dih makin lama makin jijik baca nya MC nya bayak menyek² katanya mafia hedeeeh Thor² semangat aja lah maaf males sudah baca nya
jenolee: kau cuma bisa ngetik gitu trus kah? klihatan sekali klu anda org ga berpendidikan, bisanya cuma nyinyir doang, tuh komen mu kebanyakan ngatain karya orang, coba kau yg nulis, bisa ga?🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
Dian Utami
cerita ny muter" Thor awal ny seru kesini ny kurang bagus pusing baca ny
SYADZA
suka banget kak sama cerita nya semangat kak autor
Tinta_Hitam: terima kasih
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Tinta_Hitam: cus lanjut baca. jangan kupa saran dan keritikannya ya guys
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!