NovelToon NovelToon
PUTRI MAHKOTA

PUTRI MAHKOTA

Status: tamat
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Keluarga & Kasih Sayang / TimeTravel / Tamat
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: R.TiyaD

Elisa Marino, Putri Mafia Yang Masuk Ke Dalam Tubuh Putri Mahkota Karena Bantuan Penyihir Juga Atas Persetujuan Putri Mahkota Itu Sendiri

Tanpa Di Ketahui Elisa Marino, Putri Mahkota Itu Memiliki Banyak Musuh Yang Tersebar Di Seluruh Kerajaannya, Beritanya Pun Tersebar Sampai Keluar Kerajaan

Bagaimana Elisa Marino Mengubah Pandangan Orang Mengenai Dirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Anak Bibi!!!

Satu Minggu Kemudian, Elisa Pun Kembali

Sampainya Di Istana Adarlan, Elisa Langsung Mencari Archen

Erlan Tersenyum Bahagia Melihat Elisa Masuk Ke Dalam Ruangan Kerjanya Tapi Pandangan Dan Tujuannya Malah Pada Archen, Erlan Yang Melihat Itu Marah Dan Menatap Archen Dengan Tajam Dan Sinis

Sedangkan Archen Bingung Dengan Sikap Elisa Dan Takut Dengan Tatapan Mata Erlan Yang Seakan Ingin Menelannya

"A, Ada Apa Putri Mahkota?" Tanya Archen Gugup

Elisa Memberikan Dua Sapu Tangan Yang Terdapat Noda Darah Dan Dua Botol Kaca Kecil Yang Berisi Darah

Archen, Erlan Dan Sedan Terkejut

"Apa Ini Yang Mulia?" Tanya Archen

Erlan Dan Sedan Mendekati Mereka Berdua

Elisa Menatap Archen "Tolong Selidiki, Apakah Empat Darah Ini Memiliki Hubungan"

"Kenapa Kau Harus Menyuruh Archen?" Tanya Erlan

Elisa Melihat Erlan "Karena, Paman Sekertaris Bisa Sihir"

"Paman!!!" Archen Dan Sedan Terkejut

Archen Tersenyum Bahagia Sedangkan Sedan Melihat Archen Dengan Sinis

"Kau Kan Bisa Melakukannya" Jawab Erlan

Elisa Terkejut "Saya Bisa Melakukannya? Bagaimana Bisa? Maksud Saya, Saya...Saya Bisa Sihir?"

"Iya Putri, Jika Bukan Karena Gelar Anda Sekarang, Anda Pasti Sudah Menjadi Ketua Menara Sihir Termuda Sekarang" Jawab Archen Lembut

Elisa Terkejut

"Tapi, Saya Tidak Ada Kekuatan Sihir?" Jawab Elisa Bingung

Mereka Bertiga Tersentak

"Ini Pasti Karena Racun Itu" Jawab Sedan

Erlan Dan Archen Mengangguk

Erlan Memegang Kepala Elisa "Maafkan Aku Elisa"

Elisa Tersentak

"Karena Kelalaian Ku, Kau Bisa Jadi Seperti Ini" Erlan Menunduk

Elisa Tersenyum "Tidak Apa-apa Yang Mulia, Yang Sudah Terjadi Biarlah Berlalu. Saya Pasti Bisa Menjadi Ahli Sihir Lagi Tapi Nanti, Karena Saya Masih Sibuk Dengan Urusan Negara"

Erlan Tersenyum Lalu Memeluk Elisa, Elisa Yang Terkejut Dengan Pelukan Tiba-tiba Erlan

"Terima Kasih Elisa, Terima Kasih" Peluk Erat

"....!!!?" Elisa Menjadi Kaku

Archen Dan Sedan Terharu

...

3 Hari Kemudian

Sore Hari

Elisa Sedang Belajar Menggunakan Sihir Tiba-tiba Di Kunjungi Archen

Beberapa Saat Kemudian

Elisa Terkejut Mendengar Penjelasan Archen Mengenai Hasil Dari Penelitiannya Terhadap Darah Yona

"Jadi, Mereka Benar-benar Bukan Anak Bibi!!" Pikir Elisa

Archen Menatap Elisa Yang Terkejut

"Apa Yang Harus Ku Katakan? Dan Apa Yang Akan Terjadi Setelah Aku Mengatakan Ini?" Pikir Elisa Khawatir

Archen Bertanya Siapa Pemilik Darah Itu Tapi Elisa Diam

Besoknya

Setelah Berfikir Semalaman Sampai Membuat Elisa Tidak Tidur, Elisa Pun Memberanikan Diri Untuk Berbicara Dengan Erlan

Selesai Sarapan

"Yang Mulia" Panggil Elisa

Erlan Melihat Elisa "Ada Apa?"

"Saya Ingin Menceritakan Sesuatu" Gugup

Erlan Tersenyum "Baiklah, Bagusnya Kita Berbicara Di Mana?"

"Hm, Bagaimana Dengan Taman?"

Erlan Mengangguk "Baiklah"

Erlan Dan Elisa Memberikan Pekerjaan Mereka Pada Sekertaris Mereka, Sedangkan Mereka Berdua Duduk Mengobrol Di Temani Kedua Pengawal Pribadi Mereka Yang Di Suruh Elisa Duduk Bersama Mereka Untuk Bertukar Pikiran

Erlan Awalnya Tidak Suka, Tapi Karena Permintaan Elisa Erlan Mengizinkan Sedan Dan Hamzah Bergabung Dengan Mereka

Setelah Menceritakan, Erlan Terkejut

"Jadi, Darah Yang Kau Suruh Selidiki Pada Archen Adalah Darah Yona, Sam Dan Kedua Anak Mereka?" Tanya Erlan Terkejut

Elisa Mengangguk "Benar Yang Mulia, Tapi Ternyata Pangeran Yulius Dan Putri Yully Bukan Anak Bibi Yona"

"Bibi!! Apa Mereka Sudah Sedekat Itu?" Pikir Sedan Dan Erlan

Sedan Dan Erlan Saling Memandang

"Putri Elisa, Anda Melakukan Ini Apa Yang Mulia Ratu Yona Tau?" Tanya Sedan

Elisa Mengangguk "Tau Paman, Dan Darah Pangeran Sam Dan Putri Yully Di Berikan Langsung Oleh Bibi Yona"

Erlan Dan Sedan Terkejut

"Maaf Saya Memotong" Ujar Hamzah

Semua Melihat Hamza

"Tanda Lahir Yang Ada Di Lengan Putri Yully Sama Seperti Tanda Pada Dayang Yani, Dayang Pribadi Yang Mulia Ratu Yona" Jelas Hamzah

Semua Terkejut

Plak...

Elisa Memukul Kuat Lengan Hamzah

Semua Kaget

"Yak... Kenapa Kau Tidak Bilang Pada Ku Saat Kita Sedang Di Sana?!" Teriak Elisa Kesal

Hamzah Terkejut Dan Langsung Berdiri "Ma, Maafkan Saya Yang Mulia, Tapi Saya Tidak Berhak Untuk Ikut Campur" Menunduk

Sedan Dan Erlan Tersentak

"Putri Elisa, Hamzah Benar. Kami Tidak Bisa Ikut Campur Dalam Urusan Pribadi Orang Lain Termasuk Urusan Pribadi Majikan Kami, Kecuali Kami Mendapatkan Perintah Untuk Itu" Jelas Sedan Lembut

"Ha.. Baiklah, Duduk" Jawab Elisa

"Baik, Terima Kasih Yang Mulia Putri Mahkota" Hamzah Duduk Kembali

"Hufttt" Sedan Dan Erlan Lega

"Jadi, Apa Yang Akan Kau Lakukan Selanjutnya Elisa?" Tanya Erlan

"Saya Tidak Tau Yang Mulia, Karena Itu Saya Menceritakan Ini Pada Anda Agar Saya Mendapatkan Sedikit Bantuan" Jawab Elisa

Erlan Berfikir

"Yang Mulia Ratu Yona Memiliki Emosi Yang Tinggi Dan Tidak Terkendali, Saya Takut Jika Kita Memberi Tahukan Ini, Dia Akan Benar-benar Meledak" Jelas Sedan Khawatir

Elisa Mengangguk "Itu Benar Paman, Apa Lagi Hubungan Bibi Dan Pangeran Sam Sedang Tidak Baik-baik Saja"

Erlan Dan Sedan Terkejut

"Sudah Lama Aku Tidak Mendengar Kabar Wanita Tua Itu Lebih Tepatnya Aku Tidak Mau Tau Dan Menjaga Jarak Dengan Mereka Karena Sam Memiliki Rasa Pada Susan" Pikir Erlan

"Tapi...."

Semua Melihat Elisa

"Apa Bisa Aku Menceritakan Tentang Kekuatan Ku Pada Mereka? Apa Mereka Akan Percaya? Ataukah Mereka Akan... Takutnya Aku Akan Menjadi Bahan Penelitian Sihir!!" Pikir Elisa Takut, Khawatir Dan Gelisah

"Ada Apa Elisa?" Tanya Erlan

"Ah Itu..." Elisa Berfikir "Saya Melihat, Sepertinya Pangeran Sam Ingin Berbicara Dengan Bibi Tapi Bibi Sudah Memasang Tembok Yang Begitu Tinggi Sampai, Sekalipun Pangeran Mau Naik Tangga Untuk Memanjat Tembok Itu, Beliau Tidak Akan Pernah Sampai"

"Setinggi Itu Kah Temboknya!!?" Erlan Menatap Elisa

Elisa Mengangguk

Sedan Menatap Erlan "Apa Yang Terjadi Pada Kalian Saat Malam Pengantin Yona?"

Hamzah Terkejut Dengan Cara Bicara Sedan Yang Santai Pada Erlan

"Ah Itu..." Jawab Elisa

Semua Melihat Elisa

"Dia Menceritakan Pada Mu?" Tanya Erlan

Elisa Tersenyum Sambil Mengangguk "Sepertinya Itu Bukan Sumber Masalahnya"

"Bukan Itu?" Tanya Erlan Bingung

Elisa Mengangguk

"Lalu Kenapa Dia Tidak Menceraikan Bajingan Itu?" Tanya Erlan Kesal

"Karena Bibi Masih Mencintai Pangeran Sam" Jawab Elisa Sedih

"Haa..." Erlan Dan Sedan Memalingkan Pandang Karena Kesal Juga Jijik

Semua Mulai Berfikir

1
MataPanda?_
kurang ka tambah lagi😄semangat trus buat kakk autor y sehat selalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!