Elisa Marino, Putri Mafia Yang Masuk Ke Dalam Tubuh Putri Mahkota Karena Bantuan Penyihir Juga Atas Persetujuan Putri Mahkota Itu Sendiri
Tanpa Di Ketahui Elisa Marino, Putri Mahkota Itu Memiliki Banyak Musuh Yang Tersebar Di Seluruh Kerajaannya, Beritanya Pun Tersebar Sampai Keluar Kerajaan
Bagaimana Elisa Marino Mengubah Pandangan Orang Mengenai Dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Anak Bibi!!!
Satu Minggu Kemudian, Elisa Pun Kembali
Sampainya Di Istana Adarlan, Elisa Langsung Mencari Archen
Erlan Tersenyum Bahagia Melihat Elisa Masuk Ke Dalam Ruangan Kerjanya Tapi Pandangan Dan Tujuannya Malah Pada Archen, Erlan Yang Melihat Itu Marah Dan Menatap Archen Dengan Tajam Dan Sinis
Sedangkan Archen Bingung Dengan Sikap Elisa Dan Takut Dengan Tatapan Mata Erlan Yang Seakan Ingin Menelannya
"A, Ada Apa Putri Mahkota?" Tanya Archen Gugup
Elisa Memberikan Dua Sapu Tangan Yang Terdapat Noda Darah Dan Dua Botol Kaca Kecil Yang Berisi Darah
Archen, Erlan Dan Sedan Terkejut
"Apa Ini Yang Mulia?" Tanya Archen
Erlan Dan Sedan Mendekati Mereka Berdua
Elisa Menatap Archen "Tolong Selidiki, Apakah Empat Darah Ini Memiliki Hubungan"
"Kenapa Kau Harus Menyuruh Archen?" Tanya Erlan
Elisa Melihat Erlan "Karena, Paman Sekertaris Bisa Sihir"
"Paman!!!" Archen Dan Sedan Terkejut
Archen Tersenyum Bahagia Sedangkan Sedan Melihat Archen Dengan Sinis
"Kau Kan Bisa Melakukannya" Jawab Erlan
Elisa Terkejut "Saya Bisa Melakukannya? Bagaimana Bisa? Maksud Saya, Saya...Saya Bisa Sihir?"
"Iya Putri, Jika Bukan Karena Gelar Anda Sekarang, Anda Pasti Sudah Menjadi Ketua Menara Sihir Termuda Sekarang" Jawab Archen Lembut
Elisa Terkejut
"Tapi, Saya Tidak Ada Kekuatan Sihir?" Jawab Elisa Bingung
Mereka Bertiga Tersentak
"Ini Pasti Karena Racun Itu" Jawab Sedan
Erlan Dan Archen Mengangguk
Erlan Memegang Kepala Elisa "Maafkan Aku Elisa"
Elisa Tersentak
"Karena Kelalaian Ku, Kau Bisa Jadi Seperti Ini" Erlan Menunduk
Elisa Tersenyum "Tidak Apa-apa Yang Mulia, Yang Sudah Terjadi Biarlah Berlalu. Saya Pasti Bisa Menjadi Ahli Sihir Lagi Tapi Nanti, Karena Saya Masih Sibuk Dengan Urusan Negara"
Erlan Tersenyum Lalu Memeluk Elisa, Elisa Yang Terkejut Dengan Pelukan Tiba-tiba Erlan
"Terima Kasih Elisa, Terima Kasih" Peluk Erat
"....!!!?" Elisa Menjadi Kaku
Archen Dan Sedan Terharu
...
3 Hari Kemudian
Sore Hari
Elisa Sedang Belajar Menggunakan Sihir Tiba-tiba Di Kunjungi Archen
Beberapa Saat Kemudian
Elisa Terkejut Mendengar Penjelasan Archen Mengenai Hasil Dari Penelitiannya Terhadap Darah Yona
"Jadi, Mereka Benar-benar Bukan Anak Bibi!!" Pikir Elisa
Archen Menatap Elisa Yang Terkejut
"Apa Yang Harus Ku Katakan? Dan Apa Yang Akan Terjadi Setelah Aku Mengatakan Ini?" Pikir Elisa Khawatir
Archen Bertanya Siapa Pemilik Darah Itu Tapi Elisa Diam
Besoknya
Setelah Berfikir Semalaman Sampai Membuat Elisa Tidak Tidur, Elisa Pun Memberanikan Diri Untuk Berbicara Dengan Erlan
Selesai Sarapan
"Yang Mulia" Panggil Elisa
Erlan Melihat Elisa "Ada Apa?"
"Saya Ingin Menceritakan Sesuatu" Gugup
Erlan Tersenyum "Baiklah, Bagusnya Kita Berbicara Di Mana?"
"Hm, Bagaimana Dengan Taman?"
Erlan Mengangguk "Baiklah"
Erlan Dan Elisa Memberikan Pekerjaan Mereka Pada Sekertaris Mereka, Sedangkan Mereka Berdua Duduk Mengobrol Di Temani Kedua Pengawal Pribadi Mereka Yang Di Suruh Elisa Duduk Bersama Mereka Untuk Bertukar Pikiran
Erlan Awalnya Tidak Suka, Tapi Karena Permintaan Elisa Erlan Mengizinkan Sedan Dan Hamzah Bergabung Dengan Mereka
Setelah Menceritakan, Erlan Terkejut
"Jadi, Darah Yang Kau Suruh Selidiki Pada Archen Adalah Darah Yona, Sam Dan Kedua Anak Mereka?" Tanya Erlan Terkejut
Elisa Mengangguk "Benar Yang Mulia, Tapi Ternyata Pangeran Yulius Dan Putri Yully Bukan Anak Bibi Yona"
"Bibi!! Apa Mereka Sudah Sedekat Itu?" Pikir Sedan Dan Erlan
Sedan Dan Erlan Saling Memandang
"Putri Elisa, Anda Melakukan Ini Apa Yang Mulia Ratu Yona Tau?" Tanya Sedan
Elisa Mengangguk "Tau Paman, Dan Darah Pangeran Sam Dan Putri Yully Di Berikan Langsung Oleh Bibi Yona"
Erlan Dan Sedan Terkejut
"Maaf Saya Memotong" Ujar Hamzah
Semua Melihat Hamza
"Tanda Lahir Yang Ada Di Lengan Putri Yully Sama Seperti Tanda Pada Dayang Yani, Dayang Pribadi Yang Mulia Ratu Yona" Jelas Hamzah
Semua Terkejut
Plak...
Elisa Memukul Kuat Lengan Hamzah
Semua Kaget
"Yak... Kenapa Kau Tidak Bilang Pada Ku Saat Kita Sedang Di Sana?!" Teriak Elisa Kesal
Hamzah Terkejut Dan Langsung Berdiri "Ma, Maafkan Saya Yang Mulia, Tapi Saya Tidak Berhak Untuk Ikut Campur" Menunduk
Sedan Dan Erlan Tersentak
"Putri Elisa, Hamzah Benar. Kami Tidak Bisa Ikut Campur Dalam Urusan Pribadi Orang Lain Termasuk Urusan Pribadi Majikan Kami, Kecuali Kami Mendapatkan Perintah Untuk Itu" Jelas Sedan Lembut
"Ha.. Baiklah, Duduk" Jawab Elisa
"Baik, Terima Kasih Yang Mulia Putri Mahkota" Hamzah Duduk Kembali
"Hufttt" Sedan Dan Erlan Lega
"Jadi, Apa Yang Akan Kau Lakukan Selanjutnya Elisa?" Tanya Erlan
"Saya Tidak Tau Yang Mulia, Karena Itu Saya Menceritakan Ini Pada Anda Agar Saya Mendapatkan Sedikit Bantuan" Jawab Elisa
Erlan Berfikir
"Yang Mulia Ratu Yona Memiliki Emosi Yang Tinggi Dan Tidak Terkendali, Saya Takut Jika Kita Memberi Tahukan Ini, Dia Akan Benar-benar Meledak" Jelas Sedan Khawatir
Elisa Mengangguk "Itu Benar Paman, Apa Lagi Hubungan Bibi Dan Pangeran Sam Sedang Tidak Baik-baik Saja"
Erlan Dan Sedan Terkejut
"Sudah Lama Aku Tidak Mendengar Kabar Wanita Tua Itu Lebih Tepatnya Aku Tidak Mau Tau Dan Menjaga Jarak Dengan Mereka Karena Sam Memiliki Rasa Pada Susan" Pikir Erlan
"Tapi...."
Semua Melihat Elisa
"Apa Bisa Aku Menceritakan Tentang Kekuatan Ku Pada Mereka? Apa Mereka Akan Percaya? Ataukah Mereka Akan... Takutnya Aku Akan Menjadi Bahan Penelitian Sihir!!" Pikir Elisa Takut, Khawatir Dan Gelisah
"Ada Apa Elisa?" Tanya Erlan
"Ah Itu..." Elisa Berfikir "Saya Melihat, Sepertinya Pangeran Sam Ingin Berbicara Dengan Bibi Tapi Bibi Sudah Memasang Tembok Yang Begitu Tinggi Sampai, Sekalipun Pangeran Mau Naik Tangga Untuk Memanjat Tembok Itu, Beliau Tidak Akan Pernah Sampai"
"Setinggi Itu Kah Temboknya!!?" Erlan Menatap Elisa
Elisa Mengangguk
Sedan Menatap Erlan "Apa Yang Terjadi Pada Kalian Saat Malam Pengantin Yona?"
Hamzah Terkejut Dengan Cara Bicara Sedan Yang Santai Pada Erlan
"Ah Itu..." Jawab Elisa
Semua Melihat Elisa
"Dia Menceritakan Pada Mu?" Tanya Erlan
Elisa Tersenyum Sambil Mengangguk "Sepertinya Itu Bukan Sumber Masalahnya"
"Bukan Itu?" Tanya Erlan Bingung
Elisa Mengangguk
"Lalu Kenapa Dia Tidak Menceraikan Bajingan Itu?" Tanya Erlan Kesal
"Karena Bibi Masih Mencintai Pangeran Sam" Jawab Elisa Sedih
"Haa..." Erlan Dan Sedan Memalingkan Pandang Karena Kesal Juga Jijik
Semua Mulai Berfikir