NovelToon NovelToon
Lilyana

Lilyana

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:130.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cahaya-senja

Seperti boneka, Lilyana merasa hidupnya diperalat keluarganya untuk kepentingan bisnis. Diminta bertunangan dengan Dave demi bisnis lalu tiba-tiba diminta putus karena tunangannya dituduh berkhianat terhadap perusahaan keluarganya.
Lily merasa inferior karena kelainan jantung bawaan yang dideritanya. Sejak orang tuanya meninggal, ia bersusah payah dengan segala keterbatasannya membangun kepercayaan diri, memperjuangkan cintanya dan membebaskan sengketa warisan dan perebutan kekuasaan di perusahaan keluarganya.
Akankah keberuntungan selalu berpihak padanya? Apakah ia mampu mengembalikan kedamaian dan kejayaan keluarganya? Bagaimana pula akhir kisah cinta segitiganya dengan seorang arsitek yang romantis dan petani sukses yang penuh semangat?

JANGAN LUPA DUKUNG LILY DENGAN LIKE dan VOTE yaa 😍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya-senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ide gila Satya

Lily tertidur pulas semalaman. Mungkin terlalu lelah, udara dingin atau mungkin juga efek obat yang diberikan dokter Widya. Tak biasanya ia membuka mata saat sinar matahari mulai mengintip dari balik jendela kamar. Biasanya ia terjaga selalu menjelang subuh. Dilihatnya Gea masih meringkuk di Sofa. Dida sudah sibuk dengan ponselnya.

“Sudah bangun, mbak Lily?” Dida langsung menghampiri Lily ketika melihat majikannya mencoba bangun.

Pelan-pelan Lily membangunkan tubuhnya lalu duduk di tepi ranjang. Ia menarik nafas panjang sambil berusaha mengumpulkan semua nyawanya.

“Masih ada sakit yang mbak Lily rasakan? Pusing misalnya?”

Lily menggeleng “Tidak. Aku sudah sehat kok.”

“Mbak Lily mau mandi? Biar saya siapkan air hangat dan perlengkapan mandinya.”

Kali ini Lily mengangguk. Dida bergegas ke kamar mandi menyiapkan air hangat, perlengkapan mandi dan baju ganti Lily.

Setelah kira-kira 5 menit duduk untuk mengumpulkan nyawa dan menenangkan jiwanya dengan melantumkan doa pagi dalam hati, Lily berjalan menuju kamar mandi. Pagi ini ia berharap keselamatan dan kesehatan untuknya dan keluarganya, terutama papa. Ia menyesal tak mengindahkan undangan papa untuk hadir di pertemuan keluarga kemarin.

Selesai melakukan rutinitas paginya, Dida meminta Lily sarapan di meja makan. Di sana ia melihat sudah ada Satya dan Asep yang terlibat obrolan pagi yang seru. Lily sedikit terkejut, tak menyangka kalau Asep masih berada di sini. Pandangannya telah berputar berkeliling sudut-sudut Vila. Sejak tadi ia tak melihat ada Siska. Suaranya pun tak terdengar. Biasanya mereka selalu berdua, Asep dan Siska.

“Selamat pagi.” Sapa Lily sambil menarik kursi yang berada di samping tempat duduk Satya.

Obrolan terhenti. Kedua pria itu tersenyum padanya. “Selamat pagi, adikku sayang. Kamu terlihat segar dan cantik pagi ini.” jawab Satya sambil merangkul bahu adiknya.

Asep sedikit bingung. Apa yang dikatakan Siska berbeda dengan kenyataan yang dilihatnya pagi ini. Mereka kakak beradik yang saling menyayangi. Tidak tampak canggung sama sekali menunjukan keakrabannya. Satya juga ramah, tidak dingin dan sok kuasa seperti anggapan Siska.

Asep tersenyum. Pagi ini ia tak ingin berkata-kata. Berkali-kali sudah menelan air liurnya sendiri. Pemandangan indah di depan matanya membuatnya terpukau.  Lily terlihat sangat cantik pagi ini dengan gaun sederhana berwarna kuning terang. Wajah putihnya hanya dipoles bedak tipis dan lipstick warna natural. Rambut dibiarkannya tergerai rapi. Lily selalu tampak sempurna di matanya. Wajahnya seperti candu yang membuat terasa melayang-layang tiap kali memandangnya. Perlahan Asep sedikit menundukan pandangannya agar tak terlihat salah tingkah.Tiba-tiba ia ingat lagi permintaan Satya semalam yang membuatnya tergidik dan susah tidur.

“Aku berterima kasih sekali Lily bertemu orang sebaik kamu saat hatinya sedang rapuh. Dia bersemangat sekali ingin mengelola kebun kopi di jampang itu karena terinspirasi kamu.”

“Benarkah?”

“Iya. Dia berubah lebih baik, lebih percaya diri.”

“Tapi saya tidak mempengaruhi apapun, bro. Semua murni ide Lily.”

Satya tersenyum. “Hanya kekuatan cinta yang mungkin bisa merubah seseorang“

Dug, jantung Asep berdebar kencang. Bagaimana mungkin lelaki di hadapannya bisa mengambil kesimpulan seperti itu. Tidak mungkin Satya menyewa detektif untuk mengorek bagaimana perasaan seorang Asep yang sebenarnya. Asep tak pernah bicara pada siapapun kalau ia mengagumi Lily dan terjerat pada fantasi modifikasi cerita putih salju itu sejak pertama kali bertemu. Ia bahkan baru hari ini bertemu Satya.

“Jangan khawatir, bro. Aku tidak marah kok. Aku tahu kamu naksir adikku.“

“Kamu salah paham, bro. Aku hanya berteman. Kami baru beberapa kali bertemu muka.” Asep berusaha mengelak. Tak ingin Satya salah paham.

“Aku paham bagaimana adikku. Saat ini dia tidak punya teman laki-laki selain kamu. Dia itu introvert dan patuh pada protokoler keluarga. Coba kamu ingat-ingat, apa pernah kamu bertemu dia tanpa didampingi asistennya itu?”

Asep melongo. Dalam hati ia membenarkan perkataan Satya. Mana mungkin ada laki-laki yang berani mendekati Lily sementara asistennya itu selalu menguntitnya kemanapun. Bukan tidak mungkin jika asistennya itu juga wajib melaporkan apa saja yang dilakukan majikannya pada orang yang membayarnya. Kalau bukan karena Siska dan minat besarnya mengetahui tentang kopi, ia juga tidak mungkin berteman dengan Lily.

“Papaku stroke. Aku khawatir, beliau tak akan bertahan hidup lebih lama karena ada beberapa titik perdarahan di batang otaknya. Sebelum apa yang aku khawatirkan itu terjadi, aku ingin memastikan Lily mendapatkan haknya. Rumah tempat kami dibesarkan sudah dikuasai ibu tiri kami. Lily hanya dapat hibah vila dan kebun yang di Jampang itu karena tanah itu memang milik ibu kandung kami yang diserahkan untuknya lewat surat wasiat. Peraturan keluargaku sudah jelas, semua anak kandungnya akan dapat hadiah 10% saham dari seluruh perusahaan yang bernaung di bawah Goldlife corporation apabila menikah. Kalau ayahku sudah tidak ada, mungkin ibu tiri kami akan mengubah legalitas peraturan keluarga itu. Aku khawatir Lily tak akan dapat apapun. Apalagi ibu tiri juga akan punya anak dari ayahku.”

Asep berusaha mencerna apa maksud perkataan Satya itu, tapi tak berani menduga-duga apa yang mungkin diharapkannya.

“Menikahlah dengan Lily agar notaris keluarga kami bisa mengubah kepemilikan saham ayahku  untuk Lily. Saham ini penting untuk biaya hidupnya. Hasil kebun saja tidak akan cukup. Aku tidak ingin ibu tiri kami merampas apa yang sejak dulu menjadi hak Lily. Dia sudah membunuh ibu kami. Bukan tidak mungkin jika dia juga tengah berencana membunuh Lily. ”

Ya Tuhan, fantasi modifikasi dongeng putri salju tiba-tiba muncul di depan mata Asep lagi. Putri Salju pujaannya tengah terancam pembunuhan oleh ibu tirinya sendiri. Tanpa diduga, kakak kandung sang putri malah menawarkan dirinya menggantikan peran pangeran berkuda putih itu menyelamatkan putri salju dari sihir jahat ibu tirinya. Ini benar-benar seperti anugerah. Pangeran kerajaan itu meminta kurcaci menikahi putri salju. Ha ha ha …. Rasa bahagia membayangkan modifikasi cerita putri salju yang menguasai khayalannya membuatnya seperti melayang di udara.

“Situasinya darurat. Kalian harus menikah secepatnya. Kita buat perjanjian pra-nikah saja dulu. Setelah saham hak Lily dibalik nama sah secara legal, tergantung kalian mau lanjut atau menyudahi pernikahan kalian.”

Entah harus senang atau sedih dengan tawaran itu. Kenapa Satya bisa berkata seperti itu? Bukankah pernikahan itu sebuah ikatan suci? Dia tak setuju jika menikah hanya untuk menggugurkan syarat peralihan harta.

“Saya menghormati lembaga pernikahan, bro. Ini ide gila.” Asep berusaha berpikir logis dan mengindahkan fantasinya. Ia harus mengutarakan prinsipnya. Ia tidak boleh memanfaatkan keadaan demi mewujudkan  fantasi pribadinya. “Saya yakin Lily juga tidak akan setuju ide gila ini.”

“Tolong pikirkan dan pertimbangkan dulu dengan sebaik-baiknya.  Aku yakin betul Tuhan mengirimkan kamu untuk

menolong adikku mendapatkan haknya. Jika tidak, ibu tiri kami mungkin akan membunuhnya atau merampas haknya. Aku tidak tahu hendak minta tolong kepada siapa lagi. Saat ini hanya ada kamu dan aku percaya kamu amanah, bro.”

Asep diam.  Meski dia terobsesi untuk mendapatkan Lily, tapi ia sangat menghormati pernikahan dan tidak ingin terlibat permainan yang meruntuhkan hakikat ikatan suci itu.

“Saya ikut bagaimana Lily sajalah, bro. Sebaiknya kita tanyakan saja bagaimana pendapatnya karena ia sudah dewasa dan cukup cerdas. Dia berhak berpendapat dan memutuskan apapun untuk hidupnya. Kebahagiaan itu tidak sama antara satu orang dengan lainnya. Apa yang menurut kita baik, belum tentu akan membuat orang lain bahagia." Akhirnya kata-kata bijak mengambang itu yang terlontar dari mulutnya. Fantasinya tentang dongeng putih salju yang dimodifikasi lenyap ditengah keraguan hatinya sendiri. Biarlah Lily saja yang menentukan apakah pernikahan itu baik untuknya atau tidak. Tak boleh ada yang memaksa, sekali pun ia terobsesi dan mencintai gadis itu sejak pertama kali mereka bertemu.

Satya ingin menyanggahnya. Baginya Lily tetap gadis manja yang harus selalu dilindungi dan harus patuh pada keputusan walinya -ayah dan saudara laki-lakinya. Tapi mendengar jawaban Asep, ia ingat lagi bagaimana terlukanya hati Lily ketika keluarganya ternyata salah membuat keputusan mengenai Dave, menjodohkan lalu memutuskan secara sepihak. Tentu saja ia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Lily bakal membencinya seumur hidup jika sekali lagi ia memaksakan kehendaknya. Tidak ada salahnya jika dia diberikan kesempatan berpendapat dan memutuskan apa yang diinginkannya dalam hidup.

1
Titien Muliasari
author nya pintar, pengetahuan nya luas, Inspiratif banget cerita nya. Top dah
Titien Muliasari
keputusan yg tepat lily menikah dgn asep yg tidak cemburuan, nggak posesif dan segala tindak tanduk nya tidak membuat lily tertekan, bagus bukan utk kesehatan jantung nya
Titien Muliasari
Luar biasa
Roshana Purwanti
Walaupun novel pertama tapi sangat luar biasa, tulisannya rapi bahasanya bagus,dan yg paling top pengetahuan author nya mumpuni
Roshana Purwanti
Gaskeun Sep,nebeng ok bayar dewe ogah
Roshana Purwanti
Semoga kedepannya banyak yg baca ya Thor,bagus banget ini banyak ilmu yg didapat
Roshana Purwanti
Lily walaupun kaya sejak orok mulutnya gak pernah nyinyir,low profil
Mbak Dil
cerita sebagus ini kenapa yang baca cuma dikit ya ..... tetap semangat Thor, terbukti sekarang kalo banyaknya like, favorit, hadiah dan vote, bukan tolok ukur bagi bagus tidaknya sebuah karya, tetap semangat Thor 👍👍👍
Betty Nurbaini
GANTUNG 🤣
Betty Nurbaini
ada ya wanita bgini di dunia nyata? jelas2 jahat tpi dibepa trus dan seolah masa bodoh dgn kejahatan.... jdi apa ya dunia klw dipenuhi wanita bgini... huuu. funia jdi siurrrgaaa
Betty Nurbaini
hatiku m8ris bacanya... ingat wktu aq terpuruk ditinggal bpk ku... bpk sllu muncul di mimpiku menguatkan aq... jdi ikut mewek
Fa Rel
anak bram.kayaknya yg di kandung emak tirinya🙄😂
Fa Rel
sabar dave aq padamu
Fa Rel
kasian bgt dave
yulianisma
walaah..lha kok dah tamat aja..kirain ada apa antara bram sm rissa
yulianisma
ya ampuuunnn..authornya apa org minang ya..mendetail banget ttg padang bukittinggi nya..jd taragak kampuang saya nya..😄😄🤣
yulianisma
ceritanya bagus banget. serasa ikutan didalamnya....hebat authornya...pengetahuan bisnisnya luarbiasa...👍👍
unyuu_@
penjlasann apapun detail ya ka..
wawasann kerennnn, mantapp
unyuu_@
kerennn.... ka Author inii wawasannya luas tentang sejarahhh agamaa smpe mslh bisniss dtaill bgt.
sayangg yg bacaa nya msih sdkittt..
smangat kaa..
unyuu_@
wah kayanya ka athor org sukabumi. aslii nihh... jdi tauu sdkit sluk sukabumi kumahaa. 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!