Li Zie adalah putri dari seorang Menteri, Li Zie putri bangsawan yang menikah dengan seorang Jenderal yang sangat ia cintai.
Namun saat ia telah sampai ke kediaman Jenderal Wang sebagai pengantin, saat itulah topeng sang Jendral di buka, dan memperlihatkan taringnya.
"Aku menikahi mu hanya untuk membalas dendam atas kematian keluarga ku, " Jendral Wang.
Saat itulah hidupnya berubah drastis, karena suaminya selalu menyiksanya. Namun bukan hanya Li Zie yang tersiksa, Jenderal Wang pun merasa sakit saat harus melihat Li Zie tersiksa.
Perlahan bukti terungkap. Jika menteri Li tidak terlibat dalam pembantaian itu, ia hanya di jadikan kambing hitam.
Orang yang selama ini di anggap penolong oleh Jenderal Wang , adalah pelaku yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Jenderal Wang pun tersadar, ia melihat sekeliling, lalu kembali menatap Li Zie, "Baiklah, ayo kita kembali," ujar Jenderal Wang lalu menarik lembut tangan Li Zie.
Xi Duan menghentakkan kakinya, ia menatap tajam punggung Li Zie, " Li Zie...Kau berani sekali mengacaukan rencanaku... " lirih Xi Duan, betapa kesalnya Xi Duan melihat sikap manis Jenderal Wang pada Li Zie.
.
Kediaman Jenderal Wang.
Li Zie turun lebih dulu dari kereta, Ia merasa khawatir dengan cara suaminya menatap dirinya, ia khawatir suaminya akan kembali menyakiti dirinya lagi di depan Xi Duan, maka dari itu lebih baik ia menghindar dulu. Dari tatapan suaminya Li Zie sangat tahu ika suaminya tersebut sedang menahan amarah. Li Zie harus bisa mencari tahu apa penyebab suami membencinya.
"Li Zie! "
Li Zie yang berjalan sedikit terburu-buru langsung berhenti saat mendengar suaminya memanggil dirinya, Li Zie pun berbalik menatap suaminya yang kini berjalan ke arahnya, Li Zie khawatir suaminya menyakitinya di hadapan Xi Duan, yang kini Li Zie anggap sebagai saingannya.
"Kakak, bukan 'kah? Kakak sudah berjanji akan mengajakku merayakan festival Qixi. Tapi kenapa justru meninggalkan ku demi wanita itu? " protes Xi Duan. Ia tak bisa menahan diri lagi, ia merasa telah di bohongi oleh kakak sepupunya.
Jenderal Wang melirik Xi Duan, dan berkata dengan datar, "Istirahatlah! "
"Tapi-"
Xi Duan pun tak melanjutkan ucapannya, saat melihat kakak sepupunya mengangkat tangan, mengisyaratkan jika Jenderal Wang tak ingin mendengarkan apapun. Xi Duan menahan amarah, lalu berkata lirih, "Baiklah..."
Li Zie melihat Xi Duan yang pergi dengan terpaksa, kini ia khawatir dengan dirinya, bagimana jika suaminya menyakitinya lagi, karena suaminya ini mudah berubah.
Kini keduanya justru saling terdiam, tidak ada yang mengatakan apapun, begitu juga dengan Jenderal Wang.
Setelah cukup lama saling terdiam, Jenderal Wang pun bersuara, "Li Zie...malam ini Aku ingin memperjelas hubungan kita, Aku menikahimu bukan karena Aku mencintaimu. Tapi Aku hanya ingin menjadikan mu sebagai mainanku, kamu harus ingat itu." ujar Jenderal Wang penuh penekanan.
Betapa sakitnya hati Li Zie saat mendengar ucapan suaminya. Tapi sialnya sulit bagi Li Zie untuk membenci Jenderal Wang, Li Zie pun enggan menatap suaminya, yang justru selalu berusaha menyakitinya, Li Zie pun berkata dengan lirih, "Ya, Aku akan mengingatnya, Aku juga akan selalu mengingat jika suamiku tidak menginginkanku... "
Jenderal Wang Jun berdiri dengan gagah, ia melirik pada Li Zie yang untuk pertama kalinya berani menjawab ucapannya, tanpa air mata.
"Jika tidak ada lagi yang ingin di katakan, Aku pergi beristirahat dulu," ujar Li Zie lalu segera berbalik, ia pergi begitu saja.
Entah kenapa melihat Li Zie yang bersikap seperti itu, membuat hatinya merasa tidak nyaman, namun Jendral Wang segera menepis perasaan aneh itu. Jenderal Wang pun pergi dari sana.
Li Zie kembali menoleh ke belakang, di mana suaminya juga pergi, Li Zie menghembuskan napas kasar, "Bisa-bisanya dia meninggalkanku dan berduaan dengan Xi Duan di festival Qiqi," gerutu Li Zie.
Li Zie Teringat kejadian tadi, di mana suaminya meninggalkan dirinya dan justru mengobrol berdua dengan Xi Duan. Untuk pertama kalinya Li Zie merasa kesal pada Jenderal Wang, biasanya ia akan menangis namun malam ini, ia sangat ingin membalas agar suaminya yang berubah setelah mereka menikah, dapat merasakan sakitnya di abaikan.
Menurut Li Zie, Suaminya sudah benar-benar keterlaluan, mengabaikan dan terus-terusan menyakiti hatinya.
.
Pagi Hari
Cuaca pagi ini terasa dingin, matahari juga masih menyembunyikan diri, Li Zie sudah merapikan diri, pelayan datang membawa nampan, "Nona, saya membawakan sarapan," ujar pelayan lalu menaruh nampan di meja.
Tidak seperti biasa, hari ini Li Zie langsung menyantap sarapan itu, Li Zie yang sedang menikmati sarapannya pun menatap pelayan, lalu bertanya, "Apa kamu sudah sarapan? "
Pelayan mengangguk, lalu menjawab, "Ya Nona, saya sudah sarapan."
Li Zie mengangguk lalu melanjutkan sarapannya, setelah selesai sarapan Li Zie menatap pelayan, lalu berkata, "Pelayan, apa hari ini kamu sibuk? "
Pelayan menggeleng, "Tidak Nona, apa ada sesuatu? mungkin saya bisa membantu."
"Aku merasa bosan, jadi kamu bantu Aku merapikan bunga-bunga di depan," ujar Li Zie.
"Nona tidak perlu repot-repot, saya bisa mengajak pelayan lainnya untuk merapikan tanaman bunganya, " ujar pelayan merasa tak enak, karena memang bunga-bunga di depan paviliun Li Zie sudah lama tidak di rapikan.
Li Zie menggeleng, "Jika kamu sudah sarapan, ayo kita rapikan bunganya," ujar Li Zie lalu beranjak dari duduknya.
Pelayan terkejut saat melihat Nona mudanya yang cekatan, menata bunga-bunga dengan sangat rapi, dan tak sungkan membuang tangkai bunga, yang di anggap mengganggu.
Maaf gayss, kemarin sibuk banget, ayo kita gasss lagi.
Terimakasih sudah mampir