NovelToon NovelToon
Suami Bajinganku Tersayang

Suami Bajinganku Tersayang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Yoevanca

Suami Bajinganku Tersayang.

Aku tak menyangka pertemuanku yang tak sengaja dengan Leon, lelaki romantis dan super tampan itu adalah awal dari kisah hidupku yang nelangsa.
Betapa tidak, di umurku yang baru menginjak 18 tahun aku sudah di tinggalkan kedua orang tuaku akibat kecelakaan tunggal dijalan tol.
Kedua orang tuaku hangus terbakar di dalam mobil, sedangkan aku bisa diselamatkan dari kecelakaan maut itu.
Dialah Leon Maleva, pahlawan yang menyelamatkan hidupku sekaligus menjadi suamiku kelak.
Dibalik sikapnya yang manis dan romantis tersimpan sejuta rahasia yang terpendam.
Bisakah aku hidup bahagia dengannya?

Karya ini kolaborasi dari Yoevanca, Fery Tamaki, Tiyan Wijayanti & Nenk triska Zeka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 16 - Sepi tanpamu

Seminggu sudah berlalu sejak Ivanka meninggalkan kediamannya, hanya kesepian itu yang Leon rasakan.

Rumah besar nan indah tak ubahnya seperti kuburan tiada kehangatan dan canda tawa.

Leon meminta detektif untuk tetap mengawasi Ivanka secara diam-diam, tetap mengikuti setiap pergerakan gadis itu dan harus memberikan laporan setiap kegiatannya.

Hari ini Ivanka sudah bersiap ke kampus, setelah membuat sarapan untuk ia dan Adrian gadis itu langsung mandi dan berganti pakaian.

Adrian sudah berjanji untuk mengantar Ivanka ke kampus dan sekalian lelaki itu berangkat bekerja.

Setelah mereka berdua siap lalu Adrian dan Ivanka berangkat bersama, lelaki itu menuju kampus Ivanka terlebih dahulu. Sampai di depan kampus gadis itu sudah siap turun dan hendak membuka pintu mobil, namun Adrian menarik tangannya.

"Tunggu," kata Adrian sambil mengeluarkan dompetnya lalu memberikan beberapa lembar uang lembaran yang berwarna merah dan sebuah kartu debit kepada gadis itu.

"Untuk apa semua ini kak?" tanya Ivanka sambil menatap Adrian.

"Uang jajan dan ongkos untuk kamu pulang nanti dan kartu itu bisa kamu tarik uangnya jika kamu punya kebutuhan yang lain," jawab Adrian sambil memberikan itu semua ke telapak tangan Ivanka.

"Aku tidak membutuhkan uang sebanyak itu dan aku tidak ingin merepotkan kakak lagi.

Aku hanya perlu ongkos dan uang jajan cukup satu lembar ini saja," ucap Ivanka sambil mengembalikan semuanya ke tangan Adrian dan memisahkan satu lembaran uang yang berwarna merah.

"Hush, aku tidak menerima penolakan cinta," balas Adrian sambil menyentuh bibir gadis itu dengan jari telunjuknya.

"Pegang ini semua untukmu dan kamu bisa menggunakan dengan bijak, aku percaya sama kamu," lanjut Andre sambil menatap wajah indah Ivanka, demikian gadis itu balik menatap, manik hitam bola mata mereka saling beradu pandang membuat dua-duanya menjadi salah tingkah dan tersenyum.

"Baiklah kak, aku sangat berterima kasih untuk ini dan aku pamit kuliah dulu ya," kata Ivanka sambil membuka pintu mobil dan keluar.

Gadis itu melambaikan tangannya untuk melepas kepergian Adrian, lelaki itu pun langsung melesatkan kendaraannya meninggalkan Ivanka yang berdiri menatap kepergiannya.

Leon sudah sejak tadi berada di depan kampus memperhatikan gerak gerik gadis itu, rasanya ingin sekali ia menghampiri Ivanka untuk memohon maaf dan memeluknya untuk menghilangkan rasa rindunya selama seminggu ini tidak berjumpa.

Namun kali ini Leon tidak ingin membuat Ivanka terluka dan kecewa, ia memutuskan cukup memandang dari kejauhan sudah cukup untuk mengobati sedikit kerinduannya.

Ivanka melangkah memasuki gerbang kampus dan hilang dalam pandangan mata Leon, baru lelaki itu melajukan kembali kendaraannya menuju kantor.

Sampai di kantor wajah Leon sangat tidak bersahabat, Tama sudah menangkap bahwa emosi bosnya saat ini dalam keadaaan tidak baik.

Kesalahan kecil yang di lakukan beberapa stafnya bisa memicu emosi Leon meledak-ledak, beberapa kali ia membanting pintu dengan sangat kencang membuat orang yang melihatnya mendelik heran dan ketakutan.

Leon layaknya monster yang mengamuk siapapun yang bertemu dengannya akan menjadi sasaran amukan lelaki itu.

Sepertinya kalau Ivanka belum kembali ke rumah, Leon akan seperti saat ini. Ia berubah menjadi manusia paling menakutkan dan pemarah.

Salah satu korban dari amukan Leon adalah Tama, assistennya tersebut beberapa kali harus menerima bentakan bosnya dan kupingnya cukup panas mendengar ocehan Leon.

"Tamaaaaa, coba cari informasi apakah Ivankaku aman di kampus sekarang!" teriak Leon.

"Siap tuan, saya akan mencari informasi untuk tuan," jawab Tama yang langsung menghubungi orang suruhannya menanyakan seputar kegiatan wanita kesayangan bosnya sudah berhasil membuat seorang Leon seperti orang baru keluar dari rumah sakit jiwa.

Setelah menghubungi orang suruhannya yang sedang memantau aktifitas Ivanka ternyata saat ini gadis itu masih berada di kampusnya.

Tama segera melaporkan semua informasi yang ia dapatkan kepada bosnya.

Leon menyambar kunci mobil lalu beranjak pergi meninggalkan Tama seorang diri dalam ruangannya, sedangkan assisten kesayangannya hanya menatap kepergian Leon dengan muka kebingungan tidak mengerti apa lagi yang akan lelaki itu kerjakan.

Leon mengemudi dengan perasaan galau, menembus kemacetan lalu lintas siang hari yang sangat padat, sambil memukul stir mobil karena ia sudah tidak sabar ingin segera menunggu Ivanka di depan kampusnya.

Apakah ini hanya sebuah obsesi Leon untuk mendapat gadis itu atau memang cinta yang sudah membutakan mata hatinya sehingga ia benar-benar seperti seorang yang menderita penyakit kejiwaan akut, hidupnya tidak punya tujuan tanpa Ivanka di sampingnya.

Beberapa lama kemudian Leon bisa sampai di depan kampus gadis itu, ia memarkirkan mobilnya di tempat yang aman.

Matanya terus mencari keberadaan wanitanya yang sudah berhasil membuat ia pusing tidak karuan seperti ini dan ternyata Tuhan masih baik padanya, tidak lama nampak Ivanka sedang berdiri di pinggir jalan seperti sedang menunggu taksi untuk kembali ke apartemen.

Secepat mungkin Leon menghampiri gadis itu, mobilnya berhenti tepat di depan Ivanka.

"Ivanka cepat naiklah, kakak akan mengantarmu pulang," ucap Leon sambil membuka pintu untuk mempersilakan gadis itu masuk.

"Maaf kak, aku sudah memesan taksi online dan ingin pulang sendiri. Kakak bisa pergi sekarang," jawab Ivanka dengan muka tidak suka.

"Ivanka kakakmu ini tidak menerima penolakan, masuklah aku akan mengantar kamu pulang. Percayalah aku tidak akan menyakiti kamu, aku bersumpah dan aku sangat menyesal sudah menyakitimu.

Kalau aku berdusta biar Tuhan cabut nyawaku sekarang juga," ucap Leon.

"Kamu bukan kakakku lagi, seorang kakak tidak mungkin melukai adiknya dan ia pasti akan melindunginya. Pergi dan tinggalkan aku sendiri kak!" sahut Ivanka jutek.

"Ivanka" kata Leon sambil mengacak-acak rambutnya tidak tahu lagi harus bicara apa.

Lelaki menarik sedikit paksa Ivanka kedalam mobilnya, sampai gadis itu harus berteriak "Lepasin kak, jangan paksa aku mengikuti segala kegilaan kakak!" ucap Ivanka dengan sedikit emosi.

Leon sudah tidak peduli lagi ia hanya ingin berbicara berdua dengan Ivanka saat ini.

Leon berhasil membawa gadis itu pergi, sedang Ivanka di dalam mobil hanya berteriak memaki-maki Leon dengan kasar.

"Dasar lelaki breng*sek suka memaksa dan tidak tahu malu, sekarang cepat turunkan aku di sini!" teriak Ivanka.

Leon sudah tidak memperdulikannya yang penting sekarang ia sudah bisa membawa gadis itu pergi.

"Vanka, kakak minta maaf kalau harus memaksa kamu dengan cara begini. Bisakah kamu diam sebentar saja supaya aku bisa berbicara dan setelah itu aku akan melepaskan kamu," pinta Leon dengan hati-hati.

"Sekarang cepat bicaralah, supaya aku cepat terbebas dari orang sepertimu," sahut Ivanka.

"Aku akan membawamu ke suatu tempat agar kita bisa berbicara dengan tenang, jangan takut aku tidak akan melukaimu. Cukup peristiwa kemarin sudah membuat aku menjadi seperti orang gila menyesali perbuatanku," ucap Leon penuh penyesalan.

Leon membawa Ivanka menuju sebuah pantai milik pribadinya, pantai yang sangat indah, lalu ia dan Ivanka turun mengambil tempat yang sepi untuk mereka dapat berbicara dengan tenang.

Setelah menemukan sebuah pohon yang sudah tumbang dan mereka duduk di atas kayu pohon itu sambil memandang laut.

Leon mengambil tangan Ivanka dan menggenggamnya erat entah perasaan apa yang sedang ia rasakan saat ini antara bahagia dan sedih.

Bahagia bisa menikmati saat berdua bersama dan sedih mungkin Ivanka akan tetap menolak kembali bersamanya.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Jangan lupa untuk vote, komen dan vote setelah membaca.

Tekan tombol favoritnya ❤️ untuk info up terbaru ... happy Monday.

1
Qillah julyan
bab ini gak asik..
Qillah julyan
lah curang pake ccrtv toh carinya😁
Misar Lakanting
lanjut
Misar Lakanting
lanjut cerita
Diana Susanti
nyimak kak
Meilan Kaluku
gassssd leonnnn
Ita Imus
suka
evayua
keknya nih ya nama Tama emang banyak yg somplak,karna Tama kenalan gw begitu juga,saat Tama ini dapat bonusan kerja dia bilang mau kasih gw kue,dan gw requestlah kue apa aja yg penting di kotak biar gak ribet dan bener sih kotak tapi yg dia kasih kue tart dong dengan krim putih pulak 🤦😆😆, aduhhh bener2 Tama yaa 😆😆😆
Salmah S
cemangat yaa thor😁
🦅HagiaShofia🦘
sumph suka q novel kek gni kocakk abisss,,, 😂🤣🤣🤣🤣
💕febhy ajah💕
""dia pasti sudah gila""
ya iyalah gila, kan kepalanya ngebentur, pasti geser dikit lah.
💕febhy ajah💕
mampir setelah sekian lama difavoritkan
Nani Susanti
invanka sangat anak2 se x...
g ada dewasa2 nya....
Dina A Noor: mood ibu hamil itu. apalagi masih abg plus dpt suami mantan casanova.
total 1 replies
uhuuuyyy
nesu maneeeh
uhuuuyyy
hmmm...jaaan tenan ogh mak juju kiii
uhuuuyyy
wakakakakqkak..tamaaa tamaa...kena dech loe
Nani Susanti
sama aq jg gt
Nani Susanti
ya ampun sampai segitu nya ya si Leon.....
kejam bngt......🤣🤣🤣🤣🤣😂😂
Nani Susanti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Desy Puspita
Mommy😌
Aku kemari ngapain😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!