seorang gadis cantik yaang bernama Zaleta Zee yang tak sengaja bertemu dengan psikopat kejam bernama El Beethoven.Bagaimana kisah Meraka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eti Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aku akan merebutnya
"Siapa gadis itu?" tanya Tuan Wilson kepada cucunya, El.
"Dia hanya seorang gadis tahanan," jawab El dengan nada yang santai.
"Apakah kau yakin, El?" tanya Tuan Wilson dengan nada yang curiga dan penasaran, seolah-olah dia tidak percaya dengan jawaban El.
"Bukankah dia wanita milik Ken?" tanya Tuan Wilson dengan nada yang tajam.
El mengepalkan tangannya dan wajahnya memerah dengan emosi. "Itu tidak akan terjadi," katanya dengan nada yang keras dan tegas.
Tuan Wilson memperhatikan reaksi El dan tersenyum sinis. "Apakah kau cemburu?" tanya Tuan Wilson dengan nada yang menggoda, seolah-olah dia menikmati reaksi El.
"aku tidak cemburu, aku hanya tidak suka jika milikku disentuh orang lain," ucap El dengan nada yang tegas.
Tuan Wilson memandang El dengan mata yang bijak, lalu mengusap bahu El. "Tapi, dengan sikapmu yang seperti ini terhadap wanita itu, akan membuat gadis mu pergi menjauh dari mu. Ingat itu, El," kata Tuan Wilson dengan nada yang lembut tapi serius.
El pergi begitu saja, meninggalkan Tuan Wilson yang masih berdiri di tempat. Setelah El pergi, Ken datang. Tuan Wilson lah yang memanggilnya.
"Ada apa, Kakek memanggil aku?" tanya Ken dengan nada yang penasaran.
Tuan Wilson memandang Ken dengan mata yang tajam. "Kakek hanya ingin bertanya, siapa gadis itu? Sepertinya kau sangat akrab dengan nya," kata Tuan Wilson dengan nada yang ingin tahu.
"Dia temanku," jawab Ken dengan nada yang santai.
Tuan Wilson memperhatikan reaksi Ken dan tersenyum sinis. "Apakah kau memiliki perasaan dengan nya?" tanya Tuan Wilson dengan nada yang curiga.
"Jika iya, apakah Kakek akan setuju dengan hubungan kami?" tanya Ken dengan nada yang penasaran.
Tuan Wilson tersenyum dan mengangguk. "Kakek tidak masalah jika kau memang mencintainya."
"Baiklah, apakah itu saja yang Kakek tanyakan?" tanya Ken dengan nada yang lega.
Tuan Wilson menggelengkan kepala. "Lalu, bagaimana dengan El? Bukan kah gadis itu ada di mansion El?" tanya Tuan Wilson dengan nada yang curiga.
Ken mengepalkan tangannya dan wajahnya memerah dengan emosi. "Aku akan merebutnya kembali!" kata Ken dengan nada yang tegas dan penuh tekad.
Lalu Ken pergi dengan perasaan yang marah, meninggalkan Tuan Wilson yang memperhatikan reaksi Ken dengan mata yang bijak. Langkah Ken cepat dan pasti, seolah-olah dia sudah memiliki rencana untuk merebut kembali gadis yang dia cintai.
**********************************************
Esok paginya di sekolah, Zee dan Lucy pergi ke perpustakaan. Jika kalian bertanya kenapa mereka tidak belajar di kelas, jawabannya adalah guru sedang rapat. Mereka memilih untuk menggunakan waktu luang mereka di perpustakaan, yang sunyi dan nyaman, untuk belajar dan membaca buku.
"Zee, gue mau nanya sama Lo, kan Lo udah lama kenal sama Kak Ken. Lo ada perasaan gak sih sama Kak Ken?" tanya Lucy dengan nada yang penasaran.
Zee terdiam sejenak, lalu menjawab dengan nada yang pelan. "Gue juga gak ngerti, setiap deket sama Kak Ken, rasanya tuh nyaman." Ucap Zee dengan mata yang terlihat berpikir.
"Bisa dibilang Lo suka sama dia, terus kalo sama Kak El gimana?" tanya Lucy dengan nada yang penasaran.
Zee menggelengkan kepala dan wajahnya terlihat tidak menyukai. "Kalo sama Kak El, rasanya takut... gue gak suka, bahkan benci banget sama Kak El," ucap Zee dengan nada yang tegas dan jelas.