haiii..kenalin ini Karya aku...
Aku masih Belajar ya kak....
jadi Kalau ada yang salah mohon diingatkan...Jangan Lupa beri masukan kepada Autor ya kak..
Terimakasih
.
.
Novel ini menceritakan tentang kisah Tuan muda dan Nona muda yang dijodohkan..
Mereka menikah karena orang tua,Akan kah mereka menjadi pasangan yang saling mencintai???
bagaimanakah mereka melewati permasalah rumah tangganya.??
ikuti dan jangan Lupa Like dan komen ya kakak...
terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Hari ini adalah hari pemakaman Bunda Livia.Livia terlihat sangat pucat,bagaimana tidak sejak tadi malam hingga saat ini dia tidak tidur,Dia hanya menemani jenazah sang bunda yang sudah di bawa pulang kemarin malam itu.
Livia hanya bisa menangis,di sana keluarga Ferdi dan juga Ferdi menemani Livia karena Livia tidak punya keluarga lagi selain bundhenya yang sekarang ada di luar negri.Dan begitu dapat kabar bahwa sang adik meninggal dia langsung terkena serangan jantung,Sehingga harus di rawat.
Ferdi dari sedari tadi memandangi Livia dari kejauhan,Dia merasa tidak tega melihat seorang wanita menangis seperti itu.Ferdi menghampiri Livia yang sedang duduk di depan jenazah sang ibu.
"Liv...kamu yang sabar ya...doain ibu kamu..."Ucap Ferdi merangkul pundak Livia
Livia hanya diam memandangi Ferdi,Mencoba untuk mengusap air matanya,tapi air matanya terus mengalir.
Beberapa menit kemudia saatnya berangkat ke tempat peristirahan sang bunda yang terakhir.Di sebuah TPU yang lumayan memakan waktu perjalanan.Livia segera berdiri dan ikut mengantarkan sang Bunda.
Mereka beriringan menaiki mobil masing-masing,Livia satu mobil dengan Ferdi,Mama Ferdi dan Juga Papa Ferdi,Sedanfkan Meme dengan Kevin,Ifa,Dimas dan Dion.
Setelah sampai di pemakaman,Jenazah sang bunda segera di makamkan,Suasana menjadi sangat haru,suasana kesedihan lebih mendominasi.Livia berusaha tetap tegar dan mengusap air matanya.
Setelah selesai acara pemakaman,Livia pergi kerumah sakit untuk menemani sang Ayah.Sedangkan Meme tetap di suruh berada di rumah untuk menemui tamu yang bertakziah.
Livia di temani oleh Ferdi,karena mama Ferdi dan papanya membantu meme menemui tamu yang bertakziah.
_____________
Di dalam ruangan hanya ada Livia,Ferdi dan juga sang Ayah yang masih belum sadarkan diri.
"Ayah...bangun yah..."ucap Livia sambil menggenggam erat tangan sang ayah.
Livia mengajak ayahnya bicara,mulai dari masa kecilnya,dari hal sedih sampai yang terlucu.walaupun Livia tau,sang ayah masih belum sadar tapi dia berusaha agar ayahnya cepat sadar dengan mengajaknya berbicara.
Ferdi ingat bahwa Livia belum makan dari kemarin malam,dia akan pergi membelikan Livia makanan.Dia segera keluar meninggalkan Livia untuk pergi ke kantin rumah sakit.
____________
Setelah beberapa menit,Ferdipun kembali membawa makanan untuk Livia.Ferdi segera masuk kedalam ruangan.
"Liv..kamu makan dulu,saya sudah membelikan kamu makanan" Ucap Ferdi sambil menyodorkan makanan dalam kresek tersebut.
"Aki tidak lapar kak" Lirih livia sambil mengusap air matanya
"Ck...kamu dari kemarin tidak makan..kamu harus jaga kesehatanmu juga...nanti kalau kamu sakit siapa yang akan jaga ayah kamu" Ucap Ferdi berdecik kesal.
"Aku gak apa-apa kak..aku gak akan sakit..."Ucap Livia karena dia saat ini sedang tidak ingin makan
"Keras kepala" Ucap Ferdi kesal.
Tiba-tiba Ferdi menarik sebuah mursi dan duduk disamping Livia,dia membuka bingkisan itu,menyendoknya kemudian menyuapkannya kepada Livia.
"Buka Mulutmu" Ucap Ferdi dingin
Livia hanya menggeleng,tapi Ferdi menatapnya dengan dingin.Tatapan seperti ingin memangsa.Entah kenapa tatapan Ferdi membuatnya merasa takut,Padahal selama ini dia tidak pernah merasakan takut kecuali dengan Ayahnya.
"Buka" Ucap Ferdi kesal
Livia segera membuka mulutnya dan memakan makanan dari suapan tangan Ferdi,Sedikit demi sedikit akhirny makanan itu habis tak tersisa.Karena jika Livia bilang sudah maka Ferdi akan menatap Livia seprti seekor elang yang ingin memangsa.
_______________
Hari sudah mulai Larut,Ferdi mengajak Livia untuk pulang,tapi Livia tidak mau dia hanya ingin menemani sang Ayah.Livia menyuruh Ferdi untuk pulang agar Ferdi bisa beristirahat karena sejak tadi menemani Livia.
"Sudah malam Liv,kita pulang" Ajak Ferdi
"Tidak kak..aku di sini untuk menunggu ayah" Ucap Livia
"Kamu sejak tadi belum istirahat Liv" Ucap Ferdi sedikit kesal
Ferdi kesal karena menghadapi wanita yang keras kepala tidak mau menurutinya.
Karena selama ini kebanyakan wanita yang di temui tidak pernah membantah sedikitpun kepada Ferdi,Selalu menuruti apa kata Ferdi,sekalipun Ferdi hanya menjahilinya.
Iya dari Ferdi di masa sekolah hingga saat ini Ferdi selalu menjadi idaman para Wanita,Selain Sangat tampan,Ferdi kaya dan juga cerdas.
Walaupun sikapnya yang kadang dingin dan arogan tetapi sebenarnya Ferdi adalah laki-laki yang sangat baik dan perduli.Apalagi dengan orang-orang yang sudah dekat dengan dirinya.
"Kak Ferdi pulang aja..Livia mau di sini..kak Ferdi sejak tadi sudah menemani Livia" Ucap Livia menatap Ferdi.
"Oke baiklah..saya akan pulang" Ucap Ferdi sambil beranjak ingin keluar dari ruangan tersebut.
Tiba-tiba suara Livia menghentikan langkah kaki Ferdi...
" Kak ....makasih ya..." Ucap Livia yang terdengar oleh Ferdi
Ferdi hanya mengangguk tanpa membalikkan badan menghadap Livia.Lalu Ferdi segera pergi meninggalkan ruangan itu.
#Tbc
**Teman-teman semua jangan lupa Like yaa...
Dan berikan Komentar kalian untukku ..
Komentar yang positif yang bisa membangun ya teman-teman...
Mohon dukungannya karena ini Novel pertamaku dan aku baru belajar menulis.
Terimakasih**
obat wik wik wik
🤣🤣🤣🤣🤣🙄🤭