NovelToon NovelToon
The Secret of Love

The Secret of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:697.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: embun_senja

Menceritakan tentang kehidupan seorang gadis yatim piatu yang mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya.

Semua bermula sejak kematian kakeknya yang tewas terbunuh saat dia masih kecil, hingga dirinya yang dijual dan dijadikan sebagai gadis penghibur di sebuah rumah bordil ternama yang mengubahnya menjadi salah seorang wanita penghibur yang menjadi favorit para bangsawan dan pejabat istana.

Hingga suatu saat, dia harus memutuskan untuk masuk ke lingkungan istana karena kematian kekasihnya yang ternyata dalang dari seseorang yang tinggal di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embun_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16

Liang Yi dan Pangeran Zhao Li masih duduk di depan kolam hingga Nona Liu datang menghampiri mereka. "Maaf, Pangeran kalau hamba mengganggu," ucap gadis itu yang membuat Liang Yi merasa tidak nyaman.

"Ada apa?" tanya Pangeran Zhao Li.

Gadis itu lalu memandangi Liang Yi hingga membuat Liang Yi paham kalau gadis itu ingin bicara berdua saja dengan Pangeran Zhao Li. "Sebaiknya aku pergi menemui adik-adikku," ucap Liang Yi yang kemudian pergi meninggalkan mereka.

Liang Yi tahu betul dengan perangai Nona Liu yang merupakan putri dari salah satu perdana mentri dari istana. Sifat gadis itu yang berani dan nekat sudah membuat Pangeran Zhao Li tidak berkutik, karena Nona Liu adalah calon permaisuri yang dicalonkan raja untuknya. Bahkan, gadis itu rela belajar menari dan meniru cara berpakaian dari penari yang sangat disukai Pangeran Zhao Li, yaitu Mei Yin.

Liang Yi kemudian menemui adiknya yang sementara duduk bersama Mei Yin. Wajah Mei Yin yang cantik ternyata sudah menarik perhatian pemuda-pemuda itu yang terus memperhatikannya.

"Kalian sedang lihat apa?" tanya Liang Yi pada teman-temannya yang sedang memperhatikan Mei Yin.

"Liang Yi, adik angkatmu itu sangat cantik. Kenapa kamu tidak memperkenalkannya pada kami?" tanya salah satu di antara mereka.

"Tidak perlu. Aku tidak ingin adikku mengenal kalian. Kalian hanya sekumpulan laki-laki mata keranjang," ucapnya sambil berlalu meninggalkan mereka yang mulai terlihat kesal.

"Kak Liang Yi, ayo ke sini," panggil Jiao Yi ketika melihat kakaknya datang mendekati mereka.

"Ada apa? Apa kamu sudah bosan berlama-lama di sini?" tanya Liang Yi yang sudah tahu sifat adiknya itu yang cepat bosan jika dalam situasi seperti ini.

"Sok tahu. Aku mau bilang kalau aku mau ajak Kak Huanran jalan-jalan di sekitar sini," ucapnya kesal.

"Ya, sudah. Kenapa kamu harus tanyakan lagi sama Kakak. Kalau mau pergi melihat-lihat sekitar, ya pergi saja."

"Aku tahu, tapi aku ingin Kakak menemani kami. Kakak tahu kan, kalau aku pernah tersesat di tempat ini. Kalau bersama Kakak, aku pasti tidak akan tersesat," ucap Jiao Yi manja.

Mendengar permintaan adiknya itu cukup membuat hatinya menjadi kesal, tapi dia sangat menyayangi adiknya itu. Walaupun sering dibuat kesal, tapi Liang Yi selalu saja menuruti permintaannya.

"Bagaimana? Apa Kak Huanran suka jalan-jalan di istana?" tanya Jiao Yi ketika mereka mulai berjalan-jalan menyusuri lingkungan istana.

"Terima kasih karena sudah mengajakku jalan-jalan di sini," ucapnya dengan senyum yang membuat Jiao Yi ikut tersenyum.

Walau tersenyum, tapi sebenarnya hatinya sangat gelisah. Saat tiba di depan pintu ruangan itu, hatinya sedih karena kembali mengingat Lian yang sering berdiri menunggunya di tempat itu. Kenangan tentang Lian kembali mengusik hatinya.

Mei Yin berjalan menyusuri taman yang dipenuhi aneka bunga yang baru mekar. Sementara Liang Yi, berjalan di belakang mereka berdua. Tiba-tiba saja, pandangannya tertuju pada salah satu bunga yang tanpa sadar sudah membuatnya berjalan ke arah bunga itu.

Bunga berwarna putih itu terlihat indah di antara bunga lainnya. Bunga itu sudah mengalihkan perhatiannya.

Mei Yin kemudian berjongkok di depan bunga itu dan meraih tangkainya, lalu mendekatkan bunga itu ke hidungnya yang mancung. Tanpa sadar, air matanya jatuh. Kenangan tentang Lian, kini datang lagi dalam pikirannya. Bunga yang terlihat istimewa itu adalah bunga yang sama dengan bunga yang ada di padang bunga tempat Lian dimakamkan.

Jiao Yi hanya bisa melihat tingkah Mei Yin dengan heran. Begitupun dengan Liang Yi yang merasa heran dengan sikap adik angkatnya itu. Sementara Mei Yin, masih larut dengan kenangan Lian yang mulai bermain dalam ingatannya hingga membuat dia lupa kalau kedua orang itu tengah memandanginya.

"Kak Huanran suka dengan bunga itu?" tanya Jiao Yi yang membuat dia terkejut.

Mei Yin kemudian berdiri dan hanya tersenyum ke arah Jiao Yi tanpa berkata apa-apa.

Melihat sikap Mei Yin membuat Liang Yi penasaran. "Ada apa dengan bunga itu? Apa ada sesuatu yang coba dia sembunyikan?" pikirnya.

Setelah puas mengelilingi istana, mereka memutuskan untuk kembali. Namun, di sana hanya ada Pangeran Zhao Li yang masih duduk di bangku dekat taman.

"Mereka semua pergi kemana?" tanya Liang Yi ketika melihat Pangeran Zhao Li tengah duduk sendirian.

"Sudah pulang," jawab Pangeran datar tanpa menoleh ke arah mereka.

"Kalau begitu, kami juga harus pulang," ucap Liang Yi yang membuat Pangeran Zhao Li menatapnya.

"Apa kamu juga akan pergi meninggalkanku?" tanya Pangeran Zhao Li yang terlihat sedih.

Mei Yin menatap wajah Pangeran Zhao Li. Tatapan mata itu masih sama seperti dulu. Tatapan kesedihan seorang anak yang merindukan ibunya.

"Apa ada yang ingin Pangeran lakukan?" tanya Mei Yin yang tiba-tiba membuat mereka menatapnya dengan heran.

"Kak Huanran, apa yang Kakak katakan?" bisik Jiao Yi pelan sambil menyikut lengan gadis itu.

Mendengar pertanyaan Mei Yin membuat Pangeran Zhao Li tersenyum. "Kenapa? Kalau aku memintamu untuk menari di depanku, apa kamu mau melakukannya?" tanya Pangeran Zhao Li sinis.

"Maaf, tapi aku tidak bisa menari," ucap Mei Yin berbohong.

"Lalu, untuk apa kamu bertanya kalau kamu tidak bisa melakukan apa yang aku minta?" tanya Pangeran Zhao Li marah.

"Kalau ingin marah, marahlah. Kalau ingin menangis, maka menangislah, tapi jangan lampiaskan kemarahanmu pada orang lain dan jangan menyimpan kesedihanmu seorang sendiri," ucap Mei Yin yang membuat Pangeran Zhao Li menatapnya heran.

"Huanran, jaga ucapanmu!! Dia itu bukan temanmu. Dia calon Raja di negeri ini yang sepatutnya kamu hormati," ucap Liang Yi marah.

"Seorang Raja tidak sepatutnya berlaku sesuka hatinya. Seorang Raja harus bersikap bijak bukan bersikap kekanak-kanakan," ucap Mei Yin yang tak peduli walau dia harus dihukum karena ucapannya itu.

Plaaakk

Sebuah tamparan mendarat di pipinya. Liang Yi yang terlihat marah melayangkan tangannya ke pipi gadis itu hingga membuat pipi kiri gadis itu memerah.

"Kak Liang Yi, kenapa Kakak menampar Kak Huanran?" tanya Jiao Yi yang terlihat hampir menangis.

"Selama ini aku pikir kamu adalah gadis baik-baik. Aku tidak menyangka kalau mulutmu itu sangatlah tajam," ucap Liang Yi yang terlihat marah.

Mei Yin hanya tersenyum. Dia kemudian menatap ke arah Pangeran Zhao Li yang menatapnya dengan heran. "Hanya ini yang bisa aku lakukan. Apa Pangeran masih ingin bermain lagi?" tanya Mei Yin dengan wajahnya yang terlihat memerah.

Pangeran Zhao Li hanya tersenyum. Dia sadar dengan apa yang dilakukan Mei Yin. Itu semua sengaja dia lakukan untuk menunjukan kepadanya kalau semua orang adalah sama. Bisa merasakan marah dan juga sakit.

"Aku suka dengan caramu Huanran. Mulai sekarang, kamu harus datang setiap aku memanggilmu," ucap Pangeran Zhao Li dengan senyum di wajahnya.

Setelah memberi hormat, Mei Yin kemudian pergi meninggalkan mereka dan menunggu di dalam kereta.

"Liang Yi, minta maaflah pada Huanran karena kamu sudah menamparnya. Dia itu ternyata gadis yang pintar," ucap Pangeran Zhao Li sambil tersenyum karena mengingat kejadian tadi.

"Aku tidak menyangka dia sengaja mengatakan hal-hal yang membuatku marah hanya untuk menyadarkanmu," ucap Liang Yi merasa menyesal.

"Apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang Mei Yin?" Tiba-tiba saja Pangeran Zhao Li bertanya tentang gadis itu.

"Aku sendiri bingung. Aku sudah mengerahkan orang-orang yang terbaik untuk mencari informasi, tapi hasilnya nihil. Mereka bagaikan hilang ditelan bumi," jelasnya yang membuat Pangeran Zhao Li merasa kecewa.

"Aku berharap mereka baik-baik saja," ucap Pangeran Zhao Li terlihat sedih. Bagaimanapun juga, Mei Yin adalah sahabatnya. Walau dia tidak pernah tahu wajah gadis itu, tetapi kepribadiannya yang baik telah membuat Pangeran Zhao Li mencintainya.

Di dalam kereta, Mei Yin hanya duduk terdiam. Jiao Yi juga tidak berani bertanya. Di tidak ingin membuat Kakak angkatnya itu semakin sedih.

"Jiao Yi, apa aku terlihat kejam?" tanya Mei Yin tiba-tiba hingga membuat Jiao Yi terkejut.

"Aku tahu maksud Kakak baik, tapi kalau Kakak berbicara seperti itu, Kakak hanya akan membuat Kak Liang Yi marah. Hanya Kak Liang Yi yang didengar oleh Pangeran, dan Kak Liang Yi tidak suka kalau ada orang yang mengatakan hal-hal yang tidak baik tentang Pangeran," jelasnya.

Bukan hanya Liang Yi saja yang paham dengan perangai Pangeran, tapi dia juga tahu watak Pangeran seperti apa. Dua tahun adalah waktu yang cukup untuk tahu seperti apa watak Pangeran sebenarnya dan watak Pangeran sudah berubah hanya dalam waktu beberapa bulan.

Sebagai seorang sahabat, dia tidak ingin Pangeran menjadi Raja yang egois. Dia tidak ingin Pangeran menjadi seseorang yang akan melakukan apa saja hanya agar apa yang dia inginkan dapat tercapai. Dia ingin sahabatnya itu menjadi Raja yang adil dan bijak. Raja yang bisa membuat Rakyatnya selalu mengenang kebaikannya. Dan dia merasa bersalah karena sikap Pangeran berubah karena dirinya.

*****

Selama tinggal bersama keluarga Jenderal Chang Yi, Mei Yin selalu diperlakukan dengan baik. Walaupun begitu, dia berusaha untuk tidak membuat mereka kecewa. Dia melakukan apa saja yang bisa membuat mereka senang.

Di dalam ruang baca, Mei Yin sedang duduk membaca sebuah buku tentang pengobatan. Sejak kematian Lian karena racun yang tidak bisa dia sembuhkan, membuat dia belajar tentang bermacam-macam racun dan cara pengobatannya.

Di dalam ruang baca, dia bisa menghabiskan waktu selama berjam-jam. Minatnya akan obat-obatan ternyata menarik perhatian Jenderal Chang Yi.

Bukan itu saja, dia juga sering membaca buku-buku tentang syair, politik, dan filsafat. Di dalam ruang baca, terdapat aneka macam buku yang menarik perhatiannya. Dia ingin mengasah kembali ilmu pengetahuannya.

Karena asyik membaca, Mei Yin tidak menyadari kalau Liang Yi sudah berdiri di depannya. "Aku minta maaf atas perlakukanku kemarin," ucap Liang Yi yang terlihat menyesal.

Mei Yin menatap Liang Yi dengan tatapan yang datar, namun perlahan berubah menjadi sebuah senyuman. "Sudahlah, aku sudah memaafkanmu." Mei Yin tersenyum dan kembali membaca buku yang ada di depannya.

"Apa kamu suka membaca buku-buku di sini?" tanya Liang Yi yang langsung saja duduk di depannya. Mei Yin mengangguk dan tersenyum.

Melihat Mei Yin yang asyik membaca buku menarik jiwa keingintahuannya untuk ikut membaca. Diambilnya sebuah buku yang belum sempat diselesaikannya dan duduk di depan gadis itu.

Keduanya terlihat sangat serius. Wajah Mei Yin yang terlihat serius itu membuatnya semakin cantik. Mata sebiru lautan yang sedari tadi membaca ternyata menarik perhatian Liang Yi. Bukan hanya itu, tapi sikap Mei Yin telah membuat Liang Yi semakin penasaran akan dirinya.

Liang Yi menatap gadis itu. Walau umurnya masih sangat muda, tapi sikapnya sangat dewasa. Dia tidak terlihat kekanak-kanakan seperti gadis-gadis seusianya.

"Rupanya Kakak di sini. Ayo, kita akan pergi ke kota." Jiao Yi yang tiba-tiba datang membuat Liang Yi segera memalingkan pandangannya dari Mei Yin.

"Memangnya kita ke kota untuk apa?" tanya Mei Yin bingung.

"Kita akan membagikan pakaian dan makanan untuk orang-orang miskin," jawabnya enteng.

"Ayo, Kak. Kita sudah ditunggu sama Ayah dan Ibu," ucap Jiao Yi sambil menarik tangan Mei Yin untuk keluar.

"Iya, iya. Kakak akan ke sana." Liang Yi kemudian berjalan mengikuti kedua gadis itu dari belakang.

Setiap melakukan perjalanan, Mei Yin selalu melihat keluar dari jendela kereta. Dia seakan tertarik dengan situasi di luar. Dia begitu terpesona melihat pemandangan sekitar. Hingga dia sampai di sebuah jalan yang tidak asing baginya. Dan betapa dia terkejut ketika melihat sebuah padang bunga di depannya. Padang bunga itu masih terlihat sama. Pandangannya tak lepas dari padang bunga itu walau mereka sudah berjalan agak jauh. Terlihat, Mei Yin menunduk dan menghapus air matanya. Tanpa dia sadari, ternyata Liang Yi tengah memperhatikannya. Dan Liang Yi tahu kalau gadis itu sedang menangis.

"Ada apa dengan padang bunga ini? Kenapa dia menangis saat melintas di sini?" gumam Liang Yi pada dirinya sendiri.

Mei Yin kembali menangis karena melewati padang bunga itu. Andai dia bisa, dia ingin segera turun dan berlari ke arah padang bunga itu dan duduk di dekat makam Lian.

Dia ingin menangis di depan Lian karena kerinduannya akan kekasihnya itu. Dia rindu akan pelukan hangat Lian. Dia rindu untuk menari di depan Lian. Dia rindu ingin bertemu dengan Lian yang tanpa sadar sudah membuatnya menitikkan air mata.

1
秦柔
this is very touching /Sob/
Yaser Levi
sampai episode ini, udah gak ada gregetnya, cinta kok pindah2 gak jelas..mn rajanya bego lagi ..udahan lah..
Kalief Handaru
ceritanya bagus
Purwanto Purwanto
sanfat menguras emosi
Novie Achadini
karya yg lainnya apa thor aku suka sama critanya
Novie Achadini
ceritanya bagus bgt thor
Oi Min
Ah.... Ruwet
Oi Min
Mei Yin cuma cinta ma putra mahkota saja?? Akankah dia bsa jatuh cinta lagi??
Oi Min
Jadi Liang Yi akan ttp jdi kakak dan sahabat Mei Yin
Oi Min
Apa Mei Yin akan jatuh cinta lagi.... Siapa yg akan jadi jodohnya Mei Yin??
Oi Min
Jdi.... Siapa yg memburu Mei Yin sampe2 Lian berkorban nyawa??
Oi Min
Nangis aq tor...... Syedih..... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Oi Min
Ah.... Lian so sweet dech.....
Apa Lian itu kekasih yg di sebut di prolog itu.... Yg mati krna orang istana??
Oi Min
Jendral Cang Yi sdah lupa ma Mei Yin kah??
evilnasry_
aku bahagia mendengar meylin akhirnya hidup bahagia,,dan tak ku sangka season keduanya sdh lebih dulu selesai ku baca dibandingkan season pertamanya,,karyamu sngatt bguss thorr semangat lagi untuk berkarya👍💪
❤time traveller❤
sedia tissue
♥️♥️time travelers ♥️♥️
sedih bgt ceritanya . mudah mudahan happy ending
mejik tutik
yang benar itu yg gimanaaa?
Sri Farsan
kebanyakan bawang thor,,, nyesek ak
(*) 😑 Oppa gabut😁😐😤
di cerita ini tokoh utama nya siapa🤔
bingung aku🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!