Berawal dari Kasihan...
Berlanjut dengan Cinta...
Berakhir pada Kesedihan...
Setelah 15 tahun lamanya, impian Sang Gadis terwujud dan dimulailah Perubahan untuk segalanya, namun perubahan itu mengubah segalanya begitu juga dengan keasliannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviRazRhasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3.5 Dengan 3 pria sekaligus
Malam harinya, saat mereka sampai di Bali, Mei pun segera pergi ke meja makan untuk makan malam dan minum dari paksaan 3 pria tampan yang memaksanya. Setelah selesai makan malam, Mei pergi ke ruang tamu atas suruhan Sang Ayah, sampai di ruang tamu,
"Papa, kenapa manggil sih? Aku mau tidur," Mei
"Papa mau nanya sama kamu, dirumah ini sudah berapa banyak pria yang kamu bawa?" Ayah
"Kan dirumah ini pria hanya ada, Papa, Bulkrish, Eka, Derick, Aji, ayahnya Eka, ayahnya Derick, ayahnya Mumuk sama para pelayan pria, tapi Bara datang jadi nambah lagi satu," Mei
"Papa kayaknya terlalu melepaskan dirimu Mei, kamu terlalu dekat dengan banyak pria, tapi untungnya pria terakhir yang kamu bawa adalah suamimu, Eka pernah memberikan rumah cukup besar untuk Papa pribadi, sekarang kamu bisa nempatin rumah itu bersama suamimu, gak baik jika pasangan baru masih tinggal bersama orang tua," Ayah
"Tidak," Eka
"Tidak boleh," Bulkrish
"Kakek, rumah itu kubeli untuk Kakek, Kakek tak boleh memberikan rumah itu pada siapapun," Eka
"Tapi Kakek juga tinggal disini, jadi rumah itu kosong, kamu jangan membuang buang uang untuk rumah kosong. Jadi Mei, kamu segera pindah kesana," Ayah
Mei menatap Eka dan Bulkrish yang menatapnya juga seperti anak anjing yang ingin menangis, Mei mendekat ke Ayahnya,
"Papa, aku bisa mengurus mereka bertiga kok, tenang saja, mereka gak akan berbuat kacau, lagipula walau aku udah nikah, kenapa aku harus keluar, aku akan tetap disini, aku akan merawat Papa, dengan 3 pria sekaligus pun tak akan membuatku dalam masalah," Mei
Mei menatap Bara,
"Papa sepertinya aku harus istirahat, aku habis minum obat tadi soalnya, Papa juga harus istirahat, nanti Papa sakit lagi nanti," Mei
"Baiklah, tapi jika ada masalah Papa gak mau ikut campur, kamu yang harus menangani sendiri," Ayah
"Baiklah, aku akan pergi istirahat sekarang. Bara, ikut aku, aku aakn menunjukan kamarmu," Mei
"Baiklah," Bara
Mei dan Bara pun pergi,
"Kakek aku akan kekamarku," Bulkrish
Bulkrish pergi,
"Kakek, aku akan mengantarmu ke kamar," Eka
"Tidak perlu, Kakek bisa sendiri," Ayah
Ayahnya Mei pun pergi, Dinara mendekati Eka,
"Oi Eka Baka, kau kenapa membiarkan Bara masuk ke dalam kehidupan Kaka lagi sih??" Dinara
"Mei yang mengiyakannya, kalau gak ada Mei, Si bara itu udah kuhabisi di depan mansion tadi," Eka
"Kau harus hati hati Eka, yang kutau tentang Bara itu, dia terobsesi pada Kaka, tapi karena dia orang yang taat aturan, setelah dinyatakan bercerai, Bara menahan semua birahi dan obsesinya pada Kaka, sekarang setelah tau dia masih suami Kaka, kau kira dia akan berbuat apa hm? Dia pasti akan membuat KaMei hamil dan memiliki Kaka seutuhnya," Dinara
"Aku tak akan biarkan itu terjadi, aku akan melakukan apapun untuk menjauhkan Bara dan Mei, walau aku harus membunuh Bara, aku akan melakukannya," Eka
Eka pergi,
"Ahhh Kakaku memang yang terbaik, singa singanya bisa ngamuk jika Kaka terluka seujung rambutnya," Dinara.
.
Di kamar Bara, Mei masuk ke kamarnya juga dan mengunci pintu dari dalam,
"Kenapa??" Mei
"Kenapa apanya??" Bara
"Kenapa kamu kembali? Aku kira kau akan memberikan surat cerai yang baru," Mei
"4 tahun lebih aku mengira kita sudah bercerai, namun nyatanya tidak, aku tak akan membiarkanmu lari dariku," Bara
Bara mendekat ke Mei lalu mencium bibir Mei secara tiba tiba, Mei sempat terlena dengan ciuman Bara yang sudah bertahun tahun tak dirasakannya, namun tiba tiba bayangan Eka dna Bulkrish membuat Mei segera melepaskan diri dari Bara,
"Maafkan aku Bara, aku-" Mei
"Lahirkan anakku Mei, kumohon," Bara
Bara memulai membuka pakaian Mei, Bara membaringkan Mei ke ranjang,
"Mei, aku mencintaimu," Bara
Bara mencium Mei sambil melepaskan kancing kemejanya,
"Penantianku tak sia sia ternyata," Bara
Bara mulai memperkosa Mei.
.
Di luar pintu, Bulkrish mengepalkan tangannya karena ternyata kamar ketiga dari 3 kamar di depan kamar Mei itu untuk Bara dan setelah kedatangan Bara, Bara langsung mengambil alih Mei, Eka tiba tiba datang dan menyadari jika Bulkrish dan keadaan murka karena Bara telah merebut Mei, Eka yang juga marah mencoba tenang karena jika ada keributan dan Ayahnya Mei memberikan titah pada Mei maka dirinya bisa kehilangan Mei untuk selamanya.
Eka mendekat ke Bulkrish namun tak menoleh ke Bulkrish,
"Jangan buat masalah, kita harus tetap tenang jika tak ingin Mei dijauhi dari kita. Sekarang ikuti aku, ada sesuatu yang ingin kubicarakan," Eka
Eka pergi diikuti oleh Bulkrish, sampai di ruang belajar khusus Eka,
"Ada apa??" Bulkrish
"Waktu SMA, aku pernah memberikan suatu botol kaca kecil padamu, dimana itu?" Eka
"Di kamarku, kenapa??" Bulkrish
"Itu adalah sebuah racun mematikan," Eka
"Kau berencana membunuh Bara??" Bulkrish
"Tentu saja, kita harus berhasil meracuni Bara, tapi agar tidak ketahuan, hanya racun itu yang bisa membantu, racun itu akan membunuhnya orang yang meminumnya setelah beberapa bulan," Eka
"Itu tidak akan mempan, aku sudah pernah meminumnya tapi, kekebalan yang pernah kudapat dari bayi ternyata melindungiku dari racun itu, sepertinya dari baru lahir, Ayahku telah memberikan racun untuk kekebalan, seharusnya Bara juga kebal racun," Bulkrish
"Bukan hanya kau, Ayahmu juga menyebalkan. Aku harus mencari ide yang lain, tapi untuk sekarang kita harus mempertahankan Mei, kita harus bersabar," Eka
Eka menatap foto Mei di atas mejanya.
.
.
.
Kebesokan paginya, Mei terbangun dan melihat dirinya sudah dikamarnya,
"Ugh, badanku seperti remuk," Mei
Tiba tiba Bulkrish datang,
"Mei, kamu udah bangun," Bulkrish
"Hm iya, kau bawa sarapan??" Mei
"Iya, ini, aku buatkan kamu bubur Bali sama bubur kesukaanmu," Bulkrish
"Wahhh, aku mau makan," Mei
Bulkrish memberikan piring burger ke Mei,
"Habiskan ya, jangan lupa minum obat ya, aku akan menyuruh Eka membawakan obat," Bulkrish
"Kamu mau kemana??" Mei
"Tidak kemana mana," Bulkrish
Mei meraih tangan Bulkrish,
"Kamu marah??" Mei
"Tidak," Bulkrish
"Yakin? Bagaimana pun Bara itu Kakakmu dan suamiku-" Mei
"Hentikan!! Aku muak mendengar itu," potong Bulkrish
"Bulkrish-" Mei
Bulkrish menaruh mangkuk bubur di atas meja, tiba tiba Bulkrish mencium Mei dengan ganas, dan Bulkrish mulai memperkosa Mei.
.
Jam 09.26 WITA, Mei terbangun dan melihat Bulkrish di atasnya,
"Bulkrish bodoh, bangun!!" Mei
Bulkrish mengercapkan matanya, Bulkrish menatap Mei,
"Aku mencintaimu Mei," Bulkrish
"Aku tau, jadi menyingkirlah, aku lapar," Mei
"Baiklah," Bulkrish
Bulkrish memakai celananya lagi lalu berdiri, Bulkrish duduk di sisi ranjang Mei yang lain,
"Bulkrish kamu tak marah lagi kan??" Mei
"Masih sedikit," Bulkrish
Mei melanjutkan makan burgernya,
"Mei, aku mendadak harus pergi, kamu bisa kan sarapan sendiri," Bulkrish
"Tentu saja," Mei
"Aku akan menyuruh Eka membawa obatmu," Bulkrish
"Baiklah," Mei
Bulkrsih mendekat ke Mei lalu mencium bibirnya,
"Bulk- hmmpp," lenguh Mei
Bulkrish menyudahi ciuman mereka,
"Mei aku mencintaimu," bisik Bulkrish
Bulkrish pun pergi.
.
Tak lama kemudian, Eka datang membawa obat, Eka menatap Mei dengan tatapan kosong,
"Mei, waktunya kamu minun obat," Eka
"Wajahmu juga sama Eka, tadi Bulkrish sekarang kau," Mei
"Aku tidak kenapa napa," Eka
"Aku bahkan tak menanyakan kau kenapa. Eka, apa kau marah padaku?" Mei
"Andai aku bisa marah padamu, sayangnya aku tak bisa melakukan itu, cintaku terlalu besar untuk marah padamu," Eka
Mei menatap Eka sambil meminum obatnya, setelah minum obat dan Eka akan pergi, Mei meraih kecil belakang baju Eka,
"Eka," lirih Mei
"Aku beneran gak marah Mei," Eka
"Kau gak marah, tapi apa kau membenciku?" Mei
"Jangan konyol," Eka
Eka menaruh nampan yang ia bawa di meja, lalu menindih Mei dengan kedua lengannya sebagai tumpuan agar Mei tak keberatan,
"Eka-" Mei
"Jangan pernah mengatakan hal itu Mei," Eka
selamat siang👍
semangat terus ya💖
mampir juga di novel terbaruku "Suami dadakan" ya💖
salam dari kisah danau hijau buatan kakek
aku tunggu nih😁