Spin off Kings and Queens dan My Darling...
Disaat Eléonore Blair McGregor bertemu dengan Billy Gallagher Luna, dia masih berusia lima tahun. Elle dan Billy melakukan perjanjian 15 tahun kemudian, Elle akan meminta sesuatu pada Billy di hari ulangtahunnya ke 20.
Sayang, Billy mengalami kecelakaan di usianya ke 15 yang mengakibatkan amnesia berat dan hanya ingat keluarga intinya. Billy melupakan semua terutama Elle dan janjinya.
Elle berusah membuat Billy ingat tapi tidak berhasil hingga Billy berpacaran dengan seorang gadis. Elle akhirnya menyerah dan menerima cinta Eliot. Disaat Elle sudah bersama Eliot, Billy mengingat semuanya. Sekarang giliran Billy mengejar Elle tanpa perduli statusnya.
Generasi ketujuh klan Pratomo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Billy Terkejut
Apartemen Eléonore
Billy makan malam bersama dengan Eléonore dan Eliot yang tampak mesra satu sama lain. Meskipun usia mereka masih belasan, tapi baik Eléonore dan Eliot tampak lebih dewasa dalam hubungan mereka. Eliot sangat santun pada Eléonore seperti menjaga gadis itu dengan penuh kasih sayang.
Sesuatu yang tidak pernah dilihat Billy sebelumnya. Billy tidak heran jika akhirnya Eléonore move on karena memang Eliot sebaik itu.
"Mbak Shaera katanya mau ke London lho kak ..." ucap Eléonore ke Billy.
"Dalam rangka apa?" jawab Billy.
"Kunjungan kerajaan Oman dan bang Eren yang menggantikan Oom Kemal. Kan bang Eren sudah mulai dipercaya menjadi pemimpin Oman ..." senyum Eléonore.
"Elle, kita harus ke London juga ..." celetuk Eliot.
Eléonore menatap Eliot bingung. "Ngapain ?"
"Marketing Burberry..."
Eléonore terbahak. "Kamu tuh ! Mbak Shaera juga pakai Burberry lho... Jadi tidak perlu marketing lah ..."
"Lho wajib .. Buat promosikan produk itu semua harus didekati. Kebetulan kamu itu saudaranya orang beken dan berpengaruh semua jadi aku kan sekalian menyelam, tenggelam lah ..." eyel Eliot.
"Kamu benar-benar serius mau ambil alih Burberry ya?" kerling Eléonore.
"Iyalah. Aku sudah lahir di dunia Burberry..." jawab Eliot jumawa.
"Memang mbak Shaera kapan datang ?" tanya Billy.
"Besok Jumat sampai London dan disambut Raja Henry dan Ratu Medeline... Plus pangeran Louis. Soalnya mas Richard dan mbak Alisha ada acara di Brussels..." jawab Eléonore.
"Kamu pulang ?" tanya Billy.
"Belum tahu. Tergantung kuliah kita padat atau nggak. Kalau tidak dan mbak Shaera minta ketemuan, ya aku pulang ... "
Billy mengangguk.
"Aku dengar Oman sekarang jadi negara Timur Tengah yang kaya raya tidak kalah dengan Arab Saudi dan UAE ya Elle ?" tanya Eliot.
"Alhamdulillah... Semua negara yang dipimpin para kakak ipar aku menjadi negara aman dan semakin tinggi pendapatan perkapita nya ..." senyum Eléonore.
Eléonore tidak bohong karena kakak iparnya seperti Emir Rauf Khalid yang memimpin Qatar juga semakin disegani apalagi istrinya adalah Diana Blair Zidane yang memiliki pengaruh dari keluarga Blair New York, lalu Emir Eren Al Sharif dari Oman bersama istrinya Shaera Blair Dubai yang merupakan putri Damian Blair, Emir Dubai. Terlepas pengaruh keluarga Blair, tapi memang Rauf dan Eren adalah pemimpin yang cakap dan adil.
"Keluarga kamu memang mengerikan..." kekeh Eliot. "Hanya saja, aku bakalan sebal Saban ketemu mbak Lena. Selalu bawa-bawa sengketa jaman moyang ..."
Eléonore dan Billy tertawa. "Kamu tahu sendiri kan mbak Lena hobi cari ribut ..." senyum Billy.
"Asli, kak Billy. Aku heran sama kamu, kok bisa tabah punya kakak macam mbak Lena..." sungut Eliot. "Kalau aku sudah mendapatkan uban secara dini ..."
"Kamu belum bertemu dengan mbak Rania dan mbak Nyunyun... Pasti akan lebih pusing lagi ..." ujar Eléonore.
"Duh !" Eliot langsung memegang pelipisnya. "Aku langsung migrain..."
***
Eliot mengantarkan Billy menuju hotelnya yang tidak jauh dari gedung apartemen Eléonore. Eliot memang baru saja mendapatkan SIM nya dan kedua orangtuanya memberikan mobil BMW bekas karena menurut John Tudor, Eliot lebih mending pakai mobil bekas dulu agar kalau terjadi sesuatu, tidak merasa nelangsa.
"Kak Billy tidak menginap di apartemen Elle saja ?" tanya Eliot sambil menemani Billy di Lobby.
"Apartemen Elle cuma satu kamar tidur dan aku tidak bisa tidur di sofa ... Tak apa, semalam saja kok ..." jawab Billy.
"Iya sih tidur di sofa tidak enak meskipun Sofanya Elle termasuk besar dan empuk ..." kekeh Billy.
"Lho kamu pernah tidur di apartemen Elle?" tanya Billy terkejut.
"Pernah dan aku sudah minta ijin sama Oom Charles dan Tante Raine soalnya kita lembur buat tugas. Aku tidak kuat nyetir karena sudah ngantuk berat jadi aku tidur di apartemen Elle, di sofa."
"Kamu minta ijin ke Oom Charles?" Billy cukup terkejut dengan adab yang dimiliki Eliot. Secara remaja itu adalah anak Inggris asli yang biasa hidup bebas.
"Iyalah kak ... Bagaimana pun Oom Charles dan Tante Raine berhak tahu agar tidak terjadi fitnah dan paham bahwa aku menjaga Elle ..."
Billy salut dengan sikap dewasa Eliot padahal remaja itu baru menginjak 18 tahun tapi memiliki sikap dewasa yang tidak terpikirkan remaja seusianya.
"Kamu baik Eliot. Tak heran jika Elle suka sama kamu ..." ucap Billy.
"Elle adalah segalanya bagiku kak. Aku sudah suka padanya saat kami hendak pemotretan... Butuh waktu lama buat meyakinkan Elle bahwa aku benar-benar sayang padanya karena dia seperti memiliki benteng tinggi..." Eliot tersenyum. "Tapi setelah benteng itu terbuka, aku semakin sayang padanya."
Entah mengapa hari Billy seperti kena pukul Mike Tyson karena ada rasa tidak suka dan ... Cemburu. Yah aku cemburu bagaimana Elle mendapatkan cinta yang sedemikian indahnya dari Eliot.
***
Eléonore sedang bersiap untuk tidur ketika mendengar notifikasi panggilan video dan sudah pasti itu kakak-kakaknya. Keluarganya rutin melakukan panggilan video paling tidak seminggu sekali demi saling memberi kabar dan menistakan satu sama lain. Terkadang Eléonore sering gemas karena tidak hanya yang cowok-cowok sering tidak ingat umur, istri dan anak tapi yang cewek pun sama saja.
"Assalamualaikum..." sapa Eléonore saat melihat layar iMac nya.
"Wa'alaikum salam..." balas kakak-kakaknya.
Eléonore bisa melihat wajah kusut Raihanun sambil memangku Yura yang tampaknya habis menangis.
"Yura kenapa mbak Nyun?" tanya Eléonore sambil melihat keponakannya tampak memar pipinya.
"Gelut ... " jawab Raihanun santai.
"HAAAAHHH?" seru semuanya.
"Siapa yang ngajak Gelut keponakan comelnya Tante Rania .. Sini Tante ambil ginjalnya..." gadis Rania membuat semua orang jengah.
"Woii Gelut sama Sora dan Mura. Masih mau kamu ambil ginjalnya mbak !" hardik Raihanun sebal karena kakaknya tidak insyaf soal hobinya mengambil organ tubuh manusia terutamanya dari orang-orang jahat yang sudah mati.
"Kok bisa ?" tanya Ashley Moretti Ferguson.
"Rebutan mainan ditambah pada baru pulang latihan Kendo. Auto dipraktekkan lah tapi bukan pakai pedang Kendo..." kekeh Raihanun.
"Lha pakai apa?" tanya Nefa Blair yang heran bagaimana bisa Raihanun santai saja dengan kembar tiganya. Sementara dirinya satu saja sudah pusing.
"Sendok kayu... " jawab Raihanun. "Yura kena paling telak sementara Sora dan Mura memar di lengan. Sekarang sedang kena tauziah Chen-ge..."
Semua kakak dan adik Raihanun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Salut buat Jonathan yang sabar dengan kacaunya rumah kalian ..." jawab Biana Pascal Rossi.
"Oh jangan ditanya ... Stok aspirin dan teh chamomile buanyaaaakkk..." gelak Raihanun.
Eléonore menggelengkan kepalanya, merasa pusing mendengar ucapan Raihanun.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️