“Kupikir kau akan memperjuangkanku.”
menikah dengan orang yang amat vivi benci , karna perjodohan yang sudah dilakukan sebelum dia lahir akankah keduanya akur , ikuti ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviana Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Setelah memasukkan belanjaan ke dalam bagasi , vivi mengajak suaminya untuk pergi ke kedai es krim yang ada di dalam mall , keduanya berjalan sampai ada bocah yang lari lari menabrak vivi , untung saja jarak antara dicky dan istrinya tidak terlalu jauh , dengan sigap dia menangkap istrinya ke dalam pelukannya “ kamu tidak apa apa” tanya dicky pada istrinya yang terlihat kaget ,
“ iya aku gak apa apa” ucap vivi sambil melepaskan tubuhnya dari pelukan suaminya ,
“begini saja” ucap dicky sambil memegang tangan istrinya , sambil melangkahkan kakinya
“ …!” dengan cepat vivi menyamakan langkahnya dengan sang suami
“ tangan mu sangat dingin” ucap dicky sambil melihat wajah istrinya
“ku rasa tidak , tanganmu yang terlalu panas” sahut vivi , ya walau kenyataan uanh dikatakan dicky memang benar jika suhu tangannya memang dingin dari pada tangan suaminya
“ aku bisa memanaskanmu jika kamu mau?” bisik dicky pada istrinya dengan nada menggoda
Wajah vivi merona merah seketika mendengar ucapan suaminya “ dasar mesum”umpat vivi
Dicky terkekeh mendengar ucapan istrinya , “apa yang kau pikirkan istriku , jangan jangan kau memikirkan …… ? aku tak menyangka aku menikah dengan wanita mesum” ucap dicky dengan nada menggoda , langsung saja sebuah cubitan mendarat di pinggangnya “ ah ampun ampun” ucap dicky , dengan nada memohon pada istrinya , namun dia tak melepaskan genggaman tangannya pada sang istri
Karna menjadi bahan tontonan vivi menghentikan kegiatannya “ayoo cepat entar keburu sore” ajak vivi
Dicky hanya berdecak melihat tingkah istrinya yang seolah menyalahkannya karna sudah memperlambat langkah mereka ,
Kini keduanya sudah berada di depan kedai es krim vivi sudah memesan es krim kesukaannya “kau tidak mau pesan?” tanya vivi pada suaminya yang sedang membayar pesananya
“ aku tidak suka” ucap dicky datar
Beberapa saat kemudian kini keduanya sudah berada di tempat parkir , vivi berjalan di belakang suaminya sambil menikmati es krimnya “ aku pernah berpikir jika saat mengandungmu mami ngidam es krim” celetu vivi
“ kenapa?” tanya dicky tanpa berbalik melihat istrinya
“ kau tahu kan sikap kamu dingin , resek nyebelin , bahkan aku pernah berpikir jika sampai tua kau tidak akan menikah , setelah mendengar gosip kamu jomblo” ucpa vivi tanpa rasa bersalah , dia malah terkekeh saat mengingat dia berpikir
siapa wanita yang mau menikah dengan bosnya iyu , eh malah dirinya yang kini menjadi wanita yang selalu dia tanyakan dalam benaknya setiap menerima semprotan bosnya , ironis bukan?
“ apa kau tidak akan masuk” tanya dicky dari dalam mobik , dia sudah dongkol dengan ocehan istrinya
“apa kau tidak lihat aku masih berjalan”celetu vivi , kemudian bergegas masuk kedalam mobil ,.
Brak
Dicky melihat istrinya yang baru saja membanting pintu mobilnya
“ kenapa , gak terima pintunya aku banting?” tanya viv , saat melihat tatapan mata dicky yang tak bersahabat , kemudian dia melengos melanjutkan makan es krimnya yang tinggal setengah gelas , vivi terkejut saat tanggan suaminya memaksa dia menoleh kearah sang suami dengan merangkul tengkuknya , dia bertambah terkejut saat benda kenyal sudah menempel dibibirnya ,
Dicky mulai menyesap bibir istrinya yang terasa manis efek es krim yang dimakan , melumatnya dengan lembut , tak lama kemudian istrinya membalas ciumannya , keduanya menikmati setiap lumatan, hisapan bibir keduanya dengan nafas yang tersengal sengal , detak jantung mereka tak karuan ,
※
Dicky melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang , keduanya kini merasa canggung dengan apa yang beberapa saat lalu mereka lakukan , andai saja tidak ada telefon yang mengganggu mereka mungkin kini mereka masih ada di tempat parkir mall.
Saat ini dicky maupun vivi menenteng belanjaan mereka , membawa masuk ke dalam apartemen , “ capek” seru vivi setelah menaruh paper bag di lantai dekat kulkas , kemudian dia memasukkan sayur dan daging ke dalam kulkas , sedangkan Dicky kebagian menaruh beras ke dalam Tupperware rice Smart “ perlu aku bantu” tanya Dicky karena dia sudah selesai terlebih dulu.
“ tentu , bantu menata telur” ucap vivi yang kini tengah jongkok , menata sayur dengan rapi , setelahnya dia berganti menata daging di dalam freezer
Dicky melakukan pekerjaannya sesuai dengan yang diperintahkan istrinya .
Pikiran vivi berkecamuk , mengenai suaminya, dia tidak habis pikir jika suaminya itu sangat mesum, suka nyosor tanpa lihat tempat , yang begitu membuat dia heran ternyata kalau suaminya itu mempunyai sifat ganda , di kantor dia sangat menyebalkan , sedangkan di rumah dia sangat mesum. Yang jadi pertanyaab besar baginya , bagaimana sifat suaminya saat dikantor?
Ctuk
“ apa apa kau , kenapa menjitakku” celetu vivi sambil mengelus kepalanya
“kau dengar, kulkasnya sudah berbunyi dari tadi tapi kau belum menuyupnya” ucap dicky mengingatkan istrinya “ bahkan aku sudah memanggil mu beberapa kali” imbuhnya
Vivi hanya memanyunkan bibirnya karna kesal , kemudian menutup pintu kulkas , setelah itu dia beranjak pergi
Dicky hanya menggeleng melihat tingkah istrinya “ sabar” gumamnya pelan
bersambung
terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karya saya 😘