NovelToon NovelToon
Salah Alamat Berujung Di Pelaminan

Salah Alamat Berujung Di Pelaminan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Nayla Putri tidak menyangka kalau niatnya menolong orang yang pingsan di depan pintu rumahnya harus berahir di pelaminan Bagaimana Nayla menjalani pernikahan dadakannya itu ? apakah Nayla akan bahagia ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keseruan di Empang

Suara hantaman air yang sangat keras menggema di area empang. Tubuh tinggi tegap Gibran Mahardika sukses tercebur masuk ke dalam kolam empang lumpur sedalam dada orang dewasa. Topi caping bambunya terlepas dan mengapung dengan menyedihkan di permukaan air.

Nayla dan Adi sempat terdiam selama tiga detik karena syok, sebelum akhirnya ... tawa Nayla pecah meledak-ledak tak tertahankan. Nayla tertawa sampai memegangi perutnya yang kram, bahkan tubuhnya sampai berjongkok di tanah saking gelinya melihat pemandangan di depan matanya.

"Bwa ha ha! Mas ... Mas Gibran! Ya ampun, mukamu!" tawa Nayla membahana, air mata geli sampai menetes di sudut matanya.

Gibran muncul ke permukaan air, menyeka wajahnya dari air empang bercampur sisa-sisa tanaman ganggang hijau yang kini menempel rapi di atas kepalanya bak rambut palsu bernuansa alam. Wajah tampannya kini dipenuhi noda lumpur hitam di bagian pipi dan hidungnya.

Pria itu menatap Nayla yang sedang menertawakannya di tepi empang dengan pandangan mata yang menyipit berbahaya. "Oh ... seru ya ketawa di atas penderitaan Pihak Kesatu, hah?"

"Hahaha! Maaf, Mas, tapi kamu bener-bener mirip ... mirip lele raksasa penunggu empang Mang Udin! Hahaha!" ledek Nayla lagi, masih belum bisa menghentikan tawanya.

Gibran tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang sangat berbahaya. Ia berjalan perlahan menerobos air empang yang berat, mendekati posisi Nayla yang sedang lengah di tepi kolam yang berjarak sangat dekat.

"Sini, Nay. Bantu suami lu keluar," kata Gibran dengan suara yang mendadak melunak, mengulurkan kedua tangannya yang penuh lumpur ke arah Nayla.

Nayla yang masih terpingkal-pingkal tanpa curiga mengulurkan tangan kanannya untuk menarik Gibran. "Iya, iya, sini ... aduh, makanya jangan sombong "

Belum sempat Nayla menyelesaikan kalimatnya, Gibran dengan gerakan secepat kilat mencengkeram pergelangan tangan Nayla, lalu menarik tubuh kecil istrinya itu dengan satu sentakan kuat ke arah kolam.

"Kyaaa! Mas Gibran"

BYURRRRR!

Untuk kedua kalinya, suara hantaman air terdengar. Kali ini, Nayla ikut sukses masuk ke dalam empang, menyusul suaminya. Daster batik longgar milik ibunya kini basah kuyup, menempel ketat di tubuhnya, dan wajah cantiknya juga langsung terciprat lumpur hitam empang.

Nayla muncul ke permukaan sambil terbatuk-batuk, matanya melotot tajam ke arah Gibran yang kini sedang tertawa renyah dengan kepuasan tingkat tinggi.

"Mas Gibran gila ya! Jahat banget! Bajuku basah semua!" amuk Nayla sambil memukuli dada bidang Gibran menggunakan kedua tangannya yang basah.

Gibran tidak menghindar. Ia justru menangkap kedua tangan Nayla, lalu menarik pinggang gadis itu mendekat hingga tubuh mereka tidak menyisakan jarak di dalam air kolam.

Gibran meraih segenggam air bersih dari permukaan, lalu dengan lembut membasuh noda lumpur di pipi Nayla, mengabaikan Adi yang kini berbalik arah sambil menutup matanya sendiri karena malu melihat kemesraan kakaknya.

"Nah, sekarang adil kan? Sama-sama jadi penunggu empang," goda Gibran, wajahnya mendekat hingga hidung mereka yang sama-sama kotor berantakan saling bersentuhan.

Nayla yang semula marah, mendadak kehilangan kata-kata melihat tatapan mata Gibran yang begitu lekat dan dipenuhi binar kebahagiaan yang tulus.

Tawa kecil akhirnya kembali lolos dari bibir Nayla, kali ini bercampur dengan getaran hangat di dalam dadanya. Ia memercikkan sedikit air ke wajah Gibran. "Menyebalkan. Mas Gibran bener-bener merusak reputasi CEO dunia!"

"Gue enggak butuh reputasi dunia, Nay. Gue cuma butuh reputasi jadi suami terbaik yang bisa bikin lu tertawa lepas seperti ini setiap hari," bisik Gibran lembut, lalu mengecup hidung Nayla yang masih sedikit kotor oleh lumpur.

Di bawah hangatnya sinar matahari pagi pedesaan yang mulai meninggi, di dalam kolam empang yang penuh lumpur, tawa mereka berdua berpadu menyatu dengan alam. Sebuah piknik dadakan di kampung halaman yang sangat kotor, sangat kacau, namun menjadi momen paling romantis dan tak terlupakan dalam hidup mereka berdua.

Air empang masih bergoyang pelan setelah aksi balas dendam Gibran yang sukses menyeret Nayla masuk ke dalam kolam lumpur. Bau tanah basah bercampur air sawah memenuhi udara pagi, sementara suara tawa mereka masih terdengar hingga ke pematang.

Nayla mendengus kesal sambil menyibakkan rambutnya yang kini basah kuyup. “Aku bener-bener enggak habis pikir sama kamu, Mas. CEO kayak kamu bukannya main golf atau bu buk cantik, malah nyemplung empang.”

Gibran menyeringai santai. “Pengalaman hidup harus lengkap.”

“Lengkap apanya? Ini mah memalukan.”

“Enggak juga.” Gibran melirik Nayla dari ujung kepala sampai kaki. “Malah lucu.”

Nayla langsung memercikkan air ke wajah suaminya. “Aku serius!”

“Aku juga serius.”

“Di mana seriusnya?”

“Lu tetap cantik walaupun belepotan lumpur.”

Nayla langsung terdiam beberapa detik sebelum wajahnya memerah malu.

“Gombal.”

“Fakta.”

“Mas Gibran kalau muji suka enggak kira-kira ya.”

“Kalau cantiknya kelewatan, mau gimana lagi?”

Nayla mendecakkan lidah, tetapi diam-diam bibirnya melengkung menahan senyum.

Di tepi empang, Adi yang sejak tadi memperhatikan malah menggeleng heran. “Kak Gibran tuh kalau sama Kak Nayla beda banget ya.”

Gibran mengangkat alis. “Maksudnya?”

“Ya … biasanya orang kaya kan jaim.”

“Gue juga jaim.”

Nayla langsung tertawa keras. “Bohong besar! Jaim dari mana? Baru juga pulang kampung sehari udah jadi manusia empang.”

Gibran malah terkekeh santai. “Demi istri, reputasi rela dikorbankan.”

“Cieee!” goda Adi sambil tertawa.

“Udah, jangan ikut-ikutan.”

Nayla yang masih kesal pura-pura memukul lengan Gibran pelan. Namun pria itu justru menangkap tangannya lalu menarik Nayla makin dekat sampai gadis itu hampir terpeleset lagi.

“Mas!” pekik Nayla panik.

“Tenang, gue pegang.”

“Justru itu yang bikin bahaya!”

Gibran tertawa puas melihat wajah panik istrinya.

Matahari pagi mulai terasa hangat di kulit mereka. Air empang yang awalnya terasa dingin kini justru menjadi menyenangkan.

Tiba-tiba Gibran menunduk, lalu mengambil sesuatu dari dalam air.

“Ini apaan?” tanyanya sambil mengangkat seekor ikan kecil yang bergerak liar di tangannya.

Nayla langsung membelalak. “Mas! Itu ikan mujair!”

“Ih, licin banget.”

Belum sempat Gibran memegang kuat, ikan itu meloncat bebas tepat ke arah dada Nayla.

“Astaga!”

Nayla menjerit heboh sambil berusaha menghindar. Refleks, ia langsung memeluk leher Gibran erat-erat.

Sementara Gibran malah tertawa sampai bahunya bergetar.

“Takut ikan doang?”

“Ikanmu nyerang aku!”

“Ikan gue?”

“Iya!”

“Padahal tadi bilang gue mirip lele.”

“Karena memang mirip!”

“Kalau gitu lu istrinya lele.”

“Mas Gibran!”

Adi sampai tertawa ngakak melihat mereka saling balas ledek seperti anak kecil.

Beberapa warga sekitar yang lewat di jalan setapak pun mulai melirik ke arah empang sambil tersenyum heran melihat pasangan suami istri itu bermain lumpur tanpa jaim sedikit pun.

Nayla yang sadar diperhatikan orang-orang langsung salah tingkah. “Mas, ayo naik! Malu diliatin tetangga.”

“Biarin.”

“Kan aku jadi bahan gosip.”

Gibran mendekatkan wajahnya pelan. “Bilang aja suami lu ganteng.”

Nayla spontan mendengus geli. “Pede banget.”

“Emang salah?”

Nayla diam sejenak, lalu tersenyum kecil. “Enggak sih.”

“Hm?”

“Memang ganteng.”

Kini giliran Gibran yang sedikit terdiam.

Nayla terkekeh puas melihat ekspresi suaminya yang mendadak kehilangan kata-kata.

“Tumben diem, Mas?”

“Lagi menikmati pujian.”

“Dasar narsis.”

“Tapi senang dengernya dari lu.”

Suasana mendadak terasa lebih hangat.

Tidak ada kemewahan.

Tidak ada jas mahal.

Tidak ada rapat bisnis atau kehidupan glamor kota.

Yang ada hanya mereka berdua, tertawa di tengah empang berlumpur dengan kebahagiaan sederhana yang terasa begitu tulus.

Gibran lalu mengusap pelan pipi Nayla yang masih terkena lumpur. Tatapannya melembut.

“Nay.”

“Hm?”

“Terima kasih ya.”

Nayla mengernyit bingung. “Buat apa?”

“Karena bikin gue ngerasain hidup kayak gini.”

“Main lumpur?”

“Bahagia.”

Napas Nayla tercekat sesaat.

Pria itu mengatakannya dengan begitu jujur hingga membuat dadanya menghangat.

Dan sebelum Nayla sempat menjawab, Gibran kembali menggoda sambil tersenyum jahil.

“Tapi serius … kalau tiap hari di kampung ada acara empang begini, kayaknya gue betah tinggal sini.”

Nayla langsung tertawa.

“Boleh. Nanti sekalian kerja jadi penjaga lele Mang Udin.”

“Gajinya berapa?”

“Satu ember ikan asin.”

“Kurang.”

“Tambah cinta dari istri.”

Gibran langsung tersenyum lebar. “Nah, itu baru cukup.”

Dan sekali lagi, tawa mereka pecah memenuhi udara pagi desa yang damai.

1
Shinta Apriyani
🥰
Shinta Apriyani
sehat² Bumil n calon Debay🥰
Shinta Apriyani: sama²🥰
total 2 replies
Rio Mario
cerita nya bagus banget.... semangat ka othor nulis nya
MayAyunda: siap kak terimkasih
total 1 replies
Shinta Apriyani
Alhamdulillah selamat Nay
Shinta Apriyani: sama²☺️..ttp semangat ya👍
total 2 replies
gibran salamun
makin seru aja jalan ceritanya Nayla gak bisa diremehkan biar dari keluarga sederhana
MayAyunda: terimkasih🙏
total 1 replies
Shinta Apriyani
bhsnya ganti Ghibran jgn gw lo lg ya
MayAyunda: siap kak
total 1 replies
Shinta Apriyani
Akhirnya...haaah ikut lega👍☺️
MayAyunda: he he 😄🙏
total 1 replies
M. T🌻
semngat Thor, jangan lupa mampir yar😊
MayAyunda: siap.terumkasih kak
total 1 replies
M. T🌻
semngat Thor💪
Rio Mario
kok cerita nya kaya ngulang ya ?? bknnya seharusnya momen bapaknya minta maaf Nayla dihadapan banyak orang,,🤔
MayAyunda: maaf ..uthornya lagi kurang AQua🙏😁😁
total 1 replies
Preic
kenapa bab ini kayak bab awal2 ya pembicaraan mereka, pleasw thor untuk kembangkan kembali ceritannya.. sudah mulai menarik padal
sory ya thor 🙏
MayAyunda: siap kak .terimakasih sarannya 🙏🙏
total 1 replies
Shinta Apriyani
🤭😄
Shinta Apriyani
Bagus ceritanya..Ringan..menghibur g bikin hari esmosi
Shinta Apriyani
lanjutttt👍
Shinta Apriyani
👍👍🙂
mbaa An
selamt pagi thor,mumpung ini hari minggu apa ga pengen thor kasih doubel up😄🤭😍 trimaksih kak,sehat slalu dan tetap semangat😍
MayAyunda: di usahakan kak ..tapi kadang otak nggk mampu kak soalnya nggak cuma satu buku disambi buruh kak 😀😀🙏🙏
total 1 replies
Shinta Apriyani
ehemmm
MayAyunda: hai kak terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Shinta Apriyani
Bagus ceritanya..sy suka..sy suka👍👍👍👍🙂
MayAyunda: terimakasih 🙏🙏
total 1 replies
Shinta Apriyani
👍👍
SANG
Ceritanya seru banget💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!