NovelToon NovelToon
Safira [Sugar Baby]

Safira [Sugar Baby]

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Teen / Selingkuh
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: putrijawa

SPIN OFF Ayah Untuk Safira

Dihadapkan dengan kenyataan bahwa status dirinya merupakan anak rahasia, membuat Safira harus extra hati - hati untuk bersikap dengan seorang pria. Belum lagi sikap sang ayah yang seolah enggan menganggap keberadaannya. Semakin membuat Safira membenci sosok ayah biologisnya.
Beruntung Safira masih memiliki sosok laki - laki yang bisa ia jadikan sosok panutan. Laki - laki yang nantinya akan menjadi role mode nya untuk mencari tambatan hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrijawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapture 16.

Arya memijit pelipisnya yang mulai terasa pening. Ia masih tak menyangka jika Safira bisa dengan mudahnya mengetahui perbuatannya yang telah ia tutup dengan rapat.

"Apa Risa yang ngasih tau semua itu ? Tapi gak mungkin Risa setega itu. Dia pasti masih memikirkan perasaan Safira." gumamnya pelan.

Namun detik berikutnya pemikirannya teralihkan mengingat Safira menanyakan prihal adik laki - lakinya. "Apa Papa punya istri lagi tanpa sepengetahuan Mama ?"

Pria itu menghembuskan napas kasar. Terlalu pening kepalanya memikirkan sang ayah yang memiliki banyak istri. Terhitung mungkin sudah empat kali ayahnya menikah. Namun usia pernikahan itu tak pernah panjang karena sang istri tak kunjung hamil ditahun pertama pernikahan mereka.

"Apa aku tanyakan saja pada Papa ?", ucapnya bermonolog.

Tepat saat ia ingin mencari kontak sang ayah atensinya teralihkan dengan suara seseorang.

"Daddy ngapain aja, sih ? Lama banget ? Jangan bilang daddy mulai cari gadis baru, ya ?"

Arya mengurungkan niatnya untuk menelpon sang ayah. Ia menatap dingin perempuan yang tengah duduk diatas pangkuannya. Tangan mungil itu bergerak menjamah dada bidangnya yang tak mengenakan sehelai benang pun.

"Bukankah daddy sudah pernah bilang tentang ini dan kamu tidak keberatan jika suatu saat daddy ingin berpaling ?" ucapnya mengingatkan.

Perempuan yang tak lain adalah Kalula mengerucutkan bibirnya. Terlihat jelas jika gadis itu tengah kesal dengan ucapan pria tersebut.

"Apa karena Safira ? Seberapa hebat, sih dia sampai daddy gak bisa berpaling dari dia ? Padahal daddy sendiri yang bilang kalo daddy gak akan memakai perempuan yang pernah daddy tinggalkan. Tapi kenapa seolah gak berlaku dengan Safira. Apa hebat dia ?"

Pertanyaan yang terlontar dari bibir Kalula membuat dada Arya bergemuruh. Sungguh hatinya sakit saat putri kebanggaannya dibandingkan dengan para perempuan yang pernah dia 'pakai'.

"Safira tidak seperti itu. Lebih baik kamu bersiap. Daddy akan antar kamu pulang."

Ucapnya seraya menurunkan Kalula dari pangkuannya. Ia bahkan tak lagi mau melihat wajah gadis yang baru saja melayani nafsu bejatnya.

Kalula memandang punggung sugar daddynya. Kilatan amarah jelas terpancar diwajahnya.

"Semenjak ketemu Safira satu tahun lalu, daddy jadi banyak berubah. Apa yang udah dia kasih ke daddy sampek daddy sering abai sama gue ? Padahal gue selalu kasih service terbaik buat daddy." ucapnya kesal.

"Kalo gini ceritanya, gue harus cari cadangan. Bisa dipastiin dalam waktu dekat gue bakal dipecat jadi sugar babynya daddy." gerutunya seraya berjalan ke arah ranjang.

***

Adit menatap layar ponselnya yang menunjukkan sebuah nama. Sedari tadi ia tengah melakukan panggilan pada Safira, namun hingga di panggilan ketiga pun gadis itu belum juga menjawab panggilannya.

"Masa iya kamu belum pulang sekolah, Fi. Sesibuk apa, sih jadwal kamu di sekolah ?" gerutu pemuda itu masih dengan menatap layar ponselnya.

Adit memang tak tahu mengenal Safira yang telah berstatus sebagai mahasiswa. Setahunya gadis yang ia cintai sejak kecil itu selalu menyibukkan diri dengan belajar dan belajar. Ia juga tahu jika Safira kerap kali menjuarai setiap olimpiade yang diikutinya.

"Apa dia ada les tambahan, ya ?" tanyanya lagi pada dirinya sendiri.

Kepalanya mendongak saat samar mendengar suara sang kakak mendekat. Ia memperhatikan kakaknya yang tengah asik berbicara dengan temannya.

"Kenapa, sih milih temen yang kayak dia ?" gumam Adit pelan saat melihat sosok perempuan yang bersama kakaknya.

Bagaimana tidak ? Teman kakaknya itu memakai seragam sekolah yang serba ketat. Berulang kali mendapat teguran dari pihak sekolah namun sepertinya tak membuat gadis itu jera dengan pakaiannya. Apalagi dandanannya yang seolah tengah pergi ke pesta. Sungguh mata Adit risih melihatnya.

"Dit, lo pulang duluan aja. Gue sama Bilqis mau ke mall dulu." ucap Aqilah ketika telah mendekat pada adiknya.

Adit memindai penampilan kakaknya yang tampak beda dari saat mereka berangkat tadi. "Kenapa rok lo jadi pendek gini, Kak ? Perasaan tadi pagi masih selutut, deh ?"

Aqilah memindai rok sekolahnya yang memang sudah berada beberapa jari diatas lutut. Lalu ia menatap adiknya. "Lah, gue kalo disekolah 'kan emang kayak gini ? Kenapa baru protes sekarang ?"

"Stop, ya, Dit." tangan Aqilah sudah terangkat ke depan wajah sang adik saat dilihatnya pemuda itu akan melayangkan protesannya. "Gak usah banyak protes. Gue udah izin sama nyokap dan nyokap juga udah izinin. Jadi gak usah ngelarang - ngelarang gue karena gue juga gak bakal ngelarang lo yang mau pergi entah kemana bareng temen - temen lo. Udah, ya. Gue pergi dulu. BYE."

Gadis itu langsung pergi meninggalkan Adit yang tampak kesal. Lalu berjalan menuju mobil hitam yang sudah terparkir di dekat gerbang sekolah. Keduanya tampak masuk kedalam mobil yang langsung melaju meninggalkan pelataran sekolah.

"Lo itu gak pernah bisa milih temen yang bener, Kak. Coba aja kita bisa satu sekolah sama Fia. Pasti lo gak bakal salah pergaulan kayak gini."

Bukan tanpa alasan Adit mengatakan hal tersebut. Pasalnya ia sangat tahu bagaimana karakter dan bebasnya pergaulan Bilqis, yang tentu saja akan mempengaruhi kakaknya.

Adit bukanlah anak rumahan yang tak mengerti dunia luar. Ketidak pedulian orang tuanya membuat Adit lebih sering menghabiskan waktu diluar rumah. Namun ia masih bisa memilah mana yang bisa diikuti dan tidak.

"Woi, Dit. Nape lu ?", tanya Raka, temannya, sambil menghampiri motornya yang terparkir tepat disebelah motor Adit.

"Paling lagi ngawasin kakaknya." sahut Dirga yang juga baru sampai ke parkiran.

"Eh, betewe. Cewek yang lo taksir itu sekolah di Harapan Pertiwi 'kan ? Kita mau kesana, nih. Gak masuk, sih. Cuma nongkrong di warung depan sekolah itu. Kali aja lo lagi beruntung, trus bisa ketemu sama doi." ucap Dirga yang telah duduk diatas motornya.

"Yoi. Gue juga pengen liat cewek yang lu taksir. Secantik apa, sih sampek semua cewek - cewek yang ada disekolah ini pada lo tolak," timpal Raka sambil menaik turunkan alisnya.

Sudut bibir Adit terangkat saat membayangkan wajah Safira yang tengah tersenyum. "Dia cantik banget, tau. Lo berdua juga pasti bakal naksir kalo udah liat dia secara langsung."

Raka dan Dirga tertawa pelan. Mereka berdua sempat melihat bagaimana rupa Safira karena Adit menjadikan poto Safira yang diambilnya dari akun sosial media gadis itu sebagai wallpaper ponselnya.

"Emang lo rela saingan sama kita?" tanya Raka yang langsung dihadiahi Adit dengan tatapan tajamnya.

"Nah, gak rela lo 'kan?" goda Raka yang kembali tertawa.

"Lagian lo payah banget jadi cowok. Kalo naksir langsung tembak ajalah. Mau nunggu apalagi coba?" tanya Dirga yang sudah memasang helmnya.

"Gak segampang itu naklukin hatinya. Dia bukan cewek sembarangan yang gampang luluh cuma dengan rayuan dan harta," jelas Adit seraya tersenyum.

Ia sudah mengenakan helm dan jaketnya. Bersiap menjalankan motornya meninggalkan sekolah dan dua temannya.

"Sialan, malah ditinggal. Woy tunggu. Elaaah." umpat Raka yang langsung menyalakan mesin motornya mengikuti Adit dan Dirga yang juga telah meninggalkan pelataran sekolah.

1
SarSari_
wuaaahh udah cntik, pinter, lulusan termuda...yg dapetin hatinya safira yakin deh bruntung bngt
cimownim
Safira ketemu siapaa???
MARDONI
Cerita tentang Safira yang harus menghadapi kenyataan sebagai anak rahasia dan sikap ayahnya yang tidak mengakui keberadaannya sungguh menyentuh hati. Namun, adanya sosok laki-laki yang bisa jadi panutan dan role modelnya membuat cerita terasa penuh harapan. Semangat terus untuk karya ini, penasaran banget dengan kelanjutan perjuangan dan pencarian tambatan hati Safira! ✨
MARDONI
Lucu banget melihat Safira yang biasanya santai sampai berdandan khusus buat Bima. Reaksi Rendy juga khas banget sebagai papa yang protektif 😂 Tapi bagian paling manis jelas saat mereka sudah duduk di restoran. Bima yang terus menggoda Safira, Safira yang balik meledek Bima, sampai akhirnya mereka saling menggenggam tangan… suasananya benar-benar romantis dan bikin senyum sendiri.
꧁☆ ⃟⃟Lybu•°Achaa♡ hiatus
Kalo aku jadi Safira kayaknya ngga bakal sekuat itu dehh ngadepin semua cobaan yg dia alami.Masih punya ayah tapi orang itu gaada.Kalo aku sih udah milih buat pasrahh aja ngga kaya dia yg masih kuat.
putrijawa: Safira kuat karna bundanya juga kuat😁
total 1 replies
Hunk
Di keluarga barunya pun ayah nya dah punya anak. Sedih banget.
Hunk
Ibu adalah yg terbaik
MARDONI
hati Safira kelihatan banget nggak nyaman tiap ketemu Arsena 😭 padahal Mamih sama Papih Arsena baik banget. Tapi pas Kaivan datang bawa iga bakar terus Safira langsung senyum cerah itu kerasa beda banget suasananya. Arsena yang ngeliatin dari jauh sambil cemburu tuh bikin deg-degan juga 🥹
putrijawa: takut ada perang ya?
total 1 replies
Izmie kim💜
dua kemungkinan sih cowok lebih banyak pertimbangan kalau di tolak dia takut hubungan yang dulu baik malah akan jadi gak enak aja
Izmie kim💜: nah gitu makanya laki-laki kalau suka sama temen selalu mikir mikir dan nahan dulu kalau mau nembak 🤭
total 2 replies
Izmie kim💜
heh safira anak kandungnya bukan kaya kamu woy
putrijawa: sabar pemirsah
total 1 replies
cimownim
jarang banget dapet papah Sambung sebaik itu😍
SarSari_
lah Adit nih gak update apa gimna sih 😂
putrijawa: gak ada yg tau tentang kemampuan Safira😁
total 1 replies
Indira Mr
Anak nya aku udah gede.. 😂😂😂
putrijawa: halo tante.. anaknya ganteng yaa 🤭
total 1 replies
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Susah yaa jadi anak yg gak bisa marah2 ke org tua😔 padahal kelakuan mereka kadang di luar nurul🤦
putrijawa: bener. apalagi punya sifat gak enakan😔
total 2 replies
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Ayah tukang boong nih
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Selamat ulangtahun ya Safira 🍰
putrijawa: walaupun sudah lewat, tapi trima kasih 🤭
total 1 replies
LOL #555
hah , itu bukan ayah sambung nya kan ?🧐
MARDONI
Safira kelihatan ceria banget di dapur sama Chef Kaivan, apalagi pas dia antusias banget soal masakan. Terus bagian Bima yang chat sambil bercanda soal “calon CEO” itu bikin senyum sendiri. Tapi kalimat terakhir yang tiba-tiba ada orang bilang “takdir ingin mempersatukan kita” itu bikin deg-degan banget 😭
SarSari_
betul , Safira mah cewek mahal...
Izmie kim💜
takut juga ya ngadepin laki-laki kaya gitu setau aku makin di tolak makin gencar mending kita jaga jarak perlahan aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!