"Gue langsung pada intinya saja!"
Rama membuka suara
"Setelah malam ini jangan pura-pura sok Deket sama gue disekolah, kita anggap kalau kita sama sekali gak kenal,jangan pernah kasih tau siapapun tentang pertunangan kita disekolah!"Ucapnya tanpa jeda sedikitpun.
Akh apa yang Rara harapkan ? Rama akan langsung menyukainya?.
Rara hanya bisa tersenyum kecut.
"Tenang aja kak,gua gak bakal kasih tau tentang pertunangan kita kok,gue juga mau cari aman aja."Ucap Rara santai ,ia tak ingin menampakkan raut wajah kekecewaan,yah sebenarnya ia pun tak menerima 100% perjodohan ini.
_____*****_____*****_____*****_____*****_____*****
Semua berawal dari kakek Rara yang ingin tapi persahabatan dengan teman baiknya tak terputus hingga membuat perjodohan dengan cucu temannya
Tapi kenapa harus terjadi kepada Rara??Anak perempuan yang baru beranjak remaja tapi sudah punya calon suami..
Bahkan pacaran Rara belum pernah merasakan nya tapi ia malah langsung punya suami??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merlindea Ananta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Kini semua telah siap ,mereka berangkat ke tempat yang telah di tentukan untuk menjadi titik untuk mereka berkumpul.Mereka langsung tancap gas ketempat yang mereka tuju,Rangga juga sudah berada bersama rombongan mobil Rama.
Selama perjalanan Rara banyak tertidur,sangat bisah sekali gadis itu perempuan sendiri di mobil Rama,seperti tak di anggap ,Sedangkan Rama dan Rangga berbincang bincang sendiri seperti tak melihat ada rara di kursi belakang mobil yang mereka naiki.
"Masih lama gak,kak?"tanya Rara merasa bosan kalau cuma bersama mereka,Ia ingin cepat cepat sampai dan berkumpul bersama taman temannya.Kalau tau seperti ini Rara akan meminta satu mobil dengan Caca dan juga Amel.
Ia juga tak mengerti dengan apa yang dibahas oleh Rama dan juga Rangga,pembahasan yang mereka bahas belum sampai ke level otak Rara,Rama melirik ke arah Rara,melalui kaca spion dengan pengemudi.
"Bentar lagi,"jawabnya singkat.
.
.
.
.
Mobil sudah memasuki pekarangan villa yang megah,villa milik keluarga Hito.
Vila yang sangat terawat dan sangat asri banyak tanaman tanaman dan juga pepohonan.
"Akhirnya sampai juga ya!"ucap Rara turun dari mobil sambil diikuti yang lain .
Amel dan caca berjalan ke arah Rara,mereka berdua langsung saja berhamburan memeluk tubuh sahabatnya yang berpisah dari rombongan mereka.
"Aaaaaa Rara,elo gak di apa apa in kan sama mereka kan ?"tanya Amel sambil mengecek dan membolak balikkan seluruh tubuh sahabatnya.
"Kalo sampai Lo di apa apa in sama mereka,mereka bakal berhadapan sama gue!"ancam Amel sambil melirik ke arah Rama dan Rangga .
"Emang mau gue apain temen Lo,cantik juga kagak!"ucap Rama melewati Rara dan disambung oleh Rangga yang hanya memberikan tatapan dinginnya.
"Sialan!"ucap Rara,kini mereka mengikuti dari belakang para lelaki yang masuk ke dalam vila terlebih dahulu .
"Haii!"panggil Dimas yang duduk sambil melambaikan tangan ke arah mereka bertujuh yang baru saja sampai.
"Udah lama?"ujar Hito ikut duduk di samping Dimas.
"Santai,baru bentaran doank kok kamu nunggu,teman teman gue tapi lagi pada di kamar itu lagi istirahat!"jawabnya menunjuk salah satu pintu yang ada di situ sambil melirik ke arah kami bertiga.
"Mana nih cewek Lo?"tanya nya lagi.
Hito melambaikan tangan nya ke arah Amel,agar Amel mendekat ke arah nya,lantas Amel mengikuti apa yang di intruksikan oleh sang kekasih tercinta.
"Amel"ucap Amel langsung menyalami Dimas.
"Dimas,gue sepupunya cowok Lo santai aja ya kita seumuran."ucap Dimas membalas salaman dari Amel kemudian ia melirik ke arah dua gadis lainnya
"oh ya ini temen gue!"Amel memperkenalkan sahabatnya ke Dimas.
"Caca"
"Dimas"
"Rara"
"Dimas,ada lagi temen gue di kamar tapi nanti aja ya kenalan nya lagi pada istirahat !"terang nya sedangkan para gadis hanya mengangguk.
Selesai berjabatan tangan mereka duduk sambil membahas pembahasan yang ringan, kalau Rama dan Rangga jangan di tanya mereka pasti sudah kenal dengan Dimas jadi tak akan ada acara perkenalan untuk mereka,hanya Jerry yang tak ada di sini karna saat sampai ia langsung masuk ke kamar ,kata Amel Jerry mabuk dalam perjalanan tadi,memang perjalanan ke villa sangat berbelok belok.
"Den ini barang barang nya!"ucap lelaki paruh baya yang memanggil Hito dengan sebutan Aden mungkin memang ini penjaga villa di sini
"Oh iya mang,taruh aja disitu!"intruksi Hito .
"Nah jadi para wanita menepati kamar atas,kami para lelaki menempati kamar yang ada di bawah!"sambung Hito memberikan intruksi kepada para gadis.
"Kalo mau sekamar bertiga juga ada kamar besar di atas yang pintu dekat tangga ,tempat tidur nya luas ,cukup untuk kalian bertiga."tambah nya lagi.
"Siap!"jawab para gadis dengan serempak.
"yang mau istirahat yang mau bersih bersih boleh ke kamar ya yang mau makan silahkan di meja makan sudah ada hidangan yang disiapkan,tapi untuk besok pagi kita wajib sarapan bareng !"intruksi Hito kembali.
"kita ke kamar aja dulu deh kak!"ucap Caca sambil mengambil barang milik nya yang di letakkan mamang tadi.
Rara mengikuti Caca ,badan Rara rasanya remuk walaupun cuma sebentar perjalanan kemari tapi jalannya tuh belok belok,yang mabuk darat akan dipastikan mabuk dan yang gak mabuk pasti mabuk juga di buat perjalanan seperti itu .
"gue juga ikut mereka deh kak."ucap Amel yang di anggukkan oleh Hito ,sebelum Amel bangkit ia mengecup pelan kening sang kekasih.
Amel lantas mengikuti kedua sahabatnya masuk ke dalam kamar,sampai kamar mereka bersih bersih dan langsung mengenakan baju tidur.
Saat ini Caca sedang vidio call bersama kekasihnya yang jauh di sana,sedangkan Amel selesai bersih bersih ia langsung keluar dan sudah pasti sekrang sedang bersama sang kekasih juga.
"Gue keluar ya ca,nyari udara!"ucap Rara dan di jawab anggukan dan lambaian tangan oleh Caca.
Rara berjalan menuruni beberapa anak tangga,Rama dan Jerry sudah tidak ada di ruangan tempat mereka berkumpul tadi, sedangkan Hito juga sudah dapat dipastikan kembali sedang bersama Amel.
Yang terlihat hanya Dimas dan dua orang lelaki,mungkin temannya yang ia katakan tadi posisi temannya membelakangi Rara yang sedang menuruni anak tangga.
"Hai Ra ,mau kemana?sini kenalan sama temen temen gue!"ucap dimas melambaikan tangan nya ke arah gadis cantik yang sempat mencuri perhatian nya tadi,tapi ia tak berani mengganggu karna tatapan Rama sangat tajam kepadanya,ia rasa rama mencintai gadis itu.
Rara hanya mengangguk dan menghampiri mereka yang sedang duduk di sofa, setelah sala satu dari temen nya berbalik berapa terkejutnya Rara karena salah satu tenan Dimas adalah laki laki yang selama beberapa hari ini Rara coba untuk hindari, sedangkan pria itu juga sama terkejutnya dengan Rara.
"Rara "ucap nya.
"Udah saling kenal?"tanya Dimas sedangkan Rara hanya diam mematung
"kenal,temen SMP dulu!"jawab Rara kemudian sambil melanjutkan jalan nya ke arah mereka.
"ini temen temen gue Ra!" ucap Dimas
"Rara "
"Riko"
"Rara"
"Dirga"
Ya temen Dimas adalah Dirga pria yang beberapa hari ini coba untuk Rara hindari setelah berjabat an tangan Rara langsung pamit untuk mencari udara segar di luar.
"Ra."panggil seseorang ,Rara membalikkan badan menatap sumber suara ia terdiam sejenak karna Dirga datang menghampiri nya, ternyata dia mengikuti rara keluar.
"Ada apa?"jawab Rara dengan acuh,ia hendak kembali melanjutkan perjalanan nya tanpa menghiraukan Dirga yang mengikuti nya dari belakang,Dirga menghentikan dan membalikkan badan Rara agar bisa menatapnya.
"Lo kenapa,Ra?kenapa tiba tiba Lo ngindari gue?"tanya nya.
"Gak ada apa apa,kemarin gue hanya khilaf,gue sempat lupa atas apa yang Lo lakuin dulu dan sekarang gue udah ingat dan ini adalah sikap yang pantas buat gue lakuin ke Lo !"jelas Rara.
"gue mau ngejelasin Ra, please kasih gue kesempatan untuk jelasin semuanya ke Lo."ucap Dirga sambil menggenggam kedua tangan Rara.
"udah terlambat,udah berapa lama dir?udah berapa tahun?lo baru mau jelasin sekarang?"Rara menggelengkan kepala saking tak abis pikirnya dengan kata kata Dirga,ia pikir hanya dengan meminta maaf semua ini akan selesai dua tahun ia mencoba menyembuhkan luka nya dan sekarang Dirga kembali lagi setelah luka itu kering?oh tidak bisa!
"Ada hal yang memang buat gue harus pergi Ra,"ucap Dirga lirih.
"Gue tau gue ditolak,tapi gak harus juga Lo langsung pergi dan hilang kontak gitu aja semua akun sosmed Lo juga Lo hapus kan,gue nyari udah kek orang gila tau gak kita Deket tuh udah lama dan gue berani in diri buat nembak Lo duluan tapi apa yang Lo lakuin segitu hinanya gue dir?"terang Rara panjang lebar ,gadis itu tak abis pikir dengan Dirga,tak terasa jatuh juga beberapa tetes air mata yang sedari tadi ditahannya,Dirga mencoba menghapus air mata itu.
"Maaf"ucapnya .
"Gue tau gue salah Ra,gue juga gak sanggup jauh dari Lo Ra,maaf kalo gue egois ,gue juga hapus akun sosmed gue biar Lo gak terus terusan ingat gue Ra gue gak mau Lo tersiksa cukup gue aja yang tersiksa!gue sayang banget sama Lo Ra"ucapnya sambil mencoba mendekap Rara yang masih sedang menangis sesenggukan.
Tapi tanpa sadar ada seseorang yang menarik tangan Rara hingga lepas dari dekapan Dirga.
.
.
.
.
Kira kira siapa ya yang menarik Rara? Padahal lagi di tenangin tuh sama si Dirga dan Dirga juga lagi mencoba menjelaskan semua nya ke Rara.
Kira kira kenapa ya Dirga pergi saat itu????
Jangan lupa hidup kan lonceng notifikasi dan kasih ulasan ya besti...❤️
buat nama nya jangan salah2 trus donk Skali lgi maaf ya
sebenarnya niat gk sih bikin novel,,, orang aneh bikin kesel aja