NovelToon NovelToon
Penakluk Ranjang Bos Mafia

Penakluk Ranjang Bos Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Pemain Terhebat / Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:63.8k
Nilai: 5
Nama Author: iska w

"Aku dibenci nggak mati, kamu gak suka aku juga nggak tutup usia, selagi rasa nggak suka dan bencimu tidak menutup pintu rezekiku, aku tidak perduli." celetuk Joanna Eden dengan tatapan santai seolah tanpa beban dosa.

Awal mulanya dia masuk kedalam dunia mafia hanya karena sebuah misi pertolongan dengan membantu kakaknya Jordan Eden yang berprofesi sebagai anggota Kepolisian untuk melakukan tipu daya agar bisa meringkus seorang Bos Mafia, tapi siapa sangka hal itu justru membuat Joanna terjerumus dalam gelombang asmara, lalu bagaimanakah kisah cinta Joanna? akankah dia bahagia atau nyawa yang akan jadi taruhannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16.Yongalah Tenan, Nandese Tenan?

Ghavin terlihat santai, namun dia sudah memberikan kode kepada beberapa pasukannya, untuk tetap waspada, jika terjadi hal-hal yang tidak mereka inginkan saat itu jug, karena targetnya kali ini sedikit susah ditebak jalan alurnya.

"Kami hanya sedang bertugas dan mohon kerja samanya."

"Tapi saya tidak melakukan kesalahan apapun, lalu kenapa anda mengepung markas kami, itu maknanya kalian sudah mengusik kami?" Mereka membuka usaha sebagai jasa pengamanan, namun usaha mereka tergantung permintaan, dan tidak segan-segan menggunakan cara kasar jika mencoba menjadi penghalang.

"Apa kalian menyembunyikan sesuatu didalam sana yang tidak kami ketahui?" Ghavin mencoba memancing keadaan.

"Cih, apa itu juga wewenang anda?" Namun Jay tetap terlihat santai dengan kembali menghidupkan rokok miliknya, padahal itu trik untuk menyembunyikan kebohongannya.

"Jika hal itu membahayakan hajat hidup orang banyak, sudah pasti itu akan menjadi tugas kami." Tegas Ghavin kembali.

"Hahaha, kalian benar-benar ya!" Hal itu sempat menguji emosi dari sang Ghavin.

"Tolong jangan melawan pihak kepolisian, atau anda akan ikut kami ke kantor polisi sekarang juga!" Ancam Jordan saat melihat Jay seolah ingin bertindak.

"Haish, jika kalian datang tanpa permisi, seharusnya kalian datang tanpa seragam, lalu kita selesaikan urusan kalian secara jantan, jangan seenaknya sendiri menggeledah tempat orang." Jika dua pria itu bukan dari anggota kepolisian mungkin mereka berdua hanya tinggal pulang membawa nama saja saat ini.

"Aku tidak punya waktu untuk itu." Celetuk Jordan yang malah membenahi seragam kebanggaanya.

"Apa kalian polisi gadungan?" Jay pun tak mau kalah untuk menguji kesabaran mereka.

"Woah, jangan bicara sembarangan kamu!" Dan disana, harga diri Jordan seolah terinjak-injak, dia susah payah berjuang selama pendidikan agar bisa memakai seragam kebanggaan miliknya itu, namun seenak jidatnya orang menuduh dirinya sebagai polisi gadungan.

"Kalian ingin menyelesaikan hal ini dengan santai, atau kalian mau berolahraga dulu, apa kalian pikir aku takut dengan seragam kalian?"

"Sudahlah, abaikan saja dia!" Ghavin mengusap punggung rekannya, agar tidak terpancing emosi.

"Komandan, bawa pasukan kita pulang dan temui adikku, biar aku yang menangani pria ini." Namun Jordan benar-benar tidak rela, jika seragamnya seolah dipandang rendah oleh Mafia sepertinya.

"Jordan, jangan main-main kamu." Bisik Ghavin sambil mencengkeram lengan Jordan, agar tidak bertindak gegabah.

"Kalian boleh masuk berdua, siapa tahu ada salah satu dari kalian yang harus memberikan kabar duka ke rumah kalian masing-masing, ya kan?" Ejek Jay yang semakin menyulut emosi Jordan.

"Hei!" Jordan mulai mengeratkan barisan gigi putihnya.

"Lepas seragam kalian, tunjukkan nyali kalian!" Tantang Jay yang mulai terdenyum karena, pancingnya mulai menyangkut diumpan yamg dia buat.

"Jordan!" Ghavin terus mencoba untuk menghalanginya.

"Ini kesempatan kita untuk menyelidiki apa saja yang ada didalam Markas sini." Namun ternyata Jordan punya rencana lain, kapan lagi dia bisa dipersilahkan masuk di Markas Mafia tanpa harus mengadu nyawa terlebih dahulu pikirnya.

"Ok, baiklah, kita selesaikan secara jantan, tanpa anak buahmu dan tanpa pasukanku!" Dan akhirnya Ghavin pun menyetujui hal itu.

"Deal!"

Akhirnya Ghavin dan Jordan melepas seragam yang mereka kenakan dan mengikuti langkah Jay yang entah ingin membawa mereka kebagian ruangan mana, namun yang pasti mereka diajak masuk kedalam sebuah tempat yang luarnya terlihat biasa namun dalamnya bak istana Raja.

Setelah hampir lima belas menit waktu berselang, Anna sudah sampai di Markas milik Jay, namun dia tidak menemukan siapapun diluar sana, tapi mobil yang biasanya Jordan pakai terlihat terparkir rapi didepan gerbang tempat itu.

"Kemana mereka pergi, kenapa tidak ada pasukan dari kepolisian yang berjaga-jaga disini, jangan-jangan mereka--- aish!" Anna langsung memasuki gerbang itu dan mencari keberadaan pria-pria tampan itu.

Bugh

Bugh

Bugh

"Argh!"

Dalam beberapa kali pukulan, Jordan ikut menyusul Ghavin yang masih mengambil nafas diatas Ring tinju milik Jay.

"Jordan, kamu baik-baik saja?" Ghavin yang tidak menyangka bahwa Jay adalah seorang petinju yang hebat, dia punya trik tersendiri untuk menjatuhkan lawan, persis seperti pertandingan di Televisi.

"Heh, itu bukannya suara Abang dan uncle Ghavin?"

Anna langsung berlari mencari sumber suara teriakan kesakitan dari Abangnya itu, tanpa rasa takut sedikitpun jika ada anak buah Jay yang menyerang dirinya.

"ASTAGA, HENTIKAN!"

Saat Anna melihat Abangnya jatuh tersungkur didalam Ring tinju itu, Anna sontak berteriak sekuat tenaga.

*Anna? Apa kamu punya nyawa ganda? Ngapain kamu kesini, dasar gadis kosong*!

"Aish, kenapa masih ada orang lain disini, siapa lagi gadis itu?" Jordan langsung melotot kearah Anna, sebagai isyarat agar dia pura-pura tidak mengenal dirinya dan segera pergi dari sana.

"Anna?" Jay langsung menaikkan kedua alisnya dengan tatapan heran, kenapa Anna bisa sampai ke Markas miliknya.

"Sedang apa kalian?" Teriak Anna yang sengaja menyembunyikan kedua tangannya dibelakang tubuhnya, karena sudah bergetar ketakutan saat wajah Abangnya sedikit bonyok dan mengeluarkan darah segar.

"Woah, apa dia kekasih anda? Boleh juga selera anda ya, sama persis dengan seleraku?" Jordan langsung tersenyum kearah Anna sambil mengedipkan satu matanya.

*Dasar Abang gendeng, sejak kapan aku jadi seleranya, emang dia pikir aku endomie apa*?

Anna hanya mengumpat Abangnya dalam diam, dia pun bukannya bodoh, untuk menangisi Abangnya saat ini, karena Anna tahu bahwa Abangnya itu tidak lemah.

"Diam!" Namun ternyata hal itu justru memancing emosi Jay dan memecahkan konsentrasinya dalam pertandingan.

"Apa aku juga boleh berkenalan dengan gadis itu, sepertinya aku sangat berminat dengannya, dia benar-benar tipeku banget!" Ghavin pun tak mau kalah, dia mengusap bibirnya yang berdarah kemudian tersenyum kearah Anna.

*Apa lagi skenario kalian uncle Ghavin ini, sejak kapan aku jadi tipenya pulak*?

"Hah?" Anna semakin melongo dibuat dua pria anggota kepolisian yang terlihat kompak merayu dirinya.

"Sial, tutup mulutmu!" Dan disanalah Jay menunjukkan sisi kelemahannya.

"Okey, tapi setelah iklan berikut ini."

Bugh!

Ghavin langsung mengayunkan tangan kanannya kearah wajah Jay yang sejak kedatangan Anna, kedua matanya terus terarah dengan gadis itu.

"Argh aw!"

Saat Jay terlihat emosi, giliran Jordan yang langsung memberikan beberapa balasan serangan dan akhirnya Jay tumbang dengan darah yang mengalir dari ujung bibirnya, padahal sedari tadi Jordan dan Ghavin selalu kalah saat beradu tenaga diatas ring, karena memang tinju bebas bukanlah keahlian dari mereka berdua.

*Astaga, apa mereka benar-benar pacaran? Apa Mafia itu benar-benar jatuh hati dengan Anna, lalu bagaimana dengan aku*?

"Yongalah tenan, nandese tenan."

Saat menyadari kelemahan Jay ternyata adalah Anna, Ghavin kembali terlihat gusar sendiri, dia tahu betul jika seseorang yang kuat tiba-tiba menjadi lemah karena melihat seorang wanita, itu maknanya hati pria itu sudah dikalahkan oleh sosok wanita itu dan sayangnya wanita itu adalah Anna, gadis yang selama ini dia kagumi.

*Jangan batasi doa'mu dengan nalar dan pikiranmu, karena yang kau anggap mustahil itu bisa dengan sangat mudahnya Allah wujudkan*.

1
Rustan Sinaga
dah selesai aja thor
semangat berkarya thor...
Rustan Sinaga
senangnya sudah direstui abang ya dek...
Rustan Sinaga
semangat thor, keren ksta² mutiaranya
Rustan Sinaga
semangat thor
eva setyanita
🤣🤣🤣🤣🤣
Abimanyu Rara Mpuzz
simalakama
Abimanyu Rara Mpuzz
luar biasa
Abimanyu Rara Mpuzz
Luar biasa
Asngadah Baruharjo
ngakak paraahhh thorrr 🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
Jordan,tak temenin tidur di pos ronda 😀😀😀😀
Asngadah Baruharjo
aku mendukungmu fulllll Jay
Asngadah Baruharjo
jangan sakiti hatinya jay doongg
Asngadah Baruharjo
waduuuuhhhhhhhhhh nanti takutnya jay jadi monster
Asngadah Baruharjo
ngakak paraahhh 😀😀😀
Asngadah Baruharjo
wkwkwkwk
Asngadah Baruharjo
KEREENNNNN thoorrr 👍👍👍
Anik Trisubekti
terimakasih kak Iska 😘😘😘
ditunggu karya selanjutnya
Anik Trisubekti
abang Jordan😘😘😘😘
Hanisah Nisa
thanks Thor...
Susi Akbarini
😀😀😀😀😀😀😍😍😍😍❤❤❤❤❤

yaaaa aammpuunnnnn...
kocak abiz mereka itu...

btwxakhirnya up date...
mkasi byak ya aa kaakkkk
❤❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!