Pernahkah kalian mencintai seseorang secara diam-diam? Jika pernah, berarti kisah kalian sama dengan kisah yang dialami oleh Rania. 5 tahun lebih ia memendam perasaan kepada seorang laki-laki yang merupakan teman sang kakak, namun pada akhirnya laki-laki itu malah menikah dengan orang lain.
Sakit? Tentu saja. Sangking tidak kuatnya menahan rasa sakit itu, Rania bahkan sampai memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri agar dapat melupakan cintanya pada laki-laki itu.
Namun ternyata, semua usahanya itu sia-sia karena saat ia kembali lagi ke Indonesia, perasaan itu ternyata masih ada dan malah semakin besar.
Lalu, apa yang harus Rania lakukan sekarang? Haruskah dia kembali keluar negeri untuk berusaha lebih keras lagi melupakan laki-laki itu, atau ia harus lebih berani lagi menghadapi perasaannya sendiri?
Kalau kalian ingin tahu jawabannya, cari sendiri ya di dalam novel ini. Enjoy your journey❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Spring dazzling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Drama rumah tangga
"Ihh, ini yang satunya lagi buat Kak Shaka papah. Bukan buat aku dua-duanya," jawab Anjani sambil mencebikkan bibirnya.
Mendengar hal itu, Bayu pun hanya dapat tersenyum maklum, karena kedua anaknya memang seperti itu. Walaupun sedang tidak berada di tempat yang sama, namun mereka selalu ingat dengan saudara nya. Mungkin karena mereka anak kembar, jadi mereka mempunyai ikatan yang lebih kuat dari kakak adik biasa.
Laki-laki itu lalu mengalihkan pandangannya pada gadis cantik yang berdiri di sebelah sang putri.
"Kamu masih ada yang mau di beli?" tanya Bayu pada Rania.
Rania yang masih termenung di tempat nya berdiri pun langsung tersadar saat ditanya oleh Bayu, "Oh, nggak kok Mas. Aku nggak mau beli apa-apa,"
"Ya udah, kalo gitu kita langsung ke kasir aja ya,"
Rania menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, gadis itu lalu mulai melangkahkan kakinya mengikuti Bayu yang sudah berjalan terlebih dahulu di depannya.
"Anjani, es krim nya taro di meja dulu ya," ucap Bayu dengan lembut.
Dengan cepat, Anjani pun langsung meletakan dua cup es krim di tangannya ke atas meja kasir sesuai dengan ucapan sang ayah.
Saat petugas kasir hendak menscan barang belanjaannya, tiba-tiba saja Bayu mengambil satu buah coklat yang terpajang di depannya.
"Tambah ini satu Mbak,"
Petugas kasir itu pun menganggukkan kepalanya kemudian menscan coklat yang diberikan oleh Bayu.
"Totalnya jadi 35.000 ya Pak,"
Mendengar hal itu, Rania pun langsung mengambil kartu ATM nya yang ada di dalam sling bag. Namun, gerakan nya itu terhenti saat mendengar suara Bayu.
"Ini Mbak," ucap laki-laki itu seraya mengulurkan uang berwarna biru muda ke arah petugas kasir.
Melihat hal itu, Dara pun dengan cepat langsung merebut uang tersebut dari tangan sang kasir dan mengganti nya dengan kartu ATM nya.
"Pake ini aja Mbak," ucap gadis itu.
Tapi lagi-lagi Rania kembali dikejutkan dengan perbuatan Damar yang mengganti kartu ATM nya dengan uang yang baru saja laki-laki itu ambil di dalam saku celananya.
"Pake uang ini aja Mbak,"
Karena merasa kesal dengan sikap laki-laki itu, Dara pun tanpa sadar menarik lengan Bayu agar laki-laki itu melihat ke arahnya, "Mas! Kamu kenapa sih?! Kan aku yang mau beliin anak kamu es krim, kenapa jadi kamu yang bayar" sungut gadis itu.
"Emangnya kamu ada uang cash?" tanya laki-laki itu sambil mengangkat sebelah alisnya. Membuat gadis cantik di depannya itu sampai menahan nafas gara-gara ketampanan si papah muda.
Rania sadar! Lo kan lagi marah sekarang, kenapa jadi terpesona gini sama muka ni bapak-bapak!
"Kan aku pake debit," solot gadis itu.
Namun dengan santainya Bayu menjawab, "Disini mesin EDC nya lagi rusak, nggak bisa bayar pake kartu,"
"Sotoy!"
"Tanya aja sendiri sama Mbak Kasirnya kalo nggak percaya,"
Masih dengan tatapan tajamnya, gadis itu pun menoleh ke arah petugas kasir yang sejak tadi asik melihat drama rumah tangga di depannya. Untung saja saat ini keadaan sedang sepi, jadi ia tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk memisahkan kedua sejoli itu.
"Emangnya iya Mbak?"
Dengan canggung, petugas kasir itu pun menganggukkan kepalanya, "Benar Mbak,"
Mendengar hal itu, Bayu pun langsung menunjukkan senyum kemenangannya. Semalam, dia baru saja datang kesini untuk menjemput klien, jadi dia bisa tahu mengenai hal ini.
"Tuh kan, nggak percaya sih kalo dibilangin sama yang lebih tua," ucap Bayu dengan nada sombongnya.
Sontak saja, Rania pun langsung mendelikkan matanya ke arah laki-laki itu.
"Mas Bayu udah ganti profesi jadi dukun ya?"