NovelToon NovelToon
Matahari Senja

Matahari Senja

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Bad Boy / Tamat
Popularitas:452.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mukarromah Isn.

Gara-gara bola basket nyasar, Matahari Senja harus berurusan dengan si badboynya SMA Air langga, pentolan geng Atlantis yang terkenal hobi tawuran, playboy dan balap motor. Batara Matahari namanya

Matahari, nama mereka sama. Takdir keduanya pun hampir sama untuk dituntut sempurna. Tapi takdir tak semudah itu untuk membuat mereka bersatu. Matahari Senja dan Batara Matahari dengan luka mereka masing-masing, bisakah menyembuhkan satu sama lain?

.

Jangan lupa like, komen dan vote...🙏❤️

Follow ig author : @mukarromatul28

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukarromah Isn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dokter Vanya

"Kalau nggak mau pergi kita gotong lo ke UKS rame-rame nih, mau nggak?" Ancam Putri membuat Senja mendengus hingga mau tak mau akhirnya keluar dari bangkunya

"Ayo gue anterin" Putri memegang tangan Senja seolah takut tubuh gadis itu bisa roboh kapan saja

"Put, gue bisa sendiri" tolaknya halus

"Lo nolak sekali lagi, gue beneran suruh temen sekelas kita buat gotong lo. Mau nggak?" Senja akhirnya menyerah. Cukup Putri saja daripada yang lain heboh hanya karena perkara mimisan kecil

Kondisi UKS saat itu terbilang sepi, tirai-tirai yang menjadi pemisah antar ranjang itu dibiarkan terbuka, kecuali tirai paling ujung. Kemungkinan ada orang sakit juga disana, pikir Senja

"Dokter, teman saya mimisan" Senja melihat dokter perempuan itu, dokter yang sama dengan yang membantunya saat terkena bola basket. Harusnya petugas PMR yang berjaga, namun sepertinya dokter itu juga ditugaskan disini untuk bekerja dan pembimbing para anggota PMR

"Sudah lama?" Tanyanya dengan suara lembut

"Baru aja dokter, nggak sampai lima menit" jawab Senja seadanya sebelum Putri yang lebih dulu berbicara dan mengarang banyak hal

"Kamu sepertinya sudah sangat mengerti tentang hal seperti ini"

"Dia emang cita-citanya jadi dokter" balas Putri yang membuat dokter Vanya menatap kearah Senja

"Mimisan ini disebabkan hanya karena kelelahan. Pada lubang hidung terdapat pembuluh darah yang rentan. Saat kelelahan pembuluh darah ini bisa menegang kemudian pecah. Ini masih dianggap normal" jelas dokter perempuan itu

"Tuhkan, gue juga bilang apa" balas Senja pada Putri saat mendengar penjelas Dokter Vanya

"Tapi ini juga nggak baik kalau dibiarin. Tubuh kita juga butuh istirahat yang cukup. Jika dibiarkan terus menerus ini bisa mendatangkan penyakit lain yang lebih berbahaya

"Tuh dengerin" balas Putri sewot

"Kamu bisa istirahat dulu disini sebentar" ucap Dokter Vanya membuat Senja hendak menolak tapi Putri lebih dulu mendorong tubuhnya untuk tertidur di ranjang itu

"Istirahat aja, jangan pikirin pelajaran dulu apalagi rumus-rumus membagongkan itu. Lagian sekarang lagi jamkos dan nggak ada tugas. Jadi lo tenang aja. Gue mau ketoilet bentar" ucap Putri dan keluar dari ruangan itu menyisakan Senja dan dokter Vanya saja. Untuk menghindari situasi canggung, Senja memilih memejamkan matanya. Namun, tanpa diduga dokter itu memanggil namanya

"Senja"

"Kenapa dokter tau nama saya?" Tanyanya penasaran

"Saya liat di name tag baju kamu" Senja tak berniat lagi melanjutkan percakapan namun Dokter Vanya memberinya sesuatu

"Ini" dokter perempuan itu menyerahkan selembar kertas segi empat berukuran kartu

"Kartu nama?" Tanya Senja bingung melihatnya

"Kamu mungkin butuh. Sayangi dirimu Senja, kamu jelas tau kalau yang rusak bukan fisikmu tapi mentalmu"

"Saya bukan orang gila" balas Senja datar

"Kamu gila. Orang normal tak mungkin menyakiti dirinya sendiri. Orang normal akan menjalani hidupnya sendiri"

"Dengar, saya nggak bilang kamu orang gila dalam artian banyak orang. Kejiwaanmu masih normal, tapi psikismu terganggu. Dan kamu melampiaskan semuanya pada fisikmu" lanjut Dokter Vanya saat melihat keterdiaman Senja

"Bukannya kamu mau jadi dokter? Mana mungkin kamu diterima dengan kondisi seperti ini"

"Aku nggak pernah mau jadi dokter" bantah Senja. Dokter Vanya terdiam sejenak kemudian menatap gadis itu

"Kalaupun nggak, gimana cara kamu wujudin mimpi yang lain dengan kondisi kayak gini"

"Aku sehat kok, aku baik-baik aja"

"Seberapa baik?"

"Lebih baik dari yang dokter pikirkan" balas Senja menatap mata dokter perempuan itu

"Kamu nggak bisa bohong" Senja terkekeh mendengarnya

"Aku baik-baik aja, aku sendiri yang ngalamin dan dokter nggak bisa nilai aku sakit kalau aku merasa sehat" jawabnya tegas. Ia tak suka saat orang lain mencampuri urusannya seperti ini

"Dengarlah Senja, kamu anak yang pintar dan itu tidak diragukan lagi. Jika kamu masih tetap melakukan ini, apa gunanya semua itu?"

"Aku pikir dokter hanya sebatas dokter disini, bukan orang yang suka ikut campur urusan orang lain"

"Karena aku pernah berada diposisi yang sama dengan kamu" jawaban Dokter Vanya membuat Senja mengernyitkan alisnya

"Posisi seperti apa yang dokter maksud? Murid pintar? Siswa ambis?"

"Ibuku seorang PSK" Senja langsung terdiam

"Ayahku terpaksa menikahinya hanya karena aku, ibuku meminta pertanggung jawaban saat aku tak sengaja tumbuh dalam rahimnya"

"Setelah aku lahir mereka bercerai, ibuku pergi meninggalkanu begitu saja dengan ayahku. Dia menikah dengan perempuan yang dari dulu dia suka"

"Kamu tau rasanya dibandingkan? Kamu tau rasanya dituntut sempurna dan tak boleh salahkan? Aku pernah mengalaminya Senja. Dan itu sakit, aku pernah beberapa kali melakukan seperti ini" Dokter Vanya mengangkat tangan Senja yang terdapat banyak goresan panjang dibalik lengan kemejanya. Nampak ada satu yang terlihat masih basah dan berwarna kemerahan

"Kapan luka baru ini? Tadi malam?" Senja menurunkan tangannya dan kembali menutup dengan lengan kemejanya

"Kamu tidak sadar kalau rasa ini hanya sementara. Ini hanya pelarian Senja, bukan penyembuh. Aku pernah berada di posisi sepengecut ini untuk masalahku" Dokter Vanya menatap mata sebiru langit malam milik gadis itu, mata yang indah namun penuh dengan luka

"Ketika mentalmu sakit, hatimu terluka, jiwamu terguncang kamu menggunakan fisik untuk mengalihkan rasa sakitnya. Lalu apa? Apa rasa sakit itu hilang setelah pindah ke fisikmu? Tidakkan?"

"Lalu bagaimana caranya?" Senja akhirnya bicara dengan menatap tepat dimata dokter itu

"Sejujurnya aku menyakiti diriku memang untuk melampiaskan sakit hatiku, tapi aku berharap saat itu aku meninggal. Aku berharap saat aku membuka mata, aku tak lagi berada didunia ini"

"Temuilah dokter dan konsultasikan tentang dirimu. Jangan mendzalimi dirimu sendiri senja, tuhan tak suka melihat hambanya seperti itu. Kamu punya hidup yang masih panjang, pikirkan saat kamu mengakhiri hidupmu ada mimpi-mimpi yang belum diraih, ada kegiatan yang belum dilakukan dan ada begitu banyak hal yang belum dicoba"

"Tuhan menciptakan semuanya seimbang, antara bahagia dan rasa sakit, jangan pernah berpikir kalau tuhan membencimu atau memperlakukanmu berbeda. Percayalah, skenario hidup terbaik ada ditangan-Nya"

"Tak akan ia membuatmu terus bersedih jika tak ada kebahagiaan yang menantimu didepan sana. Yang harus kamu lakukan sekarang adalah jalani dan cobalah pikirkan dirimu sendiri"

"Jangan terus memikirkan orang lain, jangan mengejar sesuatu yang terus berlari atau kamu akan lelah, istirahatlah karena akan ada waktunya mereka sadar kalau ketidakhadiranmu adalah awal sebuah rasa asing untuk mereka"

"Berhentilah dan coba nikmati hidupmu. Dunia tak semengerikan itu"

"Saat pertama kali melihatmu di UKS beberapa waktu lalu, aku langsung teringat diriku saat seusiamu"

"Sayangi dirimu Senja, suatu saat kebahagiaanmu pasti akan datang"

.

Cek Typo

🙏🏼🙏🙏..

1
Mayyuzira
hahaha bisa aja temannya dibilang titisan iblis😂
Hasanah
masyaAllah seru bnget ngak brasa sharian in baca novel in ee tau2 udah tamat aj masyaAllah novel yg smpat q abaikan😀😀 maaf Thor bahkan AQ baca novel pelangi untuk Aqilla berulang kli TPI Bru tdi AQ mencoba baca novel yg trnyta sama bgus x sama yg satu
Hasanah
kirain Vero cewek🤣
diara
aku suka semua karyamu kak. semangat terus....semoga sukses
Wayan Sucani
Luar biasa
athaya_dèslyn
dari sini gue bisa belajar tentang pelajaran hidup, yang kadang kala duka datang dan kala bahagia yang datang. terimakasih karya hebatmu berhasil merubah ku menjadi orang yang lebih baik
athaya_dèslyn
alhamdulillah, kemakan omongan sendiri ya buk wkwkwk
Sri Erlinasari
aku suka ceritanya bagus banget
Sri Erlinasari
Luar biasa
Mom_Sa
aku yakin senja blm mati, gak mgkin pameran utama sbgtu mudahnya dihilangkan. aku yakin othor cuma ngeprank aja. klo itu bneran, kita musuhan ya Thor 😡😈
Mom_Sa
wkwkwkwk si senja kocak. batara pula ketua genk tapi takut Ama 👻🤣🤣🤣
Riska Trisna
Ayah yg kejam bahkan anak sampai tidak punya nomernya, krna di abaikan, di kucilkan
Sri Puryani
cpt karma buat mak lampir
Sri Puryani
mewek lg😭😭😭😭
Sri Puryani
senja umurnya brp sih? 18 th kan? kenapa kok nulisnya 17 terus
Sri Puryani
😭😭😭😭😭
Sri Puryani
kpn senja bahagia thor? kok ada aja kesedihan😭😭
Sri Puryani
thor mewek lg😭😭😭
Sri Puryani
senja....jgn diem aja dong....plg tdk blg yg btl....walaupun gk di denger
Sri Puryani
😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!