Saat Salsa membuka matanya perlahan ia menangkap sesosok pria yang sangat amat di kenalnya.
"Raihan!?" Batin nya bersua.
Setelah koma hampir 3 bulan akhirnya Salsa kembali sadar. Dia melupakan banyak hal terutama pria yang bersanding dengannya di atas pelaminan. Salsa salah mengenali sosok suami sebelum kecelakaan terjadi dan suami setelah dirinya koma.
Dua sosok yang berbeda, namun keduanya menyandang status yang sama sebagai suaminya.
Raihan merupakan suami pengganti bagi istri kakaknya. Salsa adalah sahabat baiknya yang menikahi kakak kandungnya. Lalu saat Salsa ingat kembali, akankah ia menerima adik iparnya sebagai pengganti suaminya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frisca Dewy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB16
Salsa berbaring di atas ranjang menikmati empuknya. Ia menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.
Telinganya mencerna abjad yang bila di eja bernada namanya.
" Salsa !"
Wangi vanilla menyergap penciumannya. Parfum mama!
" Kamu nggak makan dulu sayang ? Jangan tidur dengan perut kosong nak, kamu bisa sakit nanti. "
" Salsa nggak nafsu ma. "
" Tapi kamu harus makan sedikit sayang, Salsa juga harus minum obat kan !"
Mamanya selalu berbicara dengan nada lembut pada sang putri. Tak pernah sekali pun ia marah atau bicara dengan nada tinggi padanya.
" Ma! "
" Iya sayang. "
" Apa Rai udah bosen sama Salsa ! dia bersikap aneh sejak Salsa Sadar. "
Hidup selama 22 tahun dengan putrinya membuat ia hapal tindak tanduk dan kebiasaan putrinya. Ia tau jika ada yang mengganggu pikirannya jika putri nya tidak ingin bicara maka ia tidak akan bertanya atau memaksanya utuk bicara.
Karena dengan sendirinya ia akan mengutarakan nya pada sang ibu.
" Apa Salsa berfikir begitu !"
" Hemm. "
" Kalau begitu, boleh mama tau alasannya ?"
Salsa menyingkirkan selimut. Alih alih duduk ia bersandar di bantalan ranjang. Sedangkan Mamanya duduk di pinggiran tempat tidur.
" Rai dia, mulai nggak perduli sama Salsa ma. "
" Kenapa Salsa bisa bilang gitu ?"
" Hari ini Salsa nyusul dia ke kantornya dan Salsa liat dia lagi asik ngobrol sama sekretarisnya. "
" Lalu !"
" Salsa minta penjelasan dari dia, walau dia tau Salsa lagi marah, tapi dia nggak berusaha ngasih penjelasan sama aku ma, bahkan dia nggak perduli jika Salsa pergi begitu saja dan nggak berusaha menghentikan Salsa. " Jelas nya panjang lebar.
" Mungkin karena Rai tau kamu lagi salah paham sayang. "
" Justru kalau memang itu nggak bener dan cuma salah paham seharusnya dia kasih penjelasan donk ma. "
Melihat air mata sang putri mengalir membuat hatinya menjadi pilu. Tanpa berkata apa apa, ia meraih Salsa kedalam pelukannya.
Belaian lembut di kepala Salsa menenangkan kemarahannya. Kecupan mama di rambutnya memicu rasa sesak di dalamnya. Salsa terisak.
" Malam ini mama temenin tidur ya sayang ?"
Salsa setuju. Ia tak sanggup lagi menahan kepedihannya saat ini.
Mama menyelimutinya. Rasa tentram tertular dari usapan tangan mama di punggungnya. lama kelamaan penglihatannya memberat.
Kesadaran Salsa tidak sepenuhnya lenyap ke alam mimpi.
" Kenapa, Ma ? Salsa selalu merasa sesak disini. " alih alih ia meletakkan telapak tangan di dadanya.
" Rasanya begitu kosong, seperti ada hal penting yang tersimpan jauh di dasar hatiku ! kenangan apa yang Salsa lupakam ma ? kenapa bagian itu menghilang ma ?" Salsa semakin terisak.
Mendengar perkataan sang putri hatinya menjadi sangat pilu, ia mencoba menahan air matanya, berupaya menjadi kekuatan untuk putrinya.
" Semua nya akan baik baik saja, Sayang ".
******
Raihan berdiri di bawah guyuran air yang keluar dari sower, Butiran cairan yang begitu sejuk meresap ke dalam kulit nya.
Pori porinya membesar mbentuk bulatan bulatan kecil yang menonjol. Rasa sesak membuat napasnya berpacu ada gumpalan besar yang menguasai hatinya.
' Apa yang membuat mu begitu yakin bahwa selama ini kau bisa merelakannya asalkan dia bahagia '
' Apa yg membuat mu sangat mencintainya, padahal terlalu banyak perbedaan yang membentang ?'
Apalah artinya rasa sakit yang di rasakan nya saat ini di bandingkan kepedihan sang istri yang suatu hari jika ingatan itu kembali, menyadari suami yang di anggap nya suami saat ini bukan lah suami yang ia cintai. Rasa bahagia yag ia rasakan adalah sebuah kepalsuan dan tak nyata.
" Apa salah ku ! hingga harus meraskan ini ? Ini terlalu menyakitkan. " kata Raihan sembari menatap balik pantulan tubuhnya di cermin.
Ia perlu menenangkan diri setelah cobaan hari ini. Raihan masih sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk ketika pintu di ketuk dari luar.
" Rai !" Suara sang mama.
" Iya ma. "
Raihan menyingkap pintu. Ketika terbuka ia melihat wajah cantik ibu tercintanya.
" Kenapa ma ?"
" Salsa dimana ! Sayang ?"
" Dia lagi di rumah Papa Anton. " alih alih Raihan duduk di sofa lalu di ikuti mamanya.
" Kamu nggak pa2, Sayang?"
Terlihat jelas di wajah putranya mengisaratkan betapa lelahnya dia, ia menyadari beban yang sedang di pikul puta tercintanya itu.
" Rai nggak tau ma ! Raihan...."
Mamanya mendekat. Tanpa mengatakan apa apa ia menarik kepala Raihan ke dalam dekapannya. ia membelai rambut nya sehingga memicu rasa sesak di dadanya.
" Ma, Ini Sangat menyakitkan. "
" Mama tau, Sayang. "
.
.
.
.
BERSAMBUNG....
*pemeran utama wanita yang membuat kesalahan sangat sangat fatal pergi meninggal suami tapi tetap saja pemeran utama pria yang dibuat berjuang mencari pemeran utama wanita dan akhirnya dengan swmudah itu dimaafkan dan kealahan itu dianggap selesai
*perpisahan, pemeran utama wanita baik saja hidupnya, tidak terlalu pilusing memikirkan keadaan suaminya, bisa bergurau dengan teman lelakinya, bisa berkerja dengan santai tapi pemeran utama pria kalian buat menderita, hancur berantakan, tidak terurus, pokok pemeran utama pria kalian buat kayak orang bodoh, yang tidak bisa hidup tanpa istri durhaka ya
* pemeran utama wanita bebas pergi dan dia pula cari, hidup tenang2 saja, bergurau dengan teman lelakinya, tidak mau susah memikirkan suaminya, tidak mau susah datang minta maaf pada suami, enak sekali pemeran utama wanita disini, buat kesalahan fatal tapi dia yang diperjuangkan, dengan mudah dimaafkan, dan hidup happy2 saja
*dan kasian sekali pemeran utama pria dibuat jadi karakter bodoh istri pergi sesuka hati tapi dia jua yang harus berjuang cari istri, dan dia harus mudah memaafkan, dia dibuat menderita, kacau balau, hancur, berantakan, terus memikirkan istrinya
susah sekali cari keadilan dalam novel jika novelis adalah wanita
*pemeran utama wanita pergi meninggal suami (fakta ini adalah kesalahan sangat fatal) dengan mudah dimaafkan dan dia pula yang dikejar2 bukan dia yang kembali dan meminta maaf
*perpisahan pemeran utama pria kalian buat menderita, tidak terurus, berantakan, tidak ada semangat hidup dan terus2 kayak orang bodoh mencari istri tapi pemeran utama wanita kalian cerita baik2 saja hidupnya kalian hadirkan teman lelaki yang baik padanya, dia bisa bergurau dengan teman lelakinya, tenang harinya, tidak terlalu ambil pusing suaminya
* pemeran utama wanita yang melakukan kesalahan tapi tetap saja pemeran utama pria yang menderita, merasa bersalah, dan berjuang dan begitu gampang memaafkan istri nya
aku mau nanya author jika author diposisi raihan, pasangan author pergi sesuka hatinya, dia disana baik2 saja tampa memikirkan mu dan bisa bergurau dengan teman wanitanya, sedangkan author menderita, menangis memikirkan dan mencarinya dan apakah author mau berjuang untuk suami kayak itu, mudah memaafkan dan mau nerimanya kembali dengan semudah itu
buka hati kalian lihat dari sudt pria juga (jangan egois hanya lihat dari sisi wanita) jelas raihan korban, dia menderita dan dia pula yang berjuang dan semudah itu dimaafkan
dimana keadilan jika semua wanita (novelis wanita) hanya melihat dari sudut pemeran utama wanita
lanjuuutt author
ceritanya seru bgtt..untung ajh aku gk jdi berhenti bca..