Misteri kasus orang hilang sejak tahun 1986 hingga 2017 membuat semua orang menjadi takut, bahkan pihak berwajib pun tidak bisa melakukan banyak hal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HousingAmoeba45, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16: Pekerjaan dan Adaptasi
Raezha dan Nita jalan-jalan di koridor markas sambil berbincang-bincang.
Raezha menoleh ke Nita lalu bertanya. “Jadi... Kamu udah berapa lama kerja di BARUNO?”
Melipat tangannya ke belakang sambil menatap Raezha. “Udah 3 tahun kayaknya sih, aku kerja di sini karena pas aku lamar kerja ke perusahaan aku ditolak mulu.” Jawab Nita.
“Oh? Sama nih, aku juga sempat ditolak banyak perusahaan.” Balas Raezha
Nita berhenti di hadapan Raezha lalu sedikit menunduk sambil terus melipat tangannya ke belakang, ia menatap Raezha dengan penasaran. “Kalau gitu, aku tebak kamu ditolak karena belum punya banyak pengalaman.”
Raezha berhenti berjalan dan cengar-cengir mendengar tebakan Nita. “Eh... Ya mau gimana lagi, aku cuma lulusan SMA dengan nilai ijazah pas-pasan.”
Nita kembali berdiri tegak lalu berjalan. “Cari kerja di sini emang susah kalo enggak ada orang dalam.”
Raezha dan Nita terus berjalan melalui lorong panjang.
Mereka akhirnya berhenti di depan ruangan dengan kaca pelindung. "Kita.... Mau ngapain di sini?" Tanya Raezha sambil menatap Nita, lalu ia menoleh ke kaca pelindung melihat sesuatu di balik kaca tersebut.
"Kita lihat." Ucap Nita ambil terus menatap sesuatu di balik kaca pelindung tersebut.
Mereka menunggu..., menunggu..., dan menunggu.... Sampai akhirnya ada sesuatu yang bergerak secepat kilat di balik kaca pelindung.
"Apaan itu?!" Raezha terkesiap ketika objek tersebut bergerak sangat cepat, bahkan ia tidak bisa melihat bentuk dari objek itu, hanya partikel bekas gerakannya yang tersisa dan dapat dilihat.
Raezha menempelkan wajahnya ke kaca pelindung untuk melihat secara pasti apa objek yang barusan lewat di depan mereka.
Tetapi Nita menarik kerah baju Raezha menjauhkannya dari kaca pelindung, sementara Raezha hampir terjatuh ke belakang akibat ditarik oleh Nita.
Raezha dengan sigap menyeimbangkan kembali tubuhnya, mencegah dirinya dari terjatuh. "Apa sih tiba-tiba narik orang?" Raezha menggerutu setelah hampir saja jatuh.
Nita menoleh ke arah Raezha. "Itu masih mending daripada penjaga di situ yang narik kamu dan kamu pun bakal berakhir dimarahi"
"Lah emangnya gak boleh lihat dekat-dekat?" Tanya Raezha yang keheranan.
Nita membalas pertanyaan Raezha sambil sedikit mengangguk. "Iya, udah jadi protokol kalau lihat subjek atau objek anomali enggak boleh dekat-dekat bahkan sampai menempelkan wajahmu ke kaca."
Nita kembali melanjutkan kalimatnya. "Kalau enggak ada aku, mungkin penjaga di sini bakal datangin kamu dan menarik kamu dengan kasar."
"Oh gitu.... Terus yang ada di dalam ruangan ini apaan? Kayak ada makhluk yang gerakannya cepet banget." Raezha menoleh ke arah ruangan itu dan bertanya lagi.
Nita mengulurkan tangan dan menunjuk ke papan di samping kaca. "Itu ada papan, tinggal dibaca."
Raezha melihat ke arah papan tersebut dan ekspresinya menjadi canggung. "O-oh.... Aku gak nyadar ada papan di situ, he-he."
Raezha berjalan ke papan lalu membaca informasi tentang makhluk yang ada di dalam ruangan tersebut.
”ANM-076 (A): Babi Petir
Tampak seperti babi hutan normal, namun makhluk ini memiliki kecepatan gerak yang sangat luar biasa mirip seperti petir. Biasanya makhluk ini tidak berbahaya, namun hanya perlu diwaspadai dan sebaiknya menjauh darinya.
Data Entitas
Kategori: Mutasi/modifikasi
Berat: 160 kg
Tinggi: 1,4 meter
Anomali kemampuan: Kecepatan gerakan sangat tinggi
Kelas bahaya: A (ancaman)."
"Serius di dalam ruangan itu isinya babi dengan skill gak ngotak." Raezha kembali melihat ke arah jendela kaca, babi itu sekali lagi bergerak dengan kecepatan luar biasa di hadapan Raezha dan Nita.
"Kamu pikir di sini ada yang normal? Yang satu ini aja syukur mudah nangkepnya." Balas Nita sambil melihat tepat ke wajah Raezha.
Raezha terdiam sejenak setelah mengingat bahwa ia bekerja di pekerjaan yang mengurus makhluk-makhuk aneh, dan seharusnya ia terbiasa dengan hal seperti ini. Lalu ia bertanya.
"Terus kita sebenarnya ngapain di sini?"
Nita menjawab pertanyaan Raezha. "Aku ngajak kamu ke sini untuk membuatmu terbiasa dengan lingkungan di sini. Walaupun kamu berhasil menangkap anomali yang tergolong berbahaya, kamu tetap belum terbiasa dengan lingkungan pekerjaanmu." Kemudian Nita berbalik arah dan mengajak Raezha untuk mengikutinya.
Raezha melihat Nita dari belakang. Tidak punya pilihan, ia pun mulai mengikuti Nita dari belakang. Penasaran ia akan dibawa ke mana lagi.