Jasmine Chen, seorang IT Analyst berbakat. Demi mimpinya, dia meninggalkan tanah kelahiran dan keluarganya dan tinggal sendiri di Amerika.
Tanpa diduga, suatu hari Jasmine mengalami kecelakaan dan saat terbangun dia sedang berada di lantai dengan tubuh lemah. Terbaring dihadapan seorang pembunuh yang menyebut dirinya utusan permaisuri.
Jasmine menyadari dia berada di lingkungan yang sangat berbeda. Kemudian dia mengalami sakit kepala hebat. Kilasan ingatan muncul layaknya film. Dari ingatan itu, Jasmine dapat menyimpulkan bahwa dia terkirim ke masa lalu.
Ke tubuh Zhu Qi Qi, putri tertua dari Kaisar Zhu Fengying dari Nan Fang.
Petualangannya dimulai dari sini. Darah untuk darah! Semua dendam harus dituntaskan! Semua yang salah harus menerima hukuman! Seribu kali lebih menyakitkan dari yang pernah mereka berikan.
Kemudiam pertemuannya dengan pria tak tahu malu membuatnya merasakan sesuatu yang berbeda. Dia merasa hidup...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axelle Axa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15
Zhu Qi Qi masih berjalan tanpa tujuan, sesekali dia mendengar orang-orang membicarakan kejadian siang tadi. Tak sedikit yang memuji sikap berani Xiao Tian Yi, tetapi ada beberapa juga yang mengutuk perbuatannya. Hal ini membuat Zhu Qi Qi berpikir, di dunia dimana kekuatan dan kekayaan berkuasa, dia tentunya harus bisa melindungi dirinya sendiri--tempat ini tak mengenal hukum.
Zhu Qi Qi yang kini mulai merasa bosan memutuskan kembali ke Rumah Seribu Obat. Dia berjalan perlahan sambil terus memikirkan hal itu. Dia tahu dia pasti membutuhkan banyak kekuatan dan dukungan bila ingin membalaskan dendam Zhu Qi Qi. Tujuannya ini terlalu besar hanya untuk didukung oleh Perguruan Du Gu saja dan Zhu Qi Qi mulai berpikir bagaimana bila dia membuat pasukannya sendiri.
Dia harus menciptakan pasukan yang tak tertandingi dan ditakuti oleh lawannya. Selain itu dia harus memulainya sedini mungkin. Sayangnya untuk membuat pasukannya sendiri dia tentunya membutuhkan biaya yang sangat besar.
Jadi hal pertama yang harus dia lakukan adalah menemukan sumber penghasilan yang dapat memberi pemasukan pada keuangannya. Sejenak Zhu Qi Qi berpikir, apakah ada organisasi yang bisa diajak bekerja sama dalam hal ini? Dia juga mencoba mencari ide bisnis dari dunia modern yang mungkin bisa dia terapkan di dunia ini. Sayangnya perbedaan budaya dan teknologi tidak memungkinkannya menggunakan startegi bisnis dari dunianya.
Zhu Qi Qi menghela napas, mungkin dia perlu memikirkannya dengan lebih matang sebelum mengambil tindakan. Karena terus berpikir sejak tadi, gadis itu tak sadar bahwa kini dia sudah sampai di Rumah Seribu Obat.
Tunggu dulu, Rumah Seribu Obat! Ya, tentu saja.
Zhu Qi Qi tersenyum tipis saat melihat halaman Rumah Seribu Obat. Ada satu hal yang dibutuhkan setiap orang entah itu dari dunia modern ataupun dunia kultivasi--yaitu obat-obatan. Selain itu dia juga ahli dalam bidang ini. Sekarang Zhu Qi Qi hanya perlu mencari tahu siapa pemilik Rumah Seribu Obat, jadi dia bisa mengatur rencana.
Targetnya sangat mudah, dia hanya harus bekerjasama dengan mereka dan menguasai pasar obat-obatan dan pil di daratan ini. Kemudian setelah itu dia akan menakhlukkan Rumah Seribu Obat dan industrinya sehingga dia tak perlu khawatir lagi dengan pasokan obat serta keuangannya.
Zhu Qi Qi menggunakan qi gongnya (ilmu meringankan tubuh) dan naik ke atap. Dia berjalan dengan tenang di atap itu dan tanpa sengaja melirik ke arah salah satu kamar. Di sana dia melihat Tetua Wu Xian sedang mengolah tungkunya untuk membuat pil. Namun yang membuat Zhu Qi Qi bingung adalah Tetua Wu Xian terlihat sangat kacau, hampir semua tubuhnya ditutupi abu. Zhu Qi Qi tertawa geli dan akhirnya memutuskan untuk menontonnya.
Zhu Qi Qi melihat apa yang dilakukan Tetua Wu Xian, dia mencampurkan beberapa bahan obat dan mulai menghidupkan api. Apinya dijaga dengan baik dan tenang menunjukkan bahwa dia sudah berada di level yang sangat tinggi. Setelah itu Tetua Wu Xian mengeluarkan sebuah lotus putih dengan pendaran cahaya putih samar di kelopaknya.
Hanya sekali lihat saja Zhu Qi Qi tahu apa itu. Itu adalah tanaman obat langka berusia seribu tahun. Zhu Qi Qi mengernyit tak suka saat pria tua itu mengambil salah satu kelopak lotus dan memasukkannya dengan hati-hati ke dalam kuali.
"Dia gila ya?" gerutu Zhu Qi Qi.
DUAR.
Tungku itu meledak dalam satu kedipan mata--membuat Tetua Wu Xian yang sudah kacau menjadi semakin berantakan. "Pak tua ini hanya membuang-buang bahan bagus!" kesal Zhu Qi Qi, tapi dia masih memutuskan untuk lanjut menonton alih-alih langsung memberitahu Tetua Wu Xian.
Zhu Qi Qi menebak di dalam hatinya saat dia melihat Tetua Wu Xian yang sangat kacau. Ini pasti bukan ledakan pertamanya. Sayangnya bahkan Zhu Qi Qi tak tahan melihat Tetua Wu Xian lama-lama. Dia menggertakkan giginya kesal sambil menggerutu. Apa dia tak punya otak? Kalau punya kenapa terus melakukan kesalahan yang sama?
Zhu Qi Qi melompat turun dari atap dan mendarat dengan mulus di tanah. Dia berjalan dengan kesal ke arah ruangan yang digunakan Tetua Wu Xian untuk mengolah pil.
"Tetua," panggil Zhu Qi Qi sebelum Tetua Wu Xian kembali mengulangi kegiatan bodohnya.
Tetua Wu Xian menoleh dengan tatapan horor. "Apa yang kau lakukan di sini gadis kecil?" tanyanya bingung.
Tetua Wu Xian kemudian melihat ke arah pintu seolah mencari sesuatu. "Dengan siapa kau masuk ke sini?" tanyanya lagi.
Zhu Qi Qi terdiam sejenak sebelum menjawab dengan tenang, "Sendiri."
Tetua Wu Xian membelalak kaget, dia ingat betul bahwa dirinya sudah memasang pembatas. Pembatas yang tidak bisa ditembus oleh sembarang orang. Hanya mereka yang memiliki tingkat beladiri Lan (aura biru) ke atas dapat melewatinya. Namun hal itu mustahil untuk seorang gadis kecil yang terlihat baru berusia tiga belas atau empat belas tahun, bukan?
Zhu Qi Qi tersenyum menyadari kebingungan Tetua Wu Xian. "Aku sudah mencapai tingkat Lan," jelas Zhu Qi Qi tenang. Sikapnya yang anggun memberi kesan yang cantik namun kejam. Suaranya juga jelas tanpa keraguan, membuatnya makin terlihat mendominasi.
Terlebih lagi, setelah dia membebaskan auranya, aura itu terasa begitu dingin dan menekan. Penatua Wu Xian juga menyadari kehadiran beberapa orang baru di dekat Zhu Qi Qi, tiga orang pemuda dan seorang gadis. Yang masing-masing kemampuan beladirinya berada di atas tingkat Lan.
Tetua Wu Xian tanpa sadar melangkah mundur. Tingkat Lan adalah peringkat tinggi kultivasi beladiri, buka hal mudah untuk mencapainya, rata-rata orang baru mencapainya setelah memasuki usia awal dua puluhan. Namun orang-orang dihadapannya ini terlihat masih begitu muda, mungkin semuanya masih di bawah dua puluh tahun.
"Tak apa, pergilah." Setelah perintah dari Zhu Qi Qi, keempat orang itu menghilang dalam kegelapan. Tetua Wu Xian tahu betul itu adalah teknik dari Perguruan Du Gu. Perguruan Du Gu banyak menghasilkan pembunuh bayaran hebat, mereka dikenal sebagai pembunuh yang sulit dideteksi keberadaannya karena salah satu teknik yang mereka miliki--Langkah Bayangan.
Langkah Bayangan adalah teknik yang memungkinkan penggunanya untuk menyaru dalam kegelapan. Mereka menekan aura mereka sampai di titik dimana tak seorangpun mampu mendeteksi, tak peduli seberapa tinggi tingkat kultivasinya. Hal ini juga yang membuat Perguruan Du Gu tetap eksis di dunia bawah selama ini. Hanya saja yang membuat Tetua Wu Xian kaget adalah karena keempat orang itu menguasai teknik Langkah Bayangan yang tersohor.
Dia lalu kembali menatap ke arah Zhu Qi Qi dengan tatapan takjub. Jadi, gadis ini benar-benar putri dari Zhao Yang dan Li Ping. Berarti rumor yang menyatakan Perguruan Du Gu tak akan memiliki penerus itu bohong. Ini buktinya, calon penerus itu saat ini berdiri di hadapannya.
"Apa maumu, gadis kecil?" tanya Tetua Wu Xian dengan sikap menimbang.
"Hm... Siapa pemilik Rumah Seribu Obat?" tanya Zhu Qi Qi tanpa basa-basi.
"Kenapa menanyakan itu?" Tetua Wu Xian menatap Zhu Qi Qi penuh selidik. Ah, dia gadis yang cantik dengan mata bulat yang jernih. Mata itu membuatnya terlihat begitu polos, tapi siapa yang tahu bahwa dia adalah kultivator beladiri tingkat Lan.
Semua orang pasti terkagum-kagum saat tahu hal itu. Karena hanya genius di antara para genius yang mampu mencapai tingkat Lan diusia yang begitu muda.
"Ada bisnis yang ingin ku bicarakan." Zhu Qi Qi menjawab acuh.
"Aku lah pemiliknya. Aku yang mendirikan Rumah Seribu Obat," ujar Tetua Wu Xian sombong.
"Oh, pantas saja tempat ini tak berkembang," batin Zhu Qi Qi sambil tersenyum tipis.
Zhu Qi Qi masih dengan senyumnya yang menawan kemudian mengutarakan maksudnya pada Tetua Wu Xian, "Tetua, bertaruhlah denganku."
Tetua Wu Xian sedikit kaget lalu terkekeh. "Gadis kecil, memang apa yang kau miliki untuk dipertaruhkan?" ujarnya sedikit tertatik. Tetua Wu Xian menghargai bakat muda, jadi dia senang melihat Zhu Qi Qi begitu tertarik pada aset dan usahanya.
"Aku punya Perguruan Du Gu." Zhu Qi Qi masih dengan senyum tenangnya.
Tetua Wu Xian membelalak kaget. Bocah ini, dia tak tahu apa yang akan dilakukannya pada Perguruan Du Gu di masa depan. Namun Tetua Wu Xian juga bukan orang baik. Ini akan menjadi kesempatan emas! Dia tak akan menyia-nyiakannya.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Tetua Wu Xian lagi dengan senyum licik.
"Rumah Seribu Obat."
--oOo--
semoga disini bisa konsisten ya min, cerita di wp masih nanggung bgt looh
langsung cus donwload apk nya🤩