NovelToon NovelToon
Bodyguard Cool Rasa Pacar

Bodyguard Cool Rasa Pacar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Teen School/College / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:74.3k
Nilai: 5
Nama Author: Me Akikaze

Cantik paripurna dan terlahir dari keluarga kaya raya. Siapa yang tidak kenal Biru, sang gadis impian banyak kaum adam. Tabiatnya yang agak "berandal" membuat keluarganya pusing menghadapinya. Biru sudah menentukan kekasih hatinya dan siapapun tak bisa menentangnya. Karena perangainya yang kurang tertata, Biru banyak menghadapi banyak masalah di hidupnya. Hingga akhirnya keluarga memutuskan untuk menyewa seorang bodyguard untuk Biru. Awalnya Biru menolak karena dia merasa tidak akan sebebas dulu. Hanya saja akhirnya dia sedikit melunak dan mengajukan syarat, yaitu bodyguardnya tidak boleh tampan karena suatu alasan. Lantas bagaimana pertemuan Biru dengan bodyguard pilihan keluarga? lalu bagaimana kebebasannya setelah mendapatkan bodyguard?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Akikaze, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati Yang Cerah

“Nona…,”

“Ya?” tanya Biru sebelum keluar dari mobilnya. Dipa terdiam sejenak, melihat ke arah Biru yang masih menahan dirinya untuk keluar.

“Ehm…enggak….oh ini tertinggal,” Dipa mencari alasan, dan menyerahkan kacamata hitam Biru yang tergeletak di sampingnya. Dipa nampak gugup.

Biru menyipitkan mata dan nampak sebal melihat kebegoan yang hakiki dari Dipa. What? Kacamata?. Biru menghembuskan nafas, tanpa mengambil kacamata yang diulurkan Dipa, Biru keluar dari mobil dan menghempaskan pintu mobilnya.

Dipa memejamkan mata dan menepuk dahinya, sebodoh itu yang dilakukannya.

                        Biru berjalan dengan anggun menuju kelasnya.

“Cie…yang lagi bahagia,” ujar Luna. Biru tetap berlalu. Karena dia sedang memikirkan tugasnya yang belum selesai, boro-boro memikirkan tugas, hatinya sedang sibuk bahagia karena Mario. Titik!

Biru menghampiri Jennara yang sedang duduk di kursinya, tepatnya di pojok kelas. Terlihat gadis berkaca mata itu sedang membaca buku. Biru menarik kursi yang ada di depan Jennara dan membalikkan menghadap Jennara.

“Hai,” sapa Biru sambil tersenyum.

“Oh iya, ini.” Jennara mengeluarkan lembaran kertas yang ada di dalam tas ranselnya.

“Thanks Jenna, lo baik banget,” Biru mengambil tugas tersebut dan tersenyum manis. “Gue nggak akan pernah lupa dengan kebaikan lo,” kerlingnya.

“Sama-sama,” ujar Jennara sambil membalas dengan senyuman. Biru yang sudah mendapatkan tugasnya pun kembali ke kursinya.

“Ih lo jahat banget selalu manfaatin Jenna,” Ros mencebik.

“Nggak usah syirik, lagian dia juga nggak merasa gue manfaatin,” Biru membela diri, dia meletakkan tugas di depannya, siap dikumpulkan hari ini.

“Lagi bahagia, senyumnya ngembang mulu kek kembang mawar,” ujar Luna, masih mencoba menggoda Biru yang belum sama sekali bercerita perihal acara baikannya dengan Mario.

“Iyes, gue bahagiaaaa,” Biru merentangkan kedua tangannya ke samping.

                        Seperti sebelum-belumnya, jika Biru bahagia, maka dia akan senang hati mentraktir teman-temannya. Kali ini Biru mengajak mereka ke mall, sebenarnya bukan murni kemauan Biru, Luna dan Ros lah yang memberikan ide untuk berbelanja di sini.

“Ini ada tas keluaran baru lho Bi,” ujar Luna sambil bersemangat berjalan menuju toko tas yang dimaksud.

“Oh ya,?”

“Iya,” Luna masih berbinar. Mereka bertiga berjalan bersama, sedangkan Dipa membuntuti dari belakang. Selepas kuliah hari ini usai, Biru benar-benar menuruti Luna dan Ros untuk shopping.

“Ih cantik banget,” Luna mengangkat sebuah tas dengan merk mahal, dan memang ini keluaran terbaru. Biru melihat tas warna hitam yang dijinjing oleh Luna.

“Ini juga cantik,” Ros menunjuk yang warna coklat tua. “Ini keluaran baru juga kan kak,?” tanya Ros pada penjaga toko.

“Iya kak, dua ini sama-sama keluaran terbaru, baru kemarin,” jawab pegawai perempuan itu dengan ramah. Ros dan Luna nampak sangat bahagia. Jika untuk ukuran Biru, barang tersebut kurang nendang di hatinya.

“Boleh nggak nih ditraktir ini,?” Luna tersenyum ke arah Biru dengan mata berbinar.

“Ambil aja,” Biru mengibaskan tangannya.

“Lo nggak beli,?” tanya Ros. Biru menggeleng.

“Nggak sreg di hati,” imbuhnya lalu duduk di sebuah kursi, tangannya mengeluarkan ponsel dan membukanya. Ada pesan yang masuk dari Mario. Biru membalas pesan tersebut dengan wajah senangnya.

“Sudah Bi,” teriak Luna dari meja kasir, tangannya melambaik ke arah Biru. Biru memasukkan ponselnya dan berjalan ke arah Ros dan Luna yang masing-masing membeli satu tas.

“Ini,” Biru mengeluarkan kartu sakti warna hitamnya. Ros dan Luna sangat senang, punya teman seperti Biru memang sangat menyenangkan, nggak pernah itung-itungan. Biru menyerahkan kartunya itu pada kasir.

“Eh tolong bungkus satu lagi kak,” ujar Biru.

“Katanya nggak suka?.” Luna melihat ke arah Biru.

“Iya kak, yang mana,?” tanya salah satu pegawai yang ada di dekat kasir.

“Ehm…yang mana ya? Pokoknya anaknya manis, pendiam, cocoknya yang mana ya kak,?” tanya Biru. Pegawai itu membawa Biru ke etalase koleksi lainnya. Terdapat warna krem muda yang cantik.

“Ini bukan keluaran baru,?” tanya Biru sambil menunjuk tas tersebut. Terlihat Ros dan Luna masih mematung di depan kasir sambil saling bertanya dengan apa yang dilakukan oleh Biru.

“Bukan kak, bulan kemarin sih kak, tapi bagus juga,” ujarnya.

“Ok, ini ya kak,” Biru memutuskan.

“Baik kak, mau dicek dulu,?” tanyanya.

“Nggak usah, gue yakin pasti bagus deh kalau kakaknya bilang bagus,”

“Baik kak, silahkan ke kasir,” ujar pegawai dengan ramah.

“Katanya nggak suka,?” tanya Ros begitu melihat Biru kembali ke kasir.

“Buat seseorang,”

“Seseorang,?” Luna bertanya kembali, Biru tidak menjawab kali ini. Tangannya menerima uluran kartu dari kasir. Lalu mereka menerima barang belanjaannya masing-masing. Daripada ribet, Biru menyuruh Dipa untuk membawakan barang belanjaannya.

Tidak hanya tas, mereka juga membeli baju, sepatu, dan barang lainnya.  Sebegitu royalnya Biru pada temannya itu.

Setelah mereka puas, mereka makan di sebuah restoran yang ada di dalam mall tersebut. Tak lupa Biru pun menyuruh Dipa untuk makan siang sekalian, tetapi berada di meja yang berbeda. Dipa mengiyakan saja, barang bawaan dari tiga gadis itu benar-benar menggunung, dia meletakkan di kursi dan sebagian lagi di lantai. Dipa menggelengkan kepalanya. Beginikah cara orang kaya belanja? Benar-benar tidak mengkhawatirkan isi dompet jebol, bahkan mereka tidak menggunakan uang cash sama sekali.

Dipa tersenyum tipis, menertawakan dirinya. Kapan dia akan bisa membahagiakan nenek dan adiknya, mengajaknya belanja sesuka hatinya.

Terdengar gelak tawa dari Biru dan teman-temannya, mereka sangat bahagia, terlebih wajah Ros dan Luna yang nampak puas berbelanja gratis dengan uang Biru.

“Thanks ya Bi…semoga hubungan lo sama Mario langgeng selalu,” doa Ros dan diamini oleh Luna.

“Kalau lo bahagia, gue juga ikut bahagia,” sahut Luna.

“Ish…jangan peres,”

“Nggak peres lah Bi, lagian kita emang pengen lo bahagia kok sama Mario,” bantah Ros, Luna mengangguk.

“Eh tapi itu pengawal lo serius deh, cakep amat,” puji Luna sambil melihat Dipa dari jarak jauh, yang ditatap sedang tidak memperhatikan ketiga cewek itu.

“Kalau lo suka bilang aja,” Biru menaikkan bibirnya.

“Siap, bantuin yak,” Luna terkekeh.

“Ogah,” Biru buru-buru menolak.

“Oh ya Bi, kemarin lo kabur nggak kuliah kemana? Nggak yakin sih kalau lo pulang begitu aja,”

“Uhm,?” Biru menyipitkan kedua matanya. Sedang mencari jawaban untuk pertanyaan itu, jika dia jujur kalau dia pergi ke pantai sama Dipa maka akan menimbulkan asumsi aneh-aneh dari Luna dan Ros.

“Gue…gue ada lah,” Biru mengibaskan tangannya.

“Elaah Bi, sekarang suka main rahasia-rahasiaan sama kita,”

“Ya pokoknya adalah, nenangin diri,”

“Ya udah deh, apapun itu yang penting lo bahagia sekarang, dan udah baikan sama Mario si pujaan hati,”

Biru mengangguk, mengangkat jempol tangan kanannya lalu menyeruput minumannya dan segera beranjak meninggalkan restoran ini.

1
Vhee🍃
ada ga sih laki2 modelan kek Dipa gini ? mau satu ya Allah 😭😭😭
Me Akikaze: 😄 hihi mungkin ada kak
total 1 replies
Nur Hidayanto
Luar biasa
Sulaiman Efendy
TERNYATA DIPA KRJA DIPRUSAHAAN SAGA..
Sulaiman Efendy
TRLALU TROBSESI SI AYU..YG MENGKELNYA SI DIPA GK ADA TEGAS2NYA
Sulaiman Efendy
SI DIPA YG GK TEGAS, LO MLH HNCURKN PRASAAN BIRU, LO LBH KEJAM DRI MARIO
Sulaiman Efendy
SKRG DIPA SDH TAU SIAPA INDA..
Sulaiman Efendy
GAK TEGAS BANGET..
Sulaiman Efendy
JGN LO BRJANJI JIKA TK BSA MNEPATI, URUSAN LO SAMA WAHONO BLM KELAR .
Sulaiman Efendy
BERHARAP ADA ADEGAN BAKU HANTAM, MLH GAK ADA.. LEMPEM BANGET CERITANYA
Sulaiman Efendy
LO PECAT SAJA TU RAKA, KLO LO TAU RAKA SDH LECEHKN BIRU, PSTI LO BUNUH TU RAKA
Sulaiman Efendy
KLO SPRTI INI BARU UTINYA JAHAT .
Sulaiman Efendy
PENASARAN NIH DGN JAWABAN DIPA
Sulaiman Efendy
HRSNYA LO REKAM TU OMONGN RAKA, LO LAPORKN KE PAPA LO
Sulaiman Efendy
SEMOGA DIPA MNOLAK, HIDUP KOQ MAU DIATUR ORG LAIN..
Sulaiman Efendy
CARI MATI SI RAKA BRANI NGATAIN ANAK BOS WANITA SIMPANAN
Sulaiman Efendy
MASIH INGAT LO, KMARIN2 KMN LO GK CARI ANAK2 LOO..
Sulaiman Efendy
KLO LO MASH MAU TERIMA MARIO, LO WANITA TERBAHLUL..
Sulaiman Efendy
PASTI SI MARIO TUH
Sulaiman Efendy
PASTI ADA SI SANDRA/INDA TUH BESOK
Sulaiman Efendy
UTI GK JAHAT, SBAGAI IBU DIA SEDIH LIAT ANAK LKI2NYA YG DIRONGRONG ISTRINYA UNTUK KERJA JDI TKW.. KRN SANDRA SI ARHAN JDI MMFORSIR KERJANYA..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!