NovelToon NovelToon
GARA-GARA NGGAK CANTIK

GARA-GARA NGGAK CANTIK

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:406k
Nilai: 4.9
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Sepekan lagi menjelang hari H, tiba-tiba Arif membatalkan rencana pernikahan dengan alasan Rara terlalu baik.

Belum sempurna sembuh luka hati Rara, Arif kembali memberikan kejutan dengan menikahi mantan model di kantor mereka.

Rara mencoba move on, menata kembali hidupnya, tetapi Arif tidak melepaskan Rara begitu saja. Ia membuntuti kemanapun Rara pergi hingga sebuah tuduhan ditujukan pada Rara.

Dua orang lelaki baik membantu Rara keluar dari masalah demi masalah yang ditimbulkan Arif. Ialah Ken dan Rangga. Lalu siapakah yang akhirnya menjadi pendamping hidup Rara? Lelaki baik yang bisa menerima ia apa adanya meski Rara merasa enggak cantik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Monika Ariella

Nama gadis itu Monika Ariella. Gadis keturunan Indonesia campuran Inggris, usianya hampir sama denganku, hanya beda beberapa bulan. Bekerja di kantor kami kira-kira sejak enam bulan lalu sebagai model untuk beberapa produk pakaian muslimah meskipun sebenarnya ia tidak mengenakan hijab.

Monika sebenarnya tipe gadis supel yang gampang dekat dengan siapapun. Tapi denganku kami hanya pernah bertegur sapa beberapa kali. Saat berada di pantry, atau ketika rehat siang. Setelah itu ia tidak dekat sama sekali. Mungkin karena belum pernah punya projek bersama.

Gadis campuran itu baru di dunia modelling. Sebelumnya ia malah bekerja sebagai seorang desainer. Tetapi karena penampilannya yang good looking, akhirnya ditawarkan jadi seorang model dan kebetulan juga ia punya bakat di dunia tersebut secara alamiah.

Sayangnya, beberapa pekan lalu, tepatnya aku tidak terlalu ingat, ia memilih keluar meskipun sebenarnya sudah dapat kontrak baru. Entah apa alasannya, aku juga tidak terlalu tahu.

Aku hanya ingat, beberapa kali pernah mendapati Arif berbincang dengannya. Tetapi saat aku datang, mereka diam. Bahkan Monika menjauh meskipun sebenarnya aku tidak mempermasalahkan sebab bisa saja mereka bicara soal pekerjaan karena salah satu job Arif adalah sebagai fotografer di kantor ini. Tentunya memfoto Monika sebagai modelnya.

"Apa mereka benar-benar selingkuh di belakang kamu, Ra?" pertanyaan Dini membuyarkan lamunanku.

"Selingkuh?" entahlah, aku melihat semuanya wajar-wajar saja. Tidak ada yang aneh sama sekali.

Saat kami sedang berdiskusi, tiba-tiba kak Gita masuk. Ia ngos-ngosan, mungkin karena terburu-buru.

"Ada apa, kak? Kok sampai segitunya?" tanyaku, sambil menawarkan kursi dan segelas air minum.

Setelah duduk dan menghabiskan air minum, kak Gita mengaku naik dari lobi ke lantai melatih tempat ruanganku dengan tangga sebab ia tidak sabar, sementara lift tidak kunjung terbuka sebab banyak orang yang memakai hilir mudik di pagi hari.

"Ra, aku sangat yakin bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Arif!" kata kak Gita.

"Kami juga yakin seperti itu, kak." Dini mengemukakan hasil diskusi kamu harusnya.

"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Risa.

"Sebaiknya kamu hubungi Arif." kata kak Gita.

"Ngapain kak?" aku menggeleng. Setelah apa yang ia lakukan padaku, rasanya tidak ingin bertemu dengannya lagi. Tapi masa kak Gita menyuruh aku menghubunginya. Kan malas benget.

"Bukan apa-apa, Ra. Kamu berhak tahu apa yang sebenarnya terdapat." ungkap kak Gita. "Jangan-jangan ...."

"Jangan-jangan apa?" tanyaku.

"Ya, pasti ada sesuatu!" ungkap Aya.

"Hufff, aku enggak tahu harus bicara apa. Bertemu saja rasanya masih malas." kataku. Bicara apa adanya yang aku rasakan.

"Konfrontasi!" kata kak Gita tegas.

"Bagaimana ya," aku masih berpikir.

"Jangan mikir lagi Ra. Sekarang juga telepon dia, minta ketemuan. Dia harus menjelaskan semuanya. Kamu tenang saja. Kami semua akan ikut menemani." ungkap Dini.

"Iya, benar!" kata Kak Gita, Risa dan Aya serentak.

Sebenarnya masih ragu untuk menghubungi Arif. Tapi apa yang dikatakan kak Gita dan ketiga sahabatku itu memang benar. Aku berhak tau apa yang sebenarnya terjadi. Kalau tidak ada apa-apa antara Arif dan Monika, kenapa pernikahannya begitu cepat. Hanya dua hari setelah ia membatalkan pernikahan kami tapi sudah langsung bagi undangan.

Melihat lokasi pernikahan yang cukup mewah, aku yakin persiapannya bukan sehari dua hari. Sama seperti pesta yang ingin digelar Mama saja memakan waktu sampai dua pekan lebih untuk persiapan saja. Padahal gedung yang kami pakai dibawah gedung yang dipesan Arif.

Mungkin karena aku terlihat masih ragu-ragu. Aya segera menekan gadget milikku agar tersambung pada nomor Arif. Jantungku langsung berdetak lebih kencang. Bukan karena grogi karena mau bicara dengannya, tapi bingung harus berkata apa?

[Assalamualaikum, Ra.] suara Arif menjawab teleponku.

[Wa'alai ... kumussalam.] aku bicara dengan suara terbata-bata.

[Kenapa Ra?]

Aku harus bilang apa? Aku melihat kak Gita, Aya, Dini dan Risa. Untungnya dengan sigap Aya membisikkan kata-kata padaku.

[Rif, bisa bicara?]

[Ini kan sudah bicara, Ra?]

[Maksudku, bisa kita ketemu.]

[Kenapa Ra?]

[Ada yang ingin aku katakan. Bisa?]

[Mmm, bagaimana ya Ra.]

[Cuma sebentar.]

[Ya sudah. Kapan?]

Lagi-lagi aku melirik mereka berempat, berharap petunjuk. Dengan sigap kak Gita menulis sesuatu di kertas.

[Sekarang.] usai mengatakan itu aku langsung menutup mulut. Sekarang? Aku yang tidak siap. Bagaimana ini? Sekarang selain deg-degan, badanku juga panas dingin dibuatnya.

[Dimana Ra? Tapi kamu datang sendiri ya, jangan bawa teman ataupun kak Gita.]

Lagi-lagi kak Gita menulis. Ia memintaku mengajak Arif ketemuan di taman belakang kantor. Setelah Arif menyetujui, ia menutup teleponnya.

"Kak kok sekarang sih?" tanyaku.

"Soalnya aku udah enggak sabar pengen bejek-bejek kepalanya si Arif itu!" kata kak Gita.

"Aku juga."

"Iya, aku juga!" kata Aya dan Dina bersamaan.

"Terus kenapa ngomongnya di taman belakang? Kan sepi?" tanyaku lagi.

"Ra, namanya mau meluapkan emosi ya di tempat tertutup supaya enggak ada yang tahu apa yang kita lakukan pada Arif." kata Dini.

"Biar gampang juga memutilasi dia," cetus Aya.

"Ih serem amat. Jangan merusak diri sendiri hanya gara-gara orang kayak gitu " Kataku yang masih bisa berpikir jernih meski sebenarnya akulah yang paling terluka sebab aku korbannya Arif. "Terus rencananya bagaimana nanti?" mengingat Arif enggak akan mungkin mau bicara kalau ada sahabat-sahabatku, apalagi kak Gita.

Arif sadar betul bahwa kak Gita masih sangat kesal padanya dan ia harus cari aman dengan menghindar terlebih dahulu agar tidak jadi korban pelampiasan emosi kak Gita.

Kami berlima mengatur strategi sebelum bertemu dengan Arif. Untuk urusan izin kantor, kak Gita yang mengaturnya. Kami tinggal beres sebab kak Gita yang akan bertanggung jawab atas segala resiko yang mungkin saja timbul atas perbuatan bolos kerja yang kompak kami lakukan.

Entahlah. Apakah aku sanggup bertemu dengannya. Tapi aku harus memberikan sedikit pelajaran pada Arif agar ia tidak berbuat seenaknya pada perempuan. Apalagi sudah banyak kerugian yang harus aku tanggung. Kalau ini tentang aku saja, mungkin aku bisa menahannya, tapi mengingat bagaimana sedihnya Mama karena batalnya pernikahan ini membuatku marah pada Arif. Selain harus menanggung malu, Mama juga kehilangan uang tabungannya secara sia-sia.

Bagi perempuan seperti mama yang harus bekerja keras di usia yang tidak lagi muda, mengumpulkan daba untuk biaya pernikahan itu tidaklah mudah. Arif harus bertanggung jawab untuk itu semua.

Aku setuju untuk bertemu dengan Arif untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Toh ialah yang awalnya datang baik-baik padaku. Meskipun sekarang ia akan menikah dengan Monika, tapi ia harus jelaskan semuanya terlebih dahulu.

1
Euis Yohana
kaya di sinetron2 pemeran utamanya sabaaaaaar bgt,,pdhl di dunia nyata aku blum tuh liat orang yg sabaaaaaar bgt gitu kalo d zolimi,,
Euis Yohana
baru jg sebulan nikahnya,,KK ku jg 3 bln br hamil ,,kalo aku sih KB dl karena blum mau punya takut kaya KK pertamaku susah lahirannya,,,
Euis Yohana
Rara jgn gitu jg SM Ken,,Ken hanya ingin kamu bahagia ,,memang uang bkn segalanya tp kalo g punya uang jg puyeng Ra ...jd maafin Ken ,,,ya...
Euis Yohana
turutin kata Dinda Ra,,karena dia keluargamu kan ,,sedang papamu dan istrinya br baiknya PD kmu inget2 kemarin"mereka gimn sikapnya pd kamu,mama SM dinda
Euis Yohana
memang sepertinya papa Ama ibu tirinya baik karena Rara nikah SM orkay...mau manfaatin bwat keluarga si Wira itu mah ya,,,,
Euis Yohana
iya,,pelakor ya,,kaya ga da laki lain aja pdhl cowo kan banyak yg single kenapa mau SM yg punya istri coba ga HBS pikir aku...🤕
Euis Yohana
Amiiiiin...lacaaaaaar ,,,,
Euis Yohana
dah Dig dug beuuh jantungku Alhmdllh,,,datang jg Ken ..hash ..
Euis Yohana
ada apa lg ini Thor ,,kasian Rara ,,jgn kacau lg atuh....
Euis Yohana
Tah gini visualnya asli Indonesia bkn or-kor Mulu masa cerita d indo orangnya Korea🤭
Euis Yohana
ga yg cewe ga cowoknya ga tau malu bgt ....apalagi si Arif ...hadeuuuuh ...kan maen😆
Euis Yohana
kak Gita and friend bantu ngomong atuh ke Ken jelasin ...
Euis Yohana
iiiih...si Arif ..Arif ...kunaon eta jelema nya hayang di geprek kitu ...😤🤬
Euis Yohana
ngapain jg di pikirin apa yg mau di ucapkan Ken SM si Arif biarin aja ,,paling jg di pecat dia ,,,😤
Euis Yohana
bicarakan aja Ama Ken kalo kamu masih takut kecewa lg,apalagi membuat mama kecewa jgn cuma bicara di dlm hati donk Ra...😶
Euis Yohana
kayanya Ken bos besarnya deh,,,jangan jangan jodoh Rara pa polisi
Euis Yohana
ada ya Thor orang kaya si Arif ga punya malu banget tuh orang ,,,pengen gua gibeng,cincang cincang buat pakan buaya😆🤯
Euis Yohana
jangan jangan Ken adalah bos besarnya yaaaa...
Euis Yohana
eeeuuuhh ..kenapa ga ada yg nendang mukanya si Arif siiich ...kesel aku da 🤬😤
Euis Yohana
ngomongnya di depan papa donk Din,,jgn sama mamah ,,kasian mamah tambah keteken perasaannya ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!