CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI?
‘KARENA TIDAK SEMUA CINTA,SEJATI.’
Bugh
Bugh
Bugh
“Gue bersumpah,seujung kuku pun elo nggak akan pernah menemukan keberadaan Kanaya.”Teriakku tepat didepan wajahnya.Lalu kutinggalkan dia begitu saja.
Sejak saat hari itu,aku memutuskan untuk tidak tinggal bersama keluargaku.
Ya,memang itu yang aku alami.Bahkan lebih rumit dari yang sekadar orang lain pikirkan.
• Agra Atthafarizt Herdinata
• Agam Rayyan Atthafarizt
• Kirana Andrea Hilaya
• Kanaya Eisya Putra
Kuy baca ceritanya
Ini kisah Agra,Agam,Kanaya dan Kirana ya.Yang nanti bakal berlanjut keanak-anak mereka...
MAU MEREVISI DULU DAN MAAF JIKA NANTI TIDAK SINKRON DENGAN 'DARI SAHABAT KEAKAD' TERLALU LAMA HIARUS MEMBUTA DAKU LUPA ALUR TEPATNYA😂😂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UTiik KriStiantii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Entahlah menurun dari siapa sifat Agam yang terlampau melenceng.
Arka dan Althaf selalu mendidik anak-anaknya dengan benar.Meski kadang terlihat keras,semua demi kebaikan anak-anak juga.
Entah pula seberapa kecewanya Arka dan Althaf jika tahu kesalahan Agam yang teramat fatal ini.
Sudah dipastikan bukan hanya sebatas kecewa,tetapi mungkin sebuah rasa yang bahkan tidak bisa diungkapkan.
Arka yang memiliki sifat setia tentu tidak bisa diragukan lagi.
Juga Althaf yang meski dulu playboy tapi setidaknya tidak sampai berbuat sejauh itu.
Dan bukankah ia langsung bertobat begitu menyaksikan kisah cinta Arka dan Dedy?
Lalu dari mana Agam menuruni sikap seperti itu.Sungguh memalukan.
Bahkan setelah mengambil kesucian Kanaya,Agam tidak merasa bersalah sedikitpun.
Bahkan rasa ingin tanggung jawabpun tidak ada.
Entahlah,dia punya hati nurani atau tidak.
Dia tidak ingat jika ia dilahirkan oleh seorang perempuan.Ia juga memiliki adik perempuan.Ia tidak berfikir terlalu jauh Berpikir bagaimana jika ibu dan adiknya sampai disakiti orang.
Karena terlalu senang bisa mendapatkan status yang pasti dengan Kirana,saat Kanaya berubah cuek padanya pun Agam bahkan tidak menyadarinya.
Dan hari ini,Agam mempunyai janji untuk bertemu dengan Kanaya.Tujuannya hanya satu.Mengakhiri hubungannya bersama Kanaya dengan baik-baik,lalu fokus untuk hubungannya denga Kirana.
Ia akan mengakhiri semua dengan baik-baik.Dulu mereka memulai hubungan itu dengan baik-baik,maka putuspun harus dengan cara yang baik.
Keduanya berjanji untuk bertemu ditampan komplek saja.Selain dekat,karena pengaruh hormon kehamilan Kanaya malas untuk keluar rumah.Apalagi bertemu Agam.
Satu hal yang saat ini mampu membuatnya bisa merasa senang.Bertemu dengan Agra.
Saat Kanaya sampai ditaman,ternyata Agam sudah sampai terlebih dahulu.
Agam sedikit terkejut melihat perubahan tubuh Kanaya yang terlihat lebih kurus dari terakhir kali mereka bertemu.Tepatnya malam dimana Agam mengambil kesucian Kanaya Itu adalah hari terakhir kali mereka bertemu.
“Kay.”Sapa Agam.Kanaya hanya mengangguk kecil.Tanpa memberikan jawaban.
“Abang pengen ngomong sama kamu perihal hubungan kita.”Ucapnya langsung pada poin pentingnya.
Kanaya seketika mendongakkan kepalanya,melihat kearah Agam yang terlihat begitu serius untuk membicarakan hal ini.
Dari kasus ini Kanaya tidak berharap banyak.Berharap Agam akan bertanggungjawab?Kanaya tidak mau berharap sejauh itu.Ia tidak mau bermimpi terlalu tinggi,akan sakit bila terjatuh dilubang yang paling dasar.
Paling banter ia hanya bisa berharap Agam akan mengucapkan kata maaf untuk segalanya yang sudah terlanjur terjadi.Meski itupun terasa sangat mustahil.
“Apa?”Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Kanaya.Tidak ada rasa hangat dari semua kata uang keluar dari mulutnya.Tidak ada senyum yang biasa terlihat.
“Abang pengen kita mengakhiri ini semua.Maafin abang yang sudah tidak bisa melanjutkan hubungan kita.Abang sadar,abang tidak bisa mencintai kamu seperti abang mencintai Kirana.”Ucapnya.
Ya,Agam memang meminta maaf.Tetapi bukan untuk kesalahannya yang sudah menodai Kanaya,melainkan ia yang tidak bisa melanjutkan hubungannya dengan Kanaya.
Lalu apakah tidak terbesit sedikitpun pikiran apakah Kanaya akan hamil karena hal yang pernah mereka lakukan?
Jangan lupa,bahkan dulu ia tidak pernah mengatakan akan menikahinya.
“Sudah?Hanya itu?”Tanya Kanaya dengan suara yang super datar dan dingin.Mungkin jika nanti anaknya lahir sifatnua akan datar dan sedingin Kanaya,jika saat hamil Kanaya terus bersikap seperti ini.
Agam terkejut karena reaksi yang ditimbulkan oleh Kanaya.Ia pikir Kanaya akan bereaksi berlebihan dan menolak keputusannya.Atau tidak terima.Tapi nyatanya,ia bahkan menerimanya begitu saja.
“Kita putus.”Ucap Kanaya lalu pergi begitu saja meninggalkan Agam yang bahkan belum menjawab satu patah katapun.
Air mata lolos membasahi kedua pipinya.Sakit yang ia rasakan bukan karena telah dikhianati oleh Agam.Melainkan karena sikap Agam yang sungguh keterlaluan.
Kanaya berjalan menuju rumah Kirana.Ia juga ingin menyelesaikan perihal kisah cinta mereka yang rumit.
“Yah.”Panggil Kanaya saat melihat Asen duduk didepan rumah.
“Eh anak gadis ayah.Sini sayang!”Jawab Asen sambil menepuk sofa disebelahnya.Kanaya duduk disamping Asen.Asen memeluk karena memang sudah cukup lama keduanya tidak bertemu.
Asenpun juga ikut terkejut dengan perubahan tubuh Kanaya yang terlihat lebih kurus.Apalagi melihat warna hitam dibawah kantung mata Kanaya.
Ia yakin,anak itu sedang tidak baik-baik saja.
Sungguh.Menyakitkan melihat kondisi Kanaya yang terlampau menyedihkan.
“Kirana ada yah?”Tanya Kanaya sopan.
“Kirana sayang ada yang nyari ini.”Teriak Asen.Ia masih terus memeluk Kanaya yang sudah dia anggap seperti anak gadisnya itu.
Tidak.Dia tidak lagi gadis.Bahkan kini dia sudah menjadi calon ibu.
“Tunggu sini nak.Duduk sama ayah.Sudah lama kamu tidak kesini.”Ucap Asen.
Sama seperti dengan Ave,Asen menyayangi Kanaya seperti ia menyayangi Ave.
Kanaya tersenyum canggung karena hal itu.Ia merasa kasihan pada laki-laki yang ia anggap sudah seperti ayahnya itu jika ia tahu Kirana adalah alasan selesainya hubungannya dengan Agam.
Tak lama Kirana keluar dan berdiri diambang pintu.
“Ya pa.”Jawab Kirana yang belum menyadari keberadaan Kanaya.
Kanaya yang awalnya duduk kini bangkit dan menggeser tubuhnya.Mata Kirana membulat sempurna saat melihat yang datang adalah Kanaya.
“Hay Ran.”Sapa Kanaya sambil melambaikan tangannya.
Cukup lama Kirana tidak merespon hal itu,ia masih melamunkan akan kedatangan Kanaya yang tiba-tiba ini.
“Nak.Kanaya memanggilmu.”Tegur Asen.
“Eh iya.H...Hay Nay.”Jawab Kirana gugup.
“Bisa ngomong bentar Ran?”Tanya Kanaya.Ia masih berusaha bersikap setenang mungkin.
Tanpa menunggu persetujuan Kirana,Kanaya berjalan terlebih dulu untuk menuju gazebo disekitar rumah Asen.
Tak lama setelahnya,Kirana berjalan mengikuti Kanaya.
Asen dapat menangkap sinyal-sinyal permasalahan dari dua gadis muda itu.
Tapi ia sadar,ini urusan anaknya.Jika waktunya ia kudu ikut campur,maka ia akan turun tangan sendiri.Dan mungkin untuk saat ini mereka masih bisa menyelesaikannya sendiri.
“Selamat ya atas hubunganmu sama pacar kamu.”Ucap Kanaya memberi selamat.
Dalam hati Kirana ia menyadari ada yang ganjal saat Kanaya tidak menyebut nama Agam.Tetapi ia tidak mau ambil pusing.
“Nggak usah merasa bersalah.Semua udah jalannya.”Ucap Kanaya memulai pembicaraan.
Kirana menoleh.Ada rasa bersalah dihatinya.
Cinta,apakah selalu serumit ini?Harus ada yang tersakiti disaat ada yang sedang berbahagia?
Cinta haruskah sesakit ini?Untuk tetap bertahan meski rasa tidak sanggup membayanginya.
“Aku hanya ingin berpesan.Jangan sampai kamu tergoda oleh segala rayuan laki-laki yang seandainya memintamu untuk menyerahkan apa yang harusnya kamu jaga.Jangan sampai Ran.Sebab itu akan menentukan kehidupanmu dimasa depan.”Lanjut Kanaya.
Ia menoleh kearah Kirana.Tersenyum tulus.Menggenggam tangan Kirana.
“Aku turut berbahagia jika kamu beerbahagia.Mungkin memang kami tidak berjodoh.Jaga dia!”lanjutnya.
“Apa aku boleh minta satu hal?”Tanya Kanaya pada Kirana.Kirana mengangguk ragu.
“Apapun kesalahan yang mungkin dilakukannya dulu ataupun kelak,tolong jangan tinggalkan dia.Dunianya adalah jamu Dan.
Jika kamu meninggalkan dia,maka selesai juga dunianya.Maafkan atas segala kesalahan yang telah dan akan ia perbuat.
Semua ia lakukan demi kamu.Kamu Dan.Termasuk meninggalkan aku.”Jaeab Kanaya disertai seny getir.
Hatinya bergejolak.Sakit hatinya kembali menguap.
Ia memegang dadanya yang terasa sakit,napasnya terasa sesak.
Merelakan seseorang yang kita cintai sesulit inikah?Sekuat tenaga Kanaya merelakan apa yang memang seharusnya ia lepaskan sejak dulu.
Mungkin jika dulu ia tidak memaksakan kehendaknya,mungkin kejadian saat ini tidak akan pernah terjadi.
Kanaya beranjak.Tersneyum tulus terhadap Kirana.Memeluk Kirana cukup lama.
“Aku pergi ya?Ingat semua pesan aku.Sampai lupa,gue hantuin Lo tujuh turunan.”Ucap Kanaya diakhiri dengan candaan.
Kirana masih berkutat dengan dunianya.Dengan fikirannya.Memikirkan apa maksudt ucapan-ucapan Kanaya,hingga ia tak sadar jika Kanaya sudah meninggalkannya.
Saat tersadar Kirana terkejut karena Kanaya sudah hilang dari jangkauan matanya.
“Kayak jalangkung.Cepet banget ngilangnya.”Gerutu Kirana.
‘Gur emang nggak ngerti maksud ucapan-ucapan Lo Nay.Tapi percayalah!Semua bakal gue ingat sampai kapanpun juga.’Ucap Kirana dalam hati.
MAAF UA UPNYA LAMA BANGET
udh seneng up tiap hari