" Mari kita menikah " ajak seorang wanita dengan wajah tanpa senyuman dengan satu gelas wine di tangannya.
" Jangan bercanda Rea "
" Aku serius , bukankah ini saling menguntungkan , aku membutuhkan anak darimu dan kau membutuhkan status pernikahan ini "
" Jangan gila , walaupun aku tertarik tapi aku tidak bisa mempermainkan ikatan suci pernikahan ,dan bagaimana bisa itu terjadi jika di antara kita tidak ada cinta "
" Kita hanya Menikah Gema " ucap wanita dengan mata sedikit sayu , namun terlihat tidak main-main dalam ucapannya.
" Beritahu aku secepatnya jika kau menyetujuinya " lanjutnya sambil beranjak dari kursi yang sudah menemaninya selama berada di dalam pesta yang menurutnya begitu membosankan , " apa kau serius Rea ? " ulang laki-laki di hadapannya.
" Aku serius dan kau tidak perlu khawatir , ini hanya sebuah pernikahan atas dasar saling menguntungkan tanpa komitmen dan tentunya tanpa cinta "
" Dan tanpa ikatan " tambahnya.
" Bagaimana dengan ke kekasihku" ujar laki-laki yang masih tampak bingung dengan rencana mengejutkan dari wanita karier yang berdiri di hadapannya sekarang , " kau hanya perlu menjelaskan pada dia Gema , tidak akan ada yang berubah dan kalian bisa terus melanjutkan hubungan itu "
" Pernikahan ini hanya sebuah status yang tentunya akan menguntungkanmu dan dia , dan juga aku yang hanya membutuhkan anak darimu "
" dan kita bisa segera mengakhirinya jika aku sudah melahirkan seorang anak dan kau sudah mendapatkan warisanmu " lanjutnya dengan siap beranjak dari hiruk-pikuk dan keramaian pesta.
" Bahkan aku akan memberikan 25% hartaku untukmu , jika kau mampu memberikan aku anak kembar laki-laki dan perempuan " tambahnya dengan ujung bibir yang sedikit terangkat.
" Baiklah aku setuju "
" Keputusan yang tepat Gema " sahutnya dengan begitu bahagia , " baiklah , aku akan menghubungimu jika sudah waktunya untuk kita membahas rencana pernikahan ini "
" Bagaimana jika kita saling jatuh cinta ? "
" Itu mustahil , aku tidak akan pernah jatuh cinta " jawabnya dengan ujung bibir yang kembali tersungging.
" Baiklah , ini terlihat sangat mudah "
" Tentu , sampai bertemu lagi dan aku akan segera mengirim surat perjanjian pernikahan ini padamu " ucap Andrean , perempuan yang sering di sapa Rea oleh teman dan orang-orang terdekatnya.
Hidupnya terlihat begitu sempurna , wajah cantik , tubuh yang bagus dan karier yang sukses, semua dia miliki kecuali cinta , satu kata yang begitu ia benci dan pernah membuatnya begitu kecewa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sary Bhieltha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Bella
" Minum ini nona " ucap Rose sambil memberikan secangkir teh pada Rea ,
" terimakasih " ucapnya , sambil membenarkan posisi duduknya sebelum menikmati sarapan paginya.
Dahi Rea berkerut saat mencium aroma teh yang sedikit asing dari penciumannya , " teh apa ini Rose , kenapa aromanya berbeda ? "
" itu teh jahe nona , tuan Gema meminta kami memberikan itu pada anda , katanya teh itu bagus untuk meredakan rasa pengar "
" Gema ? "
" Ya nona , setelah mengantar nona ke dalam kamar Tuan langsung menghampiri saya untuk meminta memberikan ini saat anda sarapan "
" Ceh , kenapa dia menjadi begitu perhatian " gumamnya tersenyum , namun segera melipat bibirnya ketika menyadari sikapnya yang begitu menggelikan.
" Dan ini soup anda , nona " jelas Rose saat salah satu pelayan meletakkan semangkuk soup ayam di hadapan perempuan itu , " kenapa soup ? " tanyanya dengan dahi yang berkerut , karena ia tidak menyukai makanan seperti itu ketika di pagi hari.
" Tuan Gema yang memintanya.. "
" Kenapa kau begitu menurutinya Rose ,disini majikanmu adalah aku "
" Maaf nona ,tapi soup memang baik untuk meredahkan pengar anda " jelas Rose dan Rea hanya bisa menghela nafasnya dengan begitu kesal , lalu dengan terpaksa menyantap makanan yang sudah di hidangkan untuknya.
****
" Dimana Rania Dev ? " tanya Rea di panggilan video yang sedang berlangsung bersama sahabatnya , " dia sedang bermain , dan dia berulang kali menanyakanmu padaku "
" oh ya , kalau begitu sepulang kerja aku akan mampir kerumahmu "
" Ya kemarilah dan kebetulan nanti sore Gema juga akan kemari , dan aku yakin Rania pasti akan senang ... "
" Gema juga akan ke rumahmu ? " tanyanya memotong perkataan Devita , sambil meletakkan berkas yang sejak tadi sedang ia periksa.
" ya , sepertinya dia dan Sean sedang merencanakan sesuatu " jelas Devita dan Rea terdiam sejenak dan mulai ragu untuk pergi ke rumah sahabatnya itu, " ada apa ? " tanya Devita yang sangat tahu arti dari raut wajah sahabatnya.
" Tidak , aku hanya sedang memikirkan apa nanti sore aku sudah memiliki rencana bersama klien "
" Berarti kalau belum bisa memastikan untuk datang kemari ? "
" Ya sepertinya begitu "
" Baiklah , tapi Rania pasti akan kecewa " ujar Devita , membuat hati Rea melemah , " aku akan berusaha untuk tetap datang nanti "
" Jangan memaksakan diri Re , kau pasti sangat lelah dengan semua pekerjaanmu hari ini "
" Aku tidak memaksakan diri , tapi kau yang sedang memaksaku dengan mengatas namakan Rania " ucap Rea , membuat Devita tertawa begitu keras dari balik video , " karena aku juga merindukanmu "
" Ceh ,menggelikan "
" Baiklah sampai bertemu nanti " ucapnya lagi , lalu menutup panggilannya bersama Devita.
" Kenapa sepanjang hari ini , segalanya harus bersangkutan dengan Gema , menyebalkan "
" Mau diletakan dimana wajahku nanti "
" aaahhh , kenapa menjadi begini " ucapnya dengan begitu kesal , apalagi saat kembali teringat tentang kejadian memalukannya bersama Gema tadi malam.
Tok tok tok "
Rea yang sedang prustasi karena kebodohannya tadi malam , menjadi terkejut saat pintu ruangannya tiba-tiba di ketuk , " masuklah " teriak Rea , dan perlahan pintu pun terbuka.
" Selamat siang nona "
" Ya Maria , masuklah "
" Ada apa ? " tanyanya pada asistennya itu.
" ini titipan untuk anda , dan katanya anda harus menghabiskan minuman ini " jelas Rea sambil memberikan beberapa botol minuman yang di buat untuk meredakan rasa mabuk , " siapa yang... "
" Tuan Gema " potong Maria , dan mata Rea kembali membulat dengan sempurna , " dia datang kemari ? "
" Sepertinya nona , tapi beliau hanya datang untuk menitipkan ini di meja resepsionis dan mengatakan untuk menyampaikan pesannya pada anda " jelas Maria dan Rea hanya bisa menghela nafas dengan sikap Gema yang membuatnya terkejut dan semakin merasa malu , " beliau laki-laki yang romantis dan penuh perhatian , dan terlihat sangat serasi dengan anda nona ..." .
" Maria hentikan " potong Rea yang merasa semakin malu bercampur geli ,ketika orang lain berpikir kalau Gema dan dirinya memiliki hubungan , " dan ini undangan pernikahan anak klien kita untuk anda " tambah Maria sambil meletakan secarik kertas berbahan tebal ke atas meja kerja perempuan itu.
Rea kembali menghela nafas , saat mengambil undangan yang di tulis untuknya , dan ia sangat membenci hal itu , apalagi untuk datang ke sebuah acara pernikahan dan menyaksikan , dimana sepasang manusia yang akan mengikrarkan janji suci sehidup semati , " bisa aku tidak hadir di dalam acara ini Maria ? ".
" Saya rasa anda harus hadir nona , ini adalah salah satu klien terpenting kita "
Rea terlihat diam dengan wajah yang mulai di tekuk , " saya akan menemani anda nanti " tambah Maria.
" Dua minggu lagi " ucap Rea saat melihat tanggal pernikahan itu akan berlangsung.
" Baiklah , kita akan pergi "
" Saya akan menyiapkan segala kebutuhan anda ".
" Ya , terimakasih "
" emm.. tunggu Maria , apa kita memiliki pertemuan sore nanti ? "
" Tidak nona , tapi besok jadwal kita akan begitu padat "
" Baguslah " ucap Rea sambil menghela nafas legah , " apa ada yang ingin anda lakukan nanti sore ? "
" Ya , aku berencana mengunjungi putriku , emm..apa kau punya saran untuk memberikan apa padanya nanti? "
" Sepertinya kue nona , anak seumur Rania masih sangat menyukai makanan yang manis-manis "
" Ya itu saran yang tepat Maria " ucap Rea setuju.
" Baiklah kalau begitu saya undur diri dan jangan lupa habiskan minuman anda " pamit Maria tersenyum, membuat Rea kembali melihat pada beberapa botol di hadapannya. dan setelah perempuan itu menganguk ia segera beranjak dari ruang kerja wanita itu.
" Kenapa dia menjadi begitu baik huh " gumam Rea , yang kini sudah memegang botol minuman yang di belikan oleh Gema untuknya, " tapi sebelumnya terimakasih " ucapnya sebelum membuka botol minuman itu dan meminumnya.
~
" Silahkan nona " ucap Maria mempersilahkan Rea untuk turun dari pintu mobil yang sudah di bukakan.
Perempuan itu melangkah dengan elegan saat masuk ke dalam tokoh kue , ia begitu tidak sabar untuk memilih berbagai macam makanan manis itu untuk putri tercintanya nanti ,
" Apa sudah cukup nona ? " tanya Maria dan Rea mengangguk.
Rea masih memperhatikan berbagai macam kue di hadapannya , dan merasa terganggu saat beberapa orang masuk ke dalam tokoh dan bicara dengan begitu keras , membuatnya ikut melihat kearah mereka.
" Bella " gumamnya tanpa sadar saat melihat salah satu wanita dengan pakaian yang begitu minim , " Rea " balas perempuan itu yang ternyata juga menyadari kehadirannya.
" Oh hai , bagaimana kabarmu ? " tanyanya basa-basi , karena ia masih sedikit terkejut melihat wanita itu datang bersama pria lain yang sebelum menghampirinya pria itu terus merangkulnya , walau ada beberapa orang lain yang ikut bersama mereka.
" Seperti yang kau lihat , ah kita sudah begitu lama tidak bertemu " ucap perempuan itu sambil memeluk tubuhnya , Rea kembali tersentak saat mencium aroma alkohol yang begitu menyengat pada tubuh perempuan itu , " ya , tapi beberapa hari yang lalu... " katanya menggantung.
" Beberapa hari yang lalu " ulang Bella dan Rea segera menggelengkan kepalanya.
" Beberapa hari yang lalu aku juga bertemu dengan Gema " katanya berkilah dan sedikit merasa bersalah.
" Oh.. ya , kami juga sangat jarang bertemu karena aku begitu sibuk akhir-akhir ini , bahkan aku tidak bisa datang ke ulang tahun pertama Rania , padahal aku sangat ingin bertemu dengan putri cantik Devita itu "
" Kalau begitu ikutlah bersamaku , aku juga sedang ingin mengunjungi Rania " .
" Yah maafkan aku , tapi setelah ini aku masih ada kelas latihan , sampaikan saja salamku pada Devita ".
" Aku dengar Gema juga akan berada disana nanti " tambah Rea.
" Benarkah , emm..mungkin dia sudah memberitahuku lewat pesan "
" Baiklah lanjutkan rencanamu Rea , dan sampai bertemu lagi " ucap perempuan itu yang kembali memeluk tubuh Rea , sebelum mereka kembali berpisah.
" Ya , sampai bertemu lagi Bella " balasnya tersenyum dan dahi yang sedikit bekerut.
" emm..tunggu " ucap Bella yang kini berbalik lagi padanya , " ada apa Bella ? "
" Bisakah kau merahasiakan pertemuan kita ini pada Gema ? "
Rea terdiam sesaat dan kemudian mengangguk pelan.
" Terimakasih Rea dan jangan lupa sampaikan salamku pada Devita , tapi jangan katakan itu di hadapan Gema " ucapnya dengan tertawa , dan kembali melanjutkan langkahnya menuju beberapa orang yang sedang menunggunya termasuk laki-laki yang merangkulnya tadi.
" Bye Rea " pamitnya sambil melambaikan tangan dan Rea membalasnya dengan tersenyum , namun dahinya tidak berhenti berkerut karena pikiran yang terus merasa bingung dengan sikap Bella yang terlihat begitu acuh pada kekasihnya , " apa hubungan mereka baik-baik saja ? " gumamnya , namun segera menepis pikiran buruknya itu dan ikut pergi meninggalkan tokoh.
terima kasih kak😍