NovelToon NovelToon
Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Xavier Volkov, adalah seorang pemuda tampan yang dikenal dingin dan sangat sulit didekati. Namun ia memiliki sisi gelap sebagai seorang mafia yang ditakuti banyak orang. Meski banyak wanita yang mendekatinya, Xavier sama sekali tidak tertarik pada cinta ataupun hubungan serius. Namun hidupnya berubah saat sang ibu memaksanya untuk segera menikah. Karena tidak ingin dijodohkan dengan wanita hasil pilihan keluarganya, Xavier akhirnya memilih menikahi seorang mahasiswi polos yang bernama Lyko. Bagi Lyko, pernikahan itu bukan tentang cinta. Ia membutuhkan uang untuk bayar hutang dan pengobatan ibunya. Dengan terpaksa gadis itu menerima tawaran Xavier dan masuk ke dalam kehidupan pria yang sama sekali berbeda dari dunianya. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Xavier tetap bersikap dingin dan cuek pada Lyko. Tetapi semakin lama tinggal bersama, Xavier mulai merasa ada sesuatu yang tumbuh dihati. Di saat perasaan itu mulai tumbuh, berbagai macam bahaya mulai datang menganggu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10 : Black Card

Langit mulai berubah menjadi senja. Cahaya hingga perlahan menyelimuti gedung-gedung tinggi di kejauhan. Lyko duduk sendiri di balkon kamar hotel dengan memakai pajamas.

Tangannya menggenggam ponsel dengan cukup erat. Setelah beberapa menit, ia tampak mencari sesuatu di ponselnya. Setelah beberapa menit mencari, akhirnya ia menemukan nama kontak yang menjadi tujuannya, yaitu Kak Zergan.

Nama itu membuat hatinya sedikit hangat, senyum tipis mulai muncul dari sudut bibirnya. Tanpa berpikir panjang lagi, Lyko langsung membuka chat dan mengetik sebuah pesan.

“Selamat sore Kak, maaf apakah kak Zergan sedang sibuk?”_ Lyko.

Pesan itu terkirim. Lyko menunggunya dengan gugup. Tak berlangsung lama, sebuah balasan pesan masuk.

“Selamat sore juga, Lyko. Aku sedang senggang kok. Omong-omong kemana saja kau seharian kemarin? Apa kau baik-baik saja?”_ Kak Zergan.

Lyko menatap layar itu cukup lama. Ada rasa bersalah yang langsung menusuk dadanya. Ia menarik napas pelan, lalu mulai mengetik lagi.

“Aku baik-baik saja, kak. Kemarin aku ada kerja kelompok mendadak. Aku tidak sempat memberi tahu karena baterai ponselku habis, dan aku baru memeriksa ponsel sekarang.”_ Lyko.

Ia berhenti sebentar, menatap kata-kata yang ia tulis. Semua itu adalah kebohongan. Hal yang selama ini ia benci… tapi justru kali ini ia melakukannya. Apa semua ini tidak apa-apa?

Tak lama kemudian, pesan balasan dari Zergan muncul lagi.

“Oh jadi begitu, syukurlah kalau kau tidak apa-apa. Kira-kira kapan kau pulang?”_ Kak Zergan.

Lyko menatap pesan itu. Hatinya terasa nyaman saat diperhatikan. Perlahan jari Lyko kembali mengetik balasan.

“Mungkin aku pulang besok, kak. Karena aku masih ada beberapa hal yang harus aku selesaikan. Aku titipkan bunda pada kak Zergan ya, dan juga tolong sampaikan pada bunda bahwa aku baik-baik saja.”_Lyko.

Beberapa detik kemudian Zergan langsung membalasnya.

“Kau tidak perlu khawatir, aku akan menjaga ibumu dengan baik. Serahkan saja padaku, kamu jaga diri dengan baik ya, kalau ada sesuatu telpon saja aku.”_ Kak Zergan.

“Terimakasih banyak ya kak, maaf aku telah banyak merepotkanmu.”_ Lyko.

“Tidak apa-apa, sama sekali tidak merepotkan ko.” _ Kak Zergan.

Setelah itu, chat mereka pun berhenti. Lyko menurunkan ponselnya perlahan. Pandangannya menatap matahari yang hampir terbenam. Perlahan ia menutup mata, merasakan hembusan angin malam berhembus pelan, mengibaskan rambutnya.

Besok ia akan pulang, bertemu dengan bundanya. Dan pastinya menceritakan semua yang akan ia tempuh kedepannya, menikah dengan seorang pria asing.

Ia harus menerima semua kenyataan yang sebenarnya tak ingin ia terima sepenuhnya. Namun kalau semua itu dapat membantu keluarga mereka membaik, ia rela melakukan apapun.

“Bunda maaf... Lyko tidak tahu harus kemana arahnya, tapi Lyko ingin bunda sembuh... maaf bunda,” Lyko memeluk tubuhnya sendiri, air mata perlahan turun membasahi pipinya.

Ia tahu bahwa keputusannya mungkin salah. Belum tentu bundanya menerima atau tidak, tapi Lyko akan berusaha agar bundanya akan setuju. Karena pernikahan ini juga untuk menjauhkan ancaman yang selalu menghantui kehidupannya.

Pikirannya kembali pada sosok Zergan. Orang yang selama ini ia kagumi dan selalu menjadi prioritas baginya, namun kini juga harus ia jauhi. Ia tahu posisinya sekarang, dan memang sedikit tidak pantas jika ia berdekatan dengan pria lain.

Lyko menutup matanya perlahan, disisi lain Xavier juga hadir dan menjamin kehidupan yang nyata untuk masa depan Lyko.

"Kau adalah milikku."

Kalimat itu dikatakan Xavier dengan tegas dan pasti. Itu tandanya Xavier tidak main-main dengan ucapannya, Lyko sendiri percaya itu. Ia perlahan membuka matanya kembali, menatap senja yang kini perlahan menghilang.

Dua dunia dengan dua sosok yang berbeda. Tentunya juga dengan kehidupan yang berbeda. Ini semua tentang masa depannya yang harus ia tentukan sendiri.

Angin kembali berhembus. Angin kali ini lebih dingin dari sebelumnya. Namun Lyko masih diam menatap lurus kedepan, seolah ia hanyut dalam pikirannya sendiri.

Otaknya masih menimbang-nimbang antara Xavier atau Zergan, manakah sosok yang akan ia pilih?

****

Pagi mulai tiba, dari dalam kamar hotel terlihat Lyko berdiri cukup lama di depan cermin besar. Jumpsuit kuning soft yang ia kenakan tampak pas di tubuhnya, dipadukan dengan sepatu kets putih yang bersih. Rambutnya ia kepang satu, diponinya terlihat jepit berbentuk bintang yang sederhana namun manis.

Ia menatap pantulannya sendiri, ekspresinya tampak aneh saat melihat dirinya sendiri di depan cermin. “A-apa ini benar-benar diriku?” gumamnya pelan.

Lyko hampir tidak mengenali dirinya sendiri. Apa benar ini seorang gadis yang terlahir dari rumah susun yang kumuh? Namun wajahnya kini tampak seperti orang kaya.

Perlahan ia mengambil tasnya, ia menarik napas dalam, lalu melangkah keluar dari kamar hotel menuju lift.

Di dalam lift Lyko berdiri sendiri sambil mengecek ponselnya.

DRRT

Ponselnya bergetar, nama Xavier muncul di layar. Lyko menatapnya sejenak, lalu membuka pesan itu.

“Sudah bangun?”_Xavier.

Lyko membaca pesan itu dan jarinya perlahan bergerak mengetik balasan pesan.

“Sudah, ada apa?.”_Lyko.

Tak lama kemudian pesan balasan masuk.

“Aku menitipkan sesuatu di resepsionis. Itu untukmu, ambilah.”_Xavier.

Lyko sedikit mengernyit, untuknya? Barang seperti apa itu. Namun Lyko tidak langsung membalas. Begitu pintu lift terbuka, Lyko langsung berjalan menuju lobby.

Langkahnya pelan mendekati meja resepsionis.

“Permisi, maaf apakah ada barang titipan untuk kamar atas nama Lyko?” tanyanya sopan pada seorang resepsionis wanita yang sedang berdiri ditempatnya.

Resepsionis itu langsung tersenyum ramah. “Ada, nona. Mohon tunggu sebentar,” wanita itu mengambil sebuah amplop dari dalam laci kecil.

“Ini titipan untuk anda,” ia menyerahkannya dengan sopan.

Lyko menerimanya dengan kedua tangan. “Ah, terima kasih.”

Ia berjalan pergi menjauh dari resepsionis menuju pintu keluar, perlahan tangannya membuka amplop itu. Begitu amplop dibuka, mata Lyko langsung membesar.

Isi amplop itu ternyata sebuah black card. Tangannya sedikit gemetar saat mengambil kartu itu. “I-ini...” ucapnya tampak gemetar.

Ia menggenggam kartu itu, lalu berjalan keluar hotel dengan langkah pelan. Saat berjalan, ia langsung membuka ponselnya dan mengetik pesan.

“Kenapa kamu memberiku benda seperti ini?”_Lyko.

Beberapa menit kemudian pesan balasan muncul.

“Kamu bisa memakainya untuk apapun itu.”_Xavier.

Lyko terdiam, matanya membaca pesan itu kembali. Ia tampak masih memproses maksud perkataan Xavier itu.

“Jangan sungkan, pakailah sesuka hatimu. Aku tidak suka penolakan.”_Xavier.

Napasnya tertahan sejenak. Ini sesuatu yang bahkan tak pernah Lyko bayangkan untuk memegangnya. Jarinya sempat ingin mengetik sesuatu. Namun ia berhenti saat membaca kalimat chat Xavier.

Lyko menghela napas pelan, lalu menghapus kata-kata yang sempat ia tulis. Akhirnya ia hanya membalas singkat.

“Terima kasih banyak…”_Lyko.

Pesan itu terkirim, namun Xavier tidak membalasnya.

Lyko menatap layar ponselnya beberapa detik, lalu membuka aplikasi taksi online dan memesannya.

Tak lama, taksi online yang ia pesan datang. Lyko masuk ke dalam mobil dengan hati-hati. Mobil pun mulai melaju menuju tempat sesuai lokasi di aplikasi.

Sepanjang perjalanan, Lyko hanya diam. Tangannya menggenggam tasnya, di dalamnya terdapat black card itu. Pikirannya terus berputar. Benarkah semua ini nyata?

1
Raicy Starmoonix
bnr lgi/Facepalm/
It's me Sky: efek trlalu kaya bgtu tuh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bohongnya nyambung lagi/Facepalm/
It's me Sky: bkn skrip dlu mrka/Slight/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
gmna g terpesona Lykonya aja cantik gituu/Sly//Rose/
It's me Sky: //Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
tegang tor, aura mafianya ada bgt/Shame/
It's me Sky: bulu kudup aman?/Blush/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bagusss bgt ceritanyaa/Kiss//Kiss/
Raicy Starmoonix
si mc ganteng bgt tor/Drool/
It's me Sky: kiww🤭
total 1 replies
Raicy Starmoonix
Xavier tanggung jwb anak orng salting/Facepalm/
It's me Sky: xavier aja salting sendiri/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
salting.... saltingg/Smirk/
It's me Sky: gengsi... gengsi/CoolGuy/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
omak, terbakar cemburu dan posesif/Doubt/
It's me Sky: shhtt/Shhh/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
astaga diksih black card.../Doubt/
It's me Sky: iya dong/Casual/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
lyko nya polos bgt pilss/Proud/
It's me Sky: hu um, soalnya dya bukan batik/Tongue/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
pingin punya cowok spek Xavier ihh, royal bgt😍/Rose/
It's me Sky: heii aku jg mau lohh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
wahh alurnya keren/Joyful/
Arditya
luar biasa mantap thor
It's me Sky: makasihh/Hey/
total 1 replies
Arditya
Mampir baca thor😍
It's me Sky: yuk¹ mampir/Proud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!