Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kasar
Jevandra keluar dari ruangan makan setelah mengatakan kata-kata yang mungkin saja bisa menyakiti hati ibunya.
Tapi apa yang dia katakan memang benar. Dia tidak pernah tertarik sedikitpun dengan Nadia. Bahkan ajak pertama kali mendiang pamannya membawa gadis kecil itu ke rumah dan menegangkan sebagai saudaranya, Jevandra tidak peduli sama sekali.
Lalu bagaimana bisa ibunya berpikir untuk menjodohkannya? sekalipun dia belum menikahi Diara, dia tidak akan menikahi Nadia.
"Ada apa?" tanya Jevandra saat menghubungi Diara.
"Hem, aku hanya ingin bertanya apakah suamiku akan pulang malam ini?" tanya Diara membuat langkah Jevandra terhenti.
Apa katanya tadi? suamiku? Tiba-tiba saja senyuman mengerikan itu terbit membuat Roy yang melihatnya langsung merinding.
"Suamiku?" ulang Jevandra melanjutkan langkahnya setelah mengulang perkataan Diara.
"Maaf tuan muda..." ucap Diara menyesal karena telah mengatakan hal itu.
"Tunggu di rumah, aku akan pulang sebentar lagi." ujar Jevandra.
Masuk ke dalam mobil, Jevandra masih bicara dengan Diara. "Lalu, apa yang ingin tuan muda makan? Saya bisa menyiapkannya, mungkin?" tawar Diara mencoba untuk bersikap seperti layaknya seorang istri untuk suaminya.
"Kau tidak perlu menyiapkan apapun, cukup siapkan dirimu saja. Karena setelah ini kau akan tau!" putus Jevandra mengakhiri sambungan telepon mereka begitu saja setelah mengatakan hal itu.
Sedangkan Diara, dia tidak tau apa maksud suaminya mengatakan hal seperti itu. "Apa maksudnya?" gumam Diara yang mulai memikirkan segalanya.
Apakah malam ini akan terjadi badai? Bagaimana jika sampai hal itu terjadi? Dia belum siap, karena hubungan mereka yang tidak tau kemana arah jalannya.
Berjalan ke arah meja riasnya, Diara menggenggam sebotol pil berwarna putih. Apakah dia harus mengonsumsi benda itu?
Saat Diara sedang gundah, tiba-tiba saja pintu di ketuk dari luar membuatnya kaget dan gelagapan, dan memasukan botol tersebut.
"Nyonya muda?" panggil pelayan wanita disana.
"Ya, ada apa?" tanya Diara.
"Tuan muda sudah sampai di gerbang luar. Pelayan Rye menyuruh saja untuk memanggil anda menyambut tuan muda." ucapnya pada Diara membuat gadis itu langsung mengikutinya.
Sepanjang perjalanan menuju pintu utama, Diara terus berpikir. Apakah dia akan terus melakukan hal seperti ini jika suaminya pulang? Menyambutnya seperti seorang pangeran?
Dugh...
"Auhhh..."
"Nyonya?" pelayan tersebut panik saat melihat nyonya muda mereka meringis kesakitan disana.
"Nyonya, anda baik-baik saja?" tanya pelayan tersebut melihat tulang kering nyonya muda-nya memar.
"Astaga nyonya, kenapa tidak hati-hati?" dia langsung panik melihat warna merah di kulit mulus istri tuan-nya.
"Aku baik-baik saja. Ayo cepat, kita harus menyambut suamiku pulang." ucap Diara yang mencoba untuk terlihat baik-baik saja.
Semua orang yang menunggu kedatangannya merasa was-was saat melihat nyonya muda belum juga turun di saat tuan mereka sudah kembali.
"Dimana dia?" tanya Jevandra saat melihat tidak ada Diara disana.
"Nyonya muda-"
"Maafkan saya, tuan muda. Saya terlambat." ucap Diara dengan tulus.
Jevandra hanya menatapnya sekilas, lalu melewatinya begitu saja. Melihat hal itu membuat Diara langsung pergi mengikuti suaminya dari belakang dengan langkah tergesa-gesa.
Kaki panjang suaminya membuat langkahnya yang terasa lebih melelahkan, dengan kaki pendeknya.
"Ada apa Tia?" tanya kepala pelayan Rye padanya.
"Nyonya muda terluka pelayan Rye. Tadi saat dalam perjalanan turun, nyonya muda tidak sengaja menabrak sudut meja di atas. Lalu saat ini kakinya memar." jawab Tia pada pelayan Rye.
"Bawakan obat dan air hangat untuk mengompres memarnya." titah pelayan Rye.
Sementara di dalam kamar mereka, Diara menantu Jevandra melepaskan jas miliknya. Jevandra tidak menolak, dia membiarkan wanita itu membantunya.
Diara berusaha menguatkan hatinya, memunguti satu-persatu barang yang di tinggalkan suaminya begitu saja.
"Diara!!!" seru Jevandra memanggil istrinya.
"Sebentar..." jawabnya meletakan barang milik Jevandra di atas tempat tidurnya.
"Ya, tuan muda?" tanya Diara datang ke dalam kamar mandi dan melihat suaminya sudah berada didalam bathub.
"Cuci rambut ku sampai bersih!" titahnya pada Diara membuat gadis itu berjalan ke arah rak yang berisikan perlengkapan mandi mereka.
Jevandra menikmati air hangat yang menghangatkan tubuhnya malam ini. Apalagi saat merasakan kelembutan jari-jari lentik yang mulai memijat kepalanya.
Diara melihat beberapa kerutan yang berada di kening suaminya berinisiatif untuk memijatnya.
"Apa begitu banyak pekerjaan di kantor, tuan muda?" tanya Diara memberanikan diri.
Dia pikir laki-laki itu akan bersikap baik padanya, menjawab seadanya, Namun malah menyakiti hatinya. "Kau tidak berhak menanyakan apapun tentang hidupku!" jawab Jevandra membuat Diara langsung mengerti apa maksud dari perkataan suaminya saat ini.
"Maaf, tuan muda." jawab Diara menyesal.
Diara kembali melanjutkan kegiatannya, sampai dimana Jevandra menyuruhnya untuk keluar dari kamar mandi.
"Keluar! Aku akan membiarkan tubuhku!" usirnya pada Diara membuat gadis itu langsung mencuci tangannya dan keluar dari sana.
"Dia pikir dia siapa? Hanya karena membeli saham Bagaskara group dia bersikap seolah-olah dia adalah Tuhan?" gerutu Diara kesal.
Untuk saat ini dia hanya bisa berpura-pura bodoh untuk mencari tau apa yang terjadi sebenarnya hingga membuat Jevandra terlihat begitu sangat membencinya.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣