Mikhayla Lyandra Alexandra & Mikhael John Smith
Playboy akut dipertemukan dengan Playgirl bar-bar lewat perjodohan kuno yang direncakan oleh kedua orangtuanya.
Bagaimana jadinya seorang Mikhael, si Playboy narsis memiliki hubungan sehidup semati dengan Mikhayla, si Playgirl penyuka tebar pesona?
Hidup bersama membuat keduanya terbiasa sampai hadirnya sebuah konflik yang mengharuskan mereka berpisah.
Mampukah Mikhael hidup tanpa si centil Mikhayla?
Dan mampu jugakah Mikhayla hidup tanpa adanya si Playboy kesayangan?
Jawabannya hanya ada saat kau selesai membaca😀🤣
_-_
Dalam Tahapan Revisi!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syarat Mikhayla
" Key! " Seru Lyandra dan Alex saat melihat putri semata wayangnya akhirnya pulang juga.
" Mom, dad. Kita bahas ini nanti aja ya! Key cape, Key mau istirahat! " Ucap Mikhayla sambil menunjukkan senyuman palsunya.
Lyandra dan alex saling tatap. Kemdudian Alex mengangguk kecil pada sang istri.
" Baiklah Key! Sebaiknya kamu istirahat saja terlebih dahulu! " Ucap Lyandra.
Mikhayla hanya mengangguk mengiyakan dan berjalan menuju kamarnya.
**
Setelah sampai di depan kamar, Mikhayla langsung masuk dan mengunci pintu. Kemudian dia melangkah dan menghempaskan tubuhnya secara kasar di atas ranjang.
" Gimana ini? Masa ia gue mesti nikah sama si mantan? Huaa.. Gimana! " Batin Mikhayla sambil memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya.
Ting!
Ide cemerlang muncul diotak cantiknya. Dengan segera dia mengambil ponselnya dan mengetik sebuah pesan pada seseorang.
" Bagus! Pinter juga gue. Haha....Mikhayla gituloh! " Batin Mikhayla bersorak ria.
Setelah mengirim pesan pada orang itu, Mikhayla langsung menghempaskan dirinya lagi. Dia menatap dinding kamarnya dan berkata dalam hati:
" Kenapa gue rasanya nyamannn gitu kalo deket kak Adit. Apa gue cinta sama dia? Ah..Entahlah! Bahkan gue yang playgirl ini gak pernah sekali pun mencintai seseorang. Mungkin gue hanya sayang sebagai kakak sama kak Adit, ya seperti gue sayang sama kak Ecel! " Batin Mikhayla.
" Eh, kak Ecel kemana ya? Kok gak pulang-pulang? Aaaa kakak key rindu..! " Lanjutnya meronta-ronta gak jelas.
**
Smith family POV...
Ketika Mikhael baru saja menginjakkan kakinya ke dalam rumah, dia sudah disambut dengan adiknya yang sedang menatapnya tajam.
Mikhael menaikkan sebelah alisnya. Kemudian dia beralih menatap sang ayah dan ibunya yang kini tengah mengangkat bahu menandakan tidak tahu.
Mikhael berjalan menuju sofa bergabung bersama keluarganya.
" Kenpa? " Tanya Mikhael pada Elly yang sedang duduk di kursi seberang tepat berada di hadapannya.
" Pikir aja sendiri! " Jawab Elly ketus sambil mebuang muka dari Mikhael.
" Adik pulang bukannya pada ada dirumah malah keluyuran. Kemana aja kalian dari tadi? " Tanya Elly sambil menatap Mikhael kesal.
" Baru aja pulang dari bisnis udah ngerjain bisnis lain, tanpa ngajak Elly lagi. Kak Ael aja teros yang diajak! " Lanjutnya sambil mendelik sinis ke arah kedua orang tuanya.
Mikhael dan kedua orang tuanya saling melemparkan tatapannya masing-masing.
" Hahaha...! " Tawa Fahmi dan viona saat mengerti putri kecilnya itu sedang merajuk.
Mikhael hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja melihat tingkah kekanak-kanakan adiknya.
Elly menatap keduanya dengan heran.
" Kenapa kalian ketawa? " Tanya Elly sedikit kesal.
" Elle sayang, jangan marah gitu dong! " Bujuk Viona.
" Gak kok, Ele gak marah. Kalian kemana tadi? " Jawab Elly ketus.
" Kalo marah terus gak akan kasih tau ah! " Goda Fahmi dengan santainya
" Bodo! " Balas Elly tidak peduli.
" Yakin nih? Gak mah tahu kalau bentar lagi kamu bakalan punya kakak ipar? " Kini giliran Viona yang menggodanya.
" Tunggu. Kakak, apa! " Teriak Elly sambil berdiri dengan kasar.
Mikhael yang sedang melamun sontak terkejut dan ikut berdiri. Begitupun dengan Fahmi dan Viona.
" Kak Ael mau nikah? Sama siapa? Huaa gak jadi dong rencana Elly buat nyatuin kak Ael sama My Bebest Mikhayla. Huaa! " Ucap Elly dramatis.
Mikhael memutar bola matanya malas dan memilih untuk masuk ke dalam kamarnya yang memang berada di bawah lantai bawah.
Sementara kedua orang tuanya hanya cekikikan melihat tingkah Elly.
" Tenang sayang. Calon kakak ipar kamu itu sama kok kaya yang kamu mau! " Ucap Viona sambil menepuk pundak putrinya.
" Benarkah? " Tanya Elly girangan.
" Tunggu. Haaa gak ada yang sama kaya Mikhayla Mi, dia itu Limited edition. Jadi mau secantik apapun calon kak Ael, tetep bakalan kalah sama My Princes Mikhayla! " Lanjutnya sambil cemberut.
" Ya sama lah. Orang orangnya juga sama! " Celetuk Fahmi sambil menyeruput teh hangatnya.
" Apa! " Pekik Elly lagi yang membuat Viona dan fahmi kembali menutup telinganya.
" Mi, sepertinya apa yang di bilang Ael benar deh. Putri kita udah ketularan sama calon menantu kita! " Ucap Fahmi.
" Apaan si papi. Ya biarin lah! Kan kakak ipar sama adik ipar harus akur. Jadi kalian itu mustinya bersyukur punya anak dan menantu yang memiliki sifat sama kaya gini. Kan rumah jadi gak sepi gitu pi,hehe..! " Ucap Elly sambil cengengesan.
Kedua orang tuanya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja menanggapi ocehan putrinya.
" Eh bentar deh! " Ucap Elly seakan melupakan sesuatu.
" Sepertinya Elly, ah...Kakak ipar! " Lanjutnya kembali berteriak dan langsung bergegas menuju kamarnya untuk menelpon calon kakak iparnya.
" Ampun mi! Emamg kita bakalan kuat kalau punya dua yang kaya gitu? " Tanya Fahmi sambil memegang jidatnya yang terasa puyeng.
Viona langsung cengengesan atas protes suaminya.
**
Kamar Mikhael POV
Mikhael yang baru saja merebahkan tubuhnya langsung menatap kosong dinding atas kamarnya.
" Gue kenapa? Kkk gue ngerasa, gimana...gitu ngeliat Mikhayla sama Aditya. Padahal kan Mikhayla bukan siapa-siapa gue lagi! Kenapa perasaan seperti ini sangat sulit hilang. Bahkan sejak satu tahun lalu setelah kami berpisah, Ini masih sama. Aahh! " Batin Mikhael frustasi.
Karna jengah terus menerus mengingat kejadian yang tidak enak dipandang tadi sore, akhirnya Mikhael memutuskan untuk bermain game online saja untuk menyibukkan dirinya agar tidak teringat-ingat terus akan hal itu.
Dia meraih ponselnya dan mulai membukanya. Seketika alisnya berkerut kala melihat pesan masuk.
" Mikhayla? " Gumam Mikhael saat melihat sebuah pesan yang berkontak nama Mikhyla L.A mengirimkan satu pesan padanya.
Awalnya dia ogah membukanya. Tapi entah kenapa dia tetap saja membukanya.
Mikhayla L.A
Dear,
M A N T A N . Gue tunggu jam 7 nanti dirumah gue, lo jemput gue disini! Ada hal yang mau gue omongin sama lo. SERIUS!
Mikhael yang membacanya lantas mengerutkan keningnya heran.
Karna tak mau ambil pusing dia akhirnya menuju kamar mandi untuk bersiap menjemput Mikhayla. Karna memamg saat ini jam sudah menunjukkan pukul 6:20 Pm yang berarti waktunya hanya sedikit.
Setelah berpakaian rapi, Mikhael kembali memeriksa handphonenya. Siapa tau Mikhayla mengirimnya pesan lagi.
Tapi ternyata tidak! Hanya ada fans-fans dan teman-temannya saja yang mengirimnya pesan tidak berfaedah padanya.
Mikhael akhirnya mematikan ponselnya dan meraih kunci motornya yang berada di atas nakas.
Dia berjalan menuju kedua orang tuanya yang sedang santai sambil menonton televisi, termasuk Elly.
" Mih, pi. Ael keluar dulu yah! " Ucap Mikhael meminta izin.
" Mau kemana lo bang? " Tanya Elly sambil menatapnya dari atas sampai bawah.
" Ck. Cari mangsa baru lo yah? Cih, gak tau bersyukur banget lo jadi cowok. Udah di jodohin sama yang wow, masiih aja cari yang wew. Dasar, fakboy! " Ejeknya sebal.
Mikhael tidak menghiraukan ocehan adiknya, dia memilih untuk langsung keluar dan mengendarai motornya ke rumah Mikhayla saat Viona dan Fahmi menganggukkan kepala mengiyakan permintaan Izinnya.
**
" Kemana key? " Tanya Lyandra saat melihat Mikhayla yang sudah keren dengan memakai sweater hangat serta jeans biru tuanya.
" Key mau keluar sebentar mom! " Ucap Mikhayla sambil sibuk membenarkan ikatan heelsnya.
" Gak boleh! " Ucap Alex tegas.
" Sama Mikhael! " Ucap Mikhayla sambil memutar bola matanya malas.
Karna ia tahu, aahnya itu pasti akan melarangnya keluar.
" Oh, ya sudah hati-hati! " Ucap Alex santai.
" Hem. Key pergi dulu, permisi! " Ucap Mikhayla sambil berjalan keluar.
" Giliran nama si mantan di sebut aja langsung gercep mengiyakan. Huh, dasar dady. " Gerutu Mikhayla sambil menghentak-hentakkan kakinya keras.
Alex dan Lyandra tersenyum bahagia melihat perubahan putrinya yang kini seperti mulai menerima keputusan yang mereka ambil dengan pergi berkencan bersama Mikhael.
**
" Eh, lo udah ada. " Ucap Mikhayla dan langsung menyambar helm yang diberikan Mikhael dan beralih menaiki motor sang mantan.
Saat Mikhayla sudah naik, dengan segera Mikhael pun menancap gasnya.
" Kemana? " Tanya Mikhael agak berteriak supaya dapat di dengar Mikhayla.
" Cafe terdeket aja. Cepetan! " Titah Mikhayla yang sama-sama berteriak karna mereka sedang berada di tengah jalanan.
Mikhael mengangguk mengerti dan langsung menambah kecepatan laju motornya yang membuat mikhayla memeluknya erat karna takut terjatuh.
Mikhael tersenyum tipis sementara Mikhayla terus saja memaki dirinya dalam hati karna melajukan motornya terlalu kencang.
**
" Kenapa lo terima perjodohan gila ini? " Tanya Mikhayla ketika mereka sudah terduduk manis di salah satu cafe yang sepi.
" Karena gue cuma mau nagih janji mommy lo ke mamih gue aja! "Jawab Mikhael santai.
" Maksud lo? " Tanya Mikhayla tidak mengerti.
" Saat di luar kota, mommy lo mengalami kecelakaan tapi beruntung mamih gue ada disana. Dia menyelamatkan mommy lo dan mami gue lah yang jadi korban sebagai gantinya. " Ucap Mikhael yang membuat Mikhayla membulatkan matanya sempurna.
" Mamih gue kritis. Dan kedua orang tua lo selalu nemenin mamih gue saat di rumah sakit. Bahkan mommy lo menjanjikan sesuatu yang anehnya membuat mamih gue membuka matanya seketika! " Lanjutnya.
" Terus, apa yang mamih lo minta dari mommy gue setelah sadar? " Tanya Mikhayla yang penasaran.
" Perjodohan kita. " Jawab Mikhael sambil menyeruput coffe nya santai.
" Apa? " Ucap Mikhayla lirih dan menatap kosong jus yang berada di hadapannya.
"Jadi.Disini lo yang berhutang sama gue!jadi gak seharusnya lo nolak perjodohan ini.Bahkan gue aja pihak yang dirugikan menerima lo dengan mudah!"Ejek Mikhael yang membuat Mikhayla memutar bolamatanya malas
"Ck,iya iya.Gue terima!"Ucap Mikhayla dengan terpaksa
"Uhuk...!"
Mikhael tersedak saat mendengar ucapan Mikhayla.Hampir saja coffe yang ia minum keluar lagi
"Apa lo bilang?"Ucap Mikhael yang telah menelan coffe yang tersisa dalam mulutnya dengan kasar
"Gue setuju!"Ucap Mikhayla malas yang entah mengapa membuat senyuman tipis mincul dibibir mikhael
"Tapi ada syaratnya!"Lanjutnya sambil menatap Mikhael dengan alis naik turun
"Wah,perasaan gue gak enak nih!"Batin Mikhael
"A-apa syaratnya?"Tanya Mikhael sambil menatap Mikhayla serius
"Mudah.Hanya sekedar syarat selama kita menikah yang tidak boleh dibantah kedua belah pihak.Alias Syarat pernikahan orang yang terpaksa seperti kita!"Ucap Mikhayla dalam sekali tarikan nafas