NovelToon NovelToon
Rebirth Of The Duke'S Daughter

Rebirth Of The Duke'S Daughter

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pelangizigzag

Putri bodoh yang satu ini berubah total dalam waktu semalam! Setelah ini dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakitnya satu-persatu. Lalu ditakdirkan hidup sebagai permaisuri? oh, tidak masalah karena ada pria tampan berkuasa yang akan membantunya sampai akhir.

NO PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangizigzag, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Request To Return

"Nona Mikayla, saya melihat ada beberapa pengawal berjalan ke arah kita."

Mikayla cepat-cepat mengembalikan buku bersampul hijau itu ke tempatnya semula saat mendengar ujaran Alphair yang masih bertengger di depan pintu sampai pintu perpustakaan dibuka dari arah luar. Ekspresinya begitu tenang, bak laut lepas. Namun detak jantungnya bekerja lebih keras karena terkejut.

"Nona, kami diperintahkan oleh Kaisar Agung untuk menjemput Anda menuju balairung istana," ucap salah satu dari empat pengawal berpakaian lengkap

Mengernyit, Mikayla sama sekali tak menduga bahwa ia juga akan terseret dalam perkara Istana Eroshvent. Bahkan kedatangannya pun belum bisa dihitung satu hari di istana ini. "Ada masalah apa?"

"Ada tamu untuk Anda."

Mikayla mengangguk, gadis itu kemudian berdiri dan keluar dari ruangan. Sebelumnya ia melirik Alphair lalu menatap pedangnya seolah berkata 'Kembali ke tempat asal mu!'

Setiap lorong yang dilewati Mikayla banyak terpajang lukisan Kaisar-kaisar terdahulu yang sempat menghuni Istana Erosh. Ornamen yang unik dan elegan melekat di setiap arsitektur ruangan dengan komposisi yang pas. Namun dibalik indahnya ornamen tersebut, Mikayla tahu bahwa disana mengandung banyak arti, bukan sembarang letak.

Satu pengawal berjalan didepan sebagai penunjuk arah sementara tiga yang lainnya berada di belakang. Jika dilihat-lihat, dia ini calon permaisuri atau tahanan?

"Di sebelah sini, nona."

Mikayla mendongak. Pintu Balairung istana jauh lebih besar dan lebar daripada yang pernah ia lihat selama ini. Namun bukan itu yang menjadi perhatiannya, namun tatapan semua orang yang langsung mengarah pada dirinya saat pintu ganda tersebut dibuka lebar.

Mikayla melambaikan tangan kepada empat pengawalnya sebagai tanda untuk pergi. Mereka menurut, lantas Mikayla sendirilah yang memasuki Balairung dengan anggun.

"Silahkan duduk disini," Claude memberikan kode agar Mikayla duduk disampingnya. Ah bukan, mungkin bangku tersebut memang dikhususkan untuk calon permaisuri.

Mikayla menurut. Ia lantas duduk di samping Pangeran Claude, lebih tepatnya Pangeran Claude yang memisahkan jarak antara Mikayla dan Kaisar Javier sendiri.

Sekarang Mikayla mulai membaca keadaan. Di dalam Balairung ada Kaisar, Pangeran Kekaisaran, Raja Armovin, putra mahkota, serta ayahnya, Duke Stanley. Apa ada yang salah?

"Baik, kita mulai." Kaisar Javier Aidenloz Maxuell dengan pakaian kebesarannya duduk gagah berani diatas takhta. "Katakan apa permasalahan mu, Raja Armovin?"

Raja Armovin, Peterson Stamford berdiri dari tempat duduknya. Pria paruh baya itu menatap nanar Kaisar Javier. "Permintaan saya tidak banyak, Kaisar," ucapnya penuh melas. "Saya memohon kepada Anda agar menyerahkan Putri Duke Stanley kembali."

Hening. Sebelumnya kejadian 'merebut' calon istri sang Kaisar tak pernah terjadi.

"Apakah kau lupa bahwa saat ini kalian semua, dari Kerajaan Armovin tengah memijak tanah Istana pemimpin lima benua?" sahut Claude dengan dingin. "Apakah kalian lupa apa konsekuensi terhadap perebutan calon permaisuri?"

Raja Peterson menggertakan gigi menahan kesal. "Saya tak terima kalau calon menantu saya direbut, Yang Mulia. Pertunangan mereka tinggal menunggu beberapa bulan lagi. Saya tak terima!"

Kaisar Javier tersenyum miring. "Peter, Peter. Jangan lupa diri, siapa kau hingga berani sekali berbicara sekeras itu?" Sang Kaisar masih dengan santai menatap semua orang yang hadir. "Aku sudah memberikan banyak kehormatan untuk Kerajaan Armovin dengan mengangkat Putri Duke sebagai calon istriku. Tapi sayang, sepertinya Raja Armovin menolak kehormatan yang hanya datang sekali seumur hidup demi putra kesayangannya?"

Raja Peterson tak mau kalah. "Saya dan Duke Stanley sudah menjodohkan Putra mahkota dengan Nona Mikayla sejak mereka kecil, Paduka. Mereka sudah sama-sama mencintai," kilahnya cepat. "Kami mohon dengan sangat atas kebijakan Anda, Kaisar Agung. Pikirkan juga kebahagiaan Mikayla."

"Kalau kau lupa, di pertemuan terakhir Mikayla sudah memutuskan hubungan dengan putramu. Itukah yang kau sebut cinta?" sahut Kaisar Javier.

Putra mahkota yang berada di samping Raja Peterson tampak tak tenang. Sesekali pria itu melirik Mikayla yang duduk anggun di atas sana walau gadis itu sama sekali tak pernah menoleh ke arahnya. Ah, sekarang dia merasa sangat kecil dibandingkan perempuan bermanik biru jernih itu.

Kaisar Javier menatap Mikayla yang jaraknya tak jauh dari tempat sang Kaisar duduk. Mikayla menyadari hal itu, lantas ikut menoleh.

Mereka saling bertatapan, kedua manik biru itu menghujam secara bersamaan. Saling menelisik diri masing-masing, mencari jawaban atas pertanyaan yang belum dijawab sampai pada akhirnya Claude yang duduk di antara mereka berdehem dan menghancurkan fokus keduanya.

Final. Kaisar mendapatkan jawaban dari manik biru jernih Mikayla. Lantas sang Kaisar duduk dengan tegak. "Baiklah jika itu yang kalian inginkan." Pandangan Kaisar Javier menyapu seluruh ruangan. "Namun keputusan kali ini bukan atas kehendakku, akuu mengizinkan Mikayla sendiri untuk memutuskan masa depan yang dipilihnya. Apapun itu, tak boleh ada yang memberontak."

Semua mata terarah pada Mikayla. Gadis bersurai keperakan itu menatap sang Kaisar, lalu tatapannya beradu pada Duke Stanley. Dan yang terakhir adalah, Putra Mahkota.

Mikayla berdiri dari tempat duduk. Semua orang yang duduk di bawah takhta mendongak, bak tersihir akan gerakan anggun sang Putri.

"Tidak."

Sepatah kata yang mampu membuat Raja Peterson jatuh terduduk di kursinya.

"Aku tidak akan kembali ke Armovin. Itu keputusanku."

"Mikayla...." Putra Mahkota menatapnya nanar. "Pikirkan keputusanmu baik-baik. Demi rakyat Armovin!"

"Demi rakyat Armovin katamu?" beo Mikayla dengan sinis. "Kau tak pernah tulus, Putra mahkota. Bukankah kejadian yang menimpaku beberapa waktu yang lalu juga campur tangan darimu?"

Raja Peterson terhenyak. Ia menatap putranya sendiri dengan heran. "Ada apa, Putra Mahkota? Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?!"

Putra Mahkota bergeming. Suaranya tersendat-sendat. "A-aku hampir mencelakakan Nona Mikayla, Ayah."

Pengakuan yang sempurna. Semua menteri bahkan pihak kerajaan Armovin pun dibuat terperangah karena pengakuan putra mahkota sendiri.

"Biar ku perjelas," sambung Mikayla. "Tepatnya pada malam dimana perayaan di istana Anda, Raja Peterson. Seorang Marquis mengikutiku hingga berani memerintahkan kereta Klan Stanley agar mengantarku ke perbatasan antara Pusat Pemerintahan Erosh dan bagian barat laut Kerajaan Armovin. Coba kuingat-ingat dulu." Mikayla mengetuk-ngetuk dagu. "Ah, Hutan gelap Augoria. Anda sukses membunuh saya, putra mahkota."

Putra Mahkota menunduk. Ia sekarang baru menyadari bahwa penyesalan selalu datang terlambat. Dan Mikayla ... memberikan karma kepadanya secara tak langsung setelah Putra mahkota Danial sudah memberikan hatinya kepada si perak tersebut.

"Jika Anda tak mengetahui ceritanya, maka dengan senang hati saya akan menceritakan kepada kalian semua!" ucap Mikayla dengan riang. Berbanding terbalik dengan semua gestur tubuh dan tatapan tegang dari pihak Armovin karena mereka akan pulang dengan membawa malu yang besar atau parahnya lagi akan dihukum di sini karena perbuatan ceroboh putra mahkota.

"Marquis itu menembuskan pedangnya dan berhasil mengoyak jantung saya. Kalian tahu berapa waktu untuk sembuh? Ha, cukup tiga hari," sambung Mikayla dengan puas karena menyaksikan ekspresi pias dari para bangsawan yang ingin menyeret dirinya kembali.

"Tentu saja saya tak bisa sembuh sendiri. Saya bertemu dengan seorang pria dari dalam hutan. Dialah yang membantu saya hingga pulih seperti sedia kala. Ah, bukan-bukan, maksudnya pulih kembali seperti saat usiaku dua tahun."

Rasa takut Raja Peterson kembali. Ia tak bisa berbuat apa-apa. Pria paruh baya itu berfikir keras untuk menjalankan rencana selanjutnya.

"Kau tahu, Raja Peterson? ternyata jantung bisa dilapisi selaput sihir yang tentu saja bisa menjadikan orang-orang lemah. Aku bersyukur karena itu, sehingga saat Marquis datang untuk membunuhku, ia padahal hanya menyobek selaput itu dan membebaskan diriku yang sebenarnya!"

"Mikayla, kembalilah kepada Ayah. Aku menyayangimu, nak." Duke Stanley tak mau kalah. Pria berjubah putih itu menatap penuh harap agar Mikayla mau mengikutinya. "Ayah akan menebus dosa yang lalu. Kau mau, kan?"

Mikayla sempat terdiam. Namun mengetahui ada niat buruk dibalik manik biru jernih Duke Stanley, ia membantah. "Tidak. Tinggalkan aku disini, Duke Stanley. Biarkan aku merasakan bahagia."

Putra mahkota mencabut pedangnya dari sarung. "Beritahu aku siapa penyelamatanmu itu. Aku akan bertarung dengannya, jika aku menang ia harus menyerahkan kembali dirimu padaku!"

"Aku setuju dengan putra mahkota!" tambah Raja Peterson. "Siapapun penyelamatmu, ia harus merasakan hunusan pedang dari putraku terlebih dahulu!'

Pendukung Kerajaan Armovin berseru sama. Mereka menginginkan keadilan dari sang Kaisar dan tentunya kehendak Mikayla sendiri. Suara pendukung Kerajaan Armovin meledak didalam ruangan, memecahkan kesunyian yang sebelumnya sempat meraja.

Mikayla berbalik menatap Kaisar Javier dengan senyuman yang tak luntur. Namun hatinya berkata lain karena detakan jantungnya bergemuruh. "Apakah saya harus memberhentikan pertikaian ini sekarang juga, Yang Mulia?"

Kaisar Javier menggeleng. "Tidak. Lakukan sesukamu."

Mikayla kembali menghadap semua tamu Armovin, kali ini dengan dagu yang diangkat tinggi. "Kalau begitu Putra Mahkota Danial harus berhadapan langsung dengan Yang Mulia Kaisar Agung, pria yang sudah ada di samping saya saat sekarat."

1
Murni Murniati
kampret ini lama lama minta dikubur ini, apa tak sadar dia siapa, ini anak dewa dewi dia budak,apa tak sadar dia
Murni Murniati
kan dia udah dikasih dua kebebasan keinginan ini, jd kapan diminta
🌿wing2bo_27
Luar biasa
>AY<
cerita nya rumit, harus mengulang kata"nya supaya paham.
Ayu Mestari
Luar biasa
Yati Haryati
ceritanya terburu buru bgt min
Ayu Sari Murni
manggilnya adiden aja Thor susah q bacanya
ana azizah
bertele2
Hikam Sairi
baca
Dede Mila
/Proud//Joyful//Joyful//Joyful/
Inesya Qinan s
Luar biasa
Inesya Qinan s
Lumayan
Asmi Pandansari
aku mampir
Murni Dewita
sama2 penasaran kita mikayla/Grin/
Murni Dewita
mampir
Dang Antie
Luar biasa
Cancer👾
suka banget sama cerita, tapi epsonya sedikit heheh
Riska Mustikasari
putri tidur butuh make up baca dimana kak... kok ga ada aku cari
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Querido🦋
yakin ingin menghukum tahta tertinggi diatas raja hm?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!