Kisah seorang wanita bernama Alexi yang memulai perjalanan hidup kembali ke masa lalunya. Setelah mengalami kekerasan dalam rumah tangga dia diberikan kesempatan kedua untuk menjalani hidupnya. Dia dikembalikan lagi ke sepuluh tahun sebelum kejadian tragis itu terjadi. Saat dia sadar tiba-tiba dia sudah ada dikamar kos tempat dia tinggal dulu. Alexi yang kebingungan dengan apa yang terjadi mulai mencari kenapa hal ini bisa terjadi padanya. Kenapa pula ada sistem aneh seperti yang ada dinovel-novel yang dia baca. Apakah dia bisa merubah kejadian buruk yang menimpanya dibantu sistem aneh tersebut. Perlahan Alexi mencari tahu dan mulai menjalani hidup yang sangat berbeda dari sebelumnya. Apa yang akan selanjutnya terjadi pada Alexi. Akankah dia bisa menjalani hidup yang berbeda atau sebaliknya. Dan mampukah dia percaya kembali dengan sesuatu yang disebut cinta setelah apa yang menimpanya. Atau dia hanya akan menjalani hidup baru tanpa adanya seseorang disampingnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amy collections, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bisnis
Pagi-pagi sekali aku langsung bangun dan bergegas untuk siap-siap karena kemarin malam Thea menelpon tentang bumbu-bumbu yang sudah mulai habis. Aku langsung berangkat berbelanja ke pasar dan mengolah bumbu untuk digunakan nanti. Setelah selesai aku menengok ke arah jam dinding yang terpasang di dekatku. Tepat jam itu menunjukkan pukul 08. 45. Aku tersentak dan kaget aku langsung berhenti mengerjakan semuanya dan berlari ke parkiran dan menghidupkan motorku.
"Kenapa aku sampai lupa waktu."
"Hari ini jam 09.00 aku kan ada kelas." Sesampainya di kampus aku berlari sekencang-kencangnya ke arah kelas. Aku melihat pintu ruangan kelas yang masih terbuka. Dalam hati aku merasa sangat lega dan segera masuk ke dalam. Aku bergegas duduk dan beristirahat sambil menghangat nafas. Tak berselang lama dosen pun masuk ke dalam kelas. Kuliah hari ini berjalan seperti biasanya.
Setelah kuliah selesai aku bergegas Kembali ke tempat makan untuk mengerjakan pekerjaanku tadi pagi yang belum terselesaikan. Hari ini aku disibukkan dengan berbagai macam pekerjaan dan kegiatan. Beberapa waktu berselang aku terus disibukkan dengan semua aktivitasku. Semua urusan tempat makan, kuliah dan pelatihan Bela diriku berjalan dengan lancar. Karena itu aku sekarang berfokus untuk mengembangkan bisnisku saat ini. Aku Berencana untuk membuka tempat makan keduaku. Karena uang tabunganku sudah cukup untuk membuka cabang baru lagi. Uang sewa tempat makan beberapa bulan pun sudah aman aku sisihkan.
Saat libur kuliah tiba aku terkadang pulang ke kampung untuk bertemu dengan keluargaku. Minggu ini adalah waktunya jadi untuk memulai mencari tempat untuk toko keduaku aku undur untuk minggu depan. Aku berkemas dan bergegas berangkat pulang sebelum malam tiba. Karena masih di daerah perkampungan jadi jalan-jalan di area sana sangat sepi saat malam tiba.
Dari jauh motorku sudah terdengar oleh ibuku. Saat waktunya pulang ibuku memang selalu menungguku di depan rumah. Perlahan-lahan kemasukan motor ke dalam rumah dan memarkirkannya. Ibuku dengan sabar menunggu sambil melontarkan senyuman yang lebar. Kehangatan inilah yang selalu aku rindukan saat aku jauh dari rumah.
"Tadi kehujanan tidak nak?"
"Cuma gerimis aja kok bu."
"Ya walaupun cuma gerimis jas hujan itu dipakai jangan dipajang saja nanti kamu masuk angin." Sambil merangkulku dan menyambutku dengan hangat.
"Iya Ibuku Sayang besok aku langsung pakai."
" Ya udah ayo masuk bapak udah nunggu di dalam ibu juga udah memasak masakan kesukaan kamu."
Aku bergegas masuk bersama ibuku. Tak jauh terlihat seorang laki-laki paruh baya sedang duduk di kursi tengah. Benar saja ayahku sedang menungguku di dalam. Kami pun duduk bersama, mengobrol, dan menikmati suasana kehangatan keluarga sambil bersendau gurau.
Tak terasa liburan dua hari di rumah itu terasa begitu cepat. Aku harus berangkat kembali. Sesampainya di tempat kost aku langsung beristirahat dan tidak lupa menata semua yang aku perlukan untuk kuliahku besok. Hari demi hari berganti dengan cepat. Liburan akhir pekan telah tiba. Seperti rencana minggu lalu aku bergegas untuk mencari tempat baru yang bisa aku sewa untuk membuka tempat makan keduaku.
Aku akan membuka tempat makan keduaku sedikit jauh dari tempatku yang pertama. Semua itu kulakukan untuk Jangkauan yang lebih luas. Setelah cukup lama berkeliling aku menemukan tempat yang menurutku itu sangat cocok. Tempatnya cukup luas lebih luas daripada tempat makanku yang pertama. Di sana juga tempatnya cukup strategis karena dekat dengan area kampus. Aku pun mencari informasi tentang pemilik tempat tersebut.
Setelah aku bertemu dengan pemilik tempat dan berdiskusi tentang harga sewa yang dia berikan kepadaku. Harganya memang lebih tinggi dari harga sewa tempat makanku yang pertama. Harga sewa senilai 15.000 C untuk setiap tahunnya. Dan tempat ini harus dibayar sekaligus untuk satu tahun ke depan. Memang lebih tinggi tapi itu sepadan karena tempat ini juga lebih luas. Aku membayar uang sewa untuk 1 tahun ke depan dan pemilik langsung menyerahkan kunci kepadaku.
Sebelum Kembali ke tempat kost aku mampir ke tempat makan. Setelah sampai di sana Aku berdiskusi dengan Thea. Sambil menunggu aku meminta Thea untuk mencari tiga orang karyawan baru. Aku meminta dua orang karyawan untuk ditempatkan di tempat makan pertama dan dua orang karyawan lagi di tempat makan kedua. Dan aku meminta Thea untuk membantuku mengawasi kedua tempat tersebut. Thea sangat setuju dengan pendapatku dan dia siap untuk membantuku.
Setelah berdiskusi cukup panjang dengan Thea aku kembali lagi ke tempat kost. Karena begitu banyak kebutuhan yang harus aku beli untuk pembukaan tempat makan kedua aku mulai membuka buku tabungan dan mengecek sisa tabungan yang aku miliki. Ternyata sisa tabungannya aku miliki hanya senilai 5000 C. Aku pikir itu cukup untuk membeli peralatan yang dibutuhkan. Tetapi untuk gaji karyawan minggu depannya lagi sepertinya tidak akan cukup. Keesokan harinya aku tetap membeli peralatan yang dibutuhkan agar tempat makan kedua cepat bisa dibuka. Aku berbelanja di bantu dengan Thea.
Tempat makan kedua pun siap untuk dibuka. Untuk manajemen pengelolaan aku dan Thea saling bertukar pikiran supaya semua berjalan dengan baik. Beberapa bulan berselang dua tempat makanku berjalan dengan baik dan cukup ramai dikunjungi oleh pelanggan. Kami sekarang mempunyai beberapa pelanggan tetap. Dan penghasilanku perbulan sekarang juga sudah meningkat sekitar 12.000 C setiap bulannya.
Tetapi terkadang aku dan Thea masih kerepotan untuk mengatur bumbu-bumbu dan pasokan mie yang dibutuhkan untuk kedua tempat makan tersebut. Aku dan Thea saling berdiskusi, Thea memang sudah seperti tangan kananku saat aku sedang disibukkan dengan kegiatan lainnya. Aku suka dengan hasil pekerjaannya yang sigap.
Aku dan Thea sepakat untuk membuat dapur sentra untuk membuat mie dan bumbu-bumbu yang dibutuhkan. Karena tabunganku yang sudah lumayan dan juga penghasilan tetap ku juga sudah sangat menjanjikan aku memutuskan untuk membeli satu tempat yang akan aku gunakan sebagai dapur sentral nantinya.
Dalam perjalanan pulang aku mampir ke sebuah tempat penjualan properti. Sesampainya di sana Aku memarkirkan motorku dan berjalan masuk ke dalam. Aku masuk dan melihat-lihat ke sekitar. Aku menunggu respon dari mereka Tetapi setelah sekian lama aku berdiri tidak ada seorangpun yang menghampiriku. Mereka terlalu sibuk menawarkan properti-properti pada pelanggan lain. Karena cukup lumayan kesal menunggu aku akhirnya keluar dan meninggalkan tempat itu. Ya wajar saja mungkin tampilanku yang tidak meyakinkan dengan bajuku yang lusuh dan kendaraan yang begitu saja. Sepertinya mereka tidak yakin bahwa aku akan membeli salah satu properti yang mereka tawarkan.
Keesokan harinya aku mencoba mendatangi tempat properti lain yang lebih kecil daripada tempat sebelumnya. Sesampainya di sana Aku disambut dengan hangat oleh salah satu dari mereka. Dengan sabar mereka menjelaskan properti-properti yang mereka jual. Aku pun dengan leluasa menceritakan tentang keinginanku untuk membeli properti tersebut tetapi dengan uang yang aku punya. Mereka menyarankanku untuk mengambil kredit dan itu bisa dibayarkan untuk setiap bulannya hanya untuk pertama kali mereka membutuhkan pembayaran dimuka. Aku pun setuju dengan tawaran tersebut.
Karena salah satu persyaratan untuk bisa mengajukan kredit adalah laporan keuangan berjalan maka aku perlu menyiapkannya terlebih dahulu. Karena keterbatasan laporan keuangan pun Terpaksa aku buat sendiri secara sederhana seperti yang sudah aku lakukan dulu saat aku bekerja 10 tahun sebelum aku kembali ke masa sekarang. Beberapa hari aku sibuk dengan urusan laporan keuangan ini. Dan akhirnya laporan yang aku buat selesai. Setelah itu aku kembali lagi ke tempat penjualan properti yang menawarkanku kredit tersebut.