NovelToon NovelToon
Cuek Itu Normal

Cuek Itu Normal

Status: tamat
Genre:Romantis / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:105.8k
Nilai: 5
Nama Author: Y. A

Siapa yang yang mencoba bermain-main dengaku?

Zahira adalah sosok wanita dingin yang sangat cuek, juga sedikit anti sosial. Yang ia pedulikan hanya mencari tahu tentang orang yang yang sudah membuangnya.

Kenzo adalah sosok pria yang terlahir dari sendok emas, otoriter dan memiliki kesenangan bermain dengan hidup orang lain. Namun pertemuannya dengan seorang Zahira yang hendak dimanfaatkannya malah membuat ia merasakan jatuh cinta pertama kalinya.

Jadi siapa sebenarnya Zahira dan apa yang akan dilakukan Kenzo untuk mendapatkan apa yang diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Y. A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Racun

Orang tua Kenzo dan Adel yang masih duduk di ruang terdiam beberapa saat sebelum sang ibu memecah keheningan. Tampaknya ia yang akan mengambil langkah sebelum suaminya yang tampak masih menanggung malu itu belum bersuara.

"Maaf ya Adel, Anak tante sudah memiliki orang yang disukainya. Karena orang tuamu tidak disini. Sampaikan maaf kami pada mereka. Kami akan menemui mereka secepatnya untuk membicarakan hal ini. Sekarang makanlah dulu sebelum pulang. "

Adel tahu sejak awal ibu Kenzo memang tidak mendukungnya. Adel melirik Ayah Kenzo yang juga memandangnya dengan raut minta maaf.

"Maafkan anak Om, lanjutkan makanmu, nanti supir kami yang antar Adel pulang. " kata ayah Kenzo.

"Tidak apa Om_Tante. Adel sebenarnya tadi sudah makan di rumah sakit sebelum kesini. Sebenarnya masih kenyang. Adel langsung pulang saja. Om dan Tante lanjutkan makan saja. Terimakasih...Adel permisi. "

Jawabnya dengan kalimat sesopan mungkin. Nyatanya dia belum makan sama sekali. Mana mungkin dia makan di rumah sakit yang dianggapnya tempat yang banyak kumannya. Dia bahkan tidak tahan berlama-lama diruang rawat ayahnya jika datang berkunjung.

.

Disebuah sebuah restoran dimana Kenzo dan Zahira sedang makan, mereka dikejutkan oleh kedatangan si kembar yang masing-masing langsung memeluk lengan Kenzo.

"Kalian makan disini? "

Itu adalah suara Karin, keduanya menoleh dan mendapati suami istri itu sudah berdiri disamping mereka dan mengambil kursi kosong lain. sikembar langsung duduk di pangkuan kedua orang tuanya.

"Aku dengar kamu menemui ayah dirumah. "

Lutfi sang kakak sedang menyindirnya.

Karin juga tanpak sangat tertarik, Ia melihat Kenzo dan Zahira bergantian, memberikan senyum penuh arti. Zahira yang pada dasarnya cuek tidak ambil pusing dengan pembicaraan mereka meski melibatkannya juga. Dia lebih memilih makan sambil sesekali menyuapi si kembar yang menginginkan makanannya.

"Niatku begitu sebelum dia mengacaukannya." Sahut Kenzo acuh. Dia juga sibuk dengan makanannya.

"Kalian baru datang? Tidak memesan? pergilah dari meja kami...jangan ganggu waktuku. " Lanjut Kenzo lagi.

"Bilang saja biar kami tidak menggangu kencanmu. " sahut Karin kesal.

"Nah itu tahu. " jawab Kenzo asal.

Lutfi terlampau hapal kelakuan adik dan istrinya yang pasti suka berdebat jika bertemu hanya menghela nafas. Cara mereka saling menyayangi memang seperti kucing dan tikus setiap kali bertemu.

"Zahira_ benar? "

Zahira mengangkat kepalanya dan memberikan sapaan sekilas sebelum mengangguk.

"Kamu yakin mau bersama adikku? Aku dengar dari ibu kalian sudah menjalin hubungan. "

"Tidak, Saya tidak merasa punya hubungan. Adik anda saja yang suka memaksa. " jawab Zahira cepat.

Karin tertawa terbahak-bahak. Ia sedang mengejek Kenzo yang sekarang tampak kesal. Lutfi melirik adiknya sekilas sebelum ikut tersenyum menahan tawa.

"Maaf kalau adikku menyusahkanmu. Dia memang pemaksa. itu nama tengahnya. " kata Lutfi lagi.

"Pergilah ke meja kalian dan jangan ganggu kami." Kata Kenzo penuh kekesalan.

"Mereka tidak menganggu, dasar sensitif. " sahut Zahira dengan cibiran.

"Tentu saja mengganggu, lihat! kamu bukannya makan malah menyuapi dua tuyul ini. "

"Aku sudah kenyang juga. "

"Apanya yang kenyang, Cepat makan sendiri kita harus kembali kekantor. "

Zahira melemparkan tatapan kesalnya. Dia meminum air putihnya untuk meredakan kekesalannya. Entah kenapa Kenzo jadi mempermasalahkan hal-hal kecil seperti ini.

Tidak tahu saja hal yang membuat pria itu kesal adalah jawabannya yang secara tidak langsung menolak Kenzo.

Lutfi dan Karin yang melihat perdebatan mereka tampak takjub dengan Zahira. Karena selama ini tidak ada yang berani membantah Kenzo selain mereka berdua, itupun karena hubungan keluarga.

"Ngomong-ngomong syukurlah kalian cepat berbaikan. " ujar Zahira mengalihkan pembicaraan. Membuat ketiga orang itu saling bertukar pandang diam-diam.

"Ah... itu. Ya... kami memang kadang suka berdebat." jawab Karin tampak salah tingkah, membuat Zahira heran.

"Ayo pa, Sikembar sepertinya sudah lapar. " kata Karin dan menggendong Vio segera pergi dari sana.

"Sampai jumpa Za! Jaga Kenzo kami ya. "

Kata Lutfi dengan senyum ramahnya sebelum ikut pergi menyusul istrinya dan menggendong Via.

"Kenapa mereka aneh sekali." gumam Zania bingung, Jelas sekali mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Zahira tidak bodoh untuk melihat hal sejelas itu.

"Mereka hanya malu karena sering bertengkar, Lanjutkan saja makanmu. Otak kecilmu tidak perlu memikirkan mereka. "

Kata Kenzo mengalihkan fokusnya.

Kenzo paling bisa mengendalikan ekspresinya. Zahira memiliki insting yang kuat dan sangat pandai membaca situasi, Tapi Kenzo dengan mudahnya tidak ketahuan sedang berbohong.

.

Dikediaman keluarga Gunawan, pelayan yang biasanya sibuk didapur sekarang berdiri didepan Danu yang memang berperan sebagai orang yang mengatur pekerja dirumah besar itu.

"Apa yang kamu masukkan ke minuman Tuan dan Nyonya? " Tanya Danu. Dia tadi dengan jelas melihat hal yang selama ini tidak disangka-sangkanya. Menduga sang pelayan memberikan racun setelah melihatnya menuangkan beberapa tetes sesuatu dalam botol ke minuman Tuan dan Nyonyanya.

"Itu... itu perintah tuan Bambang... sa.. saya tidak tahu apapun. " jawab pelayan itu takut-takut.

"Berikan padaku sisanya. " Kata Danu.

Pelayan itu segera merogoh kantongnya dan memberikannya kepada Danu. Danu melihat botol kecil itu sudah nyaris kosong. hanya tinggal beberapa tetes didalam. Botol itu juga tidak memiliki label apapun sehingga dia tidak tahu zat apa itu.

"Sejak kapan? " Tanya Danu lagi.

"Se...sejak 3 bulan yang lalu...Tuan bambang bilang itu hanya Vitamin. Karena hubungan mereka yang sedang tidak baik... jadi minta tolong ke saya. Dua... dua tetes setiap pagi dan malam. "

"Jangan katakan apapun ke tuan Bambang ataupun Nona Adel aku mengambil botol ini. bilang saja sudah habis dan kamu sudah membuangnya jika mereka minta bukti mengerti! Ini bukan Vitamin. Jika kamu tidak ingin bermasalah maka diam saja. Mulai sekarang berpura-puralah melakukan perintah mereka jika kamu tidak ingin terlibat tindakan kriminal. " kata Danu.

"Apa... apa sebenarnya yang terjadi pak Danu? " Tanya pelayan itu yang sudah tampak ketakutan sekali.

"Hanya tutup mulutmu, kamu akan selamat. " ujar Danu setengah berbisik karena dia mensengar langkah kaki yang mendekati dapur.

"Apa yang kalian lakukan disana? Apa ada perselingkuhan disini?"

Yang datang adalah Adel, dia melipat tangan didada memandang Danu dengan sinis.

"Jangan berfikiran seperti itu Nona, Saya hanya memberi arahan seperti biasa. Tolong pengertiannya. " jawab Danu dengan penuh hormat.

Adel berdecih tidak senang, dia tahu Danu hanya pura-pura menghormatinya. Diantara mereka memang sudah tidak ada rahasia. Adel tahu Danu melakukan perintah Bambang sang ayah kandungnya dengan ancaman. Dia tahu Danu masih sangat setia kepada keluarga Gunawan. Adel dan orang tua kandungnya sudah berusaha menyingkirkan Danu, tapi entah mengapa Danu selalu beruntung selamat.

"Buatkan aku segelas kopi dan antar ke ruang kerjaku. " kata Adel sebelum pergi dari sana.

Danu ikut pergi saat pelayan tadi sudah sibuk membuatkan kopi untuk Adel. Ia menyelinap lewat pintu rahasia di taman belakang untuk keluar.

.

Zahira seperti biasa hanya mengerjakan hal-hal ringan yang dimengertinya untuk membantu Kenzo. Jimi juga ada disana, memeriksa data yang diminta Kenzo kerjakan karena dia butuh teman berdiskusi.

Zahira menguap pelan. Dia bangkit berdiri yang mendapatkan atensi langsung sang atasan.

"Mau kemana? " Tanya Kenzo.

"Aku mengantuk, Mau buat kopi di dapur. Kalian mau? " Jawab Zahira sambil mengusap sudut matanya yang berair.

"Pesan saja dari sini kenapa kamu yang kesana."

"Aku tidak suka buatan mereka,"

"Kalau begitu pesan online saja dari kafe. " ujar Kenzo lagi.

"Ish! Aku bisa buat sendiri kenapa harus pesan dan malah nunggu lama. " judesnya.

Jimi yang akhirnya terganggu dengan perdebatan kecil itu angkat bicara. Karena dia tahu dua-duanya keras kepala, ini tidak akan selesai dengan cepat. Dia tahu Tuannya sedang dalam mode posesifnya lagi.

"Bagaimana kalau saya saja yang beli Tuan, "

Tawarnya, melirik Zahira sekilas memberi kode untuk kembali duduk.

"Hmm... itu lebih baik. " jawab Kenzo setuju.

"Apanya lebih baik! Jimi bisa membantumu lebih banyak dari aku."

Kenzo sudah akan menjawab sebelum telfon di mejanya berbunyi. Dia mengaktifkan speaker untuk menjawab.

"Maaf pak, Seseorang bernama Danu sedang disini ingin menemui anda. Dia bilang ini sangat penting meski saya sudah bilang anda sibuk. " ucap suara resepsionis perempuan.

"Suruh dia langsung keruanganku. " jawab Kenzo dan segera mematikan sambungan.

"Jimi, segera bawa Zahira membeli kopi dan kembalilah dalam waktu 30 menit. "

Kata Kenzo.

Zahira yang melihat raut wajah Kenzo yang berubah tegas merasa curiga. Danu adalah nama yang sama yang diberikan Wewen padanya. Orang yang mengiriminya paket. Selama ini jika menyangkut masalah bisnisnya, Zahira tetap berada disampingnya meskipun itu adalah pembicaraan rahasia yang bahkan Jimi saja disuruh pergi.

"Aku tidak akan kemana-mana. " kata Zahira tidak kalah tegas.

"Za... Nanti aku akan jelaskan. Aku tahu kamu sedang mencurigaiku. Ini tidak seperti yang ada dikepalamu. jadi tolong pergilah dulu. " Kata Kenzo dengan nada membujuk. Jimi saja yang mendengarnya takjub. Baru kali ini ia mendengar nada lembut itu secara langsung.

Seseorang mengetuk pintu, Kenzo menyuruh Jimi membukakan pintu lewat matanya. Setelah Danu masuk, ia tampak terkejut karena Zahira juga ada disana. Tentu saja dia mengenali Zahira yang selama ini hanya ia awasi dari jauh. Bertemu secara langsung membuat ia merasakan penyesalan yang lebih besar lagi.

"Za... " Tegur Kenzo yang mengalihkan perhatian kedua orang yang sedang saling menatap itu.

Zahira mendengus tidak terima, dia meraih tas dan ponselnya sebelum keluar dari sana diikuti Jimi dibelakangnya. Dua orang bodyguard yang berjaga diluar segera mengikuti mereka juga seperti biasa.

1
Siti Nina
sumpah keren banget ceritanya 👍👍👍👍👍👍👍👍
Siti Nina
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Siti Nina
Top,,Top,,Top Banget pokoknya,,,👍👍👍👍👍
Siti Nina
👍👍👍👍👍👍👍👍
Siti Nina
Keren banget nih novel ku kasih bintang 10 deh,,👍👍👍👍👍 tapi yg like knpa dikit banget ya 🤔
Siti Nina
bagus banget ceritanya 👍👍👍
Siti Nina
oke 👍👍👍
Arafi🍏
fighting keren...aku buat novel acek"
Ayu Sari
kok zahira g nyingkirin tangannya sih
.•♫•isyaNiarti 😘•♫•.
sayang sekali, cerita novel sebagus dn sekeren ini yg ng'like cuma sedikit, padahal karya author yg lain yg menurut'q ceritanya biasa" ajh, malah membosankan justru like'y sangat banyak, bisa sampai puluhan ribu... kaya'y kurang gencar promotnya dehhhh... aku ajh udh lama download nt baru di pertengahan th 2023 ini nemu novel ini... semangat kak author
.•♫•isyaNiarti 😘•♫•.
alur ceritanya bagus, pemilihan kosakatanya juga bagus,,saya sangat suka cerita novel yg seperti ini...
Santi Dhepeh
bagus banget....👍👍👍👍👌
Elvi
deg deg an oii
Elvi
kereeenn👍🏻👍🏻
Elvi
keren banget nih ceritanya thor! two tumb up for you👍🏻👍🏻
Anita: Makasih dukungannya, Aku seneng banget baca komentar kalian, baik kritik atau saran aku terima dgn senang hati. 😭 biar bisa lebih bagus lagi berkaryanya. 😁🤗
total 1 replies
Elvi
babang keeenn... you are so sweet with your own way bang!😍
Elvi
udh baca 5bab, cerita nya bagus, semangat berkarya thor💪🏻👍🏻
trisya
saddam dan zahira adalah dua org yg sangat berpengaruh dlm hidup kenzo,, semoga bisa mengatasi masalah red wine sampai selesai
Mabruroh
terimakasih Thor
trisya
sumpah Demi sadam yg jenius gue deg deg an. kayak lagi ikutan kenzo perang 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!