NovelToon NovelToon
Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre

Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:174.9k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Naresh mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia mengalami gangguan pada pendengarannya. Kecelakaan itu diduga konspirasi seseorang yang ingin melenyapkan dirinya.

Malaika adalah sekretaris Naresh. Dia harus menanggung hutang peninggalan ayahnya yang sudah lama meninggal. Untuk menebus kembali rumah peninggalan kakeknya yang sangat berarti bagi sang nenek, gadis itu memerlukan uang yang sangat banyak.

Siapakah dalang dibalik kecelakaan Naresh?
Apakah Malaika berhasil mendapatkan rumah itu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Friendzone

Bab 16

Naresh dan Nenek Romlah kembali ke ruangan Malaika, di sana terlihat Maheswara sedang duduk di samping brankar dan Azizah duduk di sofa sambil memainkan handphone miliknya. Terlihat jelas tatapan tidak suka dari laki-laki itu terhadap sepupunya.

"Maheswara, sejak kapan datang kemari?" tanya Nenek Romlah begitu berdiri di dekat pemuda itu.

"Beberapa menit yang lalu, Nek. Sebelum Malaika tidur," jawab Maheswara dengan sopan dan tersenyum tipis.

"Mala sudah sadar?" tanya Nenek Romlah senang.

"Iya, Nek. Tadi pas aku masuk ke sini dia sedang berbicara dengan wanita itu," jawab laki-laki itu sambil menunjuk ke arah Azizah.

Naresh melihat ke arah teman perempuan yang baru dikenalnya saat di Malaysia. Pemuda itu berharap tidak mengatakan hal yang aneh-aneh atau mengada-ada kepada Malaika, sebab dia tahu kalau wanita itu selalu mengejar-ngejar dirinya meski sudah dibilang punya tambatan hati.

"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu. Nenek takut kalau terjadi apa-apa kepadanya," ucap Nenek Romlah sambil menyeka air matanya. 

Wanita tua itu takut kalau terjadi sesuatu kepada Malaika. Dokter mengatakan lambung dan usus Malaika mengalami kerusakan meski tidak parah dan masih bisa sembuh dengan pengobatan dan juga pola makan yang sehat. Selain itu psikisnya juga harus dijaga jangan sampai terlalu lelah dalam berpikir dan menjaga perasaannya agar selalu tenang dan senang.

"Sebaiknya kamu pulang, Azizah. Dan kamu juga, Mahesa." Naresh sendiri berjalan ke arah kamar mandi.

"Kamu menyuruh aku pulang, sedangkan kamu mau menunggu di sini!" sindir Maheswara kepada sepupu tirinya.

Mereka sempat beradu pandang, tetapi Naresh mengabaikan ucapan saudaranya dan memilih melanjutkan masuk ke kamar mandi.

Azizah menekuk wajahnya karena merasa diusir oleh Naresh. Sebenarnya dia juga tidak mau berada di sana. Sebenarnya dia berharap Naresh mau mengantarkan pulang.

Seorang satpam masuk ke ruang rawat Malaika dan menyuruh pembesuk untuk pulang, karena hanya satu orang saja yang boleh menemani pasien. Sehingga meminta Maheswara dan Azizah untuk pulang. Sementara Naresh yang sedang berada di kamar mandi tidak diketahui keberadaannya oleh satpam itu.

***

Tengah malam Malaika terbangun dan melihat ada seseorang yang tidur sambil duduk di sampingnya. Perempuan itu tahu siapa orang itu dari wangi parfum yang tercium dari tubuhnya. Mata dia mengedar di ruangan itu, terlihat ada sang nenek yang sedang tidur di sofa.

Kembali dia melihat ke arah Naresh, ada perasaan rindu dan senang. Namun, seketika perasaan itu berubah ketika mengingat lagi kalau laki-laki ini menyembunyikan kebenaran 8 yang sudah mempunyai calon istri. Padahal selama ini mereka selalu bercerita apa pun dan tidak ada yang dirahasiakan di antara mereka.

'Ada apa denganku? Apa aku terjebak dalam friendzone?' (Malaika)

Malaika memikirkan kembali saat dia bersama dengan Naresh selama ini. Semenjak mereka duduk di bangku sekolah menengah atas, meski mereka sekolah di tempat yang berbeda, tetapi mereka sering berkomunikasi mengenai pelajaran. Tidak jarang keduanya belajar bersama baik itu di rumah salah satu dari mereka atau di perpustakaan nasional. 

Tidak ada yang disembunyikan oleh Malaika dari Naresh, begitu juga sebaliknya. Apa pun yang mereka terjadi kepada mereka selalu diberi tahu. Bahkan saat Naresh kuliah di luar negeri komunikasi mereka masih terjalin dengan baik.

Naresh dan Malaika tidak ragu untuk saling membagi beban mereka. Mereka tertawa, bercanda, atau menangis bersama. Orang-orang mengira mereka itu sepasang kekasih yang menjalani jarak jauh.

Mungkin bagi Malaika, karena Naresh selalu ada di sampingnya dan itu menurut dia hal wajar, tidak sadar akan perasaan lain yang terpendam. Perasaan takut kehilangan atau diabaikan olehnya. Kini perasaan itu muncul dan menguasai hati gadis itu.

'Akan terasa lucu jika apa yang aku rasakan saat ini kepadamu adalah cinta. Perasaan yang tidak aku mengerti. Kenapa rasanya berbeda dengan yang aku rasakan kepada Dika? Sebenarnya cinta itu apa? Seperti apa? Apa cinta setiap orang itu berbeda-beda atau sama?' (Malaika)

Meski kata-kata cinta bukanlah hal yang asing, namun masih banyak orang yang belum mengetahui definisi cinta. Makna cinta  memang sulit dipahami baik dari segi batasan ataupun pengertiannya. Ini karena cinta adalah salah satu bentuk  emosi dan perasaan yang bisa dimiliki siapa saja. Sifatnya juga lebih subjektif, sehingga makna cinta berbeda-beda bagi setiap individu  tergantung pada pengalaman dan penilaiannya.

Malaika mengelus kepala Naresh tanpa sadar. Air mata gadis itu kembali mengalir.

'Kenapa perasaan ini baru aku sadari saat kamu sudah bersama orang lain?'

'Jika kita tidak ditakdirkan untuk menjadi pasangan hidup, semoga kita masih bisa berteman dengan baik.' (Malaika)

***

Adzan subuh membangunkan Naresh dan dia langsung melihat keadaan Malaika yang masih tidur. Lalu, dia beranjak dan membangunkan Nenek Romlah. 

Malaika terbangun saat Naresh pergi dari kamar. Lalu, Malaika mencoba bangun meski perutnya terasa sakit. 

Nenek Romlah yang baru saja ke luar dari kamar mandi melihat sang cucu yang sudah bangun. Betapa bahagianya wanita tua itu melihat Malaika sudah sadar.

Mereka pun memutuskan sholat subuh berjamaah. Keduanya beribadah dengan perasaan senang dan berharap selamanya bisa seperti ini.

"Mala, sebenarnya ada apa? Kenapa kamu bisa sakit seperti ini?" tanya Nenek Romlah dengan penasaran.

***

Akankah Malaika jujur kepada Nenek Romlah? Bagaimana reaksi Naresh saat melihat Malaika? Tunggu kelanjutannya, ya!

1
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍🙏🙏🙏
komalia komalia
waduuh grebek aja nikah kan Langsung
komalia komalia
pasti di suruh malika jadi istri untuk kezemian nya
komalia komalia
kenapa engga lapor ke polisi pemerasan dan penganiyayaan
komalia komalia
ada lucu tapi kasihan sama nasib nya nares
komalia komalia
wah Kaya nya lucu niih
yuqana
🥰🥰🥰🥰
Inara Cantik
joss
Mas Bos
atapillooooohh .. tiga bulan lagiii ...
selama itu budegnya ga sembuh
malah bisa paten permanen
/Joyful//Joyful//Joyful/
Mas Bos
bukti rekaman pengakuan Bima
uda cukup tuk meringkus Shaka
Mas Bos
budeg sih enggak
cuman telinganya error
/Joyful//Joyful//Joyful/
Mas Bos
gaswat darurat nih si Naresh
jadi mirip bolot pelawak
/Joyful//Joyful//Joyful/
Mas Bos
kayaknya Azizah dalangnya
yg mencelakai Naresh
Mas Bos
hadeeeehhh ... aja aja ada ...
bikin ngakak acara lamarannya
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Mas Bos
waduuuuhh .. thor kok tega banget
kalo beda gender lagi berduaan
yg ketiganya adalah setan
berarti setannya nenek romlah dong
/Grin//Grin//Grin/
Mas Bos
ternyata Abimana nebus rumahnya
Malaika hanya modus bukan ikhlas
isi otaknya ga beda dg juwanto
/Frown//Frown//Frown/
Yant08
Luar biasa
Mas Bos
udangnya di balik tepung
Mas Bos
malaika sakitnya komplikasi
demam asmara dan malarindu
/Joyful//Joyful//Joyful/
Mas Bos
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!