NovelToon NovelToon
Cintaku Berakhir Di Pesantren

Cintaku Berakhir Di Pesantren

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:308.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Zul Hijrah

Sebuah kisah cinta yang berawal dari persahabatan yang terjalin semenjak kecil. Mentari seorang gadis periang dan sangat manja. Ia jatuh cinta kepada sahabat masa kecilnya, tetapi sayangnya. Cinta yang ia rasakan tidak disambut dengan baik oleh Azka, sahabat masa kecilnya.

Hingga suatu ketika di saat Mentari merelakan perasaannya itu, Azka malah mulai jatuh cinta kepada Mentari. Cinta mereka mulai bersemi kembali setelah mereka melanjutkan pendidikan di Inggris.

Kisah cinta mereka semakin teruji saat sebuah kejadian di suatu malam yang membuat Mentari hamil. Keduanya mulai bersitegang. Hingga akhirnya Mentari menjauh dari kehidupan Azka dan Bertemu dengan Yusuf. Lelaki Soleh, seorang anak dari kiyai besar di sebuah pondok pesantren. Lelaki yang mampu merubah Mentari menjadi wanita muslimah yang memegang teguh nilai-nilai Islam.

Kepada hati siapakah kelak ia akan berlabuh??
Cinta masa kecil yang penuh kenangan dan kesakitan atau cinta yang suci dengan kemurniannya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zul Hijrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mabuk

Mentari terbangun, ia melihat jam waker di atas mejanya. Sudah pukul 08.00 waktu setempat. Ia sudah terlambat. Ia berlari masuk ke Toilet dan membersihkan badannya. Setelah selesai membersihkan badannya, ia bergegas berpakaian. Ia terburu-buru keluar rumah.

Azka sudah tidak terlihat, sepertinya dia sudah pergi dari tadi. Mentari berlari menuju sebuah halte dan tidak lama kemudian sebuah bis tiba di hadapannya.

Sesampai di kampus Mentari berlarian menuju kelasnya.untung hari ini jalanan tidak terlalu padat. Dengan napas yang terengah-engah Mentari masuk dan duduk di samping Azka.

“Kenapa kamu tidak membangunkanku ?” Mentari berbisik kepada Azka.

“ Kamu aja yang tidurnya kayak kebo, udah capek aku teriak-teriak kamu nggak bangun-bangun,” Azka berbisik sambil mencatat materi ajar hari ini.

Karena hari ini hanya ada satu mata kuliah, Azka mengajak Mentari berbelanja untuk keperluan harian mereka. Sepulang dari kampus, mereka langsung ke minimarket yang tidak jauh dari Apartemen mereka.

“ Tar, bentar malam aku kayaknya pulang larut malam deh,” ujar Azka sambil memasukkan beberapa barang di trili belanjaan mereka.

“ Kenapa ?” Mentari menunjuk beberapa barang-barang yang ingin ia beli.

“ Teman aku adain party, aku harus ikut,” Mentari hanya beroh ria.

***

Azka memarkirkan mobilnya, lalu ia berjalan menuju bar temapat pesta ultah Michael. Malam ini Michael mengadakan pesta ulang tahunnya di sebuah mini bar. Awalnya Azka menolak menghadiri pesta ini, tetapi ia terus dipaksa hingga akhirnya ia terima.

Mungkin ia harus mencoba beradaptasi dengan lingkungannya saat ini, dimana anak muda seusianya sering berpesta di sebuah bar.

Dengan langkah santainya ia berjalan memasuki sebuah ruangan khusus, yang sudah disewah oleh Michael. Sesampainya di sana ternyata sudah banyak teman-temannya dan nampak juga beberapa teman cewek yang berpakaian minim.

Azka hanya bisa tersenyum getir melihat kelakuan teman-temannya yang saat ini jauh dari kebiasaanya.

“ Kamu harus minum ini, ayolah sedikit saja,” Michael menyodorkan sebotol bir kepada Azka.

“ Maaf, aku tidak meminum itu,” Azka menolak dengan sopan.

“ Ayolah, minumlah sedikit saja, dijamin kamu pasti suka,” Michael masih saja mencoba memaksa Azka.

“ Baiklah,” dengan terpaksa Azka meminum minuman itu.

Satu teguk, dua teguk, dan satu gelas habis. Michael mengisis kembali gelas Azka. Azka tanpa sadar meminumnya hingga satu botol bir habis. Azka mulai menyukai minuman itu, ia mencoba meminumnya lagi hingga ia menghabiskan 3 botol.

“ Gila, kamu bisa meminum sampai 3 botol,” Michael memukul beberapa kali pundak Azka.

“ Kepalaku pusing, bisa kah kamu mengantarku balik ?” Azka mencoba berdiri tapi dia terjatuh.

“Baiklah,” Michael menggandeng tangan Azka dan mengantarnya pulang.

***

“Kenapa kamu tidur di sini ?” Azka menatap heran kepada Mentari yang tertidur di sampingnya.

“ Kenapa kamu nggak menjawab sih ? Kok malah nangis ?” bukannya menjawab Mentari hanya terisak, ia tak mampu berucap. Lidahnya terasa kaku ketika mengingat kejadian semalam.

“ Tari kumohon, jawab aku, kamu kenapa ?” Azka memegang pundak Mentari, tetapi Mentari menghempaskan tangan Azka. Azka tersentak kaget.

Dengan sekuat tenaga Mentari berdiri dan berjalan meninggalkan kamar Azka. Dengan langkah tertatih ia memungut pakaiannya yang tergeletak di lantai.

Azka yang melihat Mentari hanya bisa melotot tidak percaya. Apa yang ia lihat belum bisa menyentuh alam bawah sadarnya. Ia masih bingung.

Azka membuka selimut yang menutupi tubuh polosnya, betapa terkejutnya ia melihat tubuhnya yang tidak memakai apapun. Azka mencoba mengingat kejadia semalam.

Flashback

“Biar aku Yang membawanya ke kamar,” Mentari membuka pintu. Ia melihat Azka dipapah oleh Michael.

“ Apa kamu bisa sendiri ?” Michael merasa tidak yakin jika Mentari bisa memapah tubuh kekar Azka.

“ Iya, saya bisa kok, Maaf sebaiknya Anda pulang saja,” Mentari menolak pertolongan Michael, ia mencoba meyakinkan jika ia mampu memapah Azka masuk ke kamar.

Setelah menutup pintu, Mentari memamapah Azka. dengan langkah gontai ia berjalan sambil memapah tubuh kekar Azka. sesampai di kamar Azka, Mentari membaringkan Azka. Tanpa ia sadari Azka menarik Mentari sehinggah Mentari jatuh di atas tubuh Azka.

“ Tari kumohon tidurlah bersamaku, aku sangat mencintaimu,” Azka membelai rambut Mentari.

“ Azka kamu sedang mabuk Ka, biarkan aku pergi,” Mentari mencoba berdiri, tetapi Azka menarik tubuh Mentari kembali.

“ Aku menginginkanmu, aku menginginkanmu seutuhnya Tar,” Azka mencium paksa Mentari.

Dengan tenaga yang kalah kuat oleh tenaga Azka, Mentari tidak mampu melawan Azka.

Azka membalikkan posiai Mentari sehingga ia berada di atas Mentari.

Mentari memberontak berusaha melepaskan pelukan Azka. tetapi tenaganya tidak cukup kuat melawan Azka. Mentari hanya bisa menangis menerima sentuhan demi sentuhan dari tangan dan bibir Azka.

Flas on

Azka mengambil celananya lalu memakainya kembali. Ia berlari menuju kamar Mentari.

Tok tok tok Azka mengetuk kamar Mentari.

“ Tar, kumohon maafkan aku, aku tidak menyadari apa yang kulakukan semalam,” Azka mencoba memohon agar Mentari mau membuka pintu.

“Tari, buka dulu, kita bicarakan dulu baik-baik,” tidak ada suara sahutan dari dalam kamar Mentari membuat Azka khawatir jika Mentari melakukan sesuatu yang berbahaya.

“ Tari, aku hitung sampai tiga, kalau kamu nggak buka, aku dobrak pintu ini,”

Setelah hitungan ketiga, Mentari tak kunjung membuka pintu kamarnya.

Dengan rasa cemas dan takut, Azka mendobrak pintu kamar Mentari. Setelah pintu kamar Mentari terbuka, Azka terkejut melihat Mentari yang terbaring di lantai.

Azka berlari dan mengangkat tubuh Mentari, ia membawa Mentari ke sebuah rumah sakit terdekat.

Dengan rasa sesal yang mendalam, Azka merutuki dirinya yang telah menodai sahabat masa kecilnya itu. Ia memang sangat mencintai Mentari, tetapi ia telah berjanji akan menjaga gadis itu, tetapi kejadian semalam membuatnya lupa akan janjinya.

Di tengah kemacetan, Azka mengumpat dan memukul stir mobilnya. Sesekali ia menoleh ke arah Mentari, ia sangat menyesali perbuatannya semalam.

Betapa besarnya rasa bersalah yang berkecamuk di hati dan pikirannya. Entah apa yang akan ia katakan kepada kedua orang tuanya.

Tidak beberapa lama, mobil yang dikendarainya tiba di rumah sakit. Dengan tergesa-gesa, Azka turun dan menggendong Mentari.

“Suster, tolong temanku,” Azka berlari sambil berteriak. Beberapa Perawat berlari ke arah Azka.

Azka hanya bisa menangis melihat kondisi Mentari yang terlihat sangat kacau. Ia menendang bangku yang ada di depan ruang ICU.

***

Jangan lupa like dan comentnya 🙏

1
bunda syifa
ini cerita seperti menceritakan dari sudut pandang si pemain pendukung y, seolah Azka sama Rani pemeran utamanya dan tari jadi pemeran pembantu/si orang ketiga yg mencintai pemeran utama pria nya tapi berujung sad, tapi pada akhirnya menemukan kebahagiaan juga
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Ezphyzzz
bagus Thor ko karyanya,aku senang dan bikin deg deg an.
Ezphyzzz
gitu dong Yusuf gentleman
bobo
cpt bgt thor jln critay...tpi bguz kok jelas padat ibarat pelajaran bhs idonesia 1 buku d rangkum jd bbrp lembar...aku suka
Putri Minwa
💪💪💪
Putri Minwa
Radit bikin cair suasana aja
Putri Minwa
mantap thor Semoga sukses ya
Putri Minwa
yang sabar Azka
Putri Minwa
awal cerita yang menarik thor
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
bod*h mentari
Dae Vhau
hy
Shafikha Baydowi
bagus dan tidak monoton
Haetsuki
bagus
Lili aja❤️
kok di cari gak temu ketemu ya judul yg ini😔😔😔😔
Cikgu Raaa: kok bisa ? 😁
total 1 replies
Dhea Aftanie
to the point bukan to do point
Cikgu Raaa: makasih kritikannya 🙏🏻
total 1 replies
Dhea Aftanie
harusnya "katakan gas" bukan " katakan han"
Cikgu Raaa: Maaf typo 🙏🏻 terima kasih atas koreksinya ya 🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Dhea Aftanie
rasanya nabila ingin ku bunuh ya
Cikgu Raaa: terima kasih telah mampir 🙏🏻
total 1 replies
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu
ahmad sihan
lanjut g Thor ini
Cikgu Raaa: sdh tamat ya 🙏🏻 Terima kasih atas dukungannya 🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!