NovelToon NovelToon
Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Selingkuh / Anak Kembar / Persaingan Mafia
Popularitas:68.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sonata 85

Asta Stanley dan Okan Putra Wardana sebelumnya hanya pemuda baik baik, adiknya yang bernama Aluna Atasya Chelia diculik hal itu mengubah kehidupan keduanya. Mereka kembali menjadi mafia untuk menyelamatkan adi mereka.

Karya ini Skuel dari Menjadi Tawanan Bos Mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sonata 85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berperang Di Pulau Terpencil

Keadaan Neil semakin membaik, saat ia diangkut ke dalam kapal, mereka akan mencari tempat persembunyian yang jauh untuk menghindari incaran orang suruhan Ketua.

Ketua gangster itu marah pada Stanley karena tidak melakukan semua yang diperintahkan, padahal ia sudah dibebaskan olehnya.

Dulu mereka bertiga jadi andalan ketua untuk menghandle, penjualan di luar penjara, tetapi hari ini mereka bertiga akan dilenyapkan.

“Apa kapal ini kuat?” tanya Billy menghawatirkan kondisi badan kapal yang sudah karatan.

“Masuklah ke dalam, terkadang apa yang kita lihat diluarnya belum tentu juga keadaan sebenarnya,” ucap Azka.

“Apanya yang spesial,” ujar Stanley,  masuk  ke dalam kapal di susul Neil dan Billy, sat di salam mata mereka bertiga melongo, di dalam kapal ternyata sangat mewah di lengkapi kamar dan tempat tidur dan kebutuhan sehari-hari.

“Wah … ini mah hotel,” ujar Billy, “kapan  kamu melakukan ini Bro?”

Billy menatap dengan kagum, kapal itu bahkan dilengkapi  dengan bathtub untuk  berendam  dan dapur.

“Jika bisa menggunakan kapal ini untuk keliling Indonesia,” ujar Azka.

Stanley,  mendatangi   Azka  ke ruang kemudi,  menatap pria itu dengan curiga, “ kamu sebenarnya pekerjaannya apa?” Lelaki pemilik rahang tegas itu mengidentifikasi Azka dengan berbagai pertanyaan.

“Kenapa …? Kamu tertarik denganku?”

Stanley mendengus seperti kuda nil, saat mendengar ucapan  Azka.

“Saya menduga kamu orang yang banyak rahasia,  hanya mengantisipasi, tidak ingin masuk jebakan untuk kedua kalinya, saya pikir urusan kita sudah selesai. Kamu boleh melakukan apapun sekarang, jangan libatkan dirimu  dengan masalah kami.”

“Kita bisa jadi team.” ucap Azka.

“Saya tidak ingin berbagi masalah dengan orang lain.” Stanley.

“Kamu sangat membutuhkan ku, aku bisa menghapus tato kalian bertiga. Ketua tidak akan menemukan kalian lagi.”

“Baiklah, bawa kami ke tempat itu.” Stanley akhirnya mengalah, ia ingin menghapus tato  mereka agar  tidak selalu ditemukan Ketua lagi.

Saat ia keluar dari ruang kemudi, Azka menatapnya dengan tatapan dalam seakan-akan ia memikirkan sesuatu,  udara malam semakin dingin, kapal  terus melaju menyusuri lautan, Azka  sengaja membawa mereka ke satu pulau tak berpenghuni, memancing kedua orang yang mengincar mereka.

“Kita kemana?” tanya Stanley saat kapal menuju sat pulau.

“Kita akan pancing mereka ke sini.”

Setelah kapal tiba di pulau tersebut, mereka berkerja sama merencanakan jebakan, Neil belum bisa membantu, ia hanya duduk diam hanya sebagai penonton.

Menyalakan api unggun, untuk memancing  musuh, Billy mencari posisi  keatas bukit dari sana ia bisa melihat kapal yang datang.

“Bagaimana. Apa ada pergerakan?” tanya Stanley lewat alat komunikasi yang diselipkan di dalam telinga.

“Belum ada  Bos.”

“Baiklah tetap waspada,” titah Stanley, ia mempersiapkan jebakan.

Malam itu mereka berempat berjaga sepanjang malam mereka tahu lelaki bayaran  itu pasti akan menemukan mereka.

*

Saat pagi tiba, apa yang mereka pikirkan  benar, kapal berwarna putih mengarah  kearah mereka.

“Bos, mereka datang.”

Azka Stanley memulai rencana, di tepi pantai sudah dipasang sebuah jebakan.

“laporkan mereka ada  berapa orang?”

“Ada lima orang Bos.”

Mendengar jumlah mereka lebih  banyak Azka dan Stanley saling menatap, “bagaimana kalau kita lumpuhkan mereka saat di dalam air, jika mereka sampai ke darat kita akan kewalahan, pistolku ada di mobil,” ujar Azka.

“Billy, apa kamu bisa melakukannya?”

“Baik Bos, saya akan coba.”

“Bidik kapalnya dan ledakkan Bro,” pintah Azka.

“Jaraknya tidak tepat Bro, saya takut  bidikannya terlalu jauh, saya akan tunggu mereka sampai ke darat.”

Berhubung Azka ketinggalan pistol di mobil dan Neil kondisinya  masih belum memungkinkan untuk pegang senjata, jadi hanya dua orang yang punya senjata.

Saat kapal itu ingin berlabuh, dari arah  tebing  sebuah  sebuah tembakan menerjang kearah mereka, saat seorang melompat ke air untuk menghampiri mereka. Billi menembak tepat di kepala, ia tewas dalam air.

“Satu berkurang, sisa empat,” ucap Billy melaporkan.

“Apa kamu  bisa membidik nahkodanya?” tanya Azka.

“Akan aku usahakan Bro.”

Dor …!

“Sial,” umpat Billy.

“Kenapa?” Stanley berpikir Billy meleset, saya hanya mengenai  tangan tangannya Bos.

“Tidak apa-apa, kita sudah siap di sini, kita akan kubur mereka di pulu tak berpenghuni ini.”

Mereka mendapat perlawanan sengit, orang-orang Ketua sudah dibekali dengan senjata yang lengkap , sementara mereka ketinggalan senjata, masih harus merawat yang terluka juga. Namun.

“Sepertinya kita akan kesulitan  Bos,” ujar Billy dengan  berat.

“Ada apa?”

“Ada tambahan kapal lagi.”

“Kita mundur!”pinta Stanley.

Mereka hanya empat orang satu yang terluka sementara musuh,  meminta bantuan. Tidak mungkin bagi mereka melawan, jalan yang tepat  untuk saat itu  mundur, mereka berempat meninggalkan tepi pantai dan masuk  ke dalam dulu.

Mereka bersembunyi dalam sebuah lubang.

“Kalian masuk  ke dalam aku akan menghapus jejak kaki dan mengalihkan kearah sana,”ujar Stanley.

“Kita bagi jadi tiga kelompok Billy, kamu di sini dengan Neil, aku ke kiri dan Stanley ke kanan,” tutur Azka.

“Baik.” Billy dan Neil yang terluka masuk ke dalam lubang dan Stanley menyamarkan tapak kaki menggunakan ranting pohon.

Mereka  satu berjalan kearahmu kalian berdua. Saya akan membidiknya satu tembakan mengenai pria yang menenteng senjata laras panjang.

Suara tembakan pistol Stanley , pistol itu tidak  mengeluarkan suara ledakan karena sebelumnya ia sudah memasang peredam, di tembak di area yang mematikan pria berkulit gelap itu langung tersungkur di tanah tepat di depan lubang tempat persembunyian Billy. Mereka berdua menyeret tubuh itu ke dalam gua dan merebut senjata musuh.

Tidak lama kemudian sekitar sepuluh musuh maju bersenjata lengkap, masuk ke dalam pulau menyisir segala tempat, dengan jumlah sebanyak itu mereka tidak ada harapan untuk kabur.

Billy sudah pasrah.

“Tetaplah diam, mereka menuju ke tempatmu, saya akan mengalihkan perhatiannya.” Stanley  naik kearah bukit, lalu menembak musuh.

“Dor!”

Senjata laras panjang jenis V5 A1 memiliki kurasi tembakan yang jitu, senjata itu milik Billy tetapi kali ini Stanley yang menggunakannya.

DOR!

DOR!

Suara tembakan  keras itu menewaskan tiga orang.

“Penembak diatas bukit!” Teriak musuh, mereka berlari mengejar keatas bukit.

“Larilah Bro, mereka mengejarmu.” ujar Azka mengingatkan Stanley, lelaki itu  berhasil menarik perhatian musuh untuk mengejarnya.

“Jangan hiraukan aku, kalian pergilah kearah kapal.”

“Kita akan hadapi besama Bos,” ujar Billy.

Ia keluar dari lubang  meninggalkan Neil di sana menembak musuh  menggunakan senjata yang direbut, pertempuran yang tidak seimbang berlangsung pada akhirnya mereka terluka, Billy tertembak di kaki, Stenly di samping perut.

Saat mereka hampir mati tertembak sebuah helikopter melintas dan terbang rendah , mereka menembaki para musuh.

DEZIING! … BUMM!

Suara ledakan dari senjata yang ditembakkan dai helikopter tepat di kerumunan musuh, tubuh para  lelaki itu terlempar ke segala arah, erangan kesakitan terdengar pilu dari bibir mereka, tidak cukup sampai disitu, sekitar lima orang turun dari helikopter menggunakan senjata lengkap dan rompi anti peluru.

Siapa yang meminta tentara menyelamatkan mereka? Baca terus ya.

Bersambung.

1
Budi Mulyono
critanya hd gado."
Nurfadzlin Jefry
Luar biasa
꧁𝐴𝑁𝐺𝐼𝐸🐣ꨄ
asekk/Shy/
Frendi Lumban Gaol
kenapa cerita ini berhenti tidak ada kelanjutannya setwlah sekian lama.
ceritnya bags alurnya.
kalimat demi kalimat juga tersusun rapi...apa kah ada masalah?
Frendi Lumban Gaol: salam kenal juga ito.
total 2 replies
Tut Ningsih
kok terhenti thor kapan lanjutan nya , buat kita jadi dek dek an ini cepatin doang thor
Tut Ningsih
wah thor siapa kira kira yg akan mejadi pendamping Ceo muda
Ratu Kalinyamat
ohh jd bgtu ceritanya ya
Ratu Kalinyamat
apakah sophia. adalah org yg sering membuly adiknta stenly...???
Ratu Kalinyamat
ceritanya rivet gini si author..dri awal kya mls jd bacanya
Frendi Lumban Gaol
ini kelanjutannya gimana ya udah sangat lama,tidak up lg.
Ester
ayooo thor....kok lama ndak update update......jangan lama2....thooorr....
Ester: iya aq juga suka setiap jalan ceritanya detail penulisnya cermat...pembaca seakan akan di ajak masuk ke dlm ceritanya...dan setiap karakter tokohnya unik2...ayoolaah thor...lanjutin ini ceritanya ojo bikin emak2 penasaran lhaa....hahaa...sehat2 terus ya thor....
total 2 replies
Frendi Lumban Gaol
Novelnya bagus,semangat.
Nina Yuliani
woaahhh sedih, seru, tegang, gregetan campur aduk ka 🤗🤗 smngt trus dlm berkarya ya ka
Nina Yuliani
ka semngat trus dlm berkarya ya 🤗
Eltas
ok
Ester
lha ternyata luna sdh ada di hatinya okan...bakalan seru ini..
Ester
owaallaaah...vitaminnya okan ternyata lunaaa....astaga....mudah2an berjodohlah qm kan..okan....sama kayak bapakmu leon yg punya jimat hara..kalo udah deket atine adeemm...
Ester
aq juga bingung thor....mau pilih naira apa luna, mereka sama2 baik dan punya kelebihan masing2...
Ester
semoga ada benih benih cinta di dlm hati mereka....
Ester
waduuh..luna...pasti bingung deh...hahaaa....lanjut thor...semangatt...semoga lunaa tidak pingsan tahu siapa sebenarnya okan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!