NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Abah

Jodoh Pilihan Abah

Status: sedang berlangsung
Genre:Playboy / Pernikahan Kilat / Obsesi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:443.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: emha albana

Onci alias Fahrurrozi, cowok yang dibesarkan dilingkungan penuh religi, ia pun alumnus sebuah Pondok Pesantren. Harapan kedua orang tuanya kelak ia menjadi pewaris tunggal sekolah pendidikan agama yang sudah dirintis kedua orang tuanya. Namun kenyataannya berbalik, Onci memilih profesi di dunia entertaiment, dan menjadi perselisihan antara dirinya dengan Abah dan Umi.

Terlebih Onci diam-diam menjalin hubungan dengan seorang gadis keterunan Tionghoa, anak seorang pengusaha dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang begitu ta'at dengan keyakinan yang berbeda dengan keluarga Onci. Gadis itu bernama Dhea.

Gadis itu berprofesi sebagai seorang dancer profesional, yang Onci kenal dalam sebuah event yang ia selenggarakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emha albana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Koko Samuel : Whats???

Langit biru terhampar, dibalut awan putih tipis. Namun ada yang kurang, dahulu masih bisa kita melihat dan mendengar kicau burung gereja, kupu-kupu yang liar menari, sekarang semuanya hanya pemandangan yang langkah.

Untuk menggantikan yang hilang, seruput kopi panas rasanya cukup menyulam jemuh yang menyisakan asa. Hari ini Minggu pagi, tak ada aktifitas mengusir rasa bosan. Kalau di hari-hari biasa, waktunya padat untuk menemani kegiatan Dhea.

Yah, Minggu pagi biasanya gadis itu dan keluarganya seharian pelayanan gereja, ada ibadah pagi dan sore. Onci merasakan, kini dirinya sudah jauh dengan sahabat kecil dan tak ada lagi kawan berkelakar, atau sekedar ngopi bareng.

Hari Minggu bagi Onci, hari yang amat menjenuhkan, apa lagi yang bisa ia kerjakan kalau tidak bangun, mandi, sarapan, tidur lagi, dan terus terulang satu hari itu. Otak-atik handphone, nonton tv pun sudah tak ada program tayangan yang menarik, pastinya hanya diisi film animasi anak.

Treet....treeet...tret

Handphone Onci bergetar.

"Halo yank, sudah bangun? Aku minta tolong dong, bisa?!" Suara Dhea dari balik earphone.

"Tolong apa yank?"

"Temenin aku ke gereja yuk?"

"Yaudah, aku salin baju dulu dan langsung jemput kamu."

"Ok, aku tunggu ya?"

"Ya..."

Akhirnya Onci ada kegiatan juga, dan bergegas ia memacu motor sportnya, yang jelas ia suka jika ada kegiatan, dibandingkan hanya berdiam diri di rumah, setidaknya ia tidak lagi jenuh.

________________¤¤¤______________

@Gereja

08.30 Wib

Beberapa remaja terlihat mengenakan kemeja putih dengan celana panjang berwarna hitam, dan orang tua begitu rapihnya berpakaian, harum aroma wewangian merebak keluar dari tubuh mereka, tak ketinggalan anak kecil yang lucu-lucu pun ikut ibadah pagi itu.

Kendaraan roda empat memadati lahan parkiran, sedangkan kendaraan roda dua dapat terhitung jari, hanya beberapa saja.

Para remaja pun sebagian membawa alat musik, gitar, keyboard dan Electric Drum. Dhea nampak sibuk memanggil beberapa temannya yang pada hari itu bertugas sebagai koor untuk nyanyian puji-pujian dan diiringi oleh orkestra.

"Cici, Koko Denis nggak bisa hadir ada ujian ekskul." Suara itu muncul dari mulut gadis kecil di barisan depan.

"Aduh, nggak ada ngisi gitar dong yah? Yaudah kaka coba minta tolong Koko Onci."

Thea meminta Onci untuk membantu tim musik, karena ada yang satu alat yang kurang pemain.

"Kamu ikut aku!" Ucap Dhea sambil menarik pergelangan tangan Onci yang tengah asik mengisap roko.

"Maaaau kemanaa ini?! Jangan tarik-tarik tangan aku, sakiiit Dheeeeeea!" Onci meringis.

"Udaaah ikut aja, aku minta tolong."

Onci dibawa masuk oleh Dhea dan menaiki panggung, hanya pakaiannya saja yang berbeda dari mereka yang bertugas pelayanan.

Mau tidak mau, terpaksa Onci duduk di atas panggung dan memegang gitar yang sudah disediakan pihak gereja.

"Kena lagi deh aku," celetuk Onci yang untuk kedua kalinya ia dipaksa mengisi musik gereja, sebelumnya ia menggantikan David yang berhalangan hadir.

"Pliiiiis...Tolong yaaah yaaank?"

"Iya aku tolongin, ini juga kan udah di panggung."

"Berapa kidung dan puji-pujian saja, setelah itu kamu boleh keluar dan nggak perlu dengerin khutbah pendeta."

"Iya yaaaaank...."

Memang seperti biasa, setelah mengisi acara kidung agung, Onci langsung keluar ruangan dan memilih bermain dengan anak-anak kecil, selagi orang tua mereka sedang beribadah, ada ruangan khusus untuk anak-anak di lantai satu, lengkap dengan buku cerita dan beberapa set mainan.

Sambil menunggu Dhea dan keluarganya Ibadah, Onci bermain dengan beberapa anak di ruangan yang tersedia, dan Onci mulai mengenali mereka, ada Abraham, Kanaya, Natan, Martin, sikembar Ken dan Key, ada juga Martinus yang memiliki keterbelakangan pertumbuhan, si Barbei Bianca, Georger, Joshua, Niken dan masih banyak.

Onci mulai memandu mereka bermain ketangkasan ringan, out bond, cerdas tangkas, mendongengkan mereka dari buku cerita yang sudah disediakan di rak buku, dan Onci memilih dongeng Kancil yang cerdik

Dengan kepolosan anak-anak usia 3-5 tahun tersebut, mereka pun akhirnya memanggil Onci dengan sapaan yang mereka sematkan.

"Koko Samuel, kita main boneka tangan yuk?" Pinta Niken, mereka menangganti nama Onci dengan 'Koko Samuel'

Dari Niken nama Koko Samuel itu muncul, hingga akhirnya semua memanggil mereka dengan panggilan, Koko Samuel.

Begitu bahagianya mereka, tanpa memiliki beban obsesi, mimpi dan harapan dalam hidupnya. Yang mereka tahu, hanyalah main,tertawa riang dan bercanda. Jika lapar tinggal menangis saja, orang tua nya akan memenuhi kebutuhan mereka.

Tidak seperti orang dewasa, yang terjebak dalam harapan, impian, target hidup, kegelisahan, masalah yang harus dihadapi dan berbagai persoalan yang complicated.

"Andai waktu bisa terulang kembali,rasanya ingin kembali ke masa kanak-kanak dan menata ulang hidup ini." Gumam Onci dalam hatinya.

Suara langkah para jamaat terdengar, membias lamunan Onci. Satu persatu sudah meninggalkan ruangan, menuju ruang makan dan disana sudah disediakan aneka menu masakan. Di ruangan itulah mereka membahas berbagai obralan ringan sampai kepada bisnis yang bisa di share ke sesama jamaat.

"Hiii Koko Samuel..." Sapa seorang anak kecil

"Hi juga Natan." Onci membalas sapaannya.

Dan Dhea terkejut saat Natan memanggil nama Onci dengan sapaan barunya.

"Sejak kapan nama kamu jadi Samuel?"

"Anak-anak itu memanggil aku Samuel."

Selang beberapa menit, tiba-tiba sekelompok anak-anak itu mendekat ke arah Onci dan mengajaknya bermain.

Ternyata keakraban Onci diperhatikan oleh pendeta dan kepala pengurus gereja, ada hal yang mengejutkan saat Onci dipinta oleh keduanya.

"Dhea, kenapa temannya nggak diberdayakan menjadi guru sekolah minggu untuk anak-anak? Bukannya Dhea juga pengurus remaja gereja?" Ucap Pendeta Yohanes.

"Iya Dhea, anak-anak juga saya perhatikan asik banget bermain dengannya." Tandas Bapak Yosep yang juga ketua pengurus gereja.

"I...iya Pak Pendeta, nanti aku tanyakan ke dia mau dan tidaknya jadi pengajar sekolah minggu." Jawab Dhea dengan gugup, karena ia tahu siapa Onci, bagaimana pun juga dia seorang Muslim.

"Apa iya Onci mau ngajarin anak-anak di sekolah minggu." Gumam Dhea dalam hati.

Sekembalinya ia dari gereja dan sepanjang jalan Dhea bercerita apa yang disampaikan oleh Ketua Pengurus Harian Gereja dan Pendeta, meminta Onci untuk bersedia mengajar di sekolah Minggu.

"Aku bagaimana menurut kamu saja yaank, kalau kamu nggak keberatan, aku sih aman-aman saja." Jawab Onci.

"Yah aku sih setuju-tuju aja, tapi apa tidak bertentangan dengan agama kamu?" Dhea kembali mempertanyakan aturan dalam agama Islam atas perihal tersebut.

Hari ini akhirnya agenda hari minggu Onci menjadi padat dan tidak sia-sia waktunya, bahkan pada hari ini ia belajar arti kemanusiaan dan sosial.

1
Kim
kenapa nggk kamu aja yg mati ozi
Kim
semoga saja berantakan,karena mereka sudah menyakiti orang sebaik Nabila & ustadz Burhan
Kim
sungguh laknat kau Ozzi
Kim
jangan terlalu bangga,,,nanti kecewa
Kim
jangan menilai orang dari luarnya aja,bagus belum tentu baik,
Kim
tidak udah memikirkan omongan orang ustadz Burhan,,,,kita yg menjalani,
Kim
buah dari kesabaran dan keikhlasan ustadz Burhan,akhir nya dia berjodoh dengan Nabila,
Kim
nyesek banget,,,,antara sedih dan bahagia
sedih karena Arul meninggal,,,
bahagia nya,Nabila dititipkan kepada ustadz Burhan,,,
mereka orang baik,dan akan dipertemukan dengan yg baik pula,
Kim
kak Emha Albana,,,,anda pintar memporak porandakan hati Nabila😭😭😭
Kim
dan kamu akan menyesal Maura,,,,

sabar Ustadz,,,,mungkin dia bukan jodoh terbaik buat pak ustadz
Kim
semoga Ustadz Burhan tidak kecewa🤭
Kim
Abah & Umi yg sudah tiada pun,kamu masih tega mengecewakannya Ozi
Kim
dan kamu tidak akan pernah mendapatkan apa" Ozi
Kim
1 kata buat Ozi bangkeeeeee
Kim
sama Ustadz Burhan aja Maura
Kim
kamu belun tau aja kelakuan Ozi gimana
Kim
seumpama Arul ada sesuuatu yg tidak di inginkan,mending ustadz Burhan sama Nabila aja🤭🤭🤭
Kim: ini cuma seumpama kak,,,,khayalan pembaca🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Kim
kalo kamu percaya sama Ozi,kamu beneran bodoh Maura
Kim
sumpahhhhhh yee,,,si Ozi benar" b*****t,,,,,
jangan playing victim donk
Kim
kayak nya Maura terlalu frendly
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!