Kinara gadis 23 tahun yang bekerja di perusahaan Geraldio company, yang hampir satu tahun namun sekalipun belum pernah melihat seperti apa wajah bosnya.
Rasa penasaran yang tinggi membuat Kinara nekat naik ke lantai 17 ruangan pimpinan perusahaan bernama Radhika. B Geraldio. Pria kaku irit bicara sulit senyum, sosok pria aneh yang membuat Kinara jatuh cinta.
Ketika hati mulai terbuka Radhika justru bertemu wanita yang mirip almarhum calon istrinya Mukta Arandyah.
Kinara terpaksa pergi membawa luka hatinya yang baginya sulit untuk melupakan pria pertama yang mampu membuatnya jatuh cinta.
Sosok Bara yang hadir sebagai pengganti Radhika adalah dua nama dengan satu karakter yang sama.
Ikuti terus ceria Asmara dan Luka Kinara dana Bara hanya disini👇👇
Sorry I Love You Boss!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ninaammar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal Izin
David mengendarai motor gdenya menuju kota Surabaya yang berangkat sejak pagi buta. Tujuan utamanya ke Surabaya adalah mengunjungi makam gadis yang beberapa kali hadir dalam mimpinya mengusik ketenangan hidupnya.
Hingga ia pun berpikir mungkin arwah gadis yang hadir dalam mimpinya, menuntut balas padanya akibat perbuatan bejat yang telah dilakukannya.
Dia telah merenggut paksa kehormatan seorang gadis dari mahkota kesuciannya hingga gadis itu nekad mengakhiri hidupnya demi menutup aib dirinya.
Ini adalah tahun ketiga setelah kepergian Amaya, Dan seperti tahun-tahun sebelumnya aku selalu merasakan kegelisahan dan ketakutan yang jauh dari kata tenang. Ya Tuhan Ku mohon maafkan atas perbuatan hinaku padanya, Aku ingin mempertanggung jawabkan perbuatan buruk ku. Tapi sungguh aku tidak sanggup melihat kemurkaan dan kebencian Kinara padaku.
David bermonolog pada hatinya di sepanjang perjalanannya ia menyesali segala perbuatan buruknya. Tanpa sadar motor yang dikendarai nya hilang kendali, beruntung David mampu menguasai motor gdenya meski dirinya yang terluka.
Hampir saja ia menabrak penumpang mobil Alphard.
“Maaf, Pak saya tidak sengaja tadi saya mengantuk.“ kilah David bohong pada supir Diana.
“Kau tahu siapa yang hampir kau buat celaka. Mereka yang berada di dalam adalah orang-orang penting di perusahaan Geraldio dan kami bisa menuntut mu juga mengirim mu ke penjara,“
“Iya. Saya minta maaf pak ini semua diluar kendali Saya. Tolong maafkan saya karena lalai.“
“Pak supir sudahlah yang penting kita semua selamat. Sebaiknya kita kembali lanjutkan perjalanan. Anak muda berhati-hatilah berkendara karena akan ada banyak nyawa yang celaka karena mu,“ pesan Diana mengakhiri perdebatan David dan supirnya.
“Terima kasih, Nyonya saya akan lebih berhati-hati.“ ucap David sungkan pada ucapan wanita paruh baya yang usianya tidak beda jauh dengan mendiangal mamanya.
*****
Di perusahaan Geraldio company saat jam makan siang tiba Kinara lebih memilih makan bekal makan siangnya di pantry.
Kinara mengaduk nasi mencampur lauk menyendok kedalam mulutnya. Diraihnya ponsel dalam sakunya yang sejak kemarin belum sempat tersentuh, karena sibuk dengan pikirannya memikirkan sikap abangnya yang terlihat aneh sejak dari acara hotel malam itu.
Ada banyak notifikasi pesan dan panggilan tak terjawab dari Dion.
“Pantas saja Dion nampak marah, sejak kemarin dia menghubungi ku tapi tak satu pun pesan yang ku balas.“ gumam Kinara menyendok nasi dalam wadah bekalnya.
“Hei, Kinara kau ini makan atau main hape?“ sentak Retno senior di pantry.
“Maaf ka Retno,“ jawab Kinara meletakkan hapenya di meja kembali menekuni makanannya.
Setelah ini aku harus menemui Dion, agar Dion tidak salah paham. Ucap Kinara pada hatinya.
Kinara meliri seniornya yang tengah santai sambil menikmati makan siang dan kopi cup dinginnya. Takut-takut Kinara berjalan mendekati meja seniornya sekedar ingin minta izin bekerja paruh hari karena ingin menemui teman dekatnya Nindy.
“Ka Retno!“ panggil Kinara melembutkan suaranya.
“Hem,“ jawab seniornya irit.
“Ka’ hari ini saya boleh izin setengah hari? Ada sedikit kepentingan di luar,“ Retno menghentikan aktivitas tangannya mendongak menatap Kinara.
“Aku akan memotong gajimu 25 persen," ucap seniornya menyedot minuman cupnya.
“Dua puluh lima persen? Tapi__“
“Sudah sana sebelum aku berubah pikiran!“ dengusnya meremas bekas bungkus makannya dan melemparnya ke tempat sampah.
“Baik, Ka. Permisi!“ pamit Kinara
“Enak saja kau pergi begitu saja tanpa ada kompensasi,“ gumam Retno melirik punggung Kinara.
Dion kembali berdecak setelah melihat ponselnya lagi-lagi pesannya hanya diread tanpa di balas oleh Kinara.
Sebelum menemui Dion di kantin, Kinara meraih tasnya di loker menyelempangkan tasnya di bahu kirinya lalu beranjak pergi.
Seseorang menarik pergelangan tangannya, Kinara mengikuti langkah kakinya hingga membuatnya sulit mengimbangi langkah lebarnya kakinya yang panjang.
“Ikut Aku!“ ucap Radhika menarik pergelangan tangannya.
“Kenapa aku harus mengikuti mu? Aku bahkan sudah meminta izin senior ku.“ ujarnya mengikuti langkah kaki Radhika.
Dan itu membuat Dion semakin geram melihat Kinara berjalan bersama atasannya masih memegang tangannya.
“Sekarang aku tahu seleramu seperti apa Kinara,“ ucap Dion lirih menatap langkah mereka. Melihat keberadaan teman yang akan di temuinya ada disana membuatnya semakin bersalah.
“Dion!“ tatap Kinara tanpa ada balasan darinya dan berlalu menjauh.
“Sebenarnya Anda ingin membawa ku kemana, Tuan?“ tanya Kinara setelah berada didalam mobil.
“Kau ikuti saja perintah Ku. Disini aku adalah boss mu,“ titah Radhika tegas.
“Hari ini aku izin karena aku punya kepentingan pribadi,“ tuturnya menjamkan tatapannya ke arah bossnya.
“Kepentingan mu tidaklah jauh penting dari urusan pekerjaan Ku." sarkasnya menginjak kakinya pada pedal gas.
Kinara melirik wajah dingin bossnya dengan tatapan sebalnya.
untuk saja Kau boss Ku. Jika tidak aku sudah mencakar habis wajahmu yang tampan itu. Umpat Kinara dalam hatinya melirik kearahnya sinis.
“Aku tahu Kau sedang mengumpat Ku.“ Melirik Kinara sekilas, sedang gadis disebelahnya melempar jauh pandangannya keluar jendela.
Radhika memarkirkan mobilnya di depan butik milik keluarganya, yang merupakan salah satu bisnis mamanya yang saat ini tengah berkembang dan membuka beberapa cabang di Kota Surabaya.
“Bukan kah ini butik?“ Kinara bertanya dengan wajah bingung.
“Kau ikuti saja dan jangan banyak bertanya. Karena telingaku sakit mendengar suara mu.“ tegas Radhika sedikit menekan suaranya.
Kinara mengikuti langkahnya sampai ke dalam butik, dan memanggil salah satu karyawan mamanya didalam.
“Carikan pakaian yang pantas untuknya. Cepat aku tidak punya banyak waktu!“ titahnya merogoh ponsel dari saku jasnya.
“Baik, Tuan. Mari Nona ikut saya kedalam.
🌷Bersambung __
Terima Kasih yang sudah mampir mohon dukungannya 🙏🙏