Fero Alexander pria tampan namun sedikit kejam jatuh cinta pada seorang gadis berhati dingin bernama Fani Anindita.
Jatuh cinta pada pandangan pertama membuat pria yang biasanya dikejar oleh wanita kini beralih dia yang mengejar wanita.
Bagaimana cara ia meluluhkan hati gadis yang terlanjur mati akibat pengkhianatan dari cinta pertamanya.
Ikuti kisahnya apakah Fero berhasil meluluhkan hati gadis yang ia cintai
Yuk simak ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menguntit
Fero terlihat frustasi karena permintaan yang Mama.Ia menatap foto Fani yang ia ambil diam diam dilayar ponselnya.Pria itu tersenyum tipis dan tak lama kembali murung.
"Ck...gue harus apa?", gumam Fero mengusap wajahnya kasar.
Pria itu menyambar kunci mobilnya dan segera pergi ke sesuatu tempat.Dengam langkah arogannya pria itu berjalan meninggalkan ruangannya menuju mobilnya yang terparkir rapi di parkiran khusus para petinggi perusahaan.
Fero melajukan mobilnya membelah jalanan kota yang terlihat lengang.Pria itu memacu kendaraan roda empat mewah miliknya menuju suatu tempat yang ingin ia dekati.
"Gue harus gerak cepat",gumam Fero.
Saat sampai ditempat yang ia tuju dia melihat sepasang manusia yang tampak bersitegang.Pria itu turun dari mobilnya dengan rahang yang mengeras menuju sepasang manusia itu.
"Alvian cukup...jangan ganggu aku lagi",ucap Fani dengan tatapan tajam.
"Fan...aku mohon aku janji aku akan berubah",mohon Alvian yang baru menyadari jika Fani memang terbaik untuknya.
"Gak Al...aku gak bisa lagi bersamamu.Sakit Al...sakit....",lirih Fani menunjuk dada sebelah kirinya.
"Fan...",Alvian meraih kedua tangan Fani dan dihempaskan oleh Fani.
"Pergi...",Fani berteriak keras.
"Gak Fan.Aku...
"Hey bung...kau tidak mendengar jika dia mengusirmu?",Fero menarik kerah baju Alvian dengan kasar.
"Siapa kau ha?,jangan ikut campur urusan kami",teriak Alvian tidak terima Fero menarik kerah bajunya.
"Aku calon kekasihnya",ucap Fero menatap tajam Alvian.
Alvian menatap Fero tak kalah tajam,pria itu tak terima pria dihadapannya ini menjadi penggantinya dihati Fani.
"Pergi dari sini dan jangan ganggu lagi gadis ini atau karirmu di Wijaya Gruop berakhir hari ini juga",bisik Fero ditelinga Alvian lalu menghempaskan pria itu dengan kasar.
Alvian menatap Fero dengan saksama ia merasa kenal dengan Fero.Tapi entah dimana ia pernah bertemu.
"Pergi..."
Alvian segera pergi dari sana,ia tak mau karirnya hancur."Apakah pria itu
atasanku di Wijaya Gruop?",pikir Alvian memasuki mobilnya.
Fero menghampiri Fani yang berdiri tak jauh darinya."Maaf kalau aku ikut campur,tadi tak sengaja melihatmu diganggu olehnya",ucap Fero berbohong.
"Tidak apa apa M-mas...",jawab Fani tersenyum tipis.
"Siapa dia...?",tanya Fero pura pura tak tau padahal ia telah tau siapa Alvian bagi Fani.
"Oh...hanya orang dimasa lalu",jawab Fani datar.
"Maaf tadi aku lancang menyebutmu sebagai calon kekasihmu",ujar Fero menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Tidak apa apa Mas,justru saya berterima kasih sekali telah menolong saya mengusirnya",jawab Fani.
"Mari masuk Mas...maaf rumah saya sedikit kecil",ucap Fani mempersilahkan Fero masuk.
"Rumahmu cukup nyaman",ucap Fero jujur.
"Tapi tidak sebesar rumah mu Mas pastinya",jawab Fani melangkah menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk untuk Fero.
"Besar atau kecilnya asalkan nyaman dan bersih.Kamu tinggal sendirian?",tanya Fero yang sedang menatap foto anak kecil berusia lima tahun yang ia yakini foto masa kecil Fani.
"Saya tinggal berdua dengan ibu saya Mas.Tapi saat ini beliau berada dirumah salah satu famili kami ada acara pernikahan disana",jawab Fani meletakkan secangkir teh diatas meja.
"Kamu tidak ikut?",tanya Fero melangkah menuju sofa.
"Silahkan duduk Mas", ucap Fani mengabaikan pertanyaan Fero.
"Terima kasih",jawab Fero lalu duduk diatas sofa ruang tamu rumah Fani.
"Kamu tak menjawab pertanyaan ku.Kenaoa tidak ikut ibumu?",timpal Fero.
"Pekerjaan saya sangat banyak Mas.Gak bisa ditinggal apalagi ownernya masih belum bisa masuk kerja",jawab Fani.
"Oh..."
"Silahkan di minum Mas,maaf adanya cuma teh...",ujar Fani sedikit sungkan dengan tamunya yang merupakan CEO perusahaan yang ia tau.
"Ya tak apa...",jawab Fero meminum teh buatan Fani.
"Oh ya Mas dari mana tumben e
lewat depan rumah saya",tanya Fani.
"Hah...?
...****************...
Ayo loh Fero...dari mana kamu?,
yang lain dari yg lain gitu
semangat mba💪
Aku biasa nya sebelum baca novel tuh baca komentar para riders yg udah baca,Kalo ada komentar sang peran utama nya TEH CELUP aku langsung skip dan cari novel lain aja...Yang ini aku mampir ya thor..