"Nama ku Cleo, nama ini memiliki arti wanita cantik tetapi penampilanku tidak sebagus namaku, aku selalu dirundung orang-orang karena wajahku yang penuh jerawat ini, tapi sudah saatnya aku berhenti membiarkan hidupku hancur karena mereka! " Ini adalah kisahku dimana aku akan mengubah hidup ku dari nasib ini dan akan membalaskan dendamku kepada mereka yang telah menghancurkan hidup ku..."
Btw ini karya pertamaku, jadi maaf jika ada kesalahan😭🙏Oleh karena itu Mari bantu aku dengan memeberikan saran-saran. Terimakasih banyak🥰😍
Instagram
Author : cell_elestria
Artist : Yumeika_
Editor :
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellestria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Louise Diaz (Revisi)
Semenjak kejadian itu, Lily menjadi bahan gosipan. Ia dibenci, dijauhi, dan bahkan dikucilkan.
"Aku tidak menyangka hal ini akan terjadi! Tapi yang penting Lily sudah diurus walaupun bukan dengan tanganku sendiri," gumam Cleo dalam perjalanan ke rumahnya setelah selesai camping.
Tiba-tiba terlihat seseorang sedang menunggu di depan rumahnya.
"Siapa orang itu?" Pikir Cleo.
"Um... Apa yang kamu lakukan di rumah kami?" Tanya Cleo sambil menghampiri orang tersebut.
"Hm? Cleo Brissy?" Tanya orang itu.
"Iya, itu aku! Siapa kamu!?" Tatap Cleo dengan penuh kewaspadaan.
"Namaku Louise Diaz! Aku ingin menyampaikan sesuatu kepada kak Cleo," ujar Louise.
"Louise Diaz?" Gumam Cleo yang kemudian mulai mengingat info-info yang pernah ia dapat saat mencari latar belakang Marco.
"Bukankah dia adiknya Marco? Ini pertemuan pertama kita kan? Tapi kenapa dia ingin berbicara dengan aku?" Pikir Cleo.
"Akan aku bicara langsung ke intinya! Tolong selamatkan kakak ku!" Pinta Louise.
"Apa maksudmu?" Tanya Cleo.
"Itu-" Kata Louise terpotong karena terlihat mobil Felix mendekat.
"Ambil ini! Aku akan menjelaskan semuanya di pertemuan kita yang berikutnya!" Ujar Louise sambil memberikan Cleo sebuah kertas dan pergi meninggalkan Cleo sendirian.
Mobil Felix pun tiba dan Felix keluar sambil membawa sebuah bingkisan kue.
"Halo Cleo~ Karena hari ini ibu ku ulang tahun, ia ingin membagikan bingkisan ini kepada orang-orang di jalur bintang!" Ujar Felix sambil mencondongkan bingkisan tersebut.
"Ini punya mu." Felix tersenyum.
"Terimakasih banyak ya! Titipkan salam ku kepada ibu mu juga!" Ujar Cleo.
"Selamat jalan! " Ucap Cleo sambil melambaikan tangannya kepada Felix yang sudah semakin menjauh dari pandangannya.
Cleo yang awalnya tersenyum langsung berubah menjadi serius dan berjalan masuk ke rumahnya.
"Aku pulang! " Seru Cleo sambil membuka sepatunya.
"Selamat datang kembali! " Senyum ibu Cleo.
Cleo memberikan bingkisan makanan yang ia dapat dari Felix kepada ibunya.
"Kamu dapat bingkisan ini dari mana? " Tanya ibu Cleo.
"Aku dapat dari keluarga Dwell. Anaknya tadi mengantarkan bingkisan ini untuk kita! " Jawab Cleo.
"Apa!!? Sejak kapan kamu dekat dengan keluarga Dwell? " Tanya ibu Cleo.
"Anaknya itu temanku di sekolah! " Ungkap Cleo.
"Oh begitu, " balas ibu Cleo.
Setelah selesai berbincang-bincang dengan ibunya. Cleo pun langsung mandi, makan dan mulai masuk ke kamarnya.
Cleo membuka kertas dari Louise yang berisi sebuah pesan
"Besok pukul 13.00, temuilah aku di taman dekat sekolah kakak!" Pesan Louise.
Cleo pun mulai menutup kertas tersebut sambil berpikir apa yang dimaksud dari perkataan Louise.
"Kenapa orang itu meminta aku untuk menolong Marco? Apa terjadi sesuatu pada Marco? Tapi pada saat di camping dia baik-baik saja kok! Apa yang sebenarnya terjadi? " Gumam Cleo dengan penuh kekhawatiran.
Sepanjang malam ia berpikir maksud dari perkataan Louise, sehingga ia pun kurang tidur.
...----------------...
Keesokan harinya...
"Cleo apa kamu tidak apa-apa?Matamu hitam loh!" Ujar salah seorang murid.
"Hm? Kenapa mereka berbicara dengan aku? " Pikir Cleo.
"Kasian dia pasti menangis tadi malam! " Ungkap salah seorang murid.
"Memang Lily itu tegah sekali! Aku tidak menyangka Lily akan berbuat seperti itu! " Sambung salah seorang murid.
"Oh! ini pasti karena kejadian waktu itu di camping, sekarang banyak murid-murid mulai merasa kasian pada aku. Sehingga aku pun menjadi pusat perhatian," pikir Cleo
"Iya! Dia terlalu keterlaluan! " Sambung murid lain.
"Tidak apa-apa kok! Dia pasti punya alasannya! " Balas Cleo.
"Kamu terlalu baik Cleo! Harusnya kamu marah, " ujar murid lain.
"Aku harus mengucapkan terimakasih pada Lily! Berkatnya reputasi ku semakin meningkat dan hal ini akan sangat membantu dalam rencana balas dendam ku," pikir Cleo dengan senyuman
Sementara itu Lisa yang sedang duduk di belakang.
Grrrrr
Suara kepalan tangan dan gesekan gigi disertai dengan tatapan penuh amarah dan kebencian.
"Dasar tol*l! Sih Lily yang br*ngsek itu tidak bisa melakukan apa-apa dengan benar. Gara-gara rencananya gagal, sekarang reputasi muka bopeng itu sudah semakin meningkat! " Pikir Lisa dengan penuh marah.
"Semua rencana ku selalu gagal. Bagaimana cara supaya aku bisa menghancurkannya!? " Pikir Lisa.
Ding.. dong..
Bel berbunyi menandakan waktu untuk sesi berikutnya. Semua kelas 12 akan mengikuti sesi olahraga bersama pak Darwin.
"Selamat siang anak-anak! Apakah semua hadir? " Seru pak Darwin.
"Hadir pak! " Seru semua murid secara bersamaan.
"Permisi pak, Cleo ijin tidak ikut olahraga karena perutnya sakit! " Ujar ketua kelas.
"Cleo sakit!? " Pikir Marco dan Felix bersamaan.
"Sih bopeng gak ada! Artinya sekarang waktu ku untuk berduaan dengan Marco." Senyum Lisa dengan antusias.
"Marc-," Tiba-tiba perkataan Lisa terpotong.
"Pak aku ijin ke toilet! " Seru Marco.
"Aku juga pak! " Sambung felix.
"Perginya Ganti-gantian! Marco kamu deluan! " Ujar pak Darwin.
"Padahal aku berencana untuk berdua dengan Marco! Tapi sudahlah, nanti saat dia kembali baru aku samperin dia," pikir Lisa.
Tiba-tiba ponsel Lisa bergetar, menandakan ada yang meneleponnya.
"Siapa sih yang telpon!? " Pikir Lisa sambil melihat ponselnya.
"Ayah? kenapa ayah menelpon?" pikir Lisa.
"Permisi pak bolehkah aku ijin ke toilet sebentar? " Tanya Lisa sambil menghampiri pak Darwin.
"Iya, silahkan! " Jawab pak Darwin.
"Makasih pak! " seru Lisa.
...****************...
Sesampainya di lorong sekolah. Lisa menengok ke arah sekitarnya untuk memastikan tidak ada orang.
"Halo? Ada apa ayah? " Ucap Lisa.
"Ay-ayah telah menemukan mereka! " Ucap ayah Lisa.
"Maksud ayah? " Tanya Lisa.
"Ayah telah menemukan identitas orang yang melindungi Cleo Brissy dan ibunya! " Ujar ayah Lisa.
"Apa!!? Siapa!!? " Tanya Lisa dengan penuh keingintahuan.
"Orang itu adalah Chris Diaz! Dengan kata lain ayahnya Marco Diaz! " Jawab ayah Lisa.
"Aku juga dengar, bahwa Marco membuat perjanjian dengan ayahnya untuk melindungi Cleo Brissy dan ibunya. Sebagai gantinya Marco dipaksa untuk pindah ke luar negeri!" Ungkap ayah Lisa.
"....." Lisa hanya terdiam dan mematikan teleponnya.
......................
Sementara itu di dalam kelas 12A terlihat Cleo sedang ketiduran di mejanya. Cleo berencana untuk menunggu di kelas sampai pukul 13.00, sehingga ia membolos pelajaran olahraga dengan alasan sakit perut. Tapi tanpa ia sadari, ia pun ketiduran.
"Oh, dia disana! " Seru Marco sambil menghampiri Cleo yang sedang tertidur.
Marco pun duduk di kursi yang berada di depan Cleo. Ia duduk menghadap Cleo dan menatap Cleo yang sedang tertidur.
"Perempuan yang aneh, sejak aku pertama kali bertemu dengannya. Matanya terasa hampa dan aku mulai mengingat memori-memori yang ingin aku lupakan. Aku tidak menyukainya karena ia mengingatkan aku terhadap memori itu, tetapi aku tetap bertemu kembali dengannya. Tentu saja aku masih tidak menyukainya. Tetapi suatu saat mata itu yang awalnya hampa mulai menyalah dan bersinar. Aku pun mulai berpikir, betapa indah matanya yang sedang menyala. Aku bahkan mulai berpikir apa yang akan terjadi jika seandainya memori-memori itu tidak memiliki mata hampa, melainkan mata yang bersinar, " pikir Marco dengan senyuman.
Marco pun mengulurkan tangannya dan mengelus rambut Cleo.
"Dia aneh, tapi aku tidak membenci keanehannya." Senyum Marco.
Tiba-tiba angin bertiupan dan tirai jendela pun terbang menutupi wajah Cleo. Terlihat bayangan Cleo yang mulai terbangun dari tidurnya. Tangan kanannya menggosok mata kanannya, Tirai pun kembali menurun dan satu persatu wajah Cleo mulai terlihat. Dengan mata yang indah dan suara yang lembut Cleo berkata, " hm... Marco, apa yang kamu lakukan di sini?"
"...." Marco hanya terdiam.
Bersambung....
Terimakasih telah mendukung karya ini jangan lupa meninggalkan jejak ya. 🤭🤗🙏
Guys mohon maaf karena ada sedikit perubahan...🙏
Keren keren. Jatuhnya nyaris kayak mafia
Felix kalo baik kadang suka ada aja tanda kena masalahnya
Shipping ye dalihnya
Dirimu benar-benar lagi dapet Ilham pas nulis ini ya wak
Aku syok ada Bintang