NovelToon NovelToon
Adzkiya

Adzkiya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Chicklit
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: arti_pen00

Adzkiya Zanna Myesha, putri dari Rasya Bramantio dan Tazkia Shafia. Adzkiya memiliki satu orang adik perempuan Zakia Afza Almahrya, jarak umur antara adik kakak ini hanya 2 tahun.

Adzkiya tumbuh dengan kasih sayang Nenek dan kedua orang tuanya, tetapi kasih sayang orang tuanya perlahan mulai memudar sejak suatu insiden yang menimpa keluarganya. Adzkiya harus menelan pahit pahit apa yang sudah menjadi takdirnya, ia dijauhi sang Bunda tercintanya.

Tetapi inilah Adzkiya yang selalu berusaha membahagiakan Ayah dan Bundanya,mengorbankan semua waktunya dimana saat semua anak seumurannya sibuk dengan dunianya tetapi tidak dengan Adzkiya, ia menjadi remaja yang pintar, cerdas, kuat, tangguh, cantik dan penuh prestasi.

Inilah kisah Adziya dari mula semua yang ada perlahan memudar dan ia harus bangkit menjadi dirinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arti_pen00, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

...Happy Reading...

...****************...

Setelah memutuskan sambungan telepon dengan Bilqish, Adzkiya turun menuju dapur.

"Assalamualaikum Bu Lela." ucap Adzkiya.

"Waalaikumussalam Nak Adzkiya, ada apa?." Bu Lela bertanya karena biasanya Adzkiya jarang pergi ke dapur.

"Bu Lela Adzkiya ingin membuat brownies coklat untuk Zakia."

"Apa mau bu Lela buatkan?."

"Ahh tidak usah Bu, Adzkiya yang akan membuat nya." Adzkiya mengambil coklat batangan.

"Emang nak Adzkiya bisa?."

"Tentu Bu, saat Adzkiya tinggal bersama Nenek Adzkiya sering membantu Nenek membuat kue, ya hampir 4 tahun Adzkiya tinggal sama nenek."

"lumayan juga ya nak."

Adzkiya mengangguk, ia mulai melelehkan coklat batangan dan mulai membuat adonan brownies.

Bu Lela ikut membantu Adzkiya. Selama membuat kue mereka mengobrol sangat lama hingga terdengar suara langkah kaki.

Tuk ... tuk ... tuk ....

Zakia melangkah masuk melangkah masuk kedalam rumah, setelah seharian mengerjakan ujian.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumussalam." ucap Adzkiya dan Bu Lela.

Zakia berjalan menuju ke arah dapur dan menghampiri Adzkiya dan Bu Lela.

"Bagaimana hari ini?." tanya Adzkiya.

Zakia tersenyum, ia mengambil gelas lalu menuangkan air es yang ia ambil dari dalam kulkas dan meneguk nya.

"Ahh segar."

"Hari ini hari yang melelahkan dimana kemampuan menghitung harus diadu dalam satu hari.

Adzkiya tersenyum, ia sudah menebak pasti hari ini Zakia akan merasa lelah yang berlebihan, karena hari ini ujiannya menghitung sedangkan Zakia tak suka menghitung.

"Hmm harum apa ini?." Zakia mengendus mencari dari mana asal bau harum coklat itu dan matanya berhenti saat melihat kukusan yang sedang dimasak di atas kompor.

Zakia berteriak ia sangat senang karena bau yang iya cium itu berasal dari kue brownies.

"Wah Brownies kukus." Adzkiya tersenyum dan berjalan mendekati Zakia.

"Kakak sengaja membuatkan kamu brownies kukus, nanti dicoba ya."

"Pasti dong kak, Zakia pergi ke atas dulu mau mandi setalah Brownies nya matang beritahu aku."

"Iya." jawab Adzkiya.

tuk ... tuk ... tuk ....

Zakia melangkah menaiki anak tangga dan menuju kamarnya.

...****************...

30 menit setelah Zakia pergi ke atas kini ia turun dan melangkah pergi kedapur.

"Bagaimana Kak apa brownies nya sudah matang?."

Adzkiya meletakkan piring kecil berisi prownies didepan Zakia. "Sudah ni silahkan dicoba!."

Zakia mengambil satu potong brownies dan memasukkan kedalam mulutnya. Saat Zakia mengunyah brownies tersebut ia berhenti. Meelihat ekspresi Zakia yang seperti itu, membuat Adzkiya overthinking.

"Apa rasanya Zakia? tidak enak ya?."

Zakia menelan brownies nya dan mengambil satu potong lagi dan menyuap kan kepada Adzkiya.

" Sekarang kakak cicipi sendiri. bagaimana? teringat seseorang?."

Adzkiya mematung ia tahu apa maksud Zakia.

"Kak Zakia rindu Bunda."

"Bunda sedang berobat, dan kita tidak boleh menangisi nya atau merasa sedih. Yang benar sekarang kita mendoakan semoga Bunda cepat sembuh."

"Iya Kak. Terimakasih sudah menjadi Kakak yang baik untuk Zakia."

Adzkiya tersenyum. "Sudah habiskan browniesnya."

Zakia mengangguk ia mengambil Satu potong brownies lagi dan memakan nya.

...****************...

Sebulan kemudian

Adzkiya menatap layar handphone ia menatap poster PPDB SMA Xendaria.

"Assalamualaikum kak Adzkiya." Zakia menyalami Adzkia, tangan kirinya ia masukkan ke dalam jaket.

"Kenapa nih auranya positif banget ada berita apa nih?." tanya Adzkiya.

"Tadaa ... lihat kak aku berhasil mendapat peringkat umum akhirnya." Zakia menunjukkan medali yang ia sembunyikan di dalam jaket.

"Alhamdulillah keren Zakia selamat ya pasti Ayah Bunda bangga." Adzkiya memeluk Zakia akhirnya impian Zakia tercapai untuk meraih peringkat umum di sekolahnya.

"Zakia ayo kita foto setelah itu kita kirim ke Ayah." Adzkiya mengambil beberapa poto dan mengirim kan kepada Rasya.

"Zakia sekarang tambah keren ya, kakak bangga."

"Alhamdulillah kak, tidak sia sia Zakia belajar sampai larut malam."

"Seperti itulah karena usaha tidak akan mengkhianati hasil."

Zakia mengangguk. "Kak, Zakia mau ke kamar mau mandi dulu."

"Iya sana kamu bau."Adzkiya mengibas ngibaskan tangannya.

...****************...

"Pak Uzar bisa antarkan saya ke toko buku?."

"Bisa Non." pak Uzar membuka kan pintu mobil.

"Silahkan Non." Adzkiya melangkah masuk kedalam mobil.

Brumm

Diperjalan Adzkiya memperhatikan sekeliling nya.

"Pak berhenti." Adzkiya melihat anak Kucing kecil nan imut sedang berdiri dipinggir jalan.

Adzkiya keluar dan segera ia menghampiri kucing tersebut.

"Ya ampun miaww kamu lucu banget sih, tapi kok malah dipinggir jalan kan bahaya banyak mobil motor." Adzkiya menggendong kucing itu dan membawa masuk ke dalam mobil.

"Kucing dari mana Non?." tanya pak Uzar.

"Dari pinggir jalan Pak, kita adopsi aja ya Pak kasihan."Adzkiya terus mengelus anak kucing itu.

"Iya Non adopsi saja, lagi pula kucingnya lucu." jawab Pak Uzar dan melajukan kembali mobil.

"Pak nanti berhenti di supermarket ya, Adzkiya mau beli makanan kucing." Pak Uzar mengangguk.

"Baik non."

Melihat ada supermarket Pak Uzar menepikan mobilnya.

"Non supermarket ini?."

"Iya pak, Adzkiya titip Miaw ya."

Blam.

Suara pintu mobil tertutup, Adzkiya berjalan menuju pintu supermarket, ia mendorong pintu dan pergi kearah kanan untuk mencari makanan kucing.

Setelah mendapatkan makanan kucing Adzkiya menuju kasir, ia meletakkan barangnya di meja kasir.

"Berapa totalnya mba?." tanya Adzkiya pada kasir supermarket.

"75 ribu mba."

Adzkiya mengangguk dan mengambil satu lembar uang 100 ribu dan menyodorkan ke kasir.

"Ini kembaliannya mba, terimakasih telah berbelanja." Adzkiya tersenyum dan mengambil uang kembaliannya.

Adzkiya keluar dari supermarket dan menuju mobil.

Blam

Adzkiya menutup pintu mobil dan melaju kembali menuju toko buku.

...****************...

^^^September 2022^^^

^^^Gaga^^^

1
Mei
Semangat terus
Fitri Yani
ceritanya ke potong potong
Mei
Mana lanjutan?
Mei
Tetap semangat.
Mei
Bunga untukmu
Mei
Tetap semangat
Mei
Lanjut
Haetsuki
bagus ceritanya
azkhiyaa
mengsad huhuhu🤧
Haetsuki
♥️♥️
Haetsuki
aku mampir ya kak
Mei
Semangat. 💪💪💪💪💪💪
azkhiyaa
ada typo wkkwwk
Gaga: iya nih, penuh typo😅
total 1 replies
ᥫ᭡ Punꫝ፝֟m࿐
akhirnya nyampek sini... maap kak butuh waktu 3 hari untuk Sampek sini, soal nya aku juga up novel jadi susah luangin waktu buat baca yang lain😶😶
Gaga: makasih banget udah ngeluangin waktunya🕊
total 1 replies
azkhiyaa
semangat karyamu keren!! aku sukak salam saling support🥰👍
azkhiyaa
yuk bisa saling support🥰
Rossemarry
"my lovely bodyguard" mampir😘
Semangat kak🥳
jangan ke lupa mampir juga🙈
Acha Fitri
ceritamu islami banget sis. Beda denganku yang tidak ke arah itu.
Gaga: Tetap semangat, setiap orang punya kilau yang berbeda beda😊
total 2 replies
Acha Fitri
aku mampir sis. semangat berkarya yah?
Gaga: semangat... makasih
total 1 replies
Mbu_zha
mampir nih thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!