NovelToon NovelToon
Cinta Sang Pemuda Desa 2

Cinta Sang Pemuda Desa 2

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Hamil di luar nikah / Single Mom / Tamat
Popularitas:488k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sri Ghina Fithri

Sebelum baca karya ini lebih baik baca Season pertamanya agar tidak salah sambung...🙏🙏🙏

Cinta yang terpisah kembali bersatu, Diska yang meninggalkan Rama di saat mengandung benih cintanya dengan pria yang sangat dicintainya kembali menghampiri pemuda desa itu saat dia akan dijodohkan dengan putra dari sahabatnya.

Apakah cinta mereka akan dapat bersatu?

Yuk lanjut baca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Senyum di wajah Rama semakin mengembang.

Diska melihat senyuman itu.

"Kamu kenapa tersenyum, Bang?" tanya Diska mengernyitkan dahinya.

"Enggak apa-apa," jawab Rama sambil mengelus punggung Farel yang kini sudah membaringkan tubuhnya di atas bangku panjang itu.

Rama memiringkan tubuh Farel, agar dia bisa mengusap lembut punggung anak kecil itu.

"Eh, sepertinya Farel udah tidur," ujar Diska sambil melihat putranya yang sudah terlelap.

"Senang ya, Dek. Punya ank yang tidak rewel seperti Farel. Anaknya baik dan tidak susah diatur," ujar Rama mengalihkan pembicaraan mereka.

"Alhamdulillah, Bang. Mungkin ini semua pertolongan Allah buat aku, Dia tahu aku membesarkan Farel seorang diri sambil bekerja," ujar Diska.

Rama dapat merasakan sulitnya kehidupan Diska.

"Apakah kamu tidak ingin menikah lagi?" tanya Rama pada Diska.

Rama ingin tahu bagaimana perasaan wanita yang dicintainya itu terhadap dirinya saat ini.

Diska menatap dalam ke arah Rama, dia masih diam. Rama juga membalas tatapan itu, kini mereka menyelami rasa yang ada di hati mereka masing-masing.

Tatapan kedua insan itu masih sama dengan 3 tahun lalu. Masih terlihat dengan jelas si mata Rama cinta teruntuk Diska, begitu juga sebaliknya tatapan cinta di mata Diska untuk Rama masih sama seperti dulu.

"Ikannya banyak juga ya, Ci." Rudi senang mendapatkan anak ikan yang banyak dari anak sungai yang tidak jauh dari pondok Rama.

"Iya, nih. Nanti kita bikin gulai pati pasti enak," ujar Uci Desmi bersemangat.

"Gulai pati, gulai apa itu, Ci?" tanya Mbak Yuyun penasaran.

Dia memang tidak tahu seperti apa gulai yang dimaksud oleh Uci Desmi dan Rudi.

"Gulainya seperti biasa, Mbak Yuyun, tapi nanti kita tambahkan gilingan kelapa. Jadi, di gulai itu ada dedak kelapanya. Nanti Mbak Yuyun coba, ya," jelas Uci Desmi menjawab pertanyaan dari Mbak Yuyun.

"Mhm, sepertinya enak," lirih Mbak Yuyun.

Rama dan Diska saling memalingkan wajah saat mendengar percakapan Rudi, Uci Desmi, dan Mbak Yuyun yang sudah datang.

"Ya ampun, Farel udah tidur aja," ujar Mbak Yuyun saat melihat Farel sudah tertidur.

Mereka kembali bergabung dengan Rama dan dan Diska.

Rama dan Diska pun menoleh kepada mereka yang baru datang.

"Banyak banget yang kalian dapat," ujar Rama.

Rama yang sering mencari ikan di sana tidak pernah mendapat anak ikan sebanyak yang didapat oleh Rudi dan yang lainnya.

"Iya, Ram. Aku dapat di bagian ujung dekat air pembelahan," ujar Rudi.

"Oh, aku aja yang bisa cari di sana, jarang dapat sebanyak itu, mungkin memang rejekinya Mbak Yuyun," ujar Rama.

"Udah siang, ayo kita makan siang dulu." Uci Desmi mengajak mereka bersiap untuk makan siang.

Mereka pun bersiap-siap untuk makan, Rudi melangkah ke belakang pondok lalu mengambil daun pisang untuk piring mereka, setelah itu dia mengambil air di sebuah anak sungai yang tidak jauh dari pondok milik Rama.

"Ayo, kita makan!" seru Rudi sambil membawa wadah berisi air.

Mereka pun menikmati makan siang sederhana di kebun milik Rama.

Setiap orang menyantap makan siang mereka dengan lahap. Menu sederhana yang dimasak Uci Desmi tadi pagi.

****

Di tempat lain.

"Aku benci!"

PRANK.

"Kamu jahat!"

PRANK BUAARR.

"Ini semua salah kamu, Pak!"

"Ini salah kalian!"

Teriakan demi teriakan terus menggema dari kamar Annisa, satu persatu barang-barang di dalam kamar Annisa terdengar hancur dan pecah.

Annisa baru saja mulai tenang, satu tahun ini kesehatan Annisa mulai membaik, tapi hari ini dia kembali mengamuk saat mendengar cerita yang beredar di desa Tanjung.

Dia mendapat kabar bahwa Diska saat ini sedang berada di desa. Dia juga mendengar kabar Rama pergi bermain ke rumah Uci Desmi.

"Annisa!" teriak Pak Didin panik menghadapi putrinya yang tiba-tiba mengamuk.

Kondisi Annisa setelah diceraikan oleh Rama sangat tragis, wanita itu tidak bisa menerima keputusan yang diambil oleh Rama malam itu.

Akhirnya dia mengalami penyakit gangguan kejiwaan.

Selama 2 tahun ini pak Didin sudah melakukan pengobatan ke sana ke mari untuk mengobati Annisa yang jiwanya terguncang karena kecewa dan patah hati.

Berita tentang pembunuhan yang dilakukan oleh Pak Didin terhadap kedua orang tua Rama dengan mudah menyebar begitu saja sehingga banyak warga yang mencemooh perbuatan tersebut.

Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Pak Didin pun luntur begitu saja, hal ini berujung pada karir Pak Didin.

Masyarakat meminta pak Didin mengundurkan diri melepaskan jabatannya. Akhirnya Pak Didin pun kini hanyalah warga biasa yang kembali bekerja serabutan di desa.

Nita buruknya yang mengincar sesuatu dari Rama menjadi petaka dalam hidupnya.

Saat ini tak banyak warga yang mau berinteraksi dengan keluarga pak Didin.

Prank buarr.

Berbagai bunyi barang-barang yang pecah di rumah pak Didin menarik perhatian warga, beberapa warga telah berdiri di depan rumah Pak Didin ingin menyaksikan kegilaan Annisa yang mengamuk.

"Parah si Nisa, sekarang bangkit lagi penyakitnya," ujar salah satu ibu-ibu yang ikut berdiri di depan rumah pak Didin.

"Padahal dia sudah mulai sembuh, tapi kabarnya dia mendengar kedatangan Bu dokter Diska ke rumah Uci Desmi, makanya dia ngamuk lagi," ujar ibu yang lainnya.

"Iya, kabarnya kemarin Rama maen ke sana sekaligus ketemuan sama Diska." Ibu yang lainnya pun ikut menimpali.

"Ini semua gara-gara bapak! Bapak pembunuh! Aku benci, Bapak! Aku benci, Ibu!" teriak Annisa lagi.

Pak Didin langsung menghampiri putrinya sambil menghindari lemparan barang-barang yang ditujukan Annisa pada dirinya.

Pak Didin memeluk tubuh putrinya.

"Bu, cepat ambilkan kain panjang!" perintah pak Didin pada istrinya.

Istri Pak Didin tergopoh-gopoh mengambil kain panjang yang ada di lemar putrinya.

"Ini, Pak." Istri pak Didin mengulurkan kain panjang pada suaminya.

Pak Didin pun mulai mengikat tangan Annisa ke tempat tidur.

Dia mengikat tangan dan kaki putrinya di tempat tidur agar tidak bisa mengamuk lagi, pak Didin juga memberikan obat penenang pada Annisa.

Setelah Annisa mulai tenang, pak Didin menghela napas panjang.

"Bu, bersihkan ini semua! Aku pusing melihat tingkah putrimu," ujar pak Didin.

Pak Didin sudah lelah menghadapi tingkah Annisa yang tidak bisa menahan dirinya.

Baru satu tahun ini dia merasakan hidup normal, tapi sekarang penyakit putrinya kembali kambuh.

Istri pak Didin mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kamar putrinya.

Sekejap mata kamar Annisa berserakan tak keruan, berbagai pecahan kaca bertebaran di kamar itu.

"Ya Allah, sampai kapan kau akan memberi hukuman kepada kami, aku sudah tidak sanggup lagi untuk menjalani azab ini," lirih istri pak Didin sambil menangis.

Bersambung...

1
panjul man09
ceritanya menggantung ,seharusnya lebih banyak scene pemeran utama yaitu rama dan kehidupanya di desa ,
panjul man09
/Cry//Cry//Cry//Cry/
Mazree Gati
kirain di tangkap polisi ternyata nggak,,aneh apa oon
Mazree Gati
tolol hjar terus bukanya lari oon
Rika
Luar biasa
Rika
bagus
Nuri 73749473729
jangan lupa extrapartnya thor
Arya akhtar
bagus
ElHi
mengharu biru...
Andri Feri
bagus
Rinjani
Uci juga udah curiga kan Tahu Rama kecil sama dgn Farel sekarang🤲🤲🤲
Rinjani
aamiin🤲🤲🤲😢😢😢
Rinjani
Rama juga udah merasa nyaman dgn Farel
Rinjani
ia lah maksud Diska kami Rama ayah nya Farel ..Rudy aja bisa tahu dan ingat seusia Farel ..Rama mirip banget ma Rama kecil
Rinjani
sedih eee senang yaa Diska ketemu pujaan hati aduh sedih aja Farel nemplok ma Rama
Rinjani
aduh Gina kenapa tdk ccerita klu Rama nikah trus ceria talak 3
Rinjani
gimana Rama ya liat Diska dan Farel anak.mrk
Rinjani
libur nemuin bpk nya Farel ya non
Rinjani
walah Rama yaaa
Rinjani
udah bego gak sekol kok bisa nikah ma si miskin hati 🤣🤣🤣🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!