NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Shakila

Tasya Fitra Shakilah Haris, gadis cantik bertubuh mungil itu menjadi korban keegoisan ayahnya yang ingin menjodohkannya dengan anak dari sahabatnya, walaupun menolak berkali-kali Tasya akan tetap dijodohkan dengan pria yang memiliki umur jauh lebih tua darinya bahkan ia tidak mengenalinya dan tidak pernah memikirkan akan berjodoh dengan pria yang di anggapnya tua itu, namun karena suatu kejadian akhirnya Tasya menerima perjodohan itu dengan penuh keterpaksaan.

Akankah pernikahan mereka akan menimbulkan cinta?

Yukk baca kisah Tasya selanjutnya ❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gaun pernikahan?

Keesokan harinya, Tasya baru saja keluar dari kamar mandi. Tiba-tiba ponselnya berdering, Tasya segera meraih ponselnya yang berada di atas meja itu. Dan dilihatnya panggilan telepon dari ayahnya. Tasya menggeser icon hijau lalu menaruh benda pipih itu di telinganya.

"Hallo syaa." sapa Ayah.

"Iya, ada apa pa?"

"Apa kamu kuliah hari ini?"

"Tidak pa, aku mulai libur sampai minggu depan."

"Baiklah. Apa kau sudah mempersiapkan gaun pernikahanmu?"

Glek

Tasya menelan ludahnya. "Apa aku benar-benar akan dinikahkan dengan pria tua itu? ah, aku tidak mengingknkan hal ini. Tapi mau bagiamana lagi, aku sudah menerima perjodohan itu." guman tasya dalam hati

"Syaa, kau mendengar papa?" tanyanya. Tasya langsung membuyarkan lamunannya.

"Huh, belum pa." ucapnya menghembuskan napas kasar.

"Kenapa belum? kau haru segera mencarinya. Pernikahanmu tinggal beberapa hari lagi."

"Kenapa tidak memakai baju biasa saja?"

"Syaa, apa kau sudah gila? kau mau mempermalukan papa di depan om Vino dan rekan-rekan bisnis papa?" tanyanya membentak.

"Maaf paa, aku akan mencarinya besok."

"Syaa bukan besok. Kau harus mencarinya hari ini. Besok kau akan kembali ke sini. Masih banyak yang perlu di persiapkan."

"Baik paa" ucapnya malas.

"Rey akan menjemputmu sebentar saat jam makan siang."

"Kenapa harus dengan pria tua itu?" tanyanya tanpa memikirkan perekataannya.

"Syaa, sudah berapa kali papa bilang. Kau harus menghormatinya, dia akan menjadi suamimu."

"Tapi emang dia sudah tua pa, apalagi wajah dinginnya itu. Pantas saja tidak ada yang mau menikah dengannya." ujar Tasya sambil memutar kedua bola matanya.

"Syaa, tutup mulutmu!. Kenapa kau jadi tidak sopan seperti ini." bentaknya

"Semenjak kau pacaran dengan laki-laki tidak tau di untung itu. kau sudah menjadi anak yang pembangkang."

"B-bukan begitu paa." ujarnya dengan suara memelas.

"Sudahlah, papa tidak ingin membahasnya."

"Maafkan aku paa." Ayah Haris langsung memutuskan sambungan teleponnya. Lalu Tasya meletakan ponselnya ke sembarang arah.

"Bagimana bisa aku menikahi pria itu? aku bahkan tidak menyukainya. Walaupun pernikahan itu hanya akan bertahan 6 bulan, tapi bagaimana bisa aku menghabiskan hari-hariku bersamanya, di satu rumah yang sama. Bagaimana bosannya nanti aku menatap wajahnya setiap hari" gumamnya. Lalu Tasya membaringkan tubuhnya di atas kasurnya.

***

"Kak, kakak mau menemaniku makan siang?" tanya Sisil yang baru saja mendudukan tubuhnya di sofa yang berada di ruang kerja Rey.

"Maaf Sil, aku nggak bisa. Aku ada janji hari ini." ujarnya tanpa menoleh ke arah Sisil. Rey masih sibuk dengan keyboard laptop yang berada di depannya itu.

"Perasaan di jadwal kakak, tidak ada meeting atau pertemuan dengan klien." ujarnya sambil perpikir.

"Ini petemuan pribadi." Sisil langsung mengerutkan dahinya. Tidak biasa presidirnya itu memiliki pertemuan pribadi. Bahkan kemana Rey pergi pasti Sisil akan selalu ada di sampingnya.

"Apa aku boleh ikut denganmu?" tanya Sisil menatap Rey. Rey langsung menutup laptopnya dan beranjak berdiri lalu melangkahkan kakinya menuju sofa.

"Nggak bisa Sil, ini privasiku." ujar Rey yang sudah mendudukan tubuhnya di sofa.

"Baiklah, aku akan makan siang saja di kantin kantor." jawabnya lalu beranjak berdiri dan berlalu pergi meninggalkan ruang kerja Rey.

Kemudian Rey mengambil kunci mobil yang di letakkannya di atas meja lalu berlalu pergi menuju parkiran.

Di parkiran tampak Adam, bodyguard sekaligus sopir Rey, yang baru saja menyiapkan mobil untuk majikannya itu.

"Aku akan mengantarru Tuan." ujarnya menatap Rey.

"Tidak usah, aku akan pergi sendiri."

"Baiklah." ujar Adam. Lalu Rey segera masuk ke dalam mobilnya itu dan segera melajukannya.

Sebenarnya Rey begitu enggan menemani Tasya untuk mencari gaun pernikahannya tapi mau bagaimana lagi, Om Vino begitu memaksannya. Sampai-sampai ia menggancam putra sulungnya itu.

"Huh, aku begitu malas menemani anak kecil itu." gumamnya menghembuskan napas kasar.

"Aaghhtt, sial. Kenapa aku harus berada di situasi seperti ini?" Rey memukul stir mobilnya, lalu mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang.

"Cepatlah bersiap-siap. 5 menit lagi aku akan menjemputmu." ujarnya saat orang yang di telponnya itu baru saja mengangkatnya.

"Bagaimana bisa? aku bahkan belum mandi." ujar Tasya tidak terima.

"Baiklah tidak usah pergi. Aku akan melaporkanmu pada ayahmu."

"Eh, ja-jangan. Aku akan segera bersiap-siap." ujarnya. Rey memutuskan sambungan telponya dan meletakkan ponselnya itu ke sembarang tempat, kemudian menambah sedikit kecepatan mobilnya.

***

"Huh, menyebalkan. Kalau dia tidak mengancamku mana mungkin aku mau ikut dengannya " gumam Tasya sambil meletakkan ponselnya kembali ke atas meja. Lalu ia segera masuk ke kamar mandi.

20 menit kemudian

Tasya baru saja selesai bersiap-siap, ia tidak menghiraukan dering ponselnya yang sudah berdering berkali-kali sejak tadi, bahkan ia juga tidak memperdulikan bunyi klakson mobil yang berasal dari depan kosnya.

Tasya mengambil tas selempangnya. Lalu mengambil ponselnya yang berada di atas meja. Kemudian melangkahkan kakinya keluar. Tasya tidak memperdulikan pria yang mentapnya dengan wajah memerah karena menahan emosi ia tetap melangkahkan kakinya menghampiri mobil Rey.

"Duduklah di depan. Kau pikir aku sopirmu?" ketus Rey menatap Tasya tajam sambil menautkan kedua alisnya. Tasya memutar kedua bola matanya lalu segera berpindah tempat.

"Berani sekali kau membuatku menunggu." ujarnya menatap Tasya tajam. Namun tak membuat Tasya takut.

"Aku kan seorang wanita. Jadi wajarlah jika harus membutuhkan waktu sedikit lama untuk bersiap-siap."

"Huh, Dasar anak kecil." Rey tidak habis pikir, kenapa papanya memilihkannya gadis kecil seperti ini. Bagaimana nantinya jika tinggal bersama dengan wanita ini, mungkin akan membuat kepala Rey jadi pusing.

Kemudian Rey mulai melajukan mobilnya meninggalkan kosan Tasya.

*

Beberapa menit kemudian, Rey memarkirkan mobilnya di depan sebuah restoran.

"Kenapa berhenti di sini?" tanya Tasya menoleh ke arah Rey.

"Aku mau makan." ujarnya lalu turun dari mobil. Namun tidak dengan Tasya, ia begitu enggan untuk keluar dari mobil itu.

"Kau mau aku kunci di dalam mobil?" tanya Rey yang hendak menutup pintu mobilnya. Tasya menghembuskan napas kasar lalu ia segera turun dari mobil.

Saat hendak masuk ke dalam restoran tiba-tiba Tasya melihat Ryo bersama teman-temannya yang Tasya tidak kenal sedang menyantap makanan mereka dengan diselingi obrolan. Tasya membulatkan matanya seketika ia menghentikan langkahnya.

"Kenapa berhenti?" tanya Rey yang berjalan di belakang Tasya, namun Tasya tidak menjawab, ia masih berdiri mematung menatap kekasihnya itu. Kemudian Rey mengikuti sorot mata Tasya lalu ia tersenyum tipis sesaat kemuduan ia menarik paksa tangan Tasya untuk masuk ke dalam.

"Kaak." Tasya berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Rey namun tenaga pria itu tidak sebanding dengan tenaganya, Tasya mengikuti langkah kaki Rey sambil menutupi wajahnya dengan tanganya dan bersembunyi di belakang tubuh calon suaminya itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

Happy Reading ❤️❤️

1
Haila Bsisb
./Good/
Haila Bsisb
maaf aku masik baca terus jadi belum kasih like
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya,

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Haila Bsisb
maaf Bari kasih like
Eni Fatar
ceritanya bagus cuma kelamaan thor
Andi Bahraeni
Luar biasa
Yustina Ina
ini cwe krjaan nya nyusahin mlu munafik
Anak Lanang
sasya yg meninggal kaka y tasya kemungkinan pacar y rey ....
Anak Lanang
mantan y rey..
Ayie Banjar
jangan² nisa cew yg dicari sama adx nya rey..
Rosmina Sumang
tdk sholat subuh tasya
reddy
dihh kase tnggal anj
Pariyah Iyah
peran si Tasya tidak mencerminkan istri Sholehah,,merengkel,,egois,, tutur katanya pun terhadap suami kurang sopan..
Detti Siregar
Luar biasa
Detti Siregar
Kren tor
Nur Afifah Syafira
sopir rey adam author..bukan pak khomar. pak khomar dibandung supir papa haris.
Nha Hegi
sorry thor boring bacanya. aq keluarya.
sukses selalu buat othor nya
Nha Hegi
dititik ini sepertinya sudah mulai bosan.
Suhaida Ghani
bestnya ceritanya
Diandra Dhi
Biasa
Eka Zainal
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!