NovelToon NovelToon
The Running Princess

The Running Princess

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Isekai / Romansa Istana / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Kerajaan / Chicklit / Tamat
Popularitas:93.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maria Angelina

Charlene seorang atlet panahan profesional terdampar di masa kerajaan eropa kuno. Dia memasuki tubuh Puteri Charlene yang memiliki paras seperti dirinya.

Seumur hidupnya, Puteri Charlene harus hidup sebagai Pangeran Arlon dan menjabat sebagai putera mahkota kerajaan Iceberg. Hal ini dikarenakan raja Arcton tidak dapat lagi memiliki anak untuk dijadikan penerus takhta.

Dua tahun sebelumnya, Duke Jason berhasil menggulingkan takhta Raja Arcton. Dia berhasil menghabisi seluruh anggota kerajaan kecuali sang putera mahkota Arlon. Tidak ada yang mengetahui bahwa Arlon adalah seorang wanita dan selama ini berhasil bersembunyi di dalam hutan sampai ajal menjemputnya, dan jiwa nya tergantikan oleh Charlene dari zaman modern.

Cerita ini adalah kisah jalinan cinta antara Charlene yang masih berstatus buronan dengan Raja Jason.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maria Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedingin Es

Sudah tiga hari berlalu, dan sampai sekarang Jason belum menemui nya.

Charlene bingung apa kesalahan dirinya, seolah - olah Jason menjauhi nya.

'Atau aku temui saja?'

Charlene pun membulatkan tekad nya untuk menemui Jason. Seperti biasa kedatangannya harus dilaporkan pada Mr. Dheen, baru diteruskan kepada Jason.

"Mr. Dheen apakah aku dapat menemui yang mulia Raja?"

"Mohon maaf nona Charlene, yang mulia raja tidak dapat ditemui."

"Apakah dia begitu sibuk? Aku hanya meminta sedikit waktu nya, tidak banyak lima menit pun cukup untukku."

Mr. Dheen tetap terdiam, dia takut salah bicara. Jason sudah memperingati nya, demi keamanan Charlene, maka Jason tidak boleh menemui nya dalam waktu dekat ini. Jason takut jika mata - mata Duke Lizt akan membahayakan nyawa nya.

Tatapan mata Charlene sangat tajam, dia terus mengawasi raut wajah Mr. Dheen.

"Apakah kau berbohong padaku? Katakanlah dimana aku harus menemuinya?"

"Nona, sebaiknya anda kembali dan beristirahat di ruangan anda sendiri. Yang mulia raja sedang sangat sibuk, beliau berpesan tidak mau diganggu siapa pun."

"Baiklah jika begitu, aku hanya ingin menyerahkan sup ayam buatan ku, semoga yang mulia mau menerima nya."

Mr. Dheen tak tega melihat Charlene. Dia pun menerima mangkok berisi sup tersebut dan mengantar nya ke ruang kerja Jason.

"Apakah dia sudah pergi Dheen?"

"Sudah yang mulia."

Kemudian Mr. Dheen meletakkan sup ayam tersebut di meja

Jason meletakkan berkas - berkas yang telah dipelajari nya, sebetulnya dia ingin sekali bertemu dengan Charlene.

Untuk saat ini biarlah dia mencicipi masakan Charlene saja.

Di tengah perjalannya, tanpa sengaja Charlene bertemu dengan Matilda.

"Wah, lihat siapa ini? budak yang sudah melupakan majikan dan berusaha merebut posisi majikannya."

Charlene tidak mau mencari keributan, dengan tenang dia hanya menunduk dan tetap berjalan mengabaikan Matilda.

Matilda semakin geram melihat kelakuan Charlene, dengan emosi dia menjambak rambut Charlene dan berteriak padanya, "Kemari! Kamu pikir kamu mau pergi kemana? Kamu ini hanya seorang budak mengertilah posisimu!"

Ketika genggaman Matilda di rambut nya melemah, Charlene membebaskan dirinya, dan memilih pergi dari tempat itu. Matilda tidak Terima dirinya diabaikan, dia menerjang ke arah Charlene hendak memukul nya. Charlene yang menyadari hal itu segera menghindar, akhirnya tubuh Matilda terjatuh ke lantai.

Charlene cukup puas dengan hal itu. Dia pun melenggang pergi.

Rasa benci Matilda pun bertambah, "Kenapa budak itu belum mati juga Shira?"

Shira hanya diam saja, dia takut salah bicara.

PLAK

tamparan keras mengenai pipi Shira.

"Aku sedang bicara padamu, kenapa kamu diam saja! Apa kau melaksanakan perintahku? Apakah pembunuh itu sudah dikirim ayahku!?"

"Maaf Puteri hamba tidak tahu."

Ketika Matilda hendak memukul Shira kembali, Jason datang ke tempat itu

"Ada apa ini?"

Matilda bergelayut manja pada Jason

"Lihatlah Jason, tadi budak berambut hitam itu mendorongku hingga terjatuh. Dan Shira tidak membantuku membalas budak itu "

Jason sangat mengetahui watak Matilda, rasa nya terlalu berlebihan. Tetapi jika dia tidak mengikuti permainannya, dia tidak bisa tahu apa yang ada dalam rencana Duke Lizt.

"Apa kau tidak apa - apa Matilda? Seberapa keras dia mendorongmu?"

Matilda sangat bahagia, "Aku tak apa - apa Jason. Kau memperhatikan ku aku sudah sangat senang. Jika kau menyayangiku seperti ini, aku bersedia menjadi wanita pemaaf dan lemah lembut."

"Apakah kepalamu juga terbentur? Bicara mu aneh sekali." Jason kemudian menutup mulutnya. Secara tak sadar dia mengkritik sikap Matilda, karena cara bicara Matilda membuatnya merinding. Beberapa pelayan di sekitar itu pun menahan tawa karena geli.

"Biar aku temui orang yang telah mendorongmu itu."

"Sudahlah Jason biarkan saja. Yang penting kau selalu ada untukku, itu sudah cukup."

Jason hanya menaikan satu alis nya. Dia berpikir harus segera pergi dari situ sebelum Matilda bertambah gila dan berkata yang lebih menjijikan lagi.

Tanpa berkata apa pun Jason langsung meninggalkan Matilda yang masih terpesona dengan raja nya itu.

Dengan senyum bahagia Matilda berkata pada Shira, "Kau lihat itu Shira? Jason tampak marah, pasti dia akan segera menghukum budak itu. Jason menyukai ku, benarkan Shira?"

Shira hanya tersenyum masam, "Jika tuan Puteri bahagia maka hamba juga ikut bahagia."

Di tempat lain Charlene sedang duduk di tepi kolam. Dia melempar nasi untuk para ikan sambil termenung.

Tiba - tiba, Jason memeluk nya dari belakang. "Apakah Matilda menyakitimu?"

Charlene hanya menggelengkan kepala nya, dia bukan tipe orang yang suka mengadu jika ada masalah.

"Maafkan aku. Charlene, untuk saat ini aku tak bisa mendekati mu. Saat ini ada kelompok pejabat yang hendak mencari kelemahan ku. Aku harus meminimalkan skandal apa pun. Apakah kau memahami ku?"

Charlene membalikkan badannya kemudian menatap ke dalam mata Jason. Tidak ada kebohongan di sana. Charlene mengerti pria yang berada di hadapannya ini adalah seorang raja. Mungkin jika di dunia modern pria seperti ini seperti CEO perusahaan besar atau Artis papan atas yang memiliki banyak musuh untuk menjatuhkannya.

"Charlene, aku menyukai mu." Charlene terbelalak karena pernyataan Jason terlalu mendadak.

Seperti nya dia harus berkata jujur pada Jason mengenai siapa dia sebenarnya dan tubuh siapa yang dia pakai sampai saat ini.

"Yang mulia, hamba sebenarnya.. uhmm bagaimana hamba harus menjelaskan nya."

"Tentang apa Charlene?"

"uhmmm tentang masa lalu hamba yang mulia. Sebenar-"

Perkataan Charlene terpotong dengan ******* bibir Jason, Jason memeluk Charlene semakin erat dan memperkuat ciumannya.

Kemudian saat napas Charlene sudah hampir habis, Jason melepaskan bibir manis nya.

"Biarlah masa lalu itu Charlene. Aku hanya ingin kita memulai semua nya dari sekarang. Yang perlu kita pikirkan adalah saat ini dan masa depan."

"Apakah yang mulia yakin?"

"Aku sangat yakin, aku tak peduli asal usul mu atau keluarga mu. Yang penting kau berada disini untukku."

Charlene memeluk Jason dengan erat,

"Charlene, aku ada satu permintaan untukmu. Mungkin ini terdengar egois."

Charlene hanya menatap Jason, menantikan kelanjutan ucapan dari bibirnya.

"Di depan semua orang aku belum bisa memberimu status apa pun. Tunggulah sampai membereskan Para pemberontak dan menyingkirkan Matilda, setelah itu aku akan menunjukkan ke semua orang bahwa kau lah wanitaku."

"Apakah kau benar menyukai ku?"

"Dengan sepenuh hati ku Charlene. Hanya kau yang berada di hatiku."

Ada sedikit kekuatiran di dalam lubuk hati Charlene, apakah benar semua ini. Apakah Jason tidak apa - apa aku menutupi semua masa lalu Charlene maupun Arlon.

Bagaimana jika dia mengetahui semua nya, dia tidak mau para pemberontak mengetahui kelemahannya. Tetapi secara tidak langsung aku dan masa lalu ku adalah kelemahannya.

Mungkin berpura - pura tidak saling mengenal di depan orang lain adalah cara satu - satu nya.

Charlene pun menerima semua keputusan Jason, karena dia pun merasa itu adalah jalan terbaik untuk saat ini.

1
Fitri Alif
kesel deh sama karakter MC nya, harusnya dia ga mudah jatuh cinta dan harus lebih tau diri bahwa Jason udah punya calon. Dia malah biarin Jason terus ngedeketin dia, katanya pinter dan berpendidikan tapi ko kelakuan nya gini sih. Terkesan murahan!

mana di awal dateng ke istana dia sok berani, padahal dia status nya seorang pelayan.
lagian dunia yang dia tempati itu jaman monarki bukan dunia modern tempat asalnya, jelas hukum dan segala nya beda tapi dia malah sok berani ngelawan.
yumin kwan
sebuket bunga utk Charlene dan Jason 💐
Sudar Yati
top dech ceritanya
Made Ernie Soerathe
menarik tidak membosankan👍🏻
Rubby Aqillah
kok gw jdi jijik sama cerita ini sih
Lenina: alurnya terlalu cepat..jadi seperti gampangan hehehe
total 1 replies
Andi Ilma Apriani
makasih thoorrr
Narimah Ahmad
pendapat ku bagus buat ☺️
Narimah Ahmad
awal sampai akhir udah ku baca karya mu Thor dnku harap semoga terus berkarya samangat 💪💪💪
Elly Sari Narulita
ternyata Shira udah ngga tahan laggiiii...habislah kau Matilda.. hahahaha

hmmmm...rasakan Matilda😠
Elly Sari Narulita
so sweet....💖💖
Elly Sari Narulita
sedihhnyaaaaa.....huwaaa huwaaaa😭😭😭...ngga terima Jasoonnn ko gituu siihhhh
Elly Sari Narulita
kayaknya si Dheen deh mata2nya
Nurwana
heleh.... dirayu bgetu aj dah meleleh.... tinggalkan saja kenapa.... kyk nda ad org lain aj.
Cecilia Siangian
kena HIV gak tuh
Joy_K!M
setelah aku baca dari awal sampai sini aku ngak ada kasih koment 🤭dan disini aku ingin kasih pendapat ku tentang karya mu ini Thor 🤭

jujurly aku suka banget i mean like beda gitu sama yg lain.
yah klw menurut aku ya tipe orang yg melihat segala sesuatu itu dari sudut pandang yg berbeda" tidak hanya dari sudut pandang satu orang aja!
karya mu memang beda dan aku suka banget.
disini tuh si villain nya Matilda tapi klw seandai nya kamu buat S2 nya lagi dengan sudut pandang Matilda. sudah pasti yg jadi villain tuh si arlon 😢 jujurly sebenarnya selama aku mmbaca karya mu ini aku slalu memposisikan diri jadi Matilda, dan aku juga ngak menyalakan Jason dan arlon karna memang tempat berlabuh nya cinta tuh ngak ada yg bisa nebak .
klw seandainya kamu buat karya dengan sudut pandang Matilda, yah pasti arlon tu villain nya 🤭
apapun itu karya kamu bagus banget Thor penulisan dan tata bahasa mu juga sopan banget gampang di terima halayak! semakin sukses untuk semua karya mu Thor 😇 tetap sehat dan selalu bahagia Author 🙏
The Owlin: makasih banyak kak, benar - benar detail banget komen nya 🙏☺ sungguh aku buat penulis newbie kaya aku berarti banget 😭😭 dan aku terharu banget baca komen mu 😭
sempat ragu juga awalnya, karena aku keluar jalur dari novel yang banyak beredar di NT. syukurlah kalau karyaku bisa diterima 🙏☺
total 3 replies
Maulana khmadi
terimakasih Thor..... di tunggu karya mu selanjutnya
The Owlin: Terima kasih kak. siap 🙏☺
total 2 replies
Septi Verawati
next thor semongko 💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰
Septi Verawati
👍👍👍👍💪💪💪💪
Septi Verawati
raja yg iseng 😂😊
Septi Verawati
ngadi2 tu putri 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!