NovelToon NovelToon
MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: lido kyungsoo

Walaupun aku koma selama enam tahun, tidak membuat aku lupa akan kejadian kelam yang menimpa hidupku.

Saat aku tersadar dari koma, aku berpura-pura tidak mengetahui kejadian sebelum terjadi kecelakaan.
Aku sengaja melakukan itu, karena aku ingin mangsaku masuk dalam perangkap.

Aku akan membalaskan dendamku, karena meninggalnya anak semata wayangku dan atas perselingkuhan suamiku.

"Aku akan balas dendam secara halus mas, dan kau dengan selingkuhanmu akan menangis darah." Adeela Athala.

Bagaimana kelanjutan selanjutnya, cuss lanjut....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lido kyungsoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasar Malam

Farhan dibuat tertawa oleh respon istrinya. sebulan ini, baru kali ini istrinya itu seperti kembali ke sifat awalnya cerewet dan mengutarakan langsung pendapatnya.

"Yasudah, maaf. Pijitin lagi." Ujarnya dan kembali menyandarkan badannya di bangku taman.

"Enggak mau. Tangan aku udah sakit dari tadi pijitin badan mas yang gede itu."

"Mana tangan aku kecil gini lagi." Gumamnya lirih sambil memperhatikan tangannya. Namun Farhan yang berada di sampingnya masih bisa mendengarkannya.

"Pijitin lagi, dek."

Adeela membuang nafas kasar karena kembali harus memijit suaminya.

Farhan menyandarkan punggungnya sambil memperhatikan Adeela yang kembali memijit lengannya.

"Selama tinggal di rumah kamu ngapan aja?"

"Ya, aku biasanya bantuin Mbok masak, makan, tidur dan kalau aku lagi pengen aku biasanya buat kue."

"Kue apa?"

"Macam-macam sih. Sejauh ini, sudah banyak jenis kue yang sudah aku coba dan hasilnya enak."

"Kenapa capek-capek bikin kue. Langsung saja beli."

Adeela menggelengkan kepalanya."Aku hanya mau punya kesibukan sendiri di rumah, mas. Aku enggak kerja dan mas yang jarang di rumah, makanya aku sibukin diri biar enggak kesepian."

"Kamu mau kerja?"

"Mau, tapi enggak tahu kerja apa."

"Mengelola toko kue."

"Maksudnya?"

Farhan memiringkan posisi duduknya menghadap istrinya.

"Kamu kan bilang sudah bisa buat berbagai macam jenis kue. Kenapa tidak kamu gunakan saja keahlian kamu dengan buka usaha sendiri."

"Aku mau. Tapi..." Adeela memikirkan sesuatu dan kembali berbicara, "enggak jadi!."

"Aku punya bangunan kecil di dekat perusahaan. Kalau kamu mau, kamu gunakan tempat itu untuk membuka toko kue. Bagaimana?"

Adeela lagi-lagi memikirkan ucapan suaminya. Ia memang ingin membuka usaha sendiri tapi bukan dengan bantuan suaminya.

Cukup lama Adeela berbicara dengan suaminya berusaha menolak namun suaminya itu bersikeras ingin memberikan bangunan kosong itu untuk membuka usaha toko kue. Alhasil, Adeela pun kalah dan mengikuti kemauan suaminya.

"Aku lapar. Kamu masak apa?"

"Aku belum masak, mas. Kan, makan malam masih lama."

"Aku udah lapar. Makanan yang cepat masak didapur, apa? Mie instant juga boleh!"

"Aku buatin mas pasta aja. Mau?"

"Iya, itu aja."

Sekarang Adeela sedang berada di dapur membuatkan suaminya pasta spagethy. Makanan yang cepat saji seperti keinginan suaminya yang sudah sangat lapar.

Setelah pukul 18.30, Farhan sudah siap dengan jaket kulit di badannya. Adeela mengernyitkan keningnya menatap suaminya yang sudah berdiri di dekat cermin.

"Ayo!"

"Ayo, kemana?" Tanyanya karena suaminya tiba-tiba saja mengajaknya entah mau kemana.

"Kita ke pasar malam. Dekat sini ada pasar malam. Sekalian nanti kita makan malam diluar."

Adeela menimbang-nimbang ajakan suaminya. Daripada ia terus berada di kamar, ada baiknya kalau ia sekali-kali keluar.

"Yasudah, aku ambil tas dulu."

"Aku tunggu di bawah."

"Iya."

Adeela beranjak dari atas kasurnya dan mulai mengolesi bedak tipis dan lipstik di wajahnya. Setelah ia rasa sudah cukup, ia pun mengambil ponsel dan tas kecilnya lalu keluar dari sana.

Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan perlahan kendaraan Farhan melaju keluar dari kompleks perumahannya menuju ke lokasi pasar malam.

Selama perjalanan Farhan coba untuk mengajak istrinya berbicara dan direspon baik oleh Adeela.

15 menit kemudian mereka pun akhirnya sampai di lokasi pasar malam yang berada di area taman. Farhan dan Adeela berjalan masuk ke area pasar malam.

Adeela tersenyum dengan senangnya memasuki area pasar malam. Farhan dengan setia mengikuti kemana arah istrinya itu pergi.

Suasana pasar malam sangat ramai. Banyak sekali pasangan muda-mudi yang datang. Tak ketinggalan pasangan suami istri turut membawa buah hati mereka.

Banyak sekali permainan kala itu. Tujuan pertama Adeela adalah permainan lempar kaleng. Kalau ia berhasil menjatuhkan semua kaleng, maka ia akan mendapatkan boneka besar sebagai hadiahnya.

Ia pun mengeluarkan uang selembaram dan mulai melempar kaleng-kaleng itu, namun usahanya meleset. Hanya dua kaleng yang jatuh. Ia pun tidak mudah menyerah dan kembali mencoba, sampai usaha yang ketiga ia tetap juga gagal.

Farhan maju dan mengeluarkan selembaran dari dompetnya. Sebelum mencoba, ia lebih dulu meregangkan otot tangan dan lehernya lalu setelah itu ia pun mulai mencoba.

Lemparan pertama sampai ketiga, berhasil. Sisa dua kaleng agar ia bisa menang.

"Ayo, mas. Dua lagi." Ucap Adeela dengan antusias menyemangati suaminya.

Ia pun kembali mencoba dan berhasil menjatuhkan dua kaleng itu. Adeela bertepuk tangan senang menyaksikan suaminya berhasil menjatuhkan semua kaleng itu.

"Mbak, mau boneka yang mana?"

"Yang itu!" Tunjuknya pada boneka minions besar di depannya.

Bapak itu pun mengambilkan Adeela boneka yang tadi ditunjuknya.

"Untuk mbak yang cantik."

"Makasih, pak." Balasnya sambil menerima boneka itu.

Mereka kembali berjalan dan mencoba berbagai macam permainan lain.

Saat sedang berjalan berdesak-desakan tiba-tiba Farhan sudah tak mendapati kehadiran istrinya yang jalan di depannya. Farhan berjalan cepat mencari keberadaan istrinya.

Di lain tempat, Adeela sudah sampai di depan permainan komedi putar. Namun ia tidak mendapati kehadiran suaminya itu di belakangnya.

"Mas Farhan, kemana?" Gumamnya mencari keberadaan suaminya.

Tiba-tiba dari arah samping ada seseorang yang menepuk bahunya. Adeela pun menoleh dan mendapati seorang wanita berhijab tersenyum lebar kearahnya.

"Adeela!"

"Anisa!"

Adeela memicingkan matanya menatap wanita yang memanggil namanya. Ia membulatkan matanya dan menutup mulutnya sangking senangnya dapat bertemu dengan sahabat lamanya.

Kedua wanita itu langsung berhambur saling memeluk dengan girangnya.

"Masya Allah, Deela. Aku enggak nyangka ketemu kamu disini." Ujarnya senang saat melepaskan pelukannya.

"Aku juga, Nis. Yaampun, aku kangen banget sama kamu tahu!"

"Aku lebih-lebih, Deela. Kamu nih ya, nikah dan hilang begitu saja tanpa pamit sama aku."

"Maaf, maaf. Aku waktu itu tiba-tiba saja dibawa merantau sama suami, makanya enggak sempat kabarin kamu."

"Untung aja aku bisa ketemu sama kamu disini. Coba kalau enggak, selamanya aku enggak akan tahu kabar kamu bagaimana!"

"Iya, cantik, solehah, maaf ya."

Anisa pun menganggukkan kepalanya. "Oh, iya, aku lupa. Kenalin ini suami aku, mas Andre. Mas, kenalin dia sahabat aku sewaktu SMA, Adeela."

Adeela ingin menjabat tangan suami sahabatnya namun lelaki yang ada di depannya itu mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Alhasil Adeela kembali menurunkan tanganya.

Adeela dan Anisa kembali berbincang-bincang. Karena Anisa akan pergi ke suatu tempat, ia pun meninggalkan Adeela disana. Tapi sebelum itu, ia meminta nomor telepon sahabatnya terlebih dahulu sebelum beranjak dari sana.

Adeela berdiri di depan wahana komedi putar melihat orang yang lalu lalang, mencari sosok suaminya ditengah banyaknya orang. Ia bernafas lega saat mendapati suaminya yang kini berjalan kearahnya.

Waktu semakin malam namun pengunjung semakin banyak yang datang. Farhan pun mengajak Adeela menaiki wahana bianglala.

Saat wahana bianglala sudah berputar, Adeela memandang dengan takjub pemandangan kota Jakarta yang sangat indah di atas sana.

Mereka duduk saling berhadapan. Adeela sangat fokus menatap pemandangan lampu kota yang kerlap-kerlip di bawah sana dengan takjub dan tidak memperhatikan suaminya yang dari tadi menatapnya tanpa berkedip.

Tanpa ia duga tiba-tiba Farhan sudah memajukan badannya dan memegang dagunya mengarah kepadanya.

Adeela dapat merasakan hembusan nafas hangat suaminya menerpa kulitnya. Adeela mengerjabkan matanya berkali-kali. wajah suaminya sudah semakin dekat.

Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Ia harus mencari akal untuk menggagalkan aksi suaminya.

Wajah Farhan tinggal 5 senti lagi di depannya dan....

Bersambung....

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

**Jangan lupa vote, like, komen dan klik fav ya, kakak readers😉😚.

Salam story from By_me**

1
angel
gk seru segt doang balas dendam nya
angel
paling malas klu baca novel uda seru2nya ...tau2 bawa2 alur agama ...hadeeeeh
kapaloleng
Luar biasa
Firdha Widyaningsih
menye menye nih cewe
Eemlaspanohan Ohan
rasain
Eemlaspanohan Ohan
rasakan karma
Endang Supriati
mudah2an sireyhan mati juga. adil biar rasa si farhan.
Endang Supriati
balas dendam dgn cantik ! beli buah apel satu dus 15 kg buahnya di jus, bijinya dijemur, keringkan dan buat kopi.
tiap hr jgn biarkan dia ketemu selingkuhan tiap hr datang ke kantor jgn ksh celah mereka bertemu! pintar2lah.
lalu bawa kopi tiap hr klu pagi kasih kopi dgn satu sendok teh biji apel yg sdh dihaluskan
datang ke kantor buat kopi biji apel.
hrs tegas dan tega jgn kasih smoun ingat anskmu mati gara2 suamimu tdk ingat pulang. tiap hr ikut ke kantor. setelah anter suami siang datang sampai pulang kantor.
ambil hp suami yg lama ksh yg baru dgn tipe yg sama.hpus semua kontak telpnya termasuk selingkuhannya.
laki2 jarang yg ingat no hp.
menghancurkan hububgan relasi suami. biar hancur juga perusahaannya.
satu biji apel nengadung 0.2 mg sianida. selama 3 minggu akan ada efeknya, suamimu jd gampang lupa, kobsentrasi hilang 50 % juniornya sdh tdk bisa bangun.alias impoten.
secara perlahan organ2 pentingnya menurun secara perlahan dan inibtdk terdekteksi.
persis kasus Pembunhan MIRNA KASUS KOPI SIANIDA.
NoorHasni Hamdan
Lumayan
kyo kyo
Buruk
Lina aja
ihk siapa yg meninggoy ini....jangan bilang adel
Lina aja
ihk ni pelakor ada"j mau nya
Lina aja
jangan mau tu kembali m kyla....kecuali klw dia udah mau berubah menjadi lebih baik
Budinahwati
Luar biasa
Lina aja
tragis banget apa yg di alami jolene
Lina aja
sabar y bang Justin...
Lina aja
ayh gajah ibunya juga gajah lah baby nya juga jadi baby gajah y
Lina aja
putri ketemu jodoh nya tu
Lina aja
adakah ulat bulu yg akan mengganggu keluarga adel
Lina aja
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!