Pegang aku erat-erat, peluk aku dan percaya padaku.
***
Story by MTMH18
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
“Di racuni? Bagaimana bisa? Siapa yang melakukannya?” Aellys gemetar, dia menatap Saga yang juga menatapnya.
“Seseorang telah memberi racun di dalam makanan Leo!” seru Saga dengan menghela nafas panjang.
“Makanan? Tadi Leo tidak memakan apa pun!” Aellys ingat Leo tidak memakan apa pun dan Leo asik bermain robot barunya.
“Siapa yang memberinya? Anak-anak di Kafe juga tidak memberi Leo makanan, karena Leo memang tidak ingin memakan sesuatu,” Aellys menatap Saga yang juga menatapnya.
“Kamu tenang saja, aku sudah menyuruh orang-orangku untuk mencari tahu,” Saga menangkup wajah Aellys dengan kedua tangannya, dia menyatukan kedua kening mereka, nafas mereka saling beradu dan tatapan mereka saling mengunci satu sama lain.
“Kamu tidak perlu khawatir, Leo akan baik-baik saja. Semua racun sudah di netralisasi dengan suntikan tadi,” gumam Saga di depan wajah Aellys.
“Aku merasa gagal menjadi seorang ibu, bagaimana bisa aku ceroboh dan membiarkan Leo memakan makan itu?” lirih Aellys yang mulai menangis, Saga menariknya ke dalam pelukannya dan mengusap pelan punggung Aellys yang bergetar.
“Sstt—kamu jangan menyalahkan dirimu, aku juga seharusnya lebih menjaga Leo dan kamu, aku sebagai seorang ayah seharusnya berada di barisan paling depan untuk melindungi Leo dan kamu. Aku berjanji, orang itu tidak akan bisa melihat dunia! Dia sudah berani mencelakai putra kita, aku tidak akan membiarkannya begitu saja,” ujar Saga.
Saga melepas pelukan mereka, dia mengambil ponselnya yang bergetar di dalam saku celananya, dia segera mengangkatnya dan mengeraskan rahangannya saat mendengar penjelasan seseorang dari sebrang telepon.
“Kenapa?” tanya Aellys saat Saga menatapnya gelisah.
“Orang yang memberi Leo makanan sudah membunuh dirinya sendiri,” jelas Saga membuat Aellys terkejut.
“Bunuh diri? Bagaimana kita dapat mengetahui siapa dalang dari semua ini kalau pelakunya yang bisa menjadi bukti sudah tiada?” Aellys membenturkan kepalanya ke sandaran sofa.
“Jangan menyakiti dirimu sendiri!” Saga menarik Aellys dan menatapnya tajam.
“Kamu tenang saja, aku janji akan menemukan dalang di balik ini. Aku berjanji padamu,” ucap Saga sungguh-sungguh membuat Aellys terdiam dan memeluk Saga.
“Aku tidak ingin kehilangan Leo, dia adalah kehidupanku,” ucap Aellys membuat Saga menghela nafas dan mengeratkan pelukannya.
“Kita tidak akan kehilangan Leo! Dia anakku dan dia jagoan yang tangguh,” Saga menatap Leo yang sedang terlelap, dia berjanji tidak akan mengampuni orang yang hampir membahayakan nyawa putranya itu, dia akan membuat orang itu menderita.
“Kamu tidak menghubungi orang tuamu? Mereka harus tahu keadaan Leo,” Saga yang mengusap kepala Leo menghentikan aktivitasnya dan menatap Aellys yang mengupas buah untuk Leo.
“Aku tidak mau mereka khawatir,” jawab Aellys yang tidak di setujui Saga.
“Jika kamu tidak memberitahu mereka dari awal, mereka akan marah. Sebaiknya kamu memberitahu mereka dengan pelan-pelan tentang keadaan Leo, aku yakin mereka tidak akan khawatir setelah mendengar keadaan Leo baik-baik saja,” lanjut Saga membuat Aellys terdiam dan mengambil ponselnya untuk menghubungi kedua orang tuanya, Saga benar mereka harus tahu.
“Bagaimana?” tanya Saga saat Aellys selesai mengabari orang tuanya.
“Awalnya mereka marah, tapi setelah aku menjelaskan kalau Leo sudah tidak apa-apa mereka tidak begitu marah dan bersyukur, aku bisa bernafas lega setelah menghubungi orang tuaku. Terimakasih,” desah lega Aellys.
“Sama-sama, apa pun itu jangan pernah menutupi sesuatu sendirian. Masih ada aku dan kedua orang tuamu. Ngomong-ngomong, kapan mertuaku akan kembali?” tanya Saga tiba-tiba membuat Aellys meremas ujung bajunya.
“Aellys!” seru Saga yang sudah berdiri di samping Aellys.
“Kenapa kamu ceroboh!” lanjut Saga.
“Hah?” bingung Aellys.
“Kenapa buah yang kamu kupas, kamu jatuhkan di lantai?” lanjut Saga membuat Aellys tersadar dan melihat buah yang baru selesai dia kupas sudah mengenaskan di lantai.
“Kamu melamun? Ada apa?” Saga memegang bahu Aellys dan mengunci tatapannya tetap di mata Aellys.
“Tidak ada,” bohong Aellys membuat Saga berdecak.
“Kamu jangan membohongiku! Sudah aku katakan aku tahu kalau kamu sedang berbohong! Jadi, katakan sejujurnya!” ucapan Saga membuat Aellys meringis.
“Katakan ada apa?” desak Saga membuat Aellys mau tak mau berkata sejujurnya.
“Aku belum bilang, kalau kamu ingin datang ke rumah,” jujur Aellys membuat Saga tersenyum.
“Aku tahu tentang itu,” ucap Saga membuat Aellys mendongak dan menatap mata Saga yang menatapnya jenaka.
“Bagaimana bisa?” bingung Aellys yang membuat Saga menjitak keningnya, Aellys meringis dan mengerucutkan bibirnya, Saga dengan tangan kejamnya sudah kembali dan sasarannya selalu kening Aellys yang tidak berdosa.
“Kamu ini masih bodoh saja, aku sudah pernah bilang kalau aku tahu apa saja yang kamu lakukan. Apalagi jika kamu berada di rumah,” jelas Saga membuat Aellys melotot dan menyilangkan tangannya di depan dadanya. Aellys menjaga jarak dengan Saga yang terkekeh menyeramkan menurut pendengarannya.
“Tidak perlu begitu, aku sudah tahu pakaian dalam yang kamu gunakan hari ini, warna un—,” ucapan Saga terhenti saat Aellys membekap mulutnya dan menatapnya tajam.
“Saga!” suara seseorang membuat Aellys membeku, begitu pun Saga yang langsung menoleh ke arah pintu, dimana suara yang tidak asing tersebut bersumber.
Kalau aq sih nggak masalah tak dibls koment aq.. yg penting aq senang baca, ksh like, ksh hadiah.. kadang gak komentar... saking asiknya baca.. 😂😂😂
Semangat terus ajah Thorr.. bikin novel lagi yg lbh seru.. Aktor pake nm yg blm dipakai di novel" sini.. kek Antonio Candra, Bonifatius, Cherryl, Gladhis, Joel, atw Sukiran, Paijo, Parno... wkwkkk.. 😂😂😂😂🙈🙏
Tetap lanjut ahhh.. penasaran cerita halunya.. 😄😄😄🏃♀🏃♀🏃♀🏃♀